
Berita berseteru nya Sentanu dan Tegar lah tersebar di seluruh media massa. Tante Lusi pun mengetahui hal tersebut. Tante Lusi kemudian Berencana untuk bersekutu dengan sentanu untuk menyerang Tegar.
Tante Lusi yang memang mengenal Sentanu menghampiri ke kantornya. dengan penuh percaya diri Tante Lusi menemui resepsionis bahwa dia ada janji dengan Sentanu. kemudian Tante Lusi diantar oleh resepsionis tersebut menuju ruangan Sentana.
“ Permisi Pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda,” ucap sang resepsionis setelah masuk ke ruang pak Sentanu.
“Suruh masuk ke ruanganku!” jawab pak Sentanu yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.
“ Selamat pagi sayang ku? Kak sentanu masih ingatkah dengan diriku aku?” tanya Tante Yang sok akrab dengan sentanu.
“ Siapa ya? Aku merasa tidak asing dengan anda?” ucap Sentanu.
“Lusi kak! Adik kelas yang tergabung di tim Children waktu kakak basket!” Sentanu memicingkan matanya dan mengingatnya kejadian di masa lampau. Dulu dia sangat tertarik dengan Lusi namun Lusi mencintai pria lain yang jauh lebih tampan dan kaya darinya yaitu Wisnu meskipun hanya sebagai wanita idaman lainnya.
“Hai…, Lusi. adakah Sesuatu tu ah yang membuat kamu ingin bertemu denganku?”tanya Sentanu yang mempersilahkan Lusi duduk di sofa.
Lucy pun kemudian menceritakan keinginannya untuk bersekutu dengan sentanu Tegar. namun sentanu yang tahu kekuatan Tegar berusaha menolak keinginan Tante Lusi. yang memang pandai merayu berusaha mendekati ar tentang dan menggodanya.
Lusi yang tahu tahu kalau saat ini ini sedang menduda karena cerai dengan istrinya berusaha menarik simpati sentanu. Lusi mendekatkan diri di samping Sentanu kemudian tangannya bergerak mengusap-usap dagu Sentanu dengan lembut kemudian mencium bibir Sentanu dengan penuh sensasi hingga Sentanu hilang kesadarannya. Sementara no yang lama tidak menyentuh wanita langsung menerima apa yang ditawarkan oleh Tante Lusi.
Karena sama-sama membutuhkan tante Lusi bersama Sentani melakukan hubungan layaknya suami istri hingga membuat kentang semakin bergerak dari alam rayuan tante Lusi.
“Sayang, bagaimana menurutmu? Apakah kamu sangat menyukainya?” Tante Lucy dengan genit.
“Tentu. aku sangat menyukainya. Permainan kamu memang membuat aku bergairah seolah menghidupkan jiwa mudaku kembali. Gairah dan pesonamu telah menyenangkan dan memuaskan ku!” ucap Sentanu yang memang dari dulu naksir berat tante Lusi.
“Kita bisa melakukannya lagi asalkan kamu mau membantuku menghancurkan Tegar dan keluarganya!” ucap tante Lusi sambil terus bermain di atas tubuh Sentanu. Mereka berdua melakukannya dengan sangat leluasa karena mereka berpindah di ruang istirahat presdir yang berada di belakang ruang kerja Sentanu.
__ADS_1
Sentanu nampak ragu dan berpikir sejenak. Sentanu memegangi kedua kepalanya sambil duduk di tepi ranjang. Tante Lusi yang tahu kalau Sentanu masih ragu-ragu berusaha mendekatinya kembali kemudian meyakinkan bahwa Tante Lusi hanya cukup minta dukungan dari Sentanu. Semua rencana untuk menghancurkan Tegar beserta istrinya Tante Lusi yang akan menyusunnya.
Sentanu tanpa berpikir panjang menyetujui. di dalam hatinya juga masih tersakiti oleh perbuatan Tegar yang mempermalukannya di depan umum. Setelah membuat kesepakatan Mereka kemudian melanjutkan aktivitasnya kembali.
Sementara itu Brenda dan Rahardi pergi ke Pulau Bali untuk bulan madu. sebelum pergi Brenda sempat menelpon kedua ponakannya.
“Sayang, bagaimana kabar kalian? an Besok tante sama Om Radi mau mau pergi ke Bali. kalian kalau mau ke tempat tante tunggu tante pulang dari Bali ya?” u yacap Brenda yang memulai pembicaraan dengan Setya.
“Iya…, tante. aku sama kakak Aru kepulangan. tapi ingat ke Bali Jangan lama-lama!” ucap Setya yang mencerocos tidak jelas hingga membuat Brenda tersenyum geli.
