Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Posesif


__ADS_3

Hari ini pernikahan Irfan dan dan Rara dilangsungkan di salah satu hotel milik Tegar. Semua tamu undangan tampak menikmati hidangan  dan yang telah disajikan oleh pihak pramusaji hotel.  Karyawan dari rumah sakit dan dan perusahaan milik Dila semuanya hadir di dalam acara tersebut.


 Seperti biasanya Tegar dengan keluarga kecilnya menjadi pusat perhatian dari semua tamu yang hadir.  Pada kesempatan ini Tegar nampak begitu posesif terhadap istrinya Dila.  Tegar tidak menginginkan kejadian yang sama pada acara pernikahan Rahardi dan Brenda. 


Acara disusun demikian rupa hingga ada peste dansa di puncak acaranya. Penghulu memimpin acara ijab kabul dengan sangat khidmat, hingga akhirnya terdengar kata syah dari penghulu dan semua tamu yang hadir. Rara sangat gembira karena akhirnya dirinya bersama Irfan menjadi keluarga yang utuh.


Irfan langsung mengecup bibir Rara sebagai ungkapan kalau dirinya benar-benar menyayangi dan mencintai Rara sepenuh hatinya. Setelah selesai ijab kabul dilanjutkan dengan pesta dansa. Dan yang tidak kalah menarik Bumil Dilla juga mengikuti pestanya. Meskipun dalam keadaan hamil Dilla nampak cantik dan anggun dengan gayanya. Ada beberapa tamu yang melihat Dilla dengan sorotan tajam dan seakan hendak memilikinya. Tegar yang posesif berusaha mengendalikan dirinya hingga di akhir kesempatan Tegar langsung mencium Dilla di muka umum hingga Dilla merasa risih dengan perbuatan Tegar yang berlebihan.


Dilla berusaha membujuk Tegar untuk membawanya istirahat ke dalam kamar hotel karena capek. Tegar yang memang menunggu momen itu langsung menyetujuinya. Si kembar juga kelihatan capek sehingga Tegar juga mengajak mereka untuk istirahat. 


Tegar memberi satu kamar yang berbeda untuk si kembar akan tetapi tetap berada di sebelahnya, dimana ada pintu penghubung antara kamarnya dengan anak-anak dengan kunci pengendali ada di kamarnya.


Tegar menggandeng istri dan anaknya untuk istirahat. Tegar mengantar kedua putranya di kamarnya. setelah itu keduanya masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


 Namun Tegar bukanlah Tegar yang polos ternyata dia punya maksud untuk menghabisi istrinya di ranjang dengan bermain cinta.


“Sayang, kali ini keinginan aku tidak bisa dibendung lagi. Aku ingin bercinta dengan mu!” bisiknya pelan kepada Dilla.


“Kak…, jangan bikin masalah ya? ingat usia kandungan aku masih kecil jadi tidak bisa buat begituan!” ucap Dilla yang merengek-rengek terhadap suaminya.


“Siapa yang bilang tidak boleh? Aku sudah konsultasi sama dokter dan sangat diperbolehkan sayang…, tapi pelan dan yang terpenting kamu enjoy sehingga bisa menikmatinya!”ucap Tegar yang tanpa alasan langsung menggendong Dilla untuk direbahkan di ranjang hotel dan tanpa komando segera  melancarkan aksinya. Dilla akhirnya juga menuruti apa yang menjadi kemauan dari suaminya.

__ADS_1


Demikianlah karena kebetulan harinya hari libur sehingga mereka sekeluarga menikmati dan menghabiskan malamnya di hotel. Mereka berdua seolah-olah tidak mau kalah dengan mempelai berdua.


Di malam hari ada jamuan untuk para undangan khusus karyawan laki-laki untuk pesta. Tegar karena membawa istri dan anak-anak tidak bisa berkumpul lama dengan para karyawannya. Itu semua tidak lepas dari pengamatan karyawannya. 


“Bener-bener Ceo kita sekarang banyak berubah ya? Dulu kalau pesta seperti ini pak Tegar pasti berada di jajaran paling depan. Tapi Sekarang pesona nyonya Dilla benar-benar bisa merubahnya!” ucap salah satu staf keuangan perusahaan.


“Kamu itu aneh ya? Harusnya kita contoh Ceo kita. Setelah menikah dan memiliki anak memang harus bisa merubah diri menjadi lebih baik!” sahut salah satu staff administrasi menimpali komentar sahabatnya.


