Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Tujuh Bulanan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang penuh gembira buat  keluarga Tegar bersama Dilla  karena perayaan tujuh bulanan kehamilannya Dilla dilakukan pengajian. Semua kerabat dan relasi kerja menghadiri acara tersebut. 


Tegar dengan sengaja melaksanakan pesta yang begitu meriah di hotelnya. Tegar mengundang semua kerabatnya,  relasi kerjanya dan juga masyarakat di lingkungannya.


Tegar juga mengundang ustadz terkenal untuk memimpin pengajian dan doa untuk menyambut kehamilan Putra ketiganya.


 Semua karyawan hotel sangat sibuk menyiapkan menu makanan yang dibagikan kepada semua kerabat dan relasi termasuk lingkungan sekitar rumah Tegar.  Tegar memang dengan sengaja merayakan 7 bulan kehamilannya bu Dilla dengan sesuatu yang baik.


Dimas dibantu Mita mengawasi semua pendistribusian makanan untuk  semua orang yang  mengikuti pengajian. 


Begitulah akhirnya dengan penuh khidmat acara berjalan dengan baik tanpa ada suatu kendala apapun. Semua hal kalau yang mengawasi Dimas dan Mita pasti akan membuahkan hasil yang baik.


Sementara itu Si kembar juga mengundang teman-temannya untuk bergabung dalam acara 7 bulanan kehamilan mamanya. Si kembar nampak sibuk membagikan bingkisan kepada teman-temannya. Bahkan anak-anak panti yang biasa mereka kunjungi juga diundang. Semua teman Abiyasa dan Abisetya nampak menikmati acaranya.


Dimas juga memantau teman-teman Abiyasa dan Abisetya dengan sangat baik.


Semua acara ini dilakukan oleh Tegar sebagai  wujud rasa syukur nya atas karunia Allah  sehingga dia diberi keturunan lagi bersama Dilla.


Tegar juga memberi anak-anak uang saku dan hadiah tas untuk sekolah, bahkan orang tua mereka yang datang juga diberinya sovenir.


Tegar merasa bahwa kehamilan Dilla kali ini banyak membawa berkah sehingga semua usahanya berjalan lancar dan mendapatkan rezeki yang banyak.


Pada acara tujuh bulanan ini, Rahardi beserta renda juga hadir dengan membawa banyak hadiah untuk calon keponakannya.


“Kakak,  Selamat ya?Maaf aku baru datang. Tolong kakak mendo’akan aku segera menyusul seperti kakak ya?Aku berharap juga memiliki keturunan seperti kakak!” ucap Brenda kepada kakaknya dan diliriknya semua tamu sudah nampak sepi karena acara sudah selesai. 

__ADS_1


“Tentu…, aku yakin akan segera hamil seperti kak! Kamu Jika juga baru 2 bulan yang lalu! Percayalah Allah akan segera menitipkan kepercayaan kepada kamu!” ucap Dilla yang berusaha menghibur adiknya.


“Terimakasih kak! mudah-mudahan do’a kakak  yang tulus akan segera dikabulkan oleh Allah,” balas Brenda yang masih berada di dekat Dilla.


“ Dik…,  kita ke ruang tengah untuk bertemu dengan kerabat yang lain. Disana juga ada Rara dan Mita beserta suami dan calon suaminya,” ucap Dilla yang mengajak mereka berdua bergabung di ruang tengah.


Semua orang yang berada di ruang tengah nampak sibuk ngobrol dengan keseruan mereka masing-masing. Rara tampak antusias bercerita tentang kehamilannya namun tidak disadarinya ada Brenda yang nampak kecewa dengan cerita Rara. Selisih perkawinan mereka hanya 2 minggu namun Rara yang menikah belakang langsung hamil. Rara yang melihat ekspresi Brenda berubah, berusaha mengalihkan pembicaraan.


Rara kemudian membahas masa SMA mereka bertiga. Rara menceritakan bagaimana bandelnya mereka bertiga saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Namun mereka bertiga juga merupakan primadona sekolah terutama Dilla. Dilla sempat menjadi rebutan guru olahraga dan bimbingan konseling hingga mereka berdua saling berlomba mencari perhatian Dilla.


Tidak jarang mereka berdua membelikan oleh-oleh untuk Dilla namun Rara menghabiskanya karena kebetulan yang mereka jadikan perantara Rara.


Semua orang fokus mendengar cerita Rara, termasuk Tegar yang merasa cemburu dengan cerita yang disampaikan oleh Rara.


“Sayang…,  ini kan hanya cerita masa lalu aku.  Lagi pula aku tidak pernah menanggapi mereka berdua,”ucap Dilla yang berusaha menghibur Tegar agar tidak cemburu dengan masa lalunya. 


“Itu tanya saja mereka berdua! Mereka berdua yang membalas dan menjawab surat pak guru. Termasuk mereka juga yang menikmati hadiahnya,” ucap Dilla yang memberi penjelasan kepada suaminya. Mita dan Rara juga memberikan informasi yang mereka sampaikan.


“Trus kenapa kalau tidak mau dengan orangnya tapi kenapa mau menerima hadiahnya?”tanya Tegar berusaha mengintrogasi mereka berdua.


“Semuanya ya ulah mereka berdua kak! Aku tidak tahu apa-apa!”ucap Dilla jengkel karena suaminya sulit dijelaskan.


“He…, he…, iya pak aku yang mengatur bahkan semua hadiah untuk bu Dilla, aku simpan dan pakai bersama Mita. Maklumlah kita anak kos jadi kita manfaatkan situasinya. Aku yang terima hadiahnya,” ucap Rara sedikit nyengir.


“Sudahlah jangan diributkan,  yang terpenting aku sekarang jadi istri kamu. Dan agar ngobrolnya lebih rilack lagi sebaiknya kita ngopi bersama!”ucap Dilla kepada suaminya yang masih mendongkol. Tidak Berapa lama Dilla memanggil mbok Atun untuk menyiapkan beberapa cangkir kopi untuk para lelaki yang telah menemani mereka ngobrol. 

__ADS_1


Semantara itu si kembar yang tahu tantenya datang, berusaha mengajak Brenda untuk bermain dengannya di kamar mereka. 


Setelah merasa capek dan hendak tidur si kembar minta tantenya untuk membacakan buku cerita pengantar mereka tidur. Brenda dengan sabar menceritakan dongeng yang sangat diminati oleh si kembar.


Setelah si kembar tertidur, Brenda kembali bergabung dengan suaminya termasuk Dilla.


Namun Dilla yang perutnya mulai membesar sudah merasa tidak nyaman dan capek. Dilla kemudian ijin untuk segera masuk ke kamar diikuti oleh para wanita termasuk Brenda yang baru bergabung juga merasakan yang sama. 


Dilla  merasa kelelahan seharian menyiapkan acara tujuh bulanan nya. Karena tegar tidak tega dengan istrinya, Tegar berusaha menggendong istrinya dan membisikan sesuatu.


“Ayo sayang aku antar kamu masuk ke kamar!”ucap Tegar kepada Dilla namun membuat Rahardi, Irfan dan Dimas kecewa dengan Tegar yang masuk ke kamar.


“Tunggu sebentar ya? aku akan kembali kesini!” ucap Tegar yang menggandeng istrinya dengan hati-hati berjalan menuju ke kamar.


Tegar menyelimuti Dilla dengan hati-hati kemudian mengusik-usiknya hingga tertidur. Dan tegar sesuai janjinya bergabung dengan mereka kembali. Mereka kemudian berencana untuk mengadakan acara ini hingga larut malam.


Tegar kemudian mengusulkan untuk membuat acara Tebak kata. Dan mereka sepakat untuk yang kalah akan dicoret-coret mukanya dengan lipstik.


Begitulah mereka akhirnya begadang sampai larut malam hingga menjelang dini hari, Tentara itu istri mereka tidur di kamar tamu yang disediakan oleh Dilla.


Keempat pria tersebut tampak akrab satu dengan yang lainnya termasuk Rahardi yang sudah menjadi ipar Tegar juga menyatu dengan mereka.


Bahkan dokter Irfan juga nampak senang berteman dengan mereka yang menurut pandangannya teman-teman mereka itu termasuk orang unik yang takut sama wanita-wanitanya. Dan yang membuatnya terkekeh ternyata dirinya senasib dengan mereka.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya? 

__ADS_1


 


 


__ADS_2