Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Wasiat


__ADS_3

Hari ini Tegar bersama Dilla tiba di Singapura tepat pukul 8.00 wib untuk  berobat Ayah Ardi yang sedang sakit. Tegar berusaha mencari pengobatan yang terbaik untuk ayahnya. 


 Setelah mendapatkan pengecekan secara keseluruhan, dokter menyarankan untuk operasi. Tegar pun  menyetujui untuk operasi Ayah Ardi. 


 Operasi  Ayah  Ardi berjalan lancar,  Tegar dan Dilla pun merasa lega. Berdua menginap di apartemen yang dimiliki oleh Tegar.  Sesaat setelah operasi selesai dan Ayah Ardi dinyatakan sudah membaik,  Tegar membawa Dilla pulang ke apartemen.


“ Sayang,  untuk  sementara kamu tinggal di sini.  Aku hari ini akan menjaga Ayah di rumah sakit,”  ucap Tegar kepada Dilla.


“Kak,  aku tidak mau tinggal di sini sendirian.  Aku lebih suka menemani kakak kak di rumah sakit menunggu Ayah Ardi,” Ucap Dilla yang membuat  Tegar semakin mengagumi Dilla.


“Sayang,  kalau kamu tinggal di rumah sakit, cat kamu tidak bisa beristirahat. Aku tidak ingin kamu sakit,” ucap Tegar sambil melihat acara televisi.


“Itu tidak masalah.  Aku lebih nyaman dan tenang jika berada di dekat kakak, meskipun itu berada di rumah sakit,”Ucap  Dilla yang ber manja-manjaan dengan Tegar.


“Baiklah,  kamu sekarang mandi dulu dan ganti baju ya?” perintah Tegar kepada Dilla sambil membaringkan tubuhnya yang lelah di sofa. Dilla tidak  segera mandi tapi justru ikut merebahkan kepalanya di pangkuan Tegar. 


“ Sayang,  disuruh mandi kok ndak berangkat, apa kamu minta dimandikan?” goda tegak kepada Dilla. Dilla yang digoda Tegar langsung beranjak dari duduknya kemudian bergegas ke kamar mandi.


Setelah beberapa saat ke kamar mandi  kemudian Dilla bersiap diri untuk berangkat kembali ke rumah sakit bersama Tegar. 


Demikianlah mereka selama sepekan di rumah sakit Singapura.  Perkembangan Ayah pun sangat bagus.  Setelah mendapat rekomendasi dari dokter bahwa Ayah Ardi bisa dibawa pulang Mereka akhirnya memutuskan kembali   pulang.


Sesampainya di rumah   Ayah Ardi nampak membaik kesehatannya, Tegar pun merasa tenang jika Ayah Ardi ditinggal untuk bekerja.


 Tegar juga menyewa seorang perawat untuk menjaga Ayah Ardi. 


  Disaat Tegar  pergi keluar kota,  Dilla sering menjenguk  Ayah Ardi bersama kedua putranya.  Ayah Ardi semakin membaik ketika ditemani oleh kedua cucunya. Kedua bocah kembar tersebut juga sangat perhatian terhadap kakeknya. Yasa selalu berusaha mencukupi kebutuhan kakeknya.  bahkan merasa sangat menjaga kesehatan sang kakek.  semua jenis obat yang harus diminum eh kakek mendapatkan kontrol dari Yasa.

__ADS_1


 Ayah Ardi tersenyum puas karena  melihat kedua cucunya sangat baik dan memperhatikan dirinya yang sudah tua.


“Kek, Kakek hebat.  Kakek harus lekas sehat,  karena seminggu lagi  Papa sama Mama menikah,” Setia setelah berada di dalam kamar kakeknya.


“ Terima kasih nak.  Oke…, kakek akan berusaha untuk tetap bertahan dan berharap di sisa umur kakek ini bisa menyaksikan kalian hidup bahagia,”  udah  kakek yang masih berada di kursi roda.


“ Kakek,  Ayo kita berjalan di halaman.  Aku ingin  Kakek bisa menikmati pemandangan yang ada di luar.  Aku akan mendorong kursi roda kakek,”Siap setia yang sudah berada ada di belakang kursi roda kakek.


 Kakek hanya mengangukan kepalanya sebagai tanda setuju untuk mengikuti mereka.  Setya bersama Yasa bergantian mendorong kursi roda kakeknya.  Mereka bertiga juga ngobrol tentang banyak hal terutama terkait dengan  ilmu beladiri dan berbagai macam jenis baranga yang menjadi kesukaan anak-anak.


Sementara itu Dilla Membantu mbok Yem menyiapkan makanan untuk siang hari.  Dilla bersama Mbok Yem tidak mengetahui kalau anak-anak membawa kakeknya bermain keluar rumah. 


 Kakek sangat  senang bermain dengan mereka berdua,  bahkan kakek bisa tertawa lepas melihat kejahilan mereka. Saat mereka bertiga bercanda tidak menghiraukan kalau ada bahaya mengancam mereka.  Seseorang menyelinap masuk ke rumah mereka, akan tetapi semua penghuni rumah tidak mengetahuinya.


