
Tegar bersama staf kepercayaannya termasuk Dimas berusaha dengan sekuat tenaga untuk membangun jaringan kembali dengan relasinya yang lama. Dan berkat kegigihannya semua relasinya masih mempercayainya, bahkan mereka yang masih ada kontrak kerja dengan perusahaan yang lama dengan secara sukarela justru datang ke perusahaannya yang baru untuk membangun kerjasamanya kembali.
Untuk sesaat Tegar sudah melupakan kejadian yang menimpa dirinya. Hari ini adalah hari di mana yang tunggu oleh Tegar, seperti janjinya seminggu yang lalu Tegar akan menikah dengan Dilla. Semua perlengkapan dan keperluan untuk menikah sudah diurus oleh Dimas.
Untuk pesta Tegar tetap melaksanakannya akan tetapi tidak seperti planning semula waktu Ayah Ardi masih ada. Tegar Hanya mengundang beberapa orang termasuk relasi dan kerabatnya yang berada di sekitar kota. Tegar Sengaja tidak mengundang semua relasinya yang ada di luar kota maupun di luar negeri mengingat bahaya yang mengintai keluarganya, karena Om Lukas belum sepenuhnya menyerah untuk menguasai hartanya. Bahkan dari beberapa anak buahnya Tegar juga mendengar kalau Om Lukas ingin menghancurkan seluruh keluarganya termasuk keturunannya.
Meskipun pestanya dilaksanakan tidak sesuai dengan rencana, tetapi menurut ukuran di daerah tersebut sudah termasuk mewah. Tegar yang duduk di pelaminan bersama Dilla ditemani oleh kedua putra kembarnya. Sedangkan untuk pendamping pengantin pria dan wanita adalah Dimas beserta Mita. Untuk Irfan dan Rara bertugas untuk menjamu para tamu dan relasi yang datang.
Hari ini Tegar merasa bahagia setelah mengucapkan ijab qobul di hadapan penghulu. Untuk wali nikah Dilla adalah paman nya yang berasal dari desa. Ijab qobul pun berjalan dengan lancar dengan mahar emas 100 gram dan rumah yang telah disediakan oleh Tegar senilai 2 M beserta seperangkat alat sholat dibayar tunai.
Semua keluarga dan kerabat sangat senang menghadiri pesta pernikahan Tegar yang berjalan dengan lancar. Tidak terkecuali si kembar Abiyasa dan Abisetya sangat senang karena kedua orang tuanya sudah bersatu dalam ikatan sebuah perkawinan.
Setelah ijab kabul selesai dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Abisetya selalu dominan dalam melakukan kegiatan foto bersama. Di setiap kesempatan pasti ada Abisetya yang selalu berpose dengan gayanya yang unik sehingga menarik semua kerabatnya untuk tertawa.
Seperti kali ini Tegar berusaha berpose dengan memeluk dan dan mencium Dilla namun tiba-tiba Abisetya nongol di antara mereka berdua sehingga menimbulkan gelak tawa mereka yang menghadiri pesta tersebut.
Abisetya memang jahil hendak mengerjai kedua orang tuanya. Karena tingkahnya seperti itu maka Abiyasa yang lebih dewasa darinya langsung menarik Abisetya untuk meninggalkan mereka berdua agar lebih leluasa untuk melakukan foto berdua.
“Dek, kamu itu mengganggu saja ya? Apa kamu tidak kasihan melihat mereka berdua? Mereka itu Papa dan Mama kita, jadi kita harus memberi kesempatan untuk mereka? kalau mereka bahagia tentunya kita juga bahagia?” ucap Abiyasa yang disambut cengengesan oleh Abisetya.
__ADS_1
“Kakak sih terlalu serius, aku itu hanya bercanda biar suasananya tidak garing. Apa kamu tidak melihat kalau Papa terlalu canggung untuk mendekati mama?” ucap Abi setya dengan berbagai alasannya membuat Abiyasa gemas.
“Baiklah, aku pegang janjimu, kalau kamu mengerjai mereka lagi awas ya? Aku akan menjitak kamu,” Ancam Abi bisa sambil meninggalkan Abi Setia.
Abiyasa yang kesal langsung berjalan menuju halaman hotel. Abiyasa duduk sendirian sambil menikmati es krim.
Sementara itu berita pernikahan Tegar dan Dila dengan mahar mewah seperti itu telah terdengar oleh Tante Lusi hingga membuat dirinya kepanasan dan marah kepada Om Lukas.
“Sayang, katanya semua kekayaannya sudah kamu kuasai. Terus apa yang kamu peroleh? dan kenapa si Tegar masih bisa memberikan mahar sebanyak itu kepada Dila?” tanya Tante Lusi kepada Om Lukas.
“Entahlah sayang, aku merasa di dibohongi dan dikelabui oleh Tegar. Mereka ternyata terlalu pintar sehingga sulit untuk kita bodohi. Kemarin sudah saya telusuri ternyata sebelum perusahaan jatuh ke tanganku semua aset dan dan relasi sudah dialihkan ke perusahaannya yang baru. Tanpa kita sadari mereka sudah membuat buat perusahaan bayangan, memang di luar perusahaan itu nampak seperti akan bangkrut ternyata itu hanya untuk mengecoh kita agar tidak mempedulikan perusahaan tersebut. Dan parahnya aset-aset yang lain itu sudah dialihkan ke tangan si kembar. Ternyata anak tirimu itu pandai menjerat Tegar, hingga semua aset kekayaan Tegar sudah jatuh di tangannya meskipun melalui si kembar?” Jelas Om Lukas kepada Tante Lusi.
