Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Berita Besar


__ADS_3

Entah bagaimana Dilla dan Tegar beserta kedua anak kembarnya tertidur di kamar Tegar mereka berempat seakan menyatu menjadi satu keluarga kecil. Dilla mengerjapkan matanya terbangun dari tidur.


“Astaga apa yang terjadi denganku tadi malam hingga aku tertidur disini,” gumamnya lirih sambil mengingat kejadian semalam.


Flashback on


Dilla yang sudah terlepas dari pelukan Tegar, tiba-tiba mendengar Yasa mengigau minta dipeluk karena ketakutan. Sementara Tegar fokus sama Setya yang tadi mengigau minta dipeluk om tampan.


Dilla yang memiliki naluri seorang ibu langsung memeluknya dan mengusik-usik kepalanya hingga Yasa tidur dengan tenang. Dilla pun tanpa sadar karena kecapekan langsung tertidur pulas di samping Yasa.


Tegar mengamati Dilla beserta anak kembarnya. Dalam hatinya, dia tidak menyangka kalau dirinya telah memiliki kedua putra yang kuat dan jenius. Apalagi kedua putranya sangat menggemaskan meskipun sesekali tingkah mereka bikin kesal. Tegar kemudian naik ke ranjang dan mencium satu persatu buah hatinya.


Sesaat setelah selesai mencium kedua buah hatinya, dia mendekati Dilla dan mencium keningnya. Dilla dibawah kesadarannya langsung menarik tangan Tegar hingga jatuh menimpa tubuhnya. Dilla yang kecapekan karena seharian menghadiri rapat dengan klien perusahaan tidak merasakan apapun.


Tegar tersenyum puas, melihat Dilla yang ternyata punya kelemahan kalau tidur tidak merasakan apapun. Tegar langsung memanfaaatkan moments tersebut dan memeluk Dilla sepanjang malam dengan penuh kasih sayang.


Flashback off


“Ah…, kayaknya aku bermimpi deh,” gumamnya lirih. Tapi Dilla tiba-tiba menjerit kaget karena tubuhnya dipeluk oleh seseorang. Dilla dengan spontan menendang Tegar hingga terjatuh.


“Bu..uk, waduh sakit sekali bener-bener macan betina yang kelaparan,” gumamnya lirih sambil pelan-pelan mengumpulkan kesadarannya dan berdiri mendekati Dilla.


“Hai…, jangan mendekat. Kalau kamu mendekat aku akan teriak,” ancam Dilla sedikit berbisik di telinga Tegar.


“Iya nyonya Tegar. Santai ayo kita mandi dan kita sholat subuh bersama?” ucap Tegar berbalik dengan berbisik di telinga Dilla.


“Sejak kapan kamu mau sholat? Bukankah kakak dulunya paling males kalau sholat subuh?” ucap Dilla penuh selidik.

__ADS_1


“Jangan salah sayangku, Tegar sekarang beda dengan yang dulu. Mau bukti? Kamu tinggal disini ya bersamaku?” Tegar kembali menggoda Dilla. Dilla pun tidak menganggapnya hingga dirinya turun dari ranjang dan hendak keluar dari kamar.


“Hai…, hai mau kemana?” tanya Tegar mengikuti Dilla.


“Mau membersihkan diri dan ambil air wudhu di mushola bawah. Sekalian mau sholat,” jawab Dilla ketus.


“Ok, kau tunggu di mushola ya sayang. Aku yang mengimami sholat subuh hari ini. Sekalian aku bangunkan Yasa dan Setya!” ucap Tegar mencoba membangunkan kedua bocah kembar tersebut. Yasa dan Setya tipe anak yang tidak rewel dan tahu kewajibannya masing-masing. Mereka berdua ditambah tegar menuju kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka bersama-sama.


Tegar dengan kasih sayang memandikan mereka. Dan mengganti baju mereka dengan baju bersih yang dibelikan kakek Ardi kemarin di mall. Kedua bocah kecil itu memakai baju koko senada dengan Tegar. Mereka turun tangga bersama-sama menuju mushola keluarga dengan tangan mereka menggenggam tangan Tegar dari kiri dan kanan.


Dilla memandang takjub pemandangan yang ada di depannya. Tidak dipungkiri mereka bertiga memang mirip dan memiliki kemistri ayah dan anak. Dilla menghela nafasnya dan membayangkan jika mereka berempat bisa berkumpul bersama menjadi satu keluarga. Dilla menitikkan air matanya, karena bagaimanapun dirinya masih sakit mengingat masa lalunya.


Tidak lama kemudian Yasa membacakan bacaan iqomah sebagai tanda sholat subuh dimulai. Tegar pun memulai memimpin sholat diikuti oleh semua penghuni rumah termasuk sopir dan asisten rumah tangga.


Setelah selesai sholat Dilla hendak pamit pulang bersama kedua putranya namun dilarang oleh ayah Ardi. “Nak, tunggu dulu setelah sarapan pagi saja kalian pulang. Hari ini hari libur jadi agak santai karena si kembar tidak sekolah kan?” pinta kakek Ardi sedikit memohon.


