
Setya di sekap dalam sebuah kamar namun dia diperlakukan dengan baik. Entah mengapa penculik itu memperlakukannya dengan baik. Di saat Setya ingin memejamkan matanya tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang dengan pengawalnya masuk ke kamarnya Setya yang cerdik pura-pura tertidur dan mendengarkan percakapan mereka.
“Kerja yang sangat bagus, aku ingin memberikan pelajaran kepada ceo yang arrogant seperti dia. Aku akan membalas rasa sakit hatiku untuknya. Aku yakin dia itu putranya karena gaya dan mukanya begitu mirip dengannya. Perlakukan dia dengan baik karena dia merupakan dsumber mas kita untuk memperoleh harta yang melimpah. Kalau nanti mamanya tidak memberikan jaminan seperti yang kita minta, habisi putrnya,” ucapnya sambil berlalu meninggalkan kamar Setya.
“Baik, bos. Kita akan melaksanakan sesuai perintah bos Bagas!” jawab anak buahnya.
“Astaga, bukankah itu papanya si gendut Ryan, bukankah om tampan sudah memproses kasusnya dan kenapa bisa berkeliaran di luar. Aku akan membuatnya jera,” gumamnya lirih. Setya kemudian mencari akal untuk kabur dari rumah tersebut. Setya mencari tahu segala sesuatu yang bisa dia manfaatkan untuk kabur dari kamar itu. Setya menemukan barang elektronik berupa tape recorder yang tidak berfungsi tapi masih bisa menghantarkan arus listrik. Kemudian Setya mengotak-atiknya dan dibuat konslet hingga nanti kalau dihubungkan dengan listrik akan meledak.
Dan kebetulan saklar listrik berada di dekat pintu sehingga mempermudah Setya untuk melaksanakan aksinya.
“Tolong…, tolong perutku sakit. Aku sangat lapar sekali. Aku mau pingsan,” teriak Setya agar dibukakan pintu kamarnya.
“Hai bocah, jangan membohongi kami bocah,” teriak penjaga dari luar kamar.
“Astaga pak. Aku dari dulu punya penyakit yang suka lapar. Dan kalau tidak makan aku akan merasakan sakit yang luar biasa hingga aku kejang-kejang dan pingsan. Aku mohon pak berikan aku makan, kalau terjadi sesuatu pasti mamaku akan membatalkan uang tebusannya. Dan pastinya kalian tidak akan memperoleh uangnya!” teriak Setya yang mampu membuat kedua penjaga itu bimbang.
Kedua penjaga tersebut saling diskusi dan kemudian membuat kesepakatan untuk memberinya makan dan minum. Mereka langsung membuka pintunya yang secara otomatis hendel pintu dibuka maka barang elektronik yang sudah di rakit oleh Setya meledak.
__ADS_1
“Bum…, door,” semua pintu kamar hancur berkeping-keping dan membuat kedua orang tersebut mengalami luka di tangannya. Mereka berdua merintih kesakitan dan Setya langsung berlari mengendap-ngendap mencari persembunyian.
Sementara itu penjaga di bawah yang mendengar ledakan langsung berlari menuju ke atas, Setya dengan sigap meluncur ke bawah melalui list pembatas tangga kaarena kaget mereka tidak bisa menangkap Setya.
“Hai, tangkap dia. Ternyata ledakan tadi ulah dari anak itu,”teriak salah satu penjaga yang sudah berhasil menaiki tangga. Setya yang cerdik sangat sulit untuk di tangkap. Setya langsung menuju ke dapur dan diambilnya minyak goreng dan kembali berlari ke ruang tengah kemudian menumpahkan semua minyak goreng ke lantai hingga jalannya licin. Beberapa penjahat bberlari mengejarnya namun terjatuh karena mengenai minyak yang tersebar di lantai.
“Ha…, ha…, paman-paman kalian memang bener-bener pecundang,” selamat tinggal paman ucap Setya yang langsung menuju garasi mobil di situ ada mobil jeep yang bisa dia manfaatkan.
