
Brenda pulang dari kencan bersama Rahardi dan diantar ke rumahnya. Brenda bergelayut manja dipelukan Rahardi. Mereka ngobrol di teras dengan mesra namun tiba-tiba tante Lusi datang dengan om Lukas dan menunjukan sikap yang tidak senang.
Brenda merasa tidak nyaman dengan kondisi yang ditunjukan oleh mamanya dan om Lukas. “Sayang, maafkan mama ya? Aku yakin suatu saat mereka dapat merestui hubungan kita,” Brenda merajuk menyakinkan Rahardi, karena baginya Rahardi segalanya.
“Tenanglah Sayang yang penting nanti saya akan berusaha menyakinkan mamamu dan Om Lukas untuk menerima aku sebagai menantu nya,” kata Rahadi santai.
“Oke aku tidak masalah. Aku tunggu kamu membujuk dan merayu om Lukas,” ucap Winda sambil dirinya menyandarkan di bahu Rahardi. tidak lama kemudian, Tante Lusi datang dan meminta mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Rahardi Ayo segera ikut ke ruangan tante bersama Om Lukas. setelah berada di ruangan Tante Lusi meminta Rahardi untuk menandatangani dokumen yang sebelumnya sudah disiapkan oleh tante dan om Lukas.
“Dokumen apa ini Tante. Maaf tante, saya memang mencintai Putri tante tapi untuk menyerahkan semua aset perusahaan kepada tante saya tidak bisa karena semua itu warisan dari keluarga saya dan merupakan sumber penghidupan untuk seluruh keluarga,” ucap Rahardi tegas hingga membuat tante Lusi marah besar.
“ Terus jaminannya apa untuk membahagiakan putri saya. Padahal Brenda adalah anak gadis saya satu-satunya, dan saya menginginkan ada jaminan kebahagiaan putri saya,” ucap Tante Lusi sambil menggebrak meja.
“ Dengar tante saya memang mencintai Putri tante. dan saya ingin membahagiakan nya. untuk itu saya hanya bisa memberinya saham dari perusahaan saya senilai 50%. aku rasa nilai saham 50% itu sangat cukup untuk menjamin kehidupannya,” ucap Rahardi bersikeras dengan keputusannya.
__ADS_1
“ Oke kalau begitu nanti kau tambahkan satu buah villa mewah bersama fasilitasnya untuk mas kawin putriku,” ucap Mama Lusi semakin membuat Rahardi jengkel. Rahardi marah besar dan langsung meninggalkan Mama Lusi beserta Lukas.
“Gila apa…. Mana ada Ada orang tua yang tega menjual anaknya. Dia menggadaikan kebahagiaan anaknya dengan harta, mana bisa seperti itu. Aku yakin Mama Lusi sebenarnya hanya menginginkan hartaku saja,” Rahardi lirih sambil membanting pintu ruang kerja Lusi. ementara itu Brenda yang mengetahui Rahardi marah besar langsung mengejarnya hingga sampai di halaman depan rumah.
“Sayang, kamu kenapa apa? Aku mohon janganlah kau masalahkan apa yang disampaikan oleh Mama. Meskipun Mama tidak menyetujui hubungan kita, aku tetap akan memilih hidup bersamamu,” Brenda menangis sambil memegangi lengan Rahardi yang hendak naik ke dalam mobilnya. Rahardi pun tidak tega melihat kekasihnya menangis tersedu-sedu dihadapannya.
"Sayang tenangkan lah hatimu, bagaimanapun aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan berusaha membujuk mama mu agar bisa menerima aku seutuhnya tanpa harus diikuti dengan persyaratan yang menjengkelkan itu,” ucap Rahardi sambil memeluk Brenda dan mengusap rambutnya serta mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.
"Brenda sini! Ayo masuk apa yang kamu harapkan dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab ini. Dia lebih mencintai hartanya daripada kamu," tiba-tiba mama Lusi datang dan langsung menarik Brenda dari pelukan Rahardi.
Mama Lusi menghempaskan Brenda di tempat tidurnya. “Dengarkan Brenda, aku akan menyetujui Rahardi sebagai menantuku jika Rahardi mau menyerahkan 75% saham perusahaan nya untuk jaminan hidupmu,” ucap Mama Lusi.