“ Hei…, sudahlah jangan membicarakan kok kita.  kalau ketahuan bisa-bisa kita dipecat oleh Nya,” ucap seorang staf Personalia. Mereka bertiga memang merupakan bujangan dari kantor Tegar yang terkenal kompak dan gokil. Bisa dibilang setiap acara pesta kantor merekalah yang membuat suasana menjadi meriah karena ide-ide konyolnya.


“Ayo biar seru kita buat acara yang meriah. Kita dance kemudian harus kita sesuaikan dengan musik yang kita pause harus berhenti berjoget. Jika ketahuan bergerak sebelum musik dinyalakan lagi, kita harus menghukumnya dengan satu gelas minuman,” ucap salah satu staf keuangan perusahaan.


“Ok, setuju. Kamu umumkan ke depan dan hubungi DJ nya ya?” ucap karyawan personalia dan akhirnya mereka menyesuaikan untuk mengambil tempat masing-masing. Tidak lama kemudian acara pun dimulai hingga sampai pukul 10.30 wib. Irfan yang sudah tidak betah dengan acaranya segera kembali ke kamarnya.


Irfn yang memang memendam hasrat begitu lama naluri kelakiannya mulai bergejolak. Pelan-pelan namun pasti Irfan langsung bergerilya menelusuri seluruh tubuh Rara. Rara yang tertidur terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Irfan hingga akhirnya IRfan menghentikan aksinya.


“Sayang…, maafkan aku bolehkah aku melakukannya sekarang?” tanya Irfan kepada Rara. Namun Rara yang saat ini lagi datang bulan tidak bisa menjawabnya. Rara terdiam mendengar pertanyaan Irfan karena dirinya tidak tega kalau Irfan yang punya hasrat yang sudah membara tapi tidak tersalurkan.


“Sayang kenapa diam? Adakah sesuatu yang mengganggu pikiran kamu?” tanya Irfan sambil memeluk dan mencium kening Rara.


“Maaf sayang…, hari ini aku berhalangan. jadi kamu harus menunggu sampai 7 hari kedepan!” ucap Rara yang khawatir menyinggung suaminya.

__ADS_1


“Baiklah sayang…, aku tidak masalah. Ayo kita lanjutkan tidur kita!” ucap Irfan yang menghela nafasnya karena dirinya harus menunda keinginannya.


Rara yang tahu kekecewaan suaminya langsung menyusup masuk ke dalam pelukan suaminya. Rara kemudian meminta maaf sekali lagi dan mencium pipi Irfan sehingga membuat Irfan senang. Akhirnya mereka berdua terlelap tidur hingga pagi hari.


Pagi hari setelah sepanjang malam melaksanakan aktivitasnya, Tegar dan Dilla melaksanakan ibadah subuh dan berlanjut mengajaknya berjalan-jalan di halaman sekitar hotel. Tidak sengaja mereka berdua bersimpangan dengan Irfan dan Rara kemudian mereka ngobrol di bangku taman hotel sambil menikmati coffee.


“Wih yang malam pertama! Pasti seru ya?” goda Dilla sama mereka berdua hingga membuat Rara mukanya memerah menahan malu.


“Apa an sih Dil, kita belum begituan. Aku lagi berhalangan!” jawab Rara hingga membuat Dilla tertahan tidak melanjutkan perkataannya.


“Sabar ya Ir…, sepekan tidak lama lo?” goda Tegar yang mencuri dengar pembicaraan Rara dan Dilla.


“Iya sih tidak lama? Tapi tertunda juga, padahal aku ingin seperti kalian segera memiliki Beby,” jawab Irfan yang memang nampak berharap.


“Biasanya kan kalau seperti ini nanti akan segera dapat momongan kak! Aku doakan kalian juga segera menyusul mendapatkan bayi kembar seperti kita ya?” ucap Dilla yang keceplosan mengatakan kalau bayi yang dikandungnya kembar.


“Serius Dil? Kamu mendapatkan bayi kembar lagi?” tanya Rara serius. Dilla hanya menganggukan kepalanya sebagai pertanda membenarkan perkataannya.


“Iya kemarin aku sama kak Tegar periksa kandungan, dan kata dokter bayi kita kembar,” ucap Dilla sambil mengusap-usap perutnya.


“Selamat ya? Aku bakal punya keponakan kembar lagi!” Rara langsung memeluk Dilla atasan sekaligus sahabatnya. 

__ADS_1


Karena waktu semakin siang, akhirnya mereka berempat memutuskan untuk kembali ke hotel


__ADS_2