Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Lamaran Almaira


__ADS_3

 Setelah melalui  beberapa pertimbangan akhirnya keluarga besar Almira dan Ibra memutuskan bahwa lamaran dipercepat.  Acara yang semula lamaran akan dilakukan sebulan lagi tetapi diputuskan bahwa minggu depan segera dilakukan  lamaran.


Hari ini  merupakan hari baik yang telah disepakati oleh keluarga kedua belah pihak.  Semua aktivitas lamaran dilakukan di hotel milik keluarga Almaira.  Abisetya dan Abiyasa menyiapkan semua keperluan untuk acara lamaran adiknya.  Mereka berdua menginginkan acara lamaran Almaira berjalan dengan baik.


 Mereka berdua nampak kompak dan sibuk mengurusi semuanya.  Mereka ingin memberikan kesan yang terbaik untuk adik satu-satunya di acara terpenting adiknya. Semua keluarga berkumpul di acara lamaran Almaira.


 Di tengah kesibukan mereka masih menyempatkan untuk menggoda Almaira. “ Tidak terasa adik kecil kita sekarang sudah menjadi dewasa dan sebentar lagi menjadi milik orang lain! Almaira nanti klau sudah nikah jangan lagi minta tidur bersama mama lagi lo ya?” ucap Abisetya menggoda adiknya. Almaira memanyunkan bibirnya dan sedikit ngomelin dengan ulah kakaknya.


"Ma…, kakak tuh kebiasaan selalu godain aku!" ucap Almaira merajuk ke mamanya.


"Ih…, kalian tuh sudah beristri tapi masih juga ngerjain adik kamu! Benar-benar kalian itu mengingatkan sewaktu kalian kecil. Setiap hari adik kamu buat menangis hingga kejer!" ucap mama Dilla menghela nafasnya. Mama Dilla sangat senang dengan mereka karena anak-anak selalu ramai satu sama lainnya saling mendukung meskipun terkadaang mereka bercandanya berlebihan.


“Ini bagaimana to,  ayo segera menuju gedung!  Sebentar lagi tamunya akan datang!”  ucap papa Tegar memberi peringatan kepada mereka yang masih bercanda di kamar rias Almaira. Mereka pun  akhirnya segera menuju  gedung pertemuan yang berada di daalam hotel untuk lamaran Almaira. Kemahiran nampak cantik dan anggun dengan balutan kebaya modern yan gseanda dengan kesua kakak iparnya. Sementara itu mama Dilla dan papa Tegar asih terlihat cantik dan tampan. Meskipun mereka sudah punya 2 cucu dari Abiseya dan Abiyasa mereka berdua masih tampak energik dan segar. Bahkan ketika mereka menggendong kedua cucunya Semua orang berpikir kalau itu putranya.


“ Papa, Anak-anak sudah pada menikah semua dan sebentar lagi amaira setelah lamaran akan menikah juga,  pa…?  Bagaimana kalau kita program untuk mendapatkan anak kembali?”  tanya Dilla kepada suaminya dengan serius.


“Memangnya mama tidak capek?” tanya  apa Tegar kepada istrinya.


“ Tidak lah pa, ini justru membuat kita awet muda,” ucap Dilla berbisik kepada suaminya.

__ADS_1


“La…, bujkannya pabrik mama sudah tutup?” tanya papa Tegar menggoda istrinya. Dilla pun kemudian menowel suaminya sambil berbisik.


“Belum dong pa, aku masih bisa kok! Papa mau nambah berapa lagi?” ucap mama Dilla genit kepada suaminya.


“Ih papa dan mama lama-lama klau di dengarin jadi geli. Aku gak mau punya adik lagi!” ucap Almaira mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.


“Tidak apa lah dik. Kita kan punya kesibukan masing-masing. Siapa tahu Tuhan masih mempercayakan dedek kecil kepadaa orang tua kita. Rezeki tidak bisa ditolak lo dik!” ucap Abisetya ikut nimbrung dengan pembicaraan mereka.


“Ya udah terserah kalian saja!” ucap Almaira nyerah dengan perdebatan mereka. Amaira pun berjalan keluar kamar menuju ke ruang pertemuan utnuk profesi lamaran mereka. Semua lorong kamar di hias full dengan bunga mawar hingga menuju ke ruang pertemuan tempat lamarannya. Almaira sangat menyukainya karena semua keinginannya hari ini dikabulkan oleh Ibra calon suaminya. Nuansa pink dengan dominan mawar disepanjang lorong hingga ruangan membuat dia melonjak kegirangan.


