Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Perempuan Penggoda


__ADS_3

Keluarga Tegar semakin dikenal oleh seluruh masyarakat terutama di kalangan  para pengusaha, pejabat dan artis. Hari ini Tegar mendapat undangan untuk menghadiri pernikahan Dimas dan Rara.


 Di dalam pernikahan Dimas dan Rara menggunakan sponsor yang mendatangkan artis artis ternama untuk mengisi acara di pernikahan Dimas. Diantara artis tersebut ternyata pernah menjadi Kekasih Tegar di masa lalu. Artis tersebut dengan terang-terangan menggoda Tegar di hadapan kedua Putra dan dan istrinya.


“Sayang, wah sekarang tambah tampan saja! Ini ya istrinya?” tanyanya tiba-tiba setelah dengan sengaja memeluk Tegar dan menciumnya.


“Iya, istri aku satu-satunya dan aku akan menjaganya selalu hingga akhir hayatku,” ucap Tegar  dengan harapan artis tersebut mau meninggalkannya.


“Astaga, Tegar sayang? Kamu tidak salah pilih?”tanyanya dengan gaya sok cantiknya.


“Tidak, istri aku itu luar biasa. Bagiku dia tidak ada tandingannya. Kalau kamu dibandingakan dengannya tidak ada apa-apanya,” ucapnya membela istrinya.


“O…, so sweet banget? Tapi boleh kan aku jadi istri mudamu?” ucapnya semakin membuat Tegar kesal sehingga Tegar berusaha menghindarinya. Tapi entah mengapa nenek lampir tersebut selalu mengikutinya.


Sedangkan Dilla yang digandeng oleh Tegar sudah menunjukan rasa tidak nyamannya karena risih mendengar perkataan artis tersebut. Si kembar yang tahu akan situasi dan kondisi mamanya berusaha melindungi mamanya dengan menjaga Papanya agar jauh dari niat jelek perempuan penggoda tersebut.


“Dik lihatlah artis itu membuat mama kita kesal!”ucap Yasa yang memberi peringatan kepada adiknya.


“Kakak yang tenang,  aku akan memikirkan sesuatu untuk mengerjai nya!”ucap Pria yang langsung meluncur menuju bagian belakang hotel  yang memang miliknya sendiri jadi Setya tahu seluk beluk hotel tersebut.


Tidak Berapa lama kemudian Setya Kembali ke tempat acara tersebut.  Setya menuju Ke tempat sajian makanan dan minuman. Setya  mengambil satu minuman yang sudah dicampuri dengan Obat pencuci mulut.


“Bang tolong minuman ini kamu kasihkan Nona muda tersebut! Bawalah minuman ini dengan beberapa minuman lainnya!” perintah Setya kepada pelayan hotel tersebut, karena yang memerintah putra dari pemilik hotel tersebut pelayan langsung melaksanakan perintahnya!


“Tapi tuan muda…? Aku tidak berani!” ucap pelayan tersebut ketakutan.


“Kamu jangan takut, nanti aku yang bertanggung jawab!” ucap Setya kepada pelayan tersebut.

__ADS_1


“Baiklah tuan muda. Aku akan segera melaksanakannya!”jawab pelayan tersebut kemudian pergi menemui sang artis.


“Non…, ini minumnya!” ucap pelayan tersebut kepada artis penggoda Tegar.


Sang artis nampak bingung karena sebenarnya dirinya tidak pesan minuman tersebut, namun karena dirinya haus langsung saja dia minum hingga habis.


“Benar-benar segar minuman ini!” gumamnya lirih tanpa ada rasa curiga sama sekali dan bergabung kembali dengan teman-temannya. Beberapa menit kemudian sang artis yang sok cantik merasakan perutnya begitu sakit dan hendak buang air besar.


Sang artist beberapa kali buang air besar hingga badannya lemas kemudian meminta manajernya untuk segera membawanya pulang.


Yasa dan Setya yang mengetahuinya langsung tertawa terbahak-bahak melihat artis penggoda itu memutuskan untuk pulang.


“Bagus Setya kamu benar-benar bisa diandalkan! Aku senang bisa membalas rasa sakit hati Mama!” ucap Yasa kepada adiknya, namun ternyata tidak lepas dari pantauan papanya.


“Yasa, Setya! Apa yang kalian lakukan! Kalian menyembunyikan sesuatu ya?” tanya papa Tegar penuh curiga.


