
Hari ini hari kedua, Mereka berada di Pulau Bali. Dila meminta tegar untuk menemaninya datang di sebuah acara Yang berhubungan dengan perusahaannya. Dimana Dilla harus menemui relasinya karena penandatanganan kontrak kerja yang diperpanjang.
Dilla yang memang kebetulan berada di Pulau Bali langsung menghadiri sendiri tanpa menyuruh Mita yang mengurusi. Untuk urusan kantor yang sebelumnya memang Mintalah yang mengurusi semua aktivitas perusahaan terkait dengan hubungan kerjasama, sedangkan Dilla hanya sesekali berhadapan dengan relasinya.
Dilla mengganti bajunya dan bermake up tipis tapi justru membuat dirinya semakin tambah cantik hingga membuat Tegar bucin. Tegar yang berada di sampingnya tiba-tiba marah tidak jelas yang mengatakan kalau bajunya terlalu seksi dan make upnya terlalu tebal.
Dilla dibuat bingung dengan ulah Tegar. Bahkan sudah hampir 3 kali Dilla mengganti bajunya namun masih dikatakan tidak cocok oleh Tegar. Dilla pun yang dibuat kesal langsung duduk di tepi ranjang dan diam memandangi semua baju-bajunya yang tergeletak disampingnya karena menurut Tegar tidak cocok.
“Sayang, ya sudah kalau begitu kamu saja yang mengambilkan bajunya,” ucap Dilla pasrah. Betul saja Tegar mengambilkan baju dress panjang tanpa lengan dan diberinya blaser hingga kaki jenjang Dilla tertutup.
Dilla pun pasrah dan memakai baju yang telah yang disiapkan oleh Tegar. Dilla kemudian mencari sepatunya yang senada dan hendak berangkat mengambil kunci mobil yang biasa dipakai oleh Tegar dan dirinya selama di Bali. Namun Tegar tiba-tiba mendahuluinya dan menggandengnya untuk keluar villa menuju ke parkiran.
“Sayang, aku yang mengantar kamu. Kamu istriku jadi apapun kamu tnggungjawabku. Aku siap mengantarmu kemanapun kamu pergi!” ucap Tegar yang terus membimbing Dilla masuk ke dalam mobil.
“Astaga sayang, kamu itu terlalu berlebihan. Bagaimana kalau kita sudah di sibukan dengan urusan perusahaan kita masing-masing? Apakah bisa kamu mengaturnya untuk selalu berada di dekatku? Kamu terlalu berlebihan deh?” ucap Dilla dengan suara manjanya hingga membuat Tegar semakin gemas hingga berusaha mencubit pipi Dilla.
“Akan aku usahakan sayang? Dan perusahaan kamu kan bisa dikendalika oleh Mita seperti biasanya jadi kamu tidak terlalu sibuk di luar!” ucap Tegar yang sebenarnya sudah memonitor aktivitas Dilla sebelum menikah.
“Terserah kamu sajalah!” ucap Dilla yang langsung naik ke mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Tegar. Tegar pun mengikuti Dilla duduk dibelakang kemudi dan langsung meluncur pegi ke alamat yang telah diberikan oleh Dilla.
Sesaat Setelah beberapa menit berada di jalanan mereka Akhirnya sampai di tempat yang telah ditentukan klien. Dila keluar dari mobil diikuti oleh Tegar langsung berjalan masuk menuju sebuah perusahaan yang cukup besar dan ternama di kota Bali.
__ADS_1
Mereka berdua Akhirnya sampai di di depan resepsionis dan diarahkan menuju sebuah ruangan rapat di mana klien Dilla menunggu.
Tegar dengan perasaan cemas juga mengikuti Dila untuk masuk ke ruangan. Sesampainya di ruangan para tamu langsung memandangi mereka berdua dengan perasaan heran. Karena ternyata beberapa tamu di situ sudah mengenal Tegar sebagai seorang pengusaha yang cukup terkena dan terpandang di seluruh penjuru kota termasuk Bali.
“Selamat pagi, Bukankah anda Bapak Tegar Permana? Asataga ternyata anda ya suami dari ibu Dilla? Selamat pak, anda memang beruntung telah mendapatkan hati ibu Dilla yang cantik, pintar dan cerdas,” ucap owner perusahaan tersebut.
