
Hari ini hari yang bersejarah, Lukas beserta tante Lusi ditemani pengacara mereka menanda tangani perjanjian kerja terkait suntikan dana segar untuk perusahaan PT Sanjaya. Mereka diberi tempo dalam waktu 3 bulan untuk mengembalikan jika tidak bisa saham kepemilikan PT Sanjaya sebesar 75% menjadi milik PT Tegar Abadi.
Setelah melakukan perjanjian kerja mereka berminat untuk kembali ke kantor. Namun tiba-tiba mereka dikejutkan oleh Yasa dan Setya. Mereka berlari sambil membawa es krim dari arah yang berlawanan. Setya yang iseng tiba-tiba pura-pura terkilir dan jatuh menumpahkan es krim ke baju tante Lusi.
“Bruk…, maaf nek bajunya kotor? Ayo ikut ke ruangan aku nanti biar asisten aku membelikan baju untuk nenek!” ucap Setya yang memang sengaja memancing kemarahan tante Lusi.
“Nenek? Memangnya aku nenek kamu. Hai.., hai…, mau membelikan baju untuk aku? Mana bisa? Padahal baju aku mahal lo? Kalian masih kecil dapat uang dari mana? Yang ada kamu hanya dapat uang jajan dari orang tua kamu!” Tante Lusi semakin kesal dan om Lukas yang ada di sampingnya memberinya kode agar diam tapi tante Lusi tidak mengetahuinya.
“Astaga sayang, kamu harus diam. Kedua bocah ini sangat istimewa. Jangan sampai kemarahan mu di dengar oleh Tegar, kalau di dengar sudah pasti mereka akan menarik perjanjian kerja dengan kita. Tahu tidak? Mereka itu kesayangan Tegar dan kak Ardi,” bisik Lukas lirih hampir nyaris tidak di dengar oleh kedua bocah kembar tersebut.
“Maaf ada apa om?” tanya Tegar tiba-tiba hadir di depan mereka.
“Tidak ada apa-apa? Ini baju tante Lusi kena es krimnya Setya yang tidak sengaja terjatuh dan mengenai bajunya. Tapi tidak masalah di mobil baju ganti tante Lusi ada kok!” ucap om Lukas yang langsung menggandeng tante Lusi pergi dari situ.
Tante Lusi yang tidak paham maksud dari Lukas, di sepanjang jalan menuju parkiran marah-marah tidak jelas.
“Kau itu sama anak kecil seperti mereka saja kok mau mengalah, tidak kah kamu melihat dan mengingatnya ini baju pembelian dari kamu ketika di Amerika tempo hari!” Tante Lusi semakin kesal dan meninggalkan Lukas di lorong perusahaan.
“Sayang , tidakkah kamu melihat kedua bocah itu mirip dengan Tegar. Aku curiga mereka punya hubungan darah. Jadi kalau ada seseorang yang menyakiti kedua bocah itu, pastinya Tegar akan menghancurkan bisnis kita,” jelas om Lukas.
“Kau itu terlalu takut dengannya, apa kau meragukan kemampuanku? Bukankah kau masih ingat aku bisa menyingkirkan Wisnu Sanjaya dan putrinya!” ucap Lusi percaya diri.
__ADS_1
“Lusi dengarkan aku, Tegar itu beda. Dan kedua bocah kembar itu lebih beda lagi. Mereka berdua bukan bocah kecil yang sembarangan. Percayalah sebaiknya kita diam saja dan jangan mengusiknya kalau kita cari aman,” Lukas berusaha menjelaskan kepada Lusi namun Lusi tidak kunjung mengerti hingga membuat Lukas kesal dan meninggalkannya menuju mobil.
“Sayang, tunggu aku. Ok…, terserah kamu saja!” ucap Lusi langsung menyusul di sebelah Lukas hingga mereka masuk mobil.
Sementara itu Yasa dan Setya bikin ulah di kantor. Mereka berdua tiba-tiba mengambil kebijakan untuk menghentikan Tiara bagian keuangan. Hal itu di dengar oleh Tegar dan Dimas hingga mereka berdua langsung mencari kedua bocah tersebut yang lagi mengotak-atik computer di bagian keuangan.
