
Mereka berdua akhirnya tiba di bandara dan segera naik pesawat menuju Bali. Tegar Sengaja tidak memakai pesawat jet pribadinya. Tegar bersama Dilla sepakat untuk naik pesawat eksekutif menuju Bali dengan perjalanan kurang lebih satu setengah jam.
Di dalam pesawat mereka berdua nampak menjadi pusat perhatian oleh beberapa penumpang yang telah mengenal Tegar sebagai pengusaha ternama di kota tersebut. Mereka sangat mengagumi dan terpesona oleh kecantikan Dilla yang terlihat natural. Wajahnya yang kalem memiliki daya tarik sendiri.
Dilla nampak risih diperhatikan oleh beberapa orang yang ada di pesawat tersebut hingga Dilla menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang Tegar. Tegar sangat senang dengan sikap Dilla karena merasa dirinya sangat dibutuhkan oleh Dilla.
Tegar pun menunjukkan sikapnya yang begitu menyayangi Dilla. Tegar sekali-kali juga mencium kening Dilla dan membetulkan anak rambutnya yang mengenai wajahnya.
“Sayang, aku malu seolah-olah mereka memandangku hendak menguliti ku?” bisik Dilla lirih bermaksud agar tidak terdengar oleh mereka. Namun justru menimbulkan perhatian mereka karena gelak tawa Tegar mendengar jawaban istrinya yang polos.
Dila nampak semakin malu dan langsung mencubit pinggang Tegar hingga Tegar kembali teriak. Mereka berdua kembali menjadi pusat perhatian oleh beberapa orang. Bahkan pramugari datang menghampiri mereka namun dapat diatasi oleh Tegar dengan sedikit berbohong kalau kakinya Terinjak oleh kaki Dila.
Setelah insiden itu akhirnya mereka sampai di Bali dengan selamat. Di bandara mereka sudah dijemput oleh pengurus Villa. Mereka tinggal di vila hanya berdua saja sedangkan pengurus villa setelah menyelesaikan semua keperluan di villa langsung pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari villa.
Villa yang mereka tempati langsung berhadapan dengan pegunungan yang nampak sejuk dan berada dekat dengan pantai. Setiap hari dan setiap saat mereka selalu mendengarkan deburan ombak yang semakin membuat suasana menjadi lebih romantis.
Dilla yang merasa penat keluar dari Villa dan hendak berenang. Dilla sudah siap dengan baju renangnya dan berbalut kain pantai nampak duduk di tepi kolam renang. Dilla mainkan air yang berada di kolam renang namun tiba-tiba dari arah belakang Tegar memeluknya.
“Sayang, aku cari dari tadi ternyata kamu ada di sini? Aku sebenarnya lapar?” ucap Tegar sedikit manja sambil membetulkan anak rambut yang menerpa wajah Dilla.
“Bukannya tadi sudah makan?” tanya Dilla yang tidak mengerti maksud dari perkataan Tegar.
__ADS_1
“Aku lapar…, ingin makan tapi ingin makan kamu? Boleh kan sayang sekali saja?” tanya Tegar kepada Dilla yang sudah bergerilya memainkan sesuatu di balik baju renang Dilla.
“Sayang, aku masih ingin berenang?” ucap Dilla yang berusaha melepaskan tangan Tegar dari tubuhnya.
“Tapi sayang, adik kecilku sudah bangun. Ayo dong sayang sekali saja. Di sini juga boleh?” ucap Tegar yang semakin ngawur. Belum sempat Dilla menjawab permintaan Tegar, tiba-tiba dengan sigap Tegar sudah menggendongnya menuju ke kamarnya.
Tegar dengan penuh ***** sudah melepaskan baju Dilla satu persatu hingga polos tidak ada selembar benangpun yang menempel di dalam tubuhnya. Tegar langsung melancarkan aksinya hingga Dilla kembali dibuat merintih karena merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. lagi-lagi Tegar berhasil memuaskan hasratnya menjebol pintu pertahanan Dilla yang memang lama dia bentengi.
Dilla menggeliat hingga berkali-kali merasakan kepuasan, demikian pula dengan Tegar yang merasa puas karena bisa menyatu dengan wanita yang dia cintai hinga merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa.