Orang yang menyelinap masuk ke rumah Ardi langsung menghampiri Ardi dan menyodorkan beberapa kertas perjanjian. Ardi berusaha menolaknya,  hingga membuat orang bertopeng tersebut langsung menyandra Yasa dengan pisau tajam.


Setelah mendapatkan tanda tangan dari Ayah Ardi, penyelinap tersebut langsung mendorong lihat ke kolam renang. Karena AyahArdi belum pulih secara maksimal maka tenggelam di kolam renang. Yasa dan Setya berteriak memanggil nama Dilla.


Langsung berlari dari dapur dan menceburkan dirinya ke kolam renang untuk menolong Ayah Ardi.  Namun usaha Dilla sia-sia karena Ayah Ardi sudah  tidak diditolong lagi. 


“Ayah, aku  mohon jangan tinggalkan kami.  Kami masih butuh sosok Ayah yang yang seperti Ayah Ardi yang bisa memahami dan menyayangiku aku sebagai seorang putrimu meskipun aku hanya calon menantu,”  ucap Dilla hampir meneteskan air matanya.


Yasa dan Setya yang mengetahui keadaan Ayah Ardi, langsung duduk bersimpuh memeluk Ayah Ardi. Yasa dan Setya juga menangis memanggil-manggil nama Ayah Ardi.  Sementara itu Mbok Yem yang mengetahui kejadiannya langsung menelpon Tegar.


Tidak Berapa lama kemudian Tegar sampai di rumah  dan diikuti oleh dokter keluarga.  Dokter keluarga langsung memeriksa keadaan Ayah Ardi namun Ayah Ardi sudah terlanjur tidak bisa terselamatkan lagi.


Tegar yang begitu menyayangi ayahnya sangat Terpukul melihat kepergian ayahnya.  Tegar berusaha untuk tabah dan sabar. Tegar pelan-pelan menanyakan kejadian tersebut kepada kedua Anak kembarnya.

__ADS_1


 Kedua bocah kembar Itu menjelaskan secara detail tentang kejadian ayah Ardi yang diserang oleh orang  bertopeng yang menyelinap masuk ke pekarangan rumahnya. 


 Tegar menghilang nafasnya Atas kejadian yang menimpa ayahnya. Tegar juga melaporkan kejadian ini kepada polisi.  Namun Tegar juga tidak tinggal diam, Tegar juga bermaksud menyelidiki kasus ini dengan  anak buahnya.


 Tegar yang berduka langsung menyuruh Dimas untuk mengurus pemakaman ayahnya.  Tegar juga meminta Dimas agar pemakaman bisa Dillangsungkan di pemakaman keluarga.  Dimas yang merupakan asisten yang Anda langsung menyelesaikan semua tugas tugasnya dengan baik.


 Tidak berapa lama kemudian Ayah Ardi sudah dimakamkan di pemakaman keluarga. Setelah acara pemakaman ayah Ardi,  Tegar bersama rombongan termasuk Dilla dan si kembar langsung pulang ke rumah.


Di dalam rumah sudah menunggu lugas beserta pengacaranya. Lukas dengan penuh sombongnya  duduk di kursi ruang tamu bagaikan seorang raja.  Lukas langsung mengungkapkan kedatangan bersama pengajarannya.


“ Dengarkan Aku Tegar,  hari ini aku datang kemari untuk menyampaikan surat wasiat yang dimiliki oleh ayahmu,” ucap Lukas sambil menyandarkan padanya di kursi.


“ Maaf om, untuk hari ini aku Tidak bisa mendengarkan apa yang disampaikan dengan pengacara Om. Aku masih Berduka melepas kepergian ayah.  Bagiku warisan atau wasiat dari ayah itu soal belakang,” ucap Tegar yang mengindahkan apa yang disampaikan oleh   Om Lukas.


 Om Lukas nampak murka sehingga dengan suaranya lantang mengancam Tegar kalau tidak mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh wasiat tersebut maka Tegar harus pergi meninggalkan rumahnya.


Agar nampak terkejut apa yang disampaikan oleh om Lukas,  karena selama ini Tegar tidak pernah berbenturan langsung dengan om Lukas.  Bahkan ayahnya selaku kakak tiri dari Om Lucas juga memperlakukannya dengan cukup baik.


Tegar akhirnya bersedia duduk berdampingan dengan Lukas meskipun hatinya terasa sakit.  Di dalam perjanjian tersebut bahwa seluruh perusahaan yang menguasai adalah Om Lukas.  Tegar hanya mendapatkan satu perusahaan bahan tekstil dan  kondisi sangat memprihatinkan. 


Tegar tersenyum sinis kepada Lucas,  baginya hidup miskin itu tidak masalah lah toh dia bisa berdiri seperti itu karena bisnisnya. Dan yang terpenting hampir seluruh kekayaannya sudah dia Sertifikat kan atas nama kedua anaknya si kembar.


Jadi perusahaan utama yang sekarang berada di tangan Lukas semuanya materialistis sudah dipindahkan ke perusahaan yang saat ini dia kelola. Itupun Apa saran Ayah Ardi selama dia masih hidup. 


 Ayah Ardi sudah menceritakan semuanya tentang Om Lukas,  termasuk percobaan ingin membunuh dirinya saat berada di kantor perusahaan.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2