“Terimakasih pak, mudah-mudahan anda juga segera memperoleh jodoh secantik dan sebaik istri saya,” ucap Tegar yang tiba-tiba memeluk Dilla dan mengecup keningnya hingga membuat Dilla terkejut dengan sikap Tegar yang terlalu berlebihan.
Owner perusahaan tersebut tertawa lepas menyambut tamunya yang tak lain pengusaha ternama yang terkenal di seluruh pelosok negeri ini. Sikap Tegar terhadap Dilla tidak bisa mereka bayangkan karena sosok Tegar yang dulu sangat berbeda dengan sosok Tegar yang sekarang.
Tegar yang dulu sangat susah berbuat baik atau lunak terhadap perempuan, namun dengan bu Dilla justru sebaliknya memperlakukannya bagaikan ratu.
Setelah ramah tamah dengan jamuan makan mereka berdua pulang menuju villa. Tegar menggandeng Dilla seolah tidak mau lepas darinya. Mereka berdua berjalan kelihatan sangat serasi.
Tegar membukakan pintu mobil untuk Dilla dan mereka langsung kembali dari pertemuan bersama klien.
Sesampainya di villa Tegar langsung membuka pintu mobil dan menggendong tubuh Dilla memasuki villa. Dilla yang manja mengalungkan tangannya di leher Tegar sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Tegar.
Karena cuaca yang mendung hingga membuat hawa dingin mengalir ke tubuhnya membuat Tegar kembali bangkit selera kelakiannya.
Pelan-pelan Tegar menurunkan Dilla di sofa ruang tengah villa dan tanpa basa-basi langsung membuka kancing kemejanya dan menghampiri Dilla dan menindihnya.
__ADS_1
Lagi-lagi Tegar melancarkan aksinya dan langsung memainkan sesuatu di sana hingga keduanya mencapai kepuasan hingga *******. Dilla yang sudah terbiasa dengan sikap Tegar langsung bisa mengimbangi permainan Tegar.
Begitulah mereka berdua sangat bahagia melebur menjadi satu saat bercinta dan mereka berdua akhirnya sama-sama lemas hingga tertidur di sofa. Semua baju berserakan di lantai sedangkan mereka berdua tertidur berpelukan seolah tidak mau terlepaskan satu sama lainnya.
Dilla terbangun tak kala ada suara gemuruh di dalam perutnya karena lapar. Tegar yang mengetahuinya langsung memakai bajunya kembali dan bergegas ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Dilla.
Sementara itu Dilla yang sudah terbangun langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sambil berendam. Namun di saat asik-asiknya berendam tiba-tiba Tegar sudah muncul dihadapannya hingga membuat Dilla menghela nafas panjang karena Tegar pasti akan ikut mandi bersamanya. Dan kalau Tegar sudah berada di dekatnya pasti akan memintanya lebih.
Tegar yang sudah melepas semua bajunya ikut masuk ke dalam bath up dan langsung menggoda Dilla namun Dilla menolaknya karena perutnya tidak bisa kompromi. Tegar pun memakluminya dan tak tega melihat Dilla yang sangat kelaparan hingga mereka berdua mandi biasa saja.
Selesai mandi mereka berdua merapikan diri dan bersiap untuk makan yang sudah di siapkan oleh Tegar. Dilla yang memang lapar langsung menghabiskan semua makanan yang Tegar masak. Apalagi masakan Tegar sangat menggugah selera Dilla. Semangkuk sup iga sapi langsung dia makan bahkan tanpa sedikitpun tersisa untuk Tegar.
Tegar merasa heran dengan sikap Dilla hingga dalam hatinya bertanya apakah Dilla lagi nyidam dan sudah mengandung buah hatinya.
“Sayang, apa yang kamu lamunkan?” tanya Dilla tiba-tiba hingga membua dirinya tersadar dari lamunannya.
“Tidak kok sayang, aku hanya merasa heran saja dengan pola makan kamu. apakah kamu sedang hamil?” tanya Tegar kepada Dilla.
“Ha…, ha…, sayang semua itu perlu proses dan perlu waktu. masa langsung tiba-tiba hamil? tidak bisa dong sayang?” jawab Dilla terkekeh sambil menuangkan jus ke dalam gelasnya dan gelas Tegar.
Setelah selesai makan mereka berdua berlanjut ngobrol di teras villa melihat lalu lalang orang yang masih sibuk di jalanan sambil menikmati pemandangan di luar villa yang sejuk.
__ADS_1