Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Kangen


__ADS_3

Setelah seharian menghabiskan waktu berdua, Dilla duduk di balkon sambil memandang ke arah  keluar dengan perasaan hampa. Tegar yang merasakan  ada sesuatu di dalam hati Dilla, langsung mendekatinya dan bertanya kepadanya.


“Sayang, kamu kenapa? adakah sesuatu yang membuat hatimu gundah?” tanya Tegar setelah berada ada didekat Dilla.


“Kak, aku sangat kangen dengan anak-anak, entah mengapa sehari tidak bertemu rasanya terasa hampa.  Aku terbiasa dengan mereka berdua,” ucap Dilla sambil menghela nafasnya.


“O…, kamu kangen ya dengan anak-anak?  baiklah,  kamu bersiap-siap. Kita segera menyusul mereka ke Semarang,” ucap Tegar dengan penuh perhatian memeluk dan mencium Dilla.


“ Apa benar seperti itu Kak. Bukankah besok mereka sudah kembali?” tanya Dilla kepada Tegar dengan pandangan matanya yang teduh.


Itu tidak masalah, anak-anak masih libur sekolahnya.  Kita bisa menambah liburan kita di Semarang dengan 3 hari lagi.  Sekali-kali kita refreshing menghibur diri,” ucapnya mengajak Dilla menuju kamarnya  untuk menyiapkan semua baju yang harus mereka bawa.


Ketika Dilla bersiap diri, Tegar menelpon Dimas untuk menyiapkan kamar mereka berdua.  Waktu sudah sore hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat. Tegar sengaja tidak membawa sopir, karena dia hanya ingin menikmati kebersamaannya dengan Dilla tanpa ada gangguan dari siapapun.


 Perjalanan dari kotanya menuju ke Semarang tidak membutuhkan waktu yang lama, paling tidak hanya sekitar 1 jam. 


Tegar memanfaatkan waktu 1 jam untuk berduaan dengan Dilla. Dilla yang manja di sepanjang jalan selalu  berusaha menarik perhatian dari Tegar.  Di tengah jalan tiba-tiba Dilla meminta Tegar untuk menghentikan mobilnya hanya karena ingin melihat pemandangan di sekitar pegunungan yang mereka lewati.


 “Sayang, tolong dong, hentikan mobilnya. aku ingin melihat pemain pemandangan sangat sejuk dan menyenangkan untuk dipandang,” ucap Dilla yang memang sangat tertarik dengan pemandangan di sepanjang jalan menuju ke Semarang.


“Baiklah…,  kebetulan itu di rest area ada rumah makan sekalian kita berhenti di situ!” ucap  Tegar kepada Dilla. 


 Setelah menghentikan mobilnya, Tegar dan Dilla turun memasuki restoran untuk memesan minuman dan makanan di mana pemandangan di sekitar restoran sangat indah. Dan Dilla duduk berdampingan menikmati secangkir kopi dan makanan kecil di restoran tersebut.  Tegar memegangi tangan Dilla dengan sangat romantis dan sekali-kali tangan Dilla diciumnya. 

__ADS_1


Setelah merasa cukup mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Tidak Berapa lama kemudian mereka sampai di hotel Dimas dan Mita berada.  Tegar langsung memarkirkan kendaraannya di halaman parkir hotel.


 Si kembar yang tahu kedatangan Tegar dan mamanya langsung berlarian menghampiri mereka berdua. Setya yang manja langsung memeluk Tegar dan meminta gendong.


“Papa tampan, aku senang akhirnya papa mau menyusul kami ke sini. Papa aku mohon nanti kita bisa pergi menikmati pemandangan di daerah Candi Gedong Songo.”  ucap Setya yang masih bergelayut manja di gendongan Tegar.


“Oke.  Besok pagi kita pergi ke sana. Tapi ingat kamu tidak boleh nakal!” ucap  Tegar sambil  la menggendong Setya.


“Papa tampan, kita besok buat tenda di sekitar candi ya?”  ucap  Yasa yang menyambung pembicaraan Tegar dan Setya.


“Oke…, itu bisa diatur.  Om Dimas nanti yang menyiapkan segalanya,” ucap Tegar yang menyiarkan permintaan Yasa dan Setya begitu saja. 


“Siap bos…, aku satu tenda dengan Mita,” Dimas sambil menelpon seseorang untuk mengurus segala Sesuatunya terkait Perkemahan di sekitar Candi Gedong Songo. 


