Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Serangan Balik


__ADS_3

Berita heboh yang memuat tentang Tegar sang penguasa PT Tegar Abadi bersama dua bocah kembar sudah terhapus berkat Setya. Tegar, Dimas bahkan sang kakek sangat mengagumi ketrampilan kedua bocah kembar tersebut.


“Om tampan, bagaimana jadi tidak kita membuat serangan balik? Paling tidak kita serang perbuatan mereka dengan meretas data-data perusahaannya?” tanya Setya kepada Tegar. Tegar yang memang dari dulu mempunyai sifat pendendam tanpa pikir panjang langsung mengiyakan.


“Buk…, dasar orang tua tidak bisa mendidik anak. Jangan nak, janganlah kau turuti apa perkataan om tampan ya! Biarkanlah dunia yang membalasnya.” perintah kakek Ardi kepada Setya.


“Tapi aku suka kek, aku juga ingin membalas sakit hati mamaku kepada mereka yang telah mengusir mamaku dan merenggut kebahagiaannya,” ucap Setya yang di dukung oleh sang kakak.


“Iya kek, pasti itu seru! Kita cukup bertualang di dunia medsos saja, jadi kita bisa menjatuhkannya secara pelan-pelan. Bagaimana kek? Kakek juga harus mendukung kita dong, karena mereka yang telah mengusik kita lebih dahulu,” ucap Yasa yang antusias seperti Setya.


“Terserah kalian saja, tapi ingat janganlah rasa dendam menguasai dan mengendalikan kalian? Itu tidak baik, apalagi kamu Tegar, kamu sebagai seorang ayah dari mereka harus bisa mengarahkan anak itu agar kedepannya hidupnya tidak rusak karena ditumbuhi dengan rasa dendam,” ucap sang kakek bijak.


“Siap kakek, aku dan kakak tahu kok batasannya. Paling-paling hanya membuat mereka miskin dan hidup di jalanan,” ucap Setya semakin sadis di dengar.


“Setya, apa yang kamu bicarakan nak! Bener-bener kamu mirip…?” ucap kakek Ardi menghentikan ucapannya.


“Mirip siapa kek?” tanya Setya yang terus memburu pernyataan sang kakek.


“Itu lo nak, mirip kakek waktu kakek se usia kamu, makanya kakek tidak ingin kalian berbuat seperti itu kepada orang lain. Dulu karena kakek dikuasai oleh dendam yang membara, kakek hampir mencelakai seseorang dan membuat seseorang yang paling dekat dengan kakek meninggalkan kakek,” ucap kakek yang memang sengaja menyindir putranya.


“Astaga, seperti itu kah kek?” tanya Yasa yang merespon ucapan kakeknya.


“Iya nak, kalau tidak percaya tanya itu om tampan!” perintah kakek kepada cucunya hingga membuat Tegar gelagapan tidak menjawab karena menerawang ke kehidupannya tempo dulu.

__ADS_1


“Betul nak, memang seperti itu! kita batalkan saja rencana kita ya?” Tegar takut dengan kakek Ardi yang berada di dekatnya.


“Nanggung om, sedikit sajalah. Kalian lihat saja ya?Aku jamin mereka tidak bisa melacak keberadaan kita. Klik…, nah berita paling panas dan hot sudah terkirim,” ucap Setya penuh percaya diri hingga membuat semua orang kaget.


“Setya? Serius nak?” tanya Tegar dan Dimas secara berbarengan karena kaget.


“Serius lah, coba kalian klik berita hari ini. Skandal Pengusaha Wanita dengan orang terkenal di pemerintahan untuk memuluskan tendernya,” ucap Setya serius.


Dimas dan Tegar secara bersama mencari berita tersebut, demikian juga si kakek. “Astaga serius nak, bagaimana kalau berita ini diusut polisi nak?” tanya kakek cemas kalau cucunya akan terciduk kasus dengan polisi.


“Santai kek, mereka tidak akan tahu, dan aku rasa mereka juga tidak akan mengusutnya karena kasus ini benar adanya,” ucap Setya menjelaskan kepada tiga lelaki dewasa yang ada di depannya. Mereka semakin serius membicarakan maslah tersebut namun tiba-tiba mereka dikejutkan oleh Dilla yang masuk menghampiri mereka.


