Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Kebahagiaan Semakin Lengkap


__ADS_3

Genap 3 bulan pernikahan Almaira dan Ibra membawa kebahagiaan tersendiri bagi Mama Dilla dan papa Tegar.  Almaira yang tinggal bersama suaminya kini berada di rumah mama Dilla. Almaira yang merupakan anak bungsu masih selalu mengingat mamanya Jadi hampir tiap minggu Amira dan suaminya sering berkunjung ke rumah mamanya.


Khusus hari ini tanpa direncana semua anak mama Della beserta cucu-cucunya hadir di rumah mereka.  Semua keluