
Sementara itu Dilla di kamar mandi, membenahi Make up nya yang mulai sedikit luntur. Setelah keluar dari kamar mandi Dilla hendak menghampiri Tegar kembali. Namun tiba-tiba ada seorang wanita separuh baya yang menghampirinya.
"Hai nona, berhentilah! Pasti kau yang telah mencuri perhiasan aku ya?” ucap wanita paruh baya tersebut yang tiba-tiba menuduh Dilla tanpa alasan yang jelas.
“Maaf Ibu mana bisa saya mengambil perhiasan anda. Aku juga tidak mengenal Anda. Dan dari tadi saya disini bersama calon suami saya , "ucap Dilla membela dirinya, namun wanita paruh baya tersebut berkeras menuduh Dilla dan mengatakan kalau perhiasan yang dicarinya ada di tas Dilla .
“Hai, satpam, periksalah tas nona ini aku yakin perhiasan aku ada di tasnya,” ucap wanita itu tanpa tahu kalau Dilla itu merupakan kan calon istri dari pak Tegar pemilik restoran tersebut.
Satpam yang bertugas nampak bingung, karena dia tahu kalau sesungguhnya Dilla datang bersama pak Tegar pimpinannya.
“Sudahlah Pak, Laksanakan perintahnya! Aku tidak masalah, karena aku tidak mengambilnya,” ucap Dilla penuh percaya diri. Satpam pun mengikuti perintah Dilla, mereka nampak terkejut ternyata perhiasan yang dicari berada di tas Dilla. Dilla menghela nafasnya, dia tidak tahu bagaimana bisa perhiasan itu berada di dalam tasnya.
Karena marah beberapa wanita yang ada disekitar Dilla hendak memukulnya. Dilla sangat ketakutan berusaha menghindar dari amukan beberapa wanita yang ada disekitarnya. Dilla berlari keluar hingga sampai di halaman restoran. Beberapa wanita yang sempat mengejarnya menarik rambut Dilla dan memukulinya hingga Dilla pingsan.
Sementara itu itu, Tegar yang mencarinya di kamar mandi langsung panik karena Dilla tidak ada ada di tempatnya. Tegar langsung menanyakan kepada karyawan yang ada di sekitar toilet. Karyawan yang tahu akan keberadaan Dilla sangat ketakutan melihat Tegar yang panik.
“Maaf Pak, bu Dilla lari keluar karena dikejar beberapa ibu-ibu yang menganggapnya mencuri perhiasan seorang wanita paruh baya,” ucap sang karyawan penuh ketakutan.
"Apa kamu bilang, kenapa bisa terjadi seperti itu! Bukankah di sini banyak CCTV yang bisa mendeteksi nya! Ayo tunjukan dimana Bu Dilla !” perintah Tegar penuh rasa kuatir terhadap keselamatan Dilla . Sang karyawan pun menunjukkan kemana arah bu Dilla pergi .
Tegar langsung berlari menuju halaman. Tegar sangat panik melihat beberapa orang bergerombol mengerumuni seseorang. Tegar menyibak keramaian tersebut dan dan mengusir beberapa orang yang telah mengerumuni Dilla yang pingsan.
__ADS_1
“Sayang apa yang terjadi denganmu?” Tegar menggendong Dilla menuju ruangan khusus yang memang diperuntukkan untuk dirinya jika berkunjung di restoran tersebut.
Tegar menelpon dokter keluarga agar hadir ke restorannya. Tidak berlama-lama kemudian dokter datang dan memeriksa Dilla. Dokter pun mengobati beberapa luka yang ada ada di wajah Dilla .
“Ini tidak masalah lukanya, karena hanya luka luar saja. Dia pingsan karena trauma melihat darah yang keluar dari lukanya ,” jelas dokter kepada ada Tegar. Karena lukanya tidak begitu mengkawatirkan dokter hanya memberinya obat luar untuk dioleskan pada lukanya. Setelah dirasa tidak ada yang mengkuatirkan dokter pun berpamitan untuk pulang.
Sesaat setelah kepergian sang dokter, Dilla pun sadar dari pingsannya. Dilla menangis sesenggukan hingga Tegar merengkuhnya dalam pelukannya.
"Sayang, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu. Nanti aku yang akan mengusut permasalahan ini hingga menemukan siapa yang menjadi biang kerok yang telah memfitnah kamu,” ucap Tegar menenangkan Della.
“Hik…, hik…, mereka jahat kak. Aku tidak mengerti dan aku juga tidak tahu kenapa perhiasan itu bisa berada di dalam tasku,” ucapnya tersendat-sendat karena memang Dilla sedang menangis.
“ Sayang, tenangkan lah dirimu mu. Aku akan menjagamu disini, sekarang sudah tidak ada lagi orang yang berniat melukaimu. Tidurlah, aku akan pergi sebentar mengurus permasalahan ini,” ucapnya lirih dengan penuh kasih sayang, pelan-pelan membaringkan Dilla tidur di ranjang yang berada di ruang kerjanya.
Tegar langsung mencari manajer restoran dan memeriksa CCTV yang ada di restoran tersebut. Tegar dengan teliti melihat setiap detik rekaman yang ada di restorannya. Tidak berapa lama kemudian Tegar melihat gerak-gerik yang tidak jelas yang dilakukan oleh Wendy.
Tegar juga tidak lupa menelepon polisi untuk mengusut tuntas masalah tersebut.
“ Selamat siang untuk semua rekan-rekan yang telah hadir di acara ini titik saya selaku tuan rumah sekaligus pemilik restoran ini meminta maaf atas kejadian yang tidak diinginkan kan seperti tadi. saya selaku pemilik restoran sekaligus tunangan dari ibu Dilla akan mengklarifikasi bahwa sesungguhnya Kejadian ini hanyalah bentuk fitnah seseorang yang tidak suka terhadap kebahagiaan saya dengan calon istri saya. Saya menyatakan bahwa sesungguhnya Ibu Dilla tidak bersalah,” Ucap Tegar di atas mimbar sebagai seorang laki-laki yang membela wanitanya.
“ Kalau tidak bersalah, lalu kenapa perhiasan itu bisa berada di dalam tasnya?” teriak wanita paruh baya yang tadi menuduh Dilla diikuti oleh ibu-ibu yang lain.
“Baiklah saya akan membuktikannya. Coba semuanya kalian lihat video ini!” ucap Tegar penuh dengan keyakinan. Semua orang memandangi video tersebut, mereka sangat terkejut ternyata Dilla memang korban fitnah dari Wendy dan ibu paruh baya yang menuduh Dilla. mereka tidak menyangka bahwa wanita terhormat seperti Wendy mau melakukan hal kotor untuk memfitnah Dilla .
__ADS_1
Wendy yang tahu kejahatannya terbongkar, hendak melarikan dirinya menuju keluar restoran. Namun di pintu depan restoran sudah nampak beberapa anggota kepolisian untuk menangkapnya. Wendy yang panik langsung kembali menemui Tegar dan berlutut di hadapannya.
“ Tegar sayang, aku mohon maafkanlah aku. Aku melakukan ini karena aku iri terhadap nya yang bisa membuatmu jatuh cinta hingga kamu lebih memilihnya daripada aku,“ ucap Wendy yang berlutut dihadapan Tegar.
"Pak Tegar, wanita seperti itu jangan diberi ampun. "teriak beberapa wanita istri pengusaha yang tegar undang.
“ Dengarkan Wendy. Masalah ini adalah masalah hukum. Dan yang lebih membuatku aku tidak percaya adalah sahabatku ku yang kukenal baik mampu melukai calon istriku yang sangat aku cintai "ucap Tegar yang menahan rasa marahnya hingga dia berusaha mengalihkan pandangannya terhadap sahabatnya tersebut.
Namun di luar dugaan nya tiba-tiba Yosep datang dan menghampirinya untuk memohonkan ampun Wendy kepada Tegar. Tegar sesungguhnya merasa kecewa terhadap tingkah Yosep namun dalam hatinya mungkin Windi akan berubah jika Mereka berdua bersatu dalam suatu pernikahan.
“Sesungguhnya aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum. kan meminta pengampunan atas dirimu m aku maka aku akan mencabut masalah ini dengan satu syarat?” ucap Tegar yang yang sesungguhnya menyayangkan Kejadian ini.
“ Syaratnya itu apa? Aku akan melakukannya!” ucap Yosef untuk menyakinkan Tegar.
“Syarat ini tidak hanya untuk kamu saja tetapi juga untuk Wendy. " ucap tegas Tegar hingga membuat Wendy takut kalau syarat tersebut sangat sulit dia lakukan.
“ oke, aku akan kan berusaha memenuhi syarat yang akan berikan! "ucap Nindy yang masih berlutut dihadapan Tegar tidak
“ Aku ingin kalian menikah dan setelah menikah aku berharap kalian dapat hidup berbahagia ada sehingga bisa menerima kekurangan satu sama lainnya, "ucap ucap Tegar yang sangat di diharapkan oleh Yosep.
“Itu terlalu berat untuk ku, Aku Memang mencintai Wendy. tapi aku tidak mau kalau Wendy terpaksa menikah denganku. dan aku tidak mau mau mem beratkan Mindi untuk mencintaiku. "ucap yang sekaligus sebenarnya menekan Wendy untuk menerimanya titik Karena bagaimanapun Yosep tahu bahwa Mindy ku untuk menolak permintaan Tegal.
Wendy yang tahu posisinya langsung berucap: "oke, aku akan memenuhi permintaanmu. tapi aku mohon cabutlah perkara ini sehingga aku tidak mendekam dipenjara, "ucapnya sungguh-sungguh.
__ADS_1
Demikianlah akhirnya Tegar bisa menyatukan Usep dengan Windi menjadi di sebuah keluarga yang sebenarnya memang sangat diharapkan oleh Josep.
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.