“Iya sayang, salam buat mama ya?Katakan maaf tante karena tidak meminta izin dulu sama kak Dilla,” ucap Dilla ketika mengakhiri percakapannya dengan Setya dan Yasa.
Setelah semuanya beres Brenda dan Rahadi berangkat menuju ke bandara. Mereka pergi dian oleh sopir pribadinya. Brenda sangat menikmati perjalanannya dan honey moonnya di pulau Dewata.
Setelah percakapannya dengan Brenda berakhir, Setya berjalan menuju ruang keluarga hendak menemui mamanya.
“Iya itu bagus nak, jadi mereka berdua bisa belajar adaptasi satu dengan lainnya hingga mereka bisa memiliki adik kecil seperti mama dan papa!” ucap Dilla kepada kedua putranya.
“Iya…, ma! Jadi Kalau mereka berhasil adaptasi akan muncul adik bayi di perut tante ya?” tanya Yasa yang membuat semua orang tertawa ngakak.
“Iya sayang? Memang begitu!” jawab Dilla kemudian dirinya berusaha berbaring kembali di sofa agar tidak capek.
“Terus adaptasinya bagaimana ma? Bolehkah aku mengetahuinya?” tanya Yasa yang keingintahuannya memang besar hingga akhirnya membuat Dilla kaget hingga minumannya yang dia minum tersembur kembali ke luar.
“Adaptasinya ya menyesuaikan antara dua pribadi yang berbeda menjadi satu tujuan,” jelas mama Dilla yang tadinya menjawab asal tapi kini dia harus hati-hati menjawab pertanyaan putranya yang rasa ingin tahunya besar.
“Oh begitu ya Ma? Baiklah Ma aku mau ke kamar dulu ndak mengerjakan pr-ku!” ucap yasa yng langsung kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Untuk Setya masih menemani mamanya dan sesekali memijat kaki mamanya. Setya memang putra yang selalu perhatian terhadapnya. terkadang putranya ini terlalu sensitif terhadap dirinya.
“Sayang mama mau ke kamar, mama ngantuk sekali!” ucap Dilla tak kala dirinya mulai mengantuk. Dilla berjalan ke kamarnya dan berusaha memejamkan matanya namun tidak bisa tidur.
Karena iseng Dilla membuka internet dan dia sangat kaget tatkala mendengar berita yang mengatakan kalau Tegar memiliki bisnis ilegal berupa senjata api yang disembunyikan di gudang perusahaan. Bahkan nampak beberapa polisi mondar-mandir di perusahaan Tegar.
Dilla yang khawatir langsung menelpon suaminya namun tidak ada jawaban. Dilla juga menghubungi Dimas namun juga tidak diangkat.
Dilla semakin cemas karena tidak ada kepastian tentang nasib suaminya akhirnya Dilla menghubungi Mita dan menyuruhnya untuk melacak keberadaan suaminya.
Dengan gerak cepat menemukan informasi kalau saat ini Tegar berada di kantor polisi. namun karena bukti keberadaan barang yang menguatkannya membuat Tegar harus menjalani pemeriksaan.
Dilla yang tahu kabar tentang suaminya langsung shock dan jatuh pingsan. Semantar itu mbok Atun yang hendeak memberitahu Dilla untuk makan siang kaget kalau nyonyanya pingsan. Kemudian mbok Atun memanggil suaminya untuk membantunya memindahkan nyonya Dilla ke ranjang.
Si kembar yang mendengar suara teriakan mbok Atun langsung berjalan menuju kamar mamanya. Mbok ATun dengan sigap memanggil dokter keluarga yang menangani nyonyanya. Tidak berapa lama kemudian Dilla siuman.
“Ma…, mama kenapa?” tanya Setya dan Yasa hampir bersamaan.
“Nak…, papa kamu berada di penjara. kelihatannya ada seseorang yang memfitnah papa kamu. Papa saat ini tidak bisa membuktikannya karena CCTV yang menuju akses gudang telah rusak!” jawab Dilla terbata-bata.
“Mama yang tenang ya? Aku dan adik akan ke perusahaan papa untuk mencari tahu bukti-bukti yang bisa kita gunakan untuk membebaskan papa!” ucap Yasa menenangkan mamanya.
“Tapi nak akses menuju perusahaan sudah ditutup total!” semuanya dijaga polisi dengan ketat.
“Mama tidak perlu cemas. Aku dan adik bisa mengatasinya. aku akan minta tolong mang Akri mengantar kita,” ucap YAsa yang langsung pamitan kepada mamanya.
Tidak lama setelah kepergian Yasa dan Setya dokter keluarga datang dan segera memeriksa Dilla. Hasil pemeriksaaan mengatakan kalau Dilla tidak ada yang perlu dikhawatirkan. namun Dilla disarankan untuk tidak berpikir berat.
__ADS_1