
“Dok, Bagaimana keadaan istriku? Aku sangat takut jika terjadi sesuatu dengannya?” ucap Tegar yang semakin panik karena Dilla belum sadarkan diri.
Sementara itu sang dokter yang memeriksa keadaan Dilla tersenyum sumringah kepada Tegar. Namun Tegar tidak senang dengan sikap dokter tersebut. Tegar merasa dokter tersebut mempermainkan dirinya.
“ Pak dokter…, Apa yang Anda lakukan? Sudah tahu Istri saya sakit tapi situ malah tersenyum?” ucap Tegar penuh emosi. Namun sang dokter justru tertawa terbahak-bahak. Tegar yang emosi langsung menarik kerah dokter hingga mendekati dirinya.
“ Tenang dulu pak Tegar, Anda harusnya hari ini merasa senang, karena ada kabar gembira untuk anda. Istri Anda saat ini sedang mengandung,” jelas dokter hingga akhirnya Tegar pelan-pelan melepaskan cengkeramannya.
“ Apa benar pak dokter? Apa yang anda ucapkan itu tidak berbohong kan?” ucap Tegar meminta kepastian dari sang dokter.
“Tidak. Aku tidak berbohong, akan tetapi lebih pastinya Anda harus membawa nyonya Dilla ke dokter kandungan,”ucap dokter tersebut sambil memberikan sebuah resep obat untuk nyonya Dilla.
“Baiklah aku akan membawanya ke dokter spesialis kandungan. Dan ini sebagai tanda terimakasihku Anda harus menerimanya!” Tegar kemudian menulis sebuah angka kedalam cek untuk diberikan kepada sang dokter.
Tidak berapa lama kemudian pak dokter pergi meninggalkan rumah Tegar dengan perasaan senang dan sedikit takut karena dirinya hampir saja babak belur dipukul oleh Tegar. Dilla membuka matanya pelan-pelan hendak duduk di tepi pembaringan namun di Tegar melarangnya.
“Sayang, terima kasih karena kamu sudah mengandung anakku di dalam perutmu ini,” ucap Tegar yang duduk di samping Dila dan mengusap-usap perut Dilla dengan penuh kasih sayang. Sementara itu Dilla tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Tegar suaminya.
“ Sayang, aku tidak mengerti. Apa maksudmu?” ucap Dila penasaran sambil menahan rasa sakit di kepalanya karena pusing.
“ Kamu Hamil Sayang, di perutmu akan ada Tegar kecil lainnya selain kedua anak kembar kita,” ucap Tegar sambil memeluk tubuh Dila.
Dilla masih belum tidak percaya apa yang diucapkan oleh suaminya, hingga akhirnya Mbok Atun yang ada di sebelahnya memberi penjelasan kepada Dilla. Dilla yang tidak bisa membendung rasa gembiranya langsung meneteskan air matanya.
__ADS_1
Tegar yang tidak tega melihat Dila menangis, mengusap lembut air mata Dilla dengan tangannya. Tegar juga mengecup kening Dila kemudian membisikkan sesuatu ke telinganya.
“ Iya sayang, kita akan memiliki buah cinta kita kembali setelah si kembar. habis ini kita bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Kamu harus mendapatkan perawatan intensif karena tubuhmu yang lemah. Aku berharap kamu dan calon bayi kita sehat sampai melahirkan.”
Hanya menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dengan apa yang disampaikan oleh suaminya. Tegar langsung meminta mbok Atun menyiapkan perlengkapan untuk ke rumah sakit. Dimas masih berada di situ, pergi keluar menelepon Mita agar menemani anak-anak di rumah.
Setelah semuanya siap, Tegar menggendong Dila menuju mobil dan berangkat ke rumah sakit. seperti biasa Dimas yang menyetir mobilnya.
Mobil Tegar selalu menghibur dan membuat Dila nyaman berada di dalam pelukannya. Dimas yang masih belum menikah merasa sangat risih melihat Kemesraan bosnya kepada istrinya.
Tegar yang mengetahui kalau Dimas berusaha mencuri pandang tentang dirinya dan Dilla, justru berbuat semakin mesra terhadap istrinya.