“Pletak,” Tegar langsung menjitak kepala Dimas. Dimas meringis pura-pura kesakitan. sementara itu Yasa yang berjalan disampingnya merasa sangat kegirangan.


"Ma, aku nanti satu tenda dengan Yasa ditemani mbok Atik. Mama sama papa berdua dan om Dimas berdua sama tante Mita,” ucap Setya senang.


“Aku tidak mau,  aku ingin berempat tidur satu tenda.  Ada papa dan juga Mama,” ucap Yasa tiba-tiba.


"Oke, itu tidak masalah.  Papa sama mama tengah, sedangkan Yasa dan Setya di pinggir yaya?” ucap Tegar menggoda Setya. 


“Tidak boleh, aku dan kakak berada di tengah, samping kanan  dan papa dan samping kiri ada Mama,” 

__ADS_1


“Iya, itu bisa diatur.  Sekarang kita istirahat dulu.”  ucap papa Tegar kepada si kembar.


“Baiklah,  sekarang papa makan dulu. Aku bersama mbok Atik menyediakan makanan kesukaan papa” ucap Setya yang masih berada gendongan Papa Tegar.


“Oke. Setelah makan Kita buat perencanaan bersama untuk kegiatan besok,” ucap pak Tegar kepada Setya. Mereka makan malam dengan keadaan santai, beberapa kali Yasa nampak menggoda Setya. Yasa menambahkan beberapa makanan yang tidak disukai oleh Setya ke dalam piring Setya hingga Setya merasa jengkel. Namun mereka berdua tidak lama Langsung berdamai.


 Setelah makan mereka ngobrol untuk membicarakan masalah kemping, akan tetapi Yasa dan Setya merasa Mengantuk sehingga pamitan untuk tidur ditemani oleh Mbok Atik.


Sementara itu mereka berempat membicarakan masalah perencanaan besok, Namun tiba-tiba Dimas mengajak Mita Handak keluar malam menikmati indahnya pemandangan di kota Semarang.


Yang Mendengar pembicaraan mereka Langsung berniat untuk mengikuti mereka bersama Dilla.  akhirnya mereka berempat pergi makan malam romantis di “The Hills Dining Restaurant.”


Ini  menghadirkan konsep outdoor  makan bersama pasangan dengan pemandangan Kota Semarang dari ketinggian dengan banyak cahaya lampu yang menghiasinya. Bahkan suasana  semakin romantis ditambah dengan alunan musik dan udara sejuk yang menyegarkan.


Tegar pun langsung membooking tempat itu untuk mereka berempat. Tegar juga menyiapkan beberapa kejutan untuk Dilla.  Tegar mengajak Dilla untuk berdansa, yang diikuti oleh Dimas dan Mita. Malam ini antara CEO dan asistennya saling berusaha untuk menyenangkan pasangannya masing-masing.


Hari pun semakin larut,  Dilla  bergelayut manja memeluk Tegar saat berdansa.  Dilla yang terbawa suasana lagu yang romantis tiba-tiba langsung mengalungkan kedua tangannya ada leher Tegar, karena tegar yang tidak bisa menahan gejolak yang ada di hatinya maka langsung mengajak Dimas untuk pulang.


Kejadian malam itu mereka tidur nyenyak di hotel hingga pagi hari.  Setya yang sudah bangun pagi  yang menyadari kalau mamanya tidak  tidur bersamanya maka  langsung mencari mamanya di kamar Tegar.


 Setya mengetuk kamar Tegar Hingga Suaranya yang keras membangunkan Tegar dan Dilla. Tegar yang terbangun langsung membuka pintu kamarnya. Setya tanpa basa-basi berhambur menghampiri Dilla yang masih tertidur pulas.


“Mama,  ayo segera bangun kita pergi kemping ke ke Candi Gedong Songo.  aku sudah tidak sabaran menikmati indahnya pemandangan di sekitar candi,” ucap Setya sambil mengguncang-guncang badan Dilla agar lekas bangun. 

__ADS_1


 Dilla pun akhirnya  terbangun dari tidurnya. Dilla langsung duduk dan mencium kening Setya dengan gemas. Dilla pelan-pelan Turun Dari Ranjang dan bergegas membersihkan tubuhnya menuju kamar mandi. Sementara itu Setya yang sudah mengetahui mamanya terbangun langsung Kembali ke  kamarnya. 


Terimakasih para pembaca yang Setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.


__ADS_2