Dengan sedikit mengotak-atik kunci mobilnya kemudian menyalakannya. Setelah menyala Setya langsung menabarak pintu garasinya hingga dia bisa keluar rumah. Karena di luar masih ada penjaga yang sulit ditembus Setya langsung menancap gasnya hingga hendak menabrak penjaga yang di luar. Setya dengan penuh kemenangan bisa ke luar dari rumah yang digunakan untuk menyekap dirinya.
Setya langsung melajukan kendaraannya hingga sampai ke pos polisi terdekat. Setya mematikan kendaraannya dan turun dari mobil dengan bangganya. “Malam pak polisi, aku telah menghancurkan sebuah rumah dan penjahat di jalan bangka 2 kilometer dari sini. Dia hendak menyakiti aku dan memeras kedua orang tuaku. Jadi aku menghancurkannya!” ucap Setya sok jagoan.
“Bisa pak polisi,” Setya kemudian membuat petunjuk arah menuju ke rumah tersebut. Dan menunjukan ciri-ciri rumah tersebut. Kemudian pemimpin polisi memberi komando untuk menangkap para penjahat tersebut.
Setya sengaja tidak mengikuti mereka. Dan tidak berapa lama kepolisian berhasil meringkus mereka. Berita pengkapan gembong penjahat yang dilakukan oleh pihak polisi dan dibantu oleh seorang anak kecil tersebar luas di seluruh kota.
Pak polisi menghubungi pihak keluarga Setya. Rombongan Tegar dan Dilla langsung datang ke kantor polisi. Dilla langsung turun dari mobil dan bergegaas menuju ke dalam kantor poisi dimana Setya berada. “Setya, kau tidak apa-apa nak? Lain kali jangan pergi dari rumah tanpa izin ya? Maafkan mama yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik?” Dilla memeluk Setya dan mengusap kepalanya sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
“Maafkan Setya ma? Setya yang bandel dan suka menang sendiri! Setya yang egois suka ganggu barang punya kak Yasa!” ucap Setya yang menangis di pelukan sang mama karena penyesalannya hingga membuat mama dan keluarganya susah karenanya.
“Iya dik. Kakak sudah maafkan kamu. Janji kamu tidak nakal lagi ya?” Yasa angsung menghampiri adiknya yang berada dalam pelukan mamanya.
“Iya kak. Aku janji, kalau punya masalah tidak akan pergi meninggalkan rumah lagi?” ucap Setya kepada kakaknya hingga Setya menjulurkan jari telunjuknya yang disambut oleh Yasa.
“Malam sayang. Jagoan papa tampan bener-bener bisa diandalkan! Sini peluk papa,” ucap Tegar yang sedikt berjongkok dan Setya langsung berlari menghampiri Tegar.
“Papa tampan? Bisakah papa tampan menggendong aku? Aku mengantuk sekali?” ucap Setya yang sudah berada dalam pelukan Tegar. Tegar mengendong putranya hingga kepala Setya bersandar dalam bahunya.
“Dimas, kau yang usurs segalanya. Aku dan ibu Dilla beserta anak-anak pulang terlebih dahulu,” ucap Tegar setelah pamitan kepada komandan polisinya.
Tegar menggendong Setya diikuti Dilla dan Yasa. Tegar langsung membaringkan Setya disamping kemudi sedangkan Yasa dan Dilla berada di kursi penumpang.
Tegar sangat senang karena putranya tidak ada cidera sama sekali. Setya juga bisa menghancurkan semua penjahat dalam beerapa jam. Tegar mengusap-usap rambut Setya dengan sayang sambil mengemudikan mobilnya dengan pelan.
Beberapa menit kemudian Tegar masuk ke halaman rumah Dilla dan mbok Atik langsung menghampirinya. “Nak Setya, alhamdulilah kau tidak apa-apa?” ucap mbok Atik yang langsung memeluk Setya yang masih berada di dalam mobil hingga Setya bangun.
__ADS_1
“Mbok, aku kan anak jenius Popeye yang sangat kuat dan sulit dikalahkan. Dan tentunya semua berkat makanan bergizi yang mbok siapkan hingga aku tumbuh jadi anak yang cerdik dan pintar?” ucap Setya yang sombong. Hingga membuat semua orang tertawa dibuatnya.
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.