Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Kekonyolan Sabrina


__ADS_3

Sabrina Hari ini berangkat ke kantor diantar oleh papanya Sabrina pamitan kepada mamanya yang sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan papanya.


“Sayang, kamu makan dulu biar nanti bisa bekerja dengan baik!” ucap mama Rara kepada putri semata wayangnya.


“Iya ma! SAbrina pasti makan kok!” ucap Sabrina yang mengambil piring untuk makan. Setelah selesai sarapan Sabrina pamit kepada mamanya kalau dirinya kali ini berangkat kerja diantar papanya.


Tidak berapa lama kemudian Sabrina dan papanya sudah berangkat menuju kantor. Papa Sabrina dokter Irfan terlebih dahulu mengantarkan putrinya ke kantornya.  dalam waktu 10 menit mereka sudah sampai di halaman kantor perusahaan Yasa.


Sabrina keluar dari mobil papanya dan menjadi pusat perhatian banyak orang. Namun Sabrina yang manja tanpa malu dilihat oleh teman-temannya berusaha meminta uang saku kepada papanya.


Kebiasaan Sabrina jika jatah dari mamanya berkurang pasti menodong papanya. Kekonyolan Sabrina ini sering dilakukan dan tidak pernah memandang tempat.


“Sayang, kan papa sudah memberimu kartu kredit? Kenapa harus minta uang kas?” tanya papanya risih ketika jadi pusat perhatian karyawannya Yasa calon menantunya.


“Beda pa? Enaknya pegang uang kas jadi tidak repot-repot gesek dan hafal nomor pinnya!”Ucap Sabrina ngeles kepada.


“Ya…, ya. Ini sayang!” Papa Irfan langsung mengeluarkan uang dari dompetnya. Tidak segan-segan Irfan memberi sejumlah uang seratusan untuk putrinya.


“Terimakasih papa! Papa benar-benar orang tua yang mengerti kebutuhan putriya!” ucap Sabrina dan memberi hadiah ciuman untuk papanya. Setelah papanya pergi Sabrina buru-buru masuk ke kantor namun dirinya yang ceroboh selalu akan mencelakai dirinya.


Sabrina menabrak cleaning service yang membawa seember air untuk membersihkan lantai dan hampir menimpa tubuhnya namun untung ada seseorang yang menariknya sehingga tidak mengenai tubuhnya,


“Byur…, brrak!” Ember itu tumpah. Cleaning service yang membawa peralatan tersebut sangat ketakutan tak kala melihat Sabrina yang hampir saja tersiram oleh air yang dia bawa namun beruntung diselamatkan oleh Yasa sendiri.


“Terima kasih sayang, kamu telah menyelamatkan diriku,”  ucap Sabrina yang tanpa ada rasa malu langsung bergelayut manja pada lelaki tersebut yang ternyata Yasa kekasihnya.

__ADS_1


“Makanya lain kali hati-hati sayang?” ucap Yasa kepada Sabrina sambil membetulkan kerah baju Sabrina yang tidak pas.


“Iya, sayang, Terima kasih!” ucap Sabrina yang terus memandangi Cleaning service yang ketakutan. Sabrina seperti mengenal wanita tersebut.


“Maaf pak! Aku tidak sengaja,” ucap Cleaning service tersebut dengan muka pucat karena takut. Cleaning service tersebut menundukan kepalanya tidak berani memandang Sabrina maupun Yasa.


“ Tidak apa-apa, kamu tidak salah! Sayang ayo minta maaf sama mbaknya!” perintah Yasa kepada Sabrina. Sabrina  tanpa membantah langsung meminta maaf kepada petugas cleaning service tersebut.


“Maaf mbak, aku tidak sengaja,” Sabrina menyodorkan tangannya hendak minta maaf.  Akhirnya petugas Cleaning service tersebut mengangkat mukanya yang tadinya tertunduk dan mereka saling bersalam-salaman.


“Sabrina!” ucap Cleaning service tersebut dengan sangat terkejut mereka terus berjabat tangan.


“Marsha, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Sabrian tiba-tiba yang ternyata mereka saling mengenal satu sama lainnya.


“Iya sayang. ngobrolnya nanti saja ya? Marsha tolong dibersihkan lagi semuanya! Ayo sayang kita segera ke kantor!” ucap Yasa memberi peringatan kepada Sabrina.