Tegar yang memiliki gairah yang tinggi dalam setiap kesempatan selalu berusaha membawa Dilla menuju ke puncak kenikmatan. bahkan hampir semua ruangan yang ada di villa sudah di jelajahinya untuk merasakan sensasinya kenikmatan.
“Sayang, aku lapar?” ucap Dilla tiba-tiba yang memang tenaganya terkuras untuk melayani dan memuaskan suaminya.
“Sayang aku ingin mandi. tapi badan kau terasa sakit dan lemah, bolehkah aku minta gendong ke kamar mandi?” tanya Dilla yang sudah bergelayut manja dalam pelukan Tegar. Tegar yang sangat menyanyangi Dilla langsung menggendongnya dan memandikannya di kamar mandi.
Namun lagi-lagi mereka tidak mandi begitu saja, bahkan mereka mengulang kembali adegan yang barusan mereka lakukan. Tegar menggiring Dilla menuju kenikmatan dan sebaliknya Dilla juga melakukan yang sama dengan tanpa canggung lagi Dilla memimpin gerakan menuju puncak kenikmatan.
Setelah keduanya puas mereka membersihkan dirinya dan makan makanan yang mereka pesan. Hari telah menjelang sore Dilla mengajak Tegar menyusuri keindahan kota Bali. Dilla kali ini mengajak Tegar dengan mengendarai motor gedhe yang berada di villa.
Dilla dengan manja memeluk tubuh Tegar berkeliling kota Bali. Tegar dan Dilla nampak senang dengan kebersamaannya. Mereka berdua juga pergi ke pantai kuta menikmati sunset di sekitar pantai.
__ADS_1
Dilla yang cantik dengan gayanya yang mempesona membuat semua laki-laki yang mereka temui merasa iri dengan Tegar karena bisa mendapatkan Dilla yang cantik seperti foto model.
Mereka berdua bagaikan pasangan muda-mudi yang memadu kasih seolah dunia milik mereka berdua. Mereka juga berkejar-kejaran menikmati deburan ombak di pantai Kuta.
Setelah puas menikmati ombak di laut, Dilla meminta Tegar untuk membelikan kelapa muda. Mereka duduk di tepi pantai sambil menikmati kelapa muda untuk diminum berdua. Tegar begitu perhatian dan sesekali membetulkan anak rambut Dilla yang terjuntai diterpa oleh angin laut.
Setelah puas di pantai mereka juga menikmati kuliner kas Bali serta berlanjut melihat atraksi tari barong. Dilla menyukai semua budaya Bali bahkan meminta Tegar untuk memotretnya bersama gadis Bali.
Dilla juga meminta foto dengan baju adat Bali bersama Tegar. Mereka berdua berpose sesuai dengan perannya sebagai pemuda dan gadis Bali yang sedang jatuh cinta. Dilla juga sedikit belajar tarian Bali. Dilla yang cantik dan pandai menari langsung bisa menyesuaikan dirinya hingga menguasai beberapa gerakan tarian Bali.
Beberapa pengunjung nampak mengagumi gerak tari dan kecantikan Dilla hingga terang-terangan menyanjung Dilla.
“Gadis yang cantik, boleh dong foto berdua?”tanya pengunjung kepada Dilla. Dilla yang menghargai tamu menuruti permintaan tamu tersebut namun ternyata banyak wisatawan mancanegara. Bahkan salah satu turis dari mancanegara berusaha menggoda Dilla hingga membuat Tegar marah besar. Dengan emosi Tegar berusaha memukul bule tersebut.
“Hi…, Mr. Tegar?” ucapnya terpatah-patah, hingga Tegar tidak jadi memukulnya.
“Mr. Frans? Apa yang anda lakukan di Bali? Dan maaf aku mohon jangan pernah ganggu istriku!” ucap Tegar memberi peringatan.
“Istri? sejak kapan anda menikah?” tanya tuan Frans terkejut.
“Seminggu yang lalu dan kebetulan kami bulan madu di sini! Dan maaf kami tidak mengundang relasi kami yang ada di luar kota maupun di luar negeri,” ucap Tegar yang masih agak kesal karena Frans tidak lepas memandangi Dilla dengan tanpa berkedip. Tegar yang kesal langsung menonjok lengan Frans hingga Frans tersadar kalau dia sedang mengagumi istri sahabatnya.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.