
Malam ini Tegar tidur di rumah Dilla. Setelah seharian penuh mencari keberadaan Setya Tegar merasa capek dan tertidur di kamar tamu. Tegar tidur pulas hingga menjelang pagi hari. Yasa dan Setya dengan pakaian koko yang sudah rapi langsung menghampiri Tegar.
Yasa dan Setya langsung naik di ranjang Tegar dan mengguncang tubuh Tegar dengan sangat pelan. Tegar membuka matanya pelan, alangkah senangnya dirinya mendapati putranya yang cakep-cakep sudah rapi dengan pakaian muslimnya.
“Papa tampan, Ayo bangun dan segera mandi. Kita sholat subuh berjamaah. Mama juga sudah menyediakan baju ganti untuk papa tampan?” ucap Setya yang entah sejak kapan dirinya memanggil Tegar dengan ucapan papa.
“Baiklah, nak. Papa mandi dulu ya?” Tegar langsung bergegas mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju Koko nya dan langsung menuju mushola. Di mushola sudah ada Dilla dan beberapa asisten rumah tangganya. Mereka sholat subuh berjamaah dengan khusuk dan dipimpin oleh Tegar.
Setelah sholat subuh, Yasa dan Setya mengajak Dilla beserta Tegar untuk jalan-jalan ke alun-alun. Setya nampak gembira dengan kebersamaan mereka. “Pa, aku minta kembang gula pa? Itu lo kembang gula kapas!” ucap Setya yang langsung menarik tangan Tegar menuju ke pak tua penjual kembang gula.
“Iya, ayo kita kesana!” Tegar pergi bersama Setya, diikuti oleh mama dan kakaknya. Mereka langsung memesan kembang gula kapas kesukaan Setya.
“Pak tolong, semua kembang gula ini ditotal harganya berapa ya! Aku akan beli semuanya!” ucap Setya yang langsung membuat mamanya menelan salivanya karena bingung dengan kelakuan anaknya.
“Nak, untuk apa kembang gula sebanyak ini?” tanya mamanya heran. “Mama, lihat saja. Aku hanya ingin berbagi dengan mereka,” Setya langsung menunjuk sekelompok anak-anak seusianya bermain di tengah alun-alun.
“O…, buat anak-anak itu? Baguslah kalau begitu, mama akan bantu kamu,” ucap mama langsung mengeluarkan beberapa lembar untuk pak tua penjual kembang gula.
“Bu…, maaf ini terlalu banyak. Bahkan kembang gula saya kalau aku jual semuanya tidak laku segitu. Ini kan omset saya satu minggu!” ucap pak tua penjual gula-gula.
“Pak, terima saja. Istri saya hari ini dapat rezeki lebih. Do’akan saja kita semua bisa bersatu selamanya dan tidak terpisahkan karena apapun kecuali oleh takdir Allah,” ucap Tegar hingga membuat Dilla pipinya merah merona karena menahan malu.
“Iya pak. Terima saja rezeki bapak hari ini,” ucap Setya yang mengambil kembang gula dari tangan penjual kemudian berlari menuju sekelompok anak-anak di tengah alun-alun diikuti oleh Yasa.
__ADS_1
“Teman-teman, ayo semuanya kesini. Aku mau berbagi dengan kalian, aku mau membagikan kembang gulaku untuk kalian tapi dengan syarat. Kalian harus menyanyikan lagu untuk papa dan mama aku disana dengan melingkari mereka,” ucap Setya kepada anak-anak seumurannya.
“Lagunya apa kak?” tanya salah seorang dari mereka.
“Selamat ulang tahun?” ucap Setya kepada mereka.
“Ok. Tidak masalah. Ayo kita kesana!’ ucap salah satu dari mereka sambil minta izin kepada bu guru mereka. Mereka bergegas menghampiri Tegar dan Dilla yang berjalan menuju ke arah anak-anak berada.
Akhirnya anak-anak menyayikan lagu dengan membuat lingkaran dan mengelilingi Tegar dan Dilla. Tegar sangat senang dengan kejutan yang diberikan oleh Setya.
“Setya terimakasih nak, kau membuat hati papamu ini senang. Sebagai tanda terimakasih papa akan mengabulkan permintaan kamu nak?” ucap Tegar senang.
“Aku tidak minta yang lain pa. Aku hanya minta satu permintaan. Bisakah papa menjadi papa kita berdua selamanya? Mau membahagiakan kita dan mama serta mau melindungi kita bersama?” pinta Setya Sederhana.
“Hanya itu nak? Ok. Aku akan turuti permintaan kamu. Besok papa akan ke rumah kamu dan melamar mama kamu? Bagaimana sayang? bisakah kita mengabulkan permintaan putra kita?” bisik Tegar mesra dengan memeluk Dilla dan mencium keningnya.
“Baiklah,” ucapnya lirih hingga membuat semua orang bertepuk tangan menyaksikan kebahagiaan mereka. Semua orang ikut senang dengan keberadaan mereka.
“Anak-anak, karena hari ini hari bahagia om Tegar, maka semua makanan yang ada di sini om bayar dan untuk kalian semua gratis,” ucap Tegar senang. Dan semua anak-anak langsung berhamburan mencari penjual makanan yang ia suka yang sudah di boking oleh Tegar.
“Terimakasih pa, papa telah mengabulkan permintaan Setya. Dan terimakasih ma, mama juga terbaik untuk Setya dan kakak,” ucap Setya yang langsung mencium pipi Tegar dan mamanya secara bergantian. Yasa juga mengikuti Setya hingga mereka berpelukan bersama seperti keluarga yang utuh pada umumnya.
“Pa, hari masih pagi. Kita rayakan ulangtahun papa dengan menginap di villa ya?” usul Yasa tiba-tiba.
__ADS_1
“Ide bagus, papa akan Telpon om dimas biar disiapkan segalanya,” ucap Tegar senang.
“Ayo kita pulang, kita siap-siap untuk pergi. Mbok Atik biar belanja u tuk persediaan kita nanti di Villa,” ucap Tegar sambil mengandeng Dilla dan Setya sedangkan Dilla menggandeng Yasa. Setya di perjalanan slalu bersenandung riang karena semua harapannya terkabul.
Sesampainya di rumah Dilla, Tegar langsung memandikan anak kembarnya dan langsung bersiap sarapan pagi. Tidak lama kemudian Dimas dan Mita datang. Sedangkan Rara berhalangan hadir karena harus menemani Irfan ke acara pernikahan saudaranya.
“Selamat ulang taun pak, semoga berkah dan apa yang pak bos inginkan segera terkabul. Amin,” ucap Dimas yang baru datang.
“Terimaksih bro, mudah-mudahan kamu juga segera meminang Mita secara halal,” ucapnya sehingga membuat Mita mukanya memerah menahan malu.
“Pasti. Tapi lebih baik bos duluan baru aku. Tidak baik mendahului sang bos,” kelakar Dimas hingga membuat kedua lelaki itu tertawa bersama-sama.
“Wah, om Dimas nampak senang. Kayak menerima lotre saja!” ucap Yasa yang baru saja bergabung dengan mereka.
“yang senang dapat lotre bukan om tapi papa kamu?” ucap Dimas asal namun ditanggapi serius oleh Yasa.
“Yang bener pa? Papa dapat lotre? Lotre apaan dan hadiahnya apa?” ucap Yasa polos hingga akhirnya Tegar menjawab sekenanya.
“Itu lotre dari kakek Ardi. Jadi ceritanya papa akan menerima lotre dari kakek Ardi berupa villa mewah jika papa memenangkan tender besar di Amerika,” ucap Tegar bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“O…, baguslah kalau begitu. Pasti ini villa yang mau kita gunakan nanti untuk merayakan ultah papa ya?” ucap Yasa senang.
“Iya nak. Villa kakek Ardi akan diserahkan ke papa dan nanti akan papa serahkan utuk kalian berdua,” ucap Tegar sehingga disambut girang oleh Yasa.
__ADS_1
“Asyik, aku punya villa dari kakek, bener-bener papa dan kakek orang terkaya di dunia,” ucapnya sambil melonjak-lonjak senang. Tegar dan Dimas senang melihat kebahagiaan Yasa. Sementara itu Dilla mengamati mereka dari dapur sambil menyiapkan bekal bersama mbok Atik.
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.