“Mama jangan keterlaluan, itu namanya menjual anak gadismu. Ma, aku bukan barang yang bisa diperjualbelikan, apalagi di tukar dengan uang. Aku mohon hentikan kegilaan ini,” ucap Brenda langsung memohon dengan berlutut di hadapan mamanya. Namun Tante Lusi yang materialistis dan sangat jahat tidak bersimpati dengan putrinya sama sekali.
“ Tidak bisa selama Rahardi tidak mau memenuhi syarat itu, kamu tidak saya perbolehkan menikah dengannya. Di dunia ini masih banyak laki-laki kaya yang mau menikah dengan kamu. Mama akan mencarikan jodoh yang tepat untuk kamu,” ucap mama Lusi Sambil meninggalkan Brenda yang masih menangis penuh cucuran air mata.
Sementara itu Mama Lusi kembali ke ruang kerjanya untuk berdiskusi dengan om Lukas. “Sayang, aku mohon besok aturlah pertemuan dengan Tegar. Katakan pada Tegar kalau perusahaan kita sedang dalam keadaan pailit. Sesuai perjanjian karena tidak mampu membayar pinjaman maka perusahaan akan menyerahkan kan semua asetnya kepada Tegar. Dan jangan lupa kamu jamu Tegar dengan makanan yang lezat. Dari situ, kamu harus bisa mengambil celah untuk membuat Tegar tidak berdaya. Pada saat lengah, kau jebak Tegar untuk tidur bersama Brenda,” perintah Mama Lusi penuh Ambisi.
__ADS_1
“Itu soal gampang, aku tadi baru telepon dan mengundang tegar untuk menjamu nya makan. Dan sangat kebetulan sekali Tegar mau menerima undangan itu,” ucap Lukas penuh kelicikan.
“Bagus kalau begitu. Kamu memang sangat bisa diandalkan,”ucap Mama Lusi sambil menuangkan minuman ke dalam gelas Om Lukas. Mereka berdua pun menikmatinya sambil mendengarkan musik yang sangat romantis. Tidak Berapa lama kemudian mereka berdua mabuk di bawah pengaruh minuman berakhohol. Lukas dengan penuh ***** menggendong tante Lusi menuju ke sofa. Om Lukas mencium bibir Tante Lusi, kemudian turun mengecup lehernya nya dan pelan-pelan tante Lukas membuka kancing baju tante Lusi. Om Lukas yang sudah dikuasai ***** langsung menindihnya dan memberinya cap kepemilikannya hingga tante Lusi menggeliat penuh kepuasan. Tidak berapa lama om Lukas langsung menyematkan senjatanya ke dalam wadahnya hingga mereka berdua mencapai titik kepuasan berulang-ulang.
Om Lukas tersenyum puas, kemudian mengambil bajunya yang berserakan dan langsung pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Belum selesai mandi tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka oleh tante Lusi yang juga sudah terbangun dari tidurnya. Tante Lusi yang masih kuat langsung menghampiri om Lukas dan memancingnya untuk melakukan aktivitasnya Kembali.
Tante Lusi sangat tahu bagaimana cara memuaskan om Lukas hingga om Lukas selalu bisa dikendalikan olehnya. Karena om Lukas sangat menyukai permainan tante Lusi saat di ranjang. Tante Lusi seolah-olah memang tahu titik kelemahan om Lukas.
“Sayang, kau benar-benar wanitaku yang bisa memuaskan ku. Bagaimanapun kau adalah segalanya!” ucap om Lukas.
Sementara itu Brenda di kamarnya menangis dan berusaha mencari celah untuk melarikan diri tapi tidak menemukannya. Brenda menelpon Rahardi namun tidak diangkatnya. Brenda putus asa dan berusaha mencari sesuatu di laci kamarnya. Kemudian Brenda menelan semua pil tidur yang ada di botol hingga akhirnya dirinya tidak sadarkan diri tergeletak di ranjangnya.
Sementara itu si mbok yang curiga karena Brenda tidak kunjung makan malam melihatnya ke kamar. Si mbok membuka pintu kamar Brenda dengan kunci yang masih tergantung di luar. Pelan-pelan si mbok menyalakan lampu dan membangunkan Brenda namun si mbok terkejut karena tidak bisa bangun dari tidurnya.
Si mbok berteriak-teriak memanggil tante Lusi dan om Lukas. Tidak berapa lama kemudian mereka berdua datang dan langsung menolong Brenda untuk dibawa ke rumah sakit. Mama Lusi mendampingi putrinya yang sudah tidak sadarkan diri.
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.
__ADS_1