“Dasar, Bos tidak tahu akhlak,” gumam Dimas lirih agar tidak terdengar oleh Tegar. Namun Tegar yang mengetahui isi hati Dimas langsung mengancamnya.
Setelah tiba di rumah sakit Dimas langsung memarkir mobilnya dan Tegar membawa Dila kebagian IGD dengan menggendongnya. Semua orang nampak mengagumi Tegar karena dengan sikapnya seperti itu membuat kaum hawa sangat menyukainya. Apalagi Tegar yang memiliki tubuh atletis dan tampan ditambah dengan perilakunya yang memperlakukan wanita bagaikan bidadari seperti itu semakin membuat semua orang terpana termasuk perswaat rumah sakit.
“ Astaga, kapan aku bisa menikah dengan pria seperti itu. Ceo terkenal, tampan, penyabar dan setia terhadap pasangan,” Gumamnya lirih namun masih didengar oleh temannya yang berada di sampingnya.
“ Jangan mimpi kamu, orang seperti pak Tegar itu sangatlah langka. Aku rasa di dunia ini bisa dihitung dengan jari. paling-paling perbandingannya 1000 dibanding 1,” ucap temannya yang berada di sampingnya dengan nada sinis.
“ He…, he …, nyakamu jangan meremehkan aku. Siapa tahu masih banyak orang seperti pak Tegar di luar sana hingga tertarik sama aku dan menjadikan aku sebagai istrinya?” Jelas perawat tersebut yang mengagumi pak Tegar.
“ Sudahlah yang penting kita saat ini bekerja dan mendapatkan gaji sesuai dengan apa yang kita lakukan secara profesional. Ayo kita lanjutkan kerja kita,” ucap perawat satunya sambil memberi semangat kepada temannya agar tidak terlalu bermimpi.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pun melanjutkan aktivitasnya kembali sesuai dengan pekerjaannya. Sementara itu Dilla yang berada di IGD langsung mendapat Penanganan dan didorong menuju ruang perawatan khusus pemilik Rumah Sakit.
Tegar yang kuatir dengan keselamatan Dila dan calon Anaknya Langsung konsultasi dengan dokter kandungan.
Dokter kandungan menyarankan Della agar ar bad rest hingga usia kandungan melampau usia rawan. Tegar yang tahu kondisi Dila langsung meminta vitamin yang terbaik untuk kandungan istrinya.
Sang dokter kemudian memberi jalan keluar kalau nanti Dila dirawat di rumah sakit selama seminggu untuk selebihnya bisa dirawat di rumah dengan memperhatikan kesehatan dan gizi Dila.
Tegar setujui apa yang dikelola dikatakan oleh dokter tersebut. Setelah semuanya jelas Tegar langsung kembali ke ruangan Dilla yang kebetulan masih tertidur karena pengaruh obat.
Tegar yang setia menunggu istrinya dengan duduk di samping pembaringan Dilla. Sementara itu Dimas yang sudah tidak diperlukan lagi, pergi meninggalkan rumah sakit kembali ke rumah Tegar menemani Mita dan anak-anak.
Si kembar yang melihat kedatangan Dimas menghampirinya dan menanyakan keadaan Mama mereka. Dimas pun menjelaskan bahwa keadaan mamanya baik-baik saja dan mereka sebentar lagi akan mendapatkan saudara yang saat ini di kandong oleh mamanya.
Si kembar langsung loncat-loncat kegirangan sambil memutar-mutar berlarian mengelilingi Dimas.
Setya yang terlalu gembira meloncat memeluk Dimas dan menciumi pipi Dimas sebagai ungkapan rasa senangnya. Dimas pun merasa geli melihat sikap Setya.
Mita dan Yasa memandangi mereka berdua sambil tersenyum melihat tingkah Setya yang lucu. Kemudian Setia turun dari gendongan Dimas dan merengek minta diantarkan membesuk mamanya.
Dimas yang mengetahui kondisi Dila berusaha membujuk Setia agar menunda keinginannya untuk menjenguk mamanya.
Setya pun akhirnya menuruti apa yang di sampaikan oleh Dimas namun meminta Dimas untuk video call dengan papanya agar mengetahui kondisi mamanya.
__ADS_1