Kedua iparnya mendampinginya berjalan menuju tempat acara dan keduanya samaa-samaa anggun dan tak kalah cantik dengan calon pengantin. Almaira yag manja hampir lupa kalau dirinya sebentar lagi akan menjadi nyonnya Ibra. Almaira masih saja terlihat seperti anak kecil yang berlari-lari kecil menghampiri warna-warni bunga mawar yang ada di sekitarnya. Bahkan Kebaya yang dipakai tidak jadi penghalang dirinya untuk terus berlarian hingga akhirnya mama Dilla menegurnya.


“He…, he…! Iya ma, mereka kan belum datang! Jadi aku akan menikmatinya! Sebentar lagi aku menikah dan tentunya aku juga tidak akan berani bersikap seperti ini ma!” ucap Almaira cengengesan.


“Iya nak memang harus seperti itu! Ayo segera masuk dan jaga sikap kamu! Sebentar lagi Ibra dan orang tua serta kerabatnya segera kesini. Mereka sudah berada di loby hotel!” ucap papa Tegar menyambung pebicaraan mereka.


Setelah sampai di dalam ruangan, Almaira duduk di depan dengan sangat tenang tanpa ocehan dan kekonyolannya. Hal itu membuat mama Dilla dan papa Tegar sangat menyukainya.


Suasana di lobby sangatlah meresahakan Ibra karena belum juga dikasih isyarat untuk maasuk ke ruangan tempat prosesi lamarannnya.

__ADS_1


“Ayo sobat! Siap kan mentalmu!” goda Abisetya yang tiba-tiba nongol dihadapan Ibra. Ibraaa pun dengan spontan menonjok bahu Abisetya yang sebentar lagi jadi iparnya.


“Sialan. Tentu sudah siap dong! Kalau tidak siap mana bisa aku hadir di sini!” ucap Ibra ampil mebusungkan dadanya dengan menunjukan kalau dirinya selalu semangt daan percaya diri untuk menikahi Almaira yang dulu selalu dia manjakan bersama kedua kakaknya.


“Baguslah! Tuh bidadari kecilmu gelisah juga karena dirimu tidak kunjung datang! Dia kawatir kalau terjadi apa-apa dengan dirimu!” bisik Abisetya kepada Ibra sahabat dan calon adik iparnya.


Sementara itu kedua orang tua Ibra tersenyum bahagia kaarena sebentar lagi putranya akan menikah.


“Nak Setya, ternyata kebersamaan keluarga kita dulu semakin erat ya! Tidak mengira kalau kita berlajut menjadi kelauarga selamanya!” ucap mamanya Ibra kepada Abisetya.


“Iya tante! Dulu waktu kecil kita selalu bersama hingga kita dipisahkan karena tugas pekerjaan dan masing-masing harus menempuh karier kita!” ucap Abisetya memberi penjelasan.


“Ini ngobrol melulu! Ayo kita segera ke sana! Kasihan bidadari kecilku menunggu terlalu lama!” ucap Ibra yang membuat oranag di sekitarnya menjadi riuh karena sikap Ibra. Bahkan mamanya sampai menjontorkan kepala Ibra. Gelak tawa keluarga mereka pun mengiringi langkah Ibra menuju ruang lamaran.


Setelah sampai di ruangan, Ibra menempatkan posisisnya duduk di dekat Almaira. Tidak lama kemudian MC pembawa acara membuka suara untuk memulai prosesi acara lamaran Almaira.


Setelh melalui berbagai rangakaian acara Almaira telah resmi dilamar oleh Ibra dengan penikat seperangkat perhiasan dari berlian senilai 300 juta. Almaira sangt menyukainya karena perhiasan tersebut merupakan impiannya sejak dulu. Entah mengapa aIbra seolah-olah tahu semua keingiannya.


Setelah acara lamaran selesalai kelauarga kedua belah pihak mengadakan ramah tamah dan dilanjutakan dengan foto bersama. Kelauarga bear mereka bergabung dan terlihat sangat akrab satu sama lainnya. Ibra dan Almaira nampak tersenyum bahagia karena mereka sudah mengawaliuntuk menjlain suatu ikatan pernikahan. Dan sesuai kesepakatan keluaraga mereka akan melangsungkan pernikahan bulan depan.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?


__ADS_2