“Iya tidak masalah. Nanti kakek juga bisa menemani kalian bermain sepanjang hari,” ucapnya sambil menggandeng mereka keluar menuju tempat olah raga.


“Cucu kakek, kamu lihat kan semua peralatan olahraga di sini lengkap. Jadi ayo kita olahraga dulu bersama kakek dan ayah Tegar ya?” kakek mengambil beberapa baju olahraga untuk anak-anak yang disa siapkan dan menyuruhnya untuk berganti baju.


Mereka bertiga olahraga yang ringan-ringan saja namun tiba-tiba Tegar muncul dan mengajak kedua putranya untuk bermain tinju.


“Astaga Tegar, apa yang kamu lakukan dengan cucuku? Awas ya kalau mereka terluka, aku kan memukulmu,” ancam ayah Ardi membuat Tegar terkekeh.


“Ayah…, kamu tidak tahu kemampuan mereka berdua ayah. Mereka itu calon laki-laki Tangguh yang akan menguasai seluruh kota ini dengan talentanya,” ucapnya penuh dengan bangga.


“Ok…, aku akan melihatmu bermain dengan mereka tapi ingat kamu tidak boleh melukainya!” ancam kakek Ardi dengan memberi peringatan.

__ADS_1


“Siap ayah? Aku akan bermain dengan kedua bocah ini dengan baik!” Tegar memakaikan sarung tinju ke tangan kedua bocah tersebut. Setelah siap Tegar menyerang kedua bocah tersebut namun dengan sigap kedua bocah itu menghindari serangan Tegar. Belum lama mereka bermain tiba-tiba dikejutkan dengan Dimas yang datang degan tergesa-gesa.


“Bos, hari ini ada berita besar dan membuat saham kita turun drastis,” ucap Dimas berbisik di telinga Tegar.


“Apa? Kurang ajar sekali mereka mengusik kehidupan pribadiku,” teriak Tegar dan langsung menghentikan permainannya diikuti si kembar. Tegar bersama Dimas bergegas pergi menuju ke ruang kerjanya. Tanpa mereka tahu Yasa dan Setya mengikuti mereka hingga masuk ke dalam ruangan.


Didalam ruang kerjanya Tegar marah-marah bahkan Dimas juga kena semprotnya. “Kau yang kerja denganku bertahun-tahun, mengurus hal kecil ini saja tidak bisa. Lacak paparazi yang memuat berita itu dan kalau perlu musnahkan mereka!” perintah Tegar tegas namun Dimas hanya mengusap kepalanya karena dari tadi dia mencari dan melacaknya tidak kunjung ketemu.


“Maaf bos, aku sudah telusuri tapi data mereka terlindungi bahkan ahli Informatika dan Teknologi kantor kita tidak bisa membobolnya,” ucap Dimas lirih karena takut dimarahi oleh bosnya.


“Apa? Begini saja semuanya tidak becus. Kalau tidak kita hentikan perusahaan kita akan bangkrut. Dan kesejahteraan karyawan yang jumlahnya banyak tidak akan bisa selamat. Aku jamin bulan depan perusahaan kita akan memecat mereka,” ucap Tegar lemas sambil bersandar di kursinya.


“Om tampan, bolehkah aku pinjam laptop kamu?” tanya Setya tiba-tiba dan langsung mengambilnya begitu saja di meja kerja Tegar.


“Hai-hai…, apa yang kamu lakukan dengan laptop aku?” tanyanya semakin kesal. Setya langsung menyalakan laptop kemudian dengan terampil mengoperasikan laptopnya.


“Ini dia biang keroknya ternyata Brenda Sanjaya, hai…, bukankah dia saudara tiri mama dan yang kemarin kalah lelang tender dengan kita?” tanya Setya pada mereka.


“Betul dia? Kau hebat nak. Iya betul, itu Brenda Sanjaya! Kelihatannya dia sakit hati dengan kita karena kita memilih PT Abiyasa untuk mengerjakan proyek kita,” ucap Dimas yang mengamati data yang telah ditemukan oleh Setya.


“Om tampan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Bolehkah aku menyerang balik dirinya?” tanya Setya kepada Tegar.


“Boleh nak, tapi kau hapus dulu berita yang sudah termuat di medsos!” perintah Tegar untuk menguji ketrampilan Setya di dunia IT.


“Siap, akan aku lakukan om tampan, tapi dengan syarat aku tidak hanya memiliki saham saja, tapi mulai besok aku dan kakak juga bekerja di perusahaan om tampan!Bagaimana? ucap Setya memohon karena dirinya entah mengapa ingin selalu berdekatan dengan om tampan.


“Tidak masalah, om setuju kalau kamu bisa membawa kemajuan perusahaan!” Tegar menyetujuinya dan dengan sekejap data terhapus hingga membuat takjub Tegar.

__ADS_1


“Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.


__ADS_2