Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Dihukum


__ADS_3

Dimas berangkat ke polres untuk memberikan berkas-berkas terkait kejahatan Lukas. Semua berkas disidik oleh tim penyidik untuk ditindaklanjuti. Setelah semuanya beres Dimas kembali ke kantor. 


Sementara itu Lusi yang berada di rumah nampak gelisah, sudah beberapa hari ini dirinya tidak bertemu dengan Lukas. Lusi menekan ponselnya untuk menghubungi Lukas tapi ponselnya tidak Aktif. Lusi akhirnya menghubungi sopir Lukas untuk mencari informasi tentang Lukas.


“Ya nyonya ada apa?” tanya sopir Lukas tak kala menerima telepon dari Lusi.


“Tuan mana?” tanyanya pada sang sopir.


“Tuan ada di apartemen dan sekarang lagi mabuk-mabukan nyonya,” jawab sang sopir.


“Baiklah.  aku  akan kesana tapi kamu jangan beritahu Tuan!” pinta Nyonya Lusi kepada sopir tuan Lukas.


Tidak berapa lama kemudian Lusi meluncur menuju ke apartemen dimana Lukas berada.  Nyonya Lusi sengaja tidak memakai sopir dan tidak berapa lama sampai di apartemen. Nyonya Lusi yang sudah tahu kode pintu apartemen Tuan Lukas langsung masuk ke dalam apartemen. 


Nyonya Lusi pelan-pelan melangkah menuju ruang tamu akan tetapi tidak nampak tuan Lukas di sana.  Nyonya Lusi melanjutkan  langkahnya menuju kamar di mana biasanya dia dan tuan Lukas menginap.Tante Lusi menangis tak kala melihat tuan lukas berbaring tidak berdaya di tempat tidur dipengaruhi oleh alkohol. 


Tante Lusi pelan-pelan naik di ranjang om Lukas dan berniat untuk membangunkannya,  akan tetapi Lukas yang masih di bawah pengaruh alkohol menariknya dalam pelukannya. Om Lukas langsung mencium leher tante Lusi dan menciumi seluruh tubuhnya hingga tidak berdaya. Hubungan suami istri pun terjadi kembali, tante Lusi yang masih mencintai Om Lukas terus melayani hingga apa yang menjadi kemauan om Lucas tersalurkan.  


 Setelah puas dengan permainannya kedua orang tersebut langsung terkulai lemah. Mereka tertidur hingga larut malam. Ketika rasa lapar tidak bisa dibendung lagi,  mereka berdua terbangun dari tidurnya dan hendak mencari makan. Namun karena hari sudah terlanjur larut malam maka Tante Lusi keluar menuju dapur dan membuka kulkas mencari bahan masakan yang bisa dimasak.

__ADS_1


 Setelah melakukan aktivitas di dapur mereka berdua makan seadanya dan kelihatan menikmati seolah-olah mereka berdua tidak ada masalah.  Untuk sesaat mereka berdua melupakan pertengkaran nya.  Om Lukas pun nampak seperti biasanya selalu menyayangi tante Lusi meskipun di luar masih banyak cewek yang menghiburnya.


“Sayang, terimakasih. ternyata kamu masih mengingatku dan tidak melupakanku!”ucap Tante Lusi karena om Lukas sudah melupakan permasalahan mereka berdua. Tante Lusi menyuapi Om Lucas dengan penuh kasih sayang mereka berdua menghabiskan seluruh makanan yang mereka buat.


 Om Lukas sesekali membersihkan sisa makanan yang ada di bibir Tante Lusi.  Om Lukas dan tante Lusi terlihat begitu romantis meski usia mereka sudah menjelang  senja. 


 Begitu selesai makan mereka berdua berlanjut ngobrol di atas tempat tidur hingga mereka tertidur kembali.  Karena capek melakukan aktivitasnya sebagai suami-istri mereka berdua bangun tidur agak kesiangan. Tante Lusi langsung beranjak dari  tempat tidurnya untuk membersihkan diri disusul om Lukas.


Setelah selesai melakukan aktivitas membersihkan diri mereka berdua berencana untuk delivery makanan yang digunakan untuk sarapan pagi. Begitu selesai memesan makanan untuk mereka berdua tiba-tiba terdengar bel pintu apartemen berbunyi. 