“Anak-anak ayo kita pulang, mama ada pekerjaan yang harus mama selesaikan,” ucapnya.


“Baiklah kalau begitu mama pulang. Dan ingat setelah selesai, lekas lah pulang. Kalau tidak uang jajan kamu aku potong,” ucapnya yang memang terkesan mengancam putranya.


“Baik ma, aku dan kakak akan pulang tepat waktu. Tapi jam 17.00 wib ya? Soalnya aku masih ingin bersamanya, membuat penelitian ini kira-kira om tampan cocok jadi papaku dan suami mama apa tidak?” bisik Setya di telinga mamanya namun terdengar juga oleh semua orang yang ada di sekitarnya.


Kakek Ardi yang mendengarnya langsung terkekeh. “Kau itu memang anak jenius nak, kalau boleh tahu misalnya papa kamu bukan idaman kamu bagaimana?” tanya sang kakek.


“Itu gampang kek, Setya itu memang ahli di semua hal termasuk menjinakkan om tampan yang pendendam,” ucap Yasa menyambung pembicaraan mereka.


“Ha…, ha…., menjinakkan bos? Emang bos kenapa harus dijinakkan nak?” tanya Dimas ikut mencari tahu.

__ADS_1


“Karena om tampan suka seenaknya dan tidak bisa mengontrol emosinya sehingga jadi pendendam. Dan satu lagi dia suka berganti-ganti pasangan. Makanya untuk jadi ayah aku harus jinak dulu apalagi sama mama tidak boleh kasar dan menyakiti hatinya untuk main perempuan,” ucap Setya membuat semua orang terkekeh dengan ucapannya.


“Ha..., ha…, kamu tahu semuanya nak? Tentang om Tampan?” ayah Ardi cemas kalau mereka sudah mengetahui kalau sebenarnya yang mereka sebut om Tampan itu adalah ayahnya.


“Tahulah, bahkan korban-korban om tampan yang banyak, aku juga tahu,” ucap Setya yang kembali memantau perkembangan beritanya.


“Wah bener-bener ampuh beritanya dalam waktu setengah jam semua saham PT Sanjaya merosot drastis. Aku jamin mereka akan segera bangkrut berlahan-lahan. Apalagi kalau kak Yasa terjun di investasi onlinenya. Pasti dalam semalam mereka akan menangis karena nilai jual saham mereka semakin merosot. Dan kakak akan membelinya hingga akhirnya bisa merebut kepemilikan perusahan tersebut karena yang berhak mengelolanya memang mama,” ucap Setya.


“Ok, tidak apa-apa. Nanti kita lanjutkan. Kau antar mamamu dulu ke halaman depan nak, kasihan mamamu kecewa,” nasehat kakek kepada cucunya.


“Siap, ayo kak!” Setya langsung menggandeng kakaknya kemudian mencari Dilla yang sudah berada di ruang tengah.


“Mama, ayo aku antar di depan, mama jangan marah ya? Kita lagi berusaha membangun kerajaan bisnis kita bersama om tampan,” kata Setya langsung menggandeng mamanya.


“Ok, mama izinkan tapi kamu tidak boleh nakal. Kamu harus nurut sama orang yang lebih tua, terutama sama kakek Ardi ya?” ucap Dilla kepada kedua putranya dilanjutkan pamit mohon diri.


“Nak, pikirkan pesen ayah ya?” Ingat jangan lama-lama, nanti keburu tua. Si kembar juga butuh adik lagi,” bisik ayah Ardi kepada Dilla hingga muka Dilla merah menahan malu.


“Tuh ma, dengarkan apa kata kakek. Mama juga jangan egois, pikirkan aku dan adik juga ya?” ucap Yasa kembali bergelayut di lengan om tampan.


“Juga om tampan,” ucap Yasa lirih dengan harapan tidak di dengar oleh mereka.


“Bagus nak, dukung om tampan ya? untuk menaklukan hati bundamu,” ucap Tegar penuh percaya diri karena ada dukungan dari si kembar.

__ADS_1


“Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.


__ADS_2