“Setya…, Yasa apa yang kalian lakukan?” tanya Tegar menghampiri mereka. Namun kedua bocah kembar itu santai saja. Hal itu membuat Tegar bertambah emosi karena Tiara adalah Accounting andalan yang mengabdikan dirinya ke perusahaan bertahun-tahun.
“E…, om tampan. Maaf aku mengambil kebijakan tanpa sepengetahuan om tampan. Lihatlah data yang aku temukan. Bu Tiara telah menggelapkan uang perusahaan begitu banyak. Apakah seperti ini layak untuk kita pertahankan?” ucap Setya sambil menunjukan berkas yang sudah di print.
Tegar dan Dimas mengambil berkas tersebut dari tanggan Setya kemudian memeriksanya dan mereka berdua nampak diskusi serius. Tegar tidak menyangka kalau Tiara yang mereka tolong ternyata sejahat itu. Tiara dengan terang-terangan telah menggelapkan uang perusahaan yang nominalnya sangat banyak.
“Maaf pak, aku…, aku…. Sangat memerlukan uang itu untuk pengobatan ibuku!” ucapnya ketakutan hingga tubuhnya bergetar ketakutan.
“Tiara…, bukankah kamu mengenal aku? Aku pasti akan memberikannya Cuma-Cuma kalau untuk pengobatan orang tuamu!” ucap Tegar agak lunak karena tidak tega melihat Tiara ketakutan.
“Maaf pak, aku mohon jangan pecat saya, aku membutuhkan pekerjaan itu!” ucapnya memohon kepadanya namun Tegar tidak mau tahu dan tidak memberinya kesempatan untuk memaafkannya.
“Aku sudah memaafkan mu, tapi aku tetap memberhentikan kamu dari pekerjaan ini! Pergilah, aku beri kesempatan 2 jam untuk mengemasi barang-barang kamu,” ucap Tegar marah yang akhirnya meninggalkan ruangan tersebut diikuti oleh Dimas dan kedua bocah kembar itu.
“Om tampan, aku kira om tampan akan marah sama kita?” tanya Yasa yang berjalan sejajar dengan Tegar dan menggandeng tangan kanan Tegar sementara itu Setya berjalan dibelakang Tegar dengan gaya dan Style yang sama dengan Tegar, hingga membuat semua karyawan cewek perusahaan mengagumi mereka.
__ADS_1
“Marah? Kenapa aku harus marah? Kalian kan menyelamatkan perusahaan,” jawabnya cuek dan terus berjalan masuk ke ruangannya.
“Om tampan, aku hari ini mau keluar dulu sama Setya. Sebentar lagi tante Rara akan menjemputku. Dan kemungkinan kita tidak balik lagi ke kantor,” gayanya sok cool.
“Lo kamu mau kemana? E…, tunggu dulu jangan harap kalian akan menyiapkan pesta ulang tahun untuk mama kamu ya?” tanyanya penuh selidik.
“Om tampan tahu ya, kalau hari ini mama ulang tahun?” tanyanya penuh selidik.
“Iya, om tampan kan baca di cv mama kamu waktu tanda tangan kontrak tempo hari,” jawabnya gugup, karena dia tidak ingin kalau dirinya dan mamanya ada hubungan special di masa lalu.
“O…, iya. Apa om tampan mau ikut dengan kami?” Setya memulai membuka suara dan berniat menjodohkan om tampan dengan mamanya.
“Boleh? Om tampan ikut?” tanyanya ragu-ragu.
“Boleh dong om, sekarang kita bersiap untuk berangkat karena mau beli kado dulu untuk mama,” ungkap Yasa ragu-ragu.
“Baiklah kita berangkat, tante Rara kau telpon kalau tidak usah menjemput kalian. Kalian berdua kita antar dengan mobil om saja. Tentunya bersama dengan om Dimas juga.” Ucap om tampan hingga membuat Dimas tersenyum sumringah karena ada peluang semakin dekat dengan Mita sang gadis impiannya.
“Baik om. Aku mengerti. Ayo berangkat!” mereka berempat ke luar ruangan dan langsung menuju parkiran.
💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕
__ADS_1