
Semakin hari hubunganTegar dan Dilla semakin lengket, hal itu tidak lepas dari pengamatan Ayah Ardi. Kemudian Ayah Ardi memanggil Tegar untuk ke ruang kerjanya.
“ Tegar, Aku tahu hubungan kamu dengan Dila saat ini ini sudah mulai membaik. Kamu harusnya selaku pihak laki-laki harus peka dan segera mempertanggungjawabkan hubungan kamu dengannya. Apa kamu tidak menjaga perasaan Dila dan anak-anaknya,” ucap ayah Ardi.
“ Tentu ayah, aku sangat menjaganya bahkan aku berencana meresmikan hubungan kita dalam sebuah perkawinan. Hari ini aku akan fighting baju bersama Dilla dan anak-anak. Aku juga akan mengurus status anak kami ke catatan sipil kependudukan,” ucap Tegar dihadapan ayahnya karena Tegar tidak menginginkan ayahnya marah terhadap dirinya. nya.
“ Bagus. Itu baru namanya laki-laki! Ayah akan selalu mendukung semua hal terkait dengan pernikahan kamu dan Dilla,” ucap ayah Ardi dengan serius. Ayah Ardi juga mengeluarkan sebuah kotak perhiasan yang diserahkan kepada Tegar.
“ Tegar, ini adalah amanah dari mamamu. Semua perhiasan yang ada di kotak ini harus diserahkan kepada menantunya. Tegar nanti saat kamu menikah, ini kau berikan kepada Dilla,” ucap Ayah Ardi sambil menyodorkan kotak perhiasan kepada Tegar.
“ Baik yah. Amanah dari mama pasti akan aku sampaikan kepada Dilla,” ucap Tegar dihadapan ayahnya. Karena tidak ada sesuatu yang dibicarakan lagi maka Tegar pamit untuk istirahat di kamarnya.
Tegar membersihkan tubuhnya dan kemudian bersiap diri untuk menjemput Dilla beserta anak-anak. Hari ini Tegar dan Dilla ada acara fitting baju untuk pernikahan mereka. Tgar mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak Berapa lama kemudian Dimas sampai di rumah Dila. belum sampai turun dari mobil si kembar sudah langsung berlari menghampirinya.
“Papa, aku tadi pergi ke kamar mama, pintunya sudah aku untuk tetapi tidak membalasnya,” ucap Setya tergopoh-gopoh menghampiri Tegar.
Tegar pun langsung turun dari mobilnya dan berlari menuju kamar Dilla. Tegar melakukan seperti Setya, namun tidak ada suara balasan oleh Dilla. Tegar langsung meminta kunci cadangan kepada Mbok Atik.
Tegar langsung membuka kamar Dila dengan kunci cadangan. Tegar mengamati seluruh ruangan kamar Dilla, namun Tegar juga tidak menangkap ada bayangan Dilla yang ada di kamarnya. Tegar kemudian berlari menuju kamar mandi.
Tegar langsung menyelonong masuk di kamar mandi, ternyata dilihatnya Dilla sedang berrendam di bath up sambil mendengarkan musik. Namun karena kedatangan Tegar yang tiba-tiba sehingga membuat Dila tanpa sadar langsung melompat keluar dari bath up.
Tegar kaget sambil menelan salivanya karena melihat pemandangan yang ada di depannya. Dila yang kaget langsung dengan cepat memeluk tubuh Tegar.
“ Astaga, Sayang apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu bisa berada di dalam kamarku? Tolong ambilkan handuk itu!” ucap Dila yang panik tapi masih juga memeluk Tegar.
__ADS_1
“ Kau itu! kalau kamu panik seperti ini, ini akan sangat menyenangkan pihak laki-laki yang berada di dekatmu! dasar wanita aneh!”Ucap Tegar sambil berjalan tertatih-tatih meraih handuk yang ada ada di dekatnya karena Nadila masih berada ada di pelukannya.
Setelah Tegar memberikan handuk kepada Dila kemudian pelan-pelan Dila melilitkan handuk dalam tubuhnya dan menjauh dari Tegar.
“ Kak, Kakak keluar dulu! aku mau melanjutkan mandi ku terlebih dahulu,” ucap Dila sambil membalikkan badannya dan pelan-pelan berjalan menuju bath up untuk berendam kembali.
Tegar pelan-pelan keluar dari kamar Dila kemudian mengambil baju yang berada di mobilnya sebagai Ganti bajunya yang basah akibat pelukan Dilla.
“Papa, maaf. Aku tidak tahu, kalau ternyata mama mandi,” ucap Setia merasa bersalah di hadapan Papanya.