Sabrina sebelum meninggalkan sahabatnya dia meminta sahabatnya  untuk janjian di kantin waktu istirahat nanti. Marsha menyetujui apa yang diminta oleh Sabrina kemudian Marsha melanjutkan pekerjaannya takut kalau dapat peringatan dari atasannya. Marsha tersenyum riang karena sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya namun hari ini dia dipertemukan dengan sahabatnya secara tidak sengaja.


Sabrina yang  berjalan bersama Yasa, tiba-tiba digandengnya masuk ke kantor Yasa. Yasa merasa aneh dengan sikap Marsha sahabat Sabriana. Yasa punya feeling kalau Marsha membawa pengaruh buruk terhadap Sabrina.


“Sayang,  aku mohon kamu ban terlalu dekat dengan Marsha! Aku melihat dari pancaran matanya aku merasa ada sesuatu yang tidak baik dengan dirinya!” ucap Yasa memberi peringatan kepada Sabrina. Dasar Sabrina yang tidak percaya begitu saja kepada besar sehingga dia tetap bersikeras menjalin persahabatan kembali dengan Marsha.


“Lebay kamu sayang,  aku mengenal Masha itu sudah sejak lama.  Aku tiga tahun  berteman dengannya.  Kami terpisah karena tiba-tiba memang Marsha menghilang dari kota ini setelah lulus SMA, “ ucap Sabrina membela dirinya.


“ Ok, terserah kamu, yang terpenting kamu bisa menjaga diri kamu!” ucap Yasa akhirnya menyerah dengan keputusan Sabrina.

__ADS_1


Setelah mereka sedikit berselisih paham, akhirnya Sabrina memutuskan untuk kembali ke ruangannya yaitu di bagian keuangan perusahaan. Seperti biasa Sabrina selalu bisa meredakan kekesalan calon suaminya.


"Cup…," Sabrina mencium pipi Yasa kemudian berlalu meninggalkannya menuju ke ruangannya.


"Sabrina sayang, dengarkan kata kakak ya?" teriak Yasa dengan penuh rasa khawatir kembali memberi peringatan kepada Sabrina.


Setelah Sabrina pergi Yasa menyuruh asistennya yang bernama Aska untuk mencari berkas-berkas Marsha di bagian personalia.


"Aska tolong selidiki salah satu karyawati kita yang bernama Marsha bagian Cleaning service. Dia teman sekolah Sabrina dan nampaknya begitu dekat dengannya," perintah Yasa kepada asistennya karena kekuatirannya terhadap Sabrina.


“Baik pak!Aku akan menyelidikinya!” ucap Aska kepada bosnya kemudian langsung menelpon bagian personalia untuk mengantar berkas-berkas Marsha. Tidak Berapa lama kemudian ada seseorang yang yang membawa berkas-berkas Marsha untuk diserahkan kepada Aska.


 Aska kemudian meneliti berkas-berkas Marsha dan berusaha mencari informasi dengan pergi ke rumah Marsha yang tertera di dalam berkasnya.  Aska meminta izin kepada bosnya untuk mengajak salah satu kepercayaannya untuk membantunya.


Sementara itu waktu istirahat telah tiba. Sabrina menuju kantin perusahaan dan memesan makanan kesukaannya dan tidak lupa memesankan satu porsi lagi untuk sahabatnya Marsha.


Tidak lama kemudian Marsha datang dan langsung duduk dengan Sabrina.  Semua nampak bingung memandang kedekatan Marsha  dengan tunangan bosnya. Bahkan mereka nampak tidak suka memandang Marsha. Marsha yang merasa diperhatikan oleh banyak orang memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menambah keasyikannya mengobrol dengan Sabrina. Marsha juga nampak tertawa lepas sesekali bercanda dengan Sabrina.


Marsha yang hanya Cleaning service tidak rela kalau dirinya dipandang sebelah mata dengan orang lain. Marsha nampak menyeringai puas tak kala bisa membuat karyawati yang lain cemburu terhadapnya karena dekat dengan Sabrina tunangan sang bos, cantik, pintar dan supel dalam berteman.


Yasa yang sedang makan di kantin sengaja tidak mendekati Sabrina karena dirinya ingin mengamati tingkah laku sahabat Sabrina tersebut. Karena baginya Marsha itu mencurigakan. Yasa tidak ingin Sabrina salah teman. Tidak berapa lama kemudian tiba-tiba ponselnya berbunyi hang ternyata berasal dari Azka.


Yasa yang pembicaraannya tidak ingin di dengar oleh banyak orang, memutuskan untuk ngobrol di ruang nya. Yasa  berharap hasil penyelidikan Azka berjalan dengan baik.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?

__ADS_1


__ADS_2