 Tante Lusi tidak merasa khawatir dan langsung membukakan pintu apartemennya namun begitu melihat ada beberapa bapak polisi berada di depan pintu langsung panik dan hendak menutup kembali pintu apartemennya. Namun tubuh Tante Lusi yang sangat kecil Tidak bisa menopang kekuatan para anggota polisi tersebut, hingga akhirnya bapak polisi bisa masuk ke apartemennya.


“ Ada apa sayang,  Siapa mereka? Dan ada perlu apa?” tanya om Lukas yang baru saja keluar dari kamarnya.


“Pak Polisi? apakah ada yang salah diantara kita berdua?” tanya om Lukas secara langsung hingga tante Lusi bingung menjawab apa.


“Iya kami akan segera menangkap anda.  Anda telah menghilangkan nyawa seseorang 25 tahun yang lalu dan ditambah dengan pembunuhan yang terjadi pada tuan Ardi,” jelas pak polisi hingga akhirnya om Lukas menyadari kesalahannya di tempo dulu.


Pikiran om Lukas melayang-layang mengingat peristiwa dulu. Dulu dia bersama Lusi telah merencanakan menyingkirkan mamanya Dilla hingga mengikhlaskan tante Lusi menjerat papanya Dilla hingga bersatu dalam satu ikatan pernikahan.

__ADS_1


“Ayo segera borgol orang tersebut kita bawa ke polres biar segera ditangani,” kata salah satu anggota dari kepolisian. 


Setelah memborgol tangan om Lukas, mereka langsung beranjak pergi meninggalkan tante Lusi yang syok karena penangkapan om Lukas. Tante Lusi nampak beruraikan air mata menangisi om Lukas yang akan mendekam di dalam penjara. 


Sementara itu berita penangkapan Om Lukas yang berada di apartemen langsung menyebar ke seluruh penjuru kota. Bahkan nilai saham yang baru saja dirintisnya pelan-pelan mulai turun hingga membuat tante Lusi kebingungan. Tidak berapa lama kemudian sambil terisak menahan tangis tante Lusi menghubungi Brenda bermaksud untuk mencari simpatinya namun tidak kunjung diangkat.


Tante Lusi semakin bingung hingga akhirnya Brenda yang menyadari kalau mamanya telah menelponnya menghubungi kembali mamanya dan berniat untuk menjemput mamanya yang berada di dalam apartemen.


Brenda datang ke apartemen bersama Rahardi dan mereka berdua tidak henti-hentinya membujuk tante Lusi untuk mengikhlaskan om Lukas menjalani hukumannya. Namun tante Lusi yang masih mencintai om Lukas meminta Brenda untuk menyewa pengacara terkenal untuk membantunya.Tante Lusi menginginkan om Lukas dihukum seringan mungkin.


Brenda yang tidak tega melihat mamanya terluka langsung menyetujuinya dan meminta Rahardi untuk segera mencari pengacara yang diminta oleh mamanya.  Rahardi pun karena yang meminta anda maka tidak bisa menolak permintaan Brenda.


Ketika tangis tante Lusi mulai mereda Brenda mengajak mamanya segera pulang ke rumah. Mereka bertiga langsung meninggalkan apartemen dengan mobil Rahardi sedangkan mobil tante Lusi ditinggal di apartemen.


Tegar yang berada di kantor langsung memanggil Dimas. Tegar menyuruh Dimas untuk memberi laporan terkait dengan tuntutannya kepada om Lukas.


Dimas menjelaskan apa yang terjadi hari ini hingga proses penangkapan terhadap om Lukas yang sudah menyebar hingga membuat saham perusahan om Lukas mengalami penurunan hingga terancam bangkrut.


Tegar tertawa puas karena hasil kerja Dimas tidak diragukan lagi. Tegar langsung memberinya hadiah sejumlah uang tertentu yang bisa digunakan untuk membayar cicilan mobilnya Dimas.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian pihak kepolisian menghubungi Tegar untuk memintanya sebagai saksi atas kejahatan yang dilakukan oleh Om Lukas. Tegar yang memang sangat interest dengan kasus tersebut langsung menyetujuinya.


Disaat mereka berdua serius mengobrol, tiba-tiba pintu ruangan Tegar terbuka. Dilla beserta anak-anak datang ke kantornya. Si kembar langsung berhamburan menemui papanya untuk saling berebut duduk di pangkuan papanya. 


__ADS_2