“Sayang, kamu jangan meremehkan Dilla dan kedua Putranya. Mereka itu anak kandung dari Tegar, yang kecerdasannya di atas rata-rata karena memang keturunan Tegar sebagai ayahnya telah mewariskan kecerdasan nya untuk kedua kedua putranya. Itu memang Tidak diragukan karena keponakanku itu memang terlahir cerdas,” ucap Lukas kepada Tante Lusi hingga membuat tante Lusi kesal.
“Kamu sih? Coba dulu kamu bisa menjebak Tegar untuk menikah dengan Brenda, pasti semua kekayaan Tegar akan jatuh di tangan kita,”ucap tante Lucy sambil memonyongkan mulutnya sambil marah-marah.
Om Lukas sangat ketakutan jika Tante Lusi sudah marah-marah seperti itu, om Lukas berusaha membujuk tante Lucy untuk tetap tenang. Namun Tante Lusi sangat sulit untuk dijinakkan kalau sedang marah-marah.
Om Lukas nampak berpikir sejenak, kemudian tiba-tiba mengambil sesuatu yang berada di dalam tas kerjanya. Om Lukas mengambil kotak kecil yang berisi perhiasan. Om Lukas mendekati Tante Lusi dan merayunya.
__ADS_1
“Sayang, kamu jangan marah. Kamu yang tenang meskipun kita tidak bisa menguasai semua aset kekayaan Tegar setidaknya dengan pengalihan kekayaan perusahaan Tegar di tanganku, kita tidak perlu membayar hutang kepada Tegar. Sehingga secara hukum Pembayaran utang itu itu pasti masih berlaku sesuai perjanjian kemarin karena kepemilikan perusahaannya sudah jatuh ditanganku sesuai perjanjian semua hutang dan piutang akan diurus oleh pemilik yang baru. Dan ini aku belikan berlian untuk kamu?” ucap Tegar sambil menunjukan perhaisannya kepada tante Lusi tapi tante lusi semakin marah.
“Astaga sayang, kenapa kamu Jadi orang kok bodoh banget? Sudahkah Kamu cek secara keseluruhan jumlah hutang dan piutang nya?” ucap tante Lusi sambil berteeriak.
“Belum, mana sempat aku mengeceknya? Aku memiliki Perusahaannya saja sudah merasa sangat beruntung?” ucap om Lukas yang kelihatan bodohnya.
“ Itulah sayang yang menjadi kelemahan mu, hingga warisan dari orang tuamu pun terjual dan tidak bisa berkembang seperti halnya perusahaan kak Ardi. Ternyata kamu memang bodoh. Lalu bagaimana kalau ternyata jumlah hutang perusahaan lebih besar dengan jumlah piutangnya?” tanya Tante Lusi yang semakin geram.
Tante Lusi yang kesal langsung meninggalkan Om Lukas yang berada di ruang kerjanya. setelah apa yang dikatakan oleh Tante Lusi, Om Lukas baru sadar kalau dirinya memang benar-benar bodoh. Tidak lama kemudian Om Lukas langsung menelepon bagian audit untuk memeriksa semua aset yang ada di perusahaan PT Tegar Abadi. Dan benar saja apa yang disampaikan oleh Tante Lusi ternyata memang kondisinya sama persis dimana jumlah utangnya lebih besar daripada jumlah piutang nya.
Hutang yang dimaksud itu adalah hutang di mana tender-tender perusahaan tersebut belum terselesaikan secara maksimal. Sedangkan Tidak mau tahu dengan pergantian kepemilikan yang terjadi pada perusahaan. Sehingga semua tender yang belum terselesaikan harus diselesaikan oleh pemegang perusahaan yang baru.
Om Lukas langsung lemas berada di depan meja kerjanya. Om Lukas pun akhirnya meminta kepada pihak audit untuk mengedit semua kekayaan yang masih ada pada perusahaan tersebut. dan setelah diaudit ternyata perusahaan yang saat ini dia sedang hanyalah sebuah nama saja karena semua aset dan kekayaan sudah dipindahkan seminggu yang lalu di perusahaan yang sekarang Tegar jalankan.
Om Lukas langsung menggebrak mejanya, om Lukas merasa dirinya sangat dibohongi oleh di dan Tegar. “Kak, Kenapa sih kamu Yang sudah meninggal pun sangat menyusahkan aku. kamu bener-bener kakak yang tidak bertanggung jawab,”gumamnya lirih sambil sekali-kali mengusap kepalanya yang sudah nampak memutih rambut nya.
“Aku bersumpah, aku membuat anak keturunan menjadi tidak bahagia. aku akan tetap berusaha merampas kekayaan yang dimiliki oleh Tegar. Apapun akan aku lakukan,” Batin Om Lukas yang bergejolak dan berontak yang tidak pernah jera dan selalu dikuasai oleh hawa *****.
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.
__ADS_1