“ Tidak masalah. juga salah karena Papa yang begitu mengawetkan mama mu langsung main masuk saja. sekarang Kamu sama kakak bahasa segera bersiap diri untuk pergi bersama Papa dan Mama?” perintah Tegar kepada Setia sambil mengusap-usap kepala Setia.
sedangkan Tegar sendiri diantar oleh Mbok Atik menuju kamar tamu untuk mengganti bajunya yang basah. setelah mengganti bajunya Tegar kembali ke ruang tamu bertemu dengan kedua anak-anaknya.
karena mereka menunggu begitu lama Dila tidak turun juga dari kamarnya, maka Tegar menyuruh Mbak Atik memanggil Dilla. tidak lama kemudian Dila keluar dari kamarnya dan menghampiri Tegar beserta anaknya.
“ sayang, yang Aku sudah siap. ayo kita pergi Sekarang,”Ucap Dila dengan menebarkan sedikit senyumnya agar Tegar tidak marah karena terlalu lama menunggunya.
Tegar menggandeng kedua buah hatinya untuk masuk ke dalam mobil. Tegar dan Dila berada di depan sedangkan anak-anak berada di belakang. Tegar mengemudikan Mobilnya langsung menuju butik terkenal di kotanya untuk mencoba beberapa baju yang sudah didesain bulan lalu.
Setelah tiba di butik mereka disambut baik oleh pemilik butik kemudian diarahkan menuju ruang khusus untuk fitting baju satu keluarga. Tegar dan Dila beserta anak-anak mencoba beberapa baju yang yang sudah disiapkan oleh pemilik butik.
Setelan baju yang mereka gunakan untuk acara pernikahan sekaligus untuk akad nikah didesain oleh desainer terkenal di kota itu. Semua baju yang mereka coba sangat bagus dan pas sesuai dengan ukuran tubuh mereka.
“ Maaf pak Tegar, Anda beserta Bu Dilla dan anak-anak sangat cocok memakai gaun-gaun yang kami rancang. bolehkah kami mengabadikan beberapa foto untuk kami jadikan promosi. Kalian memang benar-benar satu keluarga yang yang hebat. Apalagi si kembar yang kelihatan bagus dan cakep dan sangat layak untuk kami jadikan model,” ucap pemilik butik kepada Tegar yang sedikit agak takut menyampaikannya karena dia tahu bahwa pak Tegar adalah orang terkaya di kotanya sehingga tidak perlu menjual atau mengekspos kedua putranya untuk dijadikan model.
__ADS_1
Tapi belum sempat pak Tegar memberi jawaban kepada pemilik butik tiba-tiba Yasa langsung berkat berkata bahwa di beserta ada mau untuk menjadi model di di butik tersebut.
“Nak, Menjadi model itu sangat berat? Apakah kamu nanti bisa membagi waktu mu?” ucap Tegar bijak kepada kedua temannya.
“ Aku bisa menjadi model Tapi hanya pada event tertentu, Aku melakukan ini hanya membantu itu Ibu pemilik butik,” ucap Yasa Kepada semua orang.
Pmilik butik pun akhirnya menyepakati apa yang disampaikan oleh Yasa. Dan sebagai imbalannya untuk baju yang dikenakan Yasa dan smSetyaa diberikan cuma-cuma.
Tegar tersenyum puas melihat apa apa yang dilakukan oleh Yasa.Biasa merupakan pencerminan dirinya waktu masih kecil. Tegar yang dulu juga tidak pernah mengandalkan kekayaan orang tuanya. Tegar selalu berusaha Memanfaatkan peluang untuk menghasilkan uang, hingga akhirnya Tegar menjadi seorang pengusaha yang sukses.
Setelah acara fitting baju selesai mereka berempat, pergi ke perusahaan untuk menemui kakek Ardi. Tegar juga membawakan beberapa baju yang nanti digunakan oleh kakek Ardi di acara pernikahannya.
tidak Berapa lama kemudian mereka sampai di perusahaan Tegar. si kembar langsung berlari menuju ruang komisaris. dilihatnya sang kakek melakukan wajahnya di meja yang seolah-olah sedang tertidur.
“ Selamat siang kakek?Ayo kek segera bangun! ini aku bawakan makanan untuk kakek,” ucap Yasa sambil mengguncang tubuh kakeknya. Namua tak di bangun dari tidurnya.
Yasa angsung memegang tangan kakek dan memeriksa denyut nadinya. Denyut nadinya masih ada namun pelan. Setya* yang tanggap akan keadaan langsung berlari menghampiri Tegar untuk segera memanggil ambulans.
Tidak Berapa lama kemudian ambulans datang ke perusahaan, kakek segera dilarikan menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, kakek Ardi langsung mendapat pertolongan pertama. Dokter mengatakan bahwa kakek Ardi sedang yang mengalami serangan jantung. Namun pertolongannya yang begitu cepat sehingga pakai Ardi dapat terselamatkan.
Karena kakek Ardi sakit maka Tegar menunggu kakek di rumah sakit ditemani oleh Dila. untuk anak-anak, Tegar menyuruh Dimas untuk menjemputnya dan mengantarkan mereka pulang. Tegar juga meminta-minta untuk menemani anak-anak di rumah.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.