“Baguslah kalau begitu. Ingatnya ya ini acaranya om Dimas dan tante Rara jadi papa mohon kalian berdua jangan bikin ulah ya?” ucap papa Tegar memberi peringatan.


“Siap papa. Itu dipanggil om Dimas agar kita berfoto bersama dengan mereka!” Yasa mengingatkan papanya.


Akhirnya mereka berlima berfoto bersama. Almaira yang berada di gendongan mbok Atun langsung digendong oleh Tegar dan diajak foto. Almaira nampak cantik dan lucu badannya yang bersih dan pipinya yang cuby membuat semua orang menyukainya.


Almaira kecil seolah tahu kalau dirinya sangat disukai oleh orang-orang di sekelilingnya. Almaira tertawa lepas hingga lesung pipinya kelihatan.


Setelah beberapa kali berpose, tiba-tiba Almaira minta di gendong Rara. Rara dengan senang hati langsung menggendongnya dan berfoto bersama kedua pengantin. Acara foto bersama kemudian dilanjutkan oleh beberapa keluarga dan kerabat dekat kedua mempelai.


Karena acara sudah selesai, kemudian Tegar membawa keluarganya untuk pulang ke rumah. Tegar dengan santai langsung melepas bajunya dan mendekati Dilla yang juga membuka resleting gaunnya namun tangannya tidak sampai. Tegar langsung membantunya membukakan baju Dilla. Sesaat memang tidak ada reaksi apa-apa. Namun seperti mendapat kesempatan Tegar langsung memanfaatkan situasi memeluknya dan mencium leher jenjang istrinya.

__ADS_1


“Kak tidak lucu kak! Tadi saja berciuman dengan perempuan lain dihadapan istrimu. Eh sekarang ingin menciumku dan meminta lebih. Tidak ah! Aku tidak mau!” ucap Dilla berusaha menghindar dari suaminya.


“Sayang tidak boleh begitu! aku kan sudah bilang cinta dan sayangku hanya untuk kamu!” jawab Tegar berusaha memberi pengertian kepada istrinya takut tidak diberi jatah.


“Iya…, iya…., Sayang!Tapi kamu itu bener-bener buat aku kesal! Padahal tadi pagi kita juga sudah melakukannya!” ucap Dilla yang berada di dekapan suaminya.


“Tapi tidak apa kan kalau tambah lagi! Aku yakin kamu juga suka kan?” tanyanya dan berusaha menggoda istrinya kembali.


“Ih kakak…,” jawab Dilla yang malu sehingga menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Tegar.


Tegar yang sayang dengan Dilla berusaha membuat Dilla nyaman dan mengusap rambutnya kemudian mencium kening Dilla dengan penuh kasih sayang.


“Sayang, ayo bangun. Almaira waktunya mandi!” bisik Tegar kepada Dilla tak kala teringat putrinya belum dimandikan.


“Tenang kok sayang, tadi aku sudah menyuruh suster Rita untuk memandikan putri kita!” jawab Dilla kemudian beranjak dari ranjang hendak ke kamar mandi. Namun belum sempat Dilla melangkah, Tegar sudah meraih tubuh istriya dan membawanya ke kamar mandi.


“ Sayang, tolong lepaskan. aku akan mandi sendiri aja!” ucap Dilla risih karena kalau mandi sama suaminya pasti berjam-jam tidak akan kelar.


“Memangnya kenapa? Sekali-kali papa juga akan memandikan mama dong! Agar keharmonisan rumah tangga kita selamanya akan terjaga dengan baik,” ucap Tegar yang pandai mengalihkan pembicaraan agar istrinya tidak marah dengan sikapnya.


“Dasar papa, suka ngeles dan cari enaknya sendiri!” ucap Dilla yang tidak lagi protes atas kelakuan suaminya.


“Tapi mama suka kan?” goda Tegar hingga akhirnya mereka berdua tertawa dengan sikapnya masing-masing.


Begitulah mereka berdua sangat mencintai satu sama lainnya dengan caranya sendiri. Bahkan tak jarang mereka berdebat tapi tiba-tiba berakhir dengan saing memberi kebahagian pasangannya masing-masing.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya! Jangan lupa baca karyaku yang lain seperti "Misteri Menantu Pengganti. "

__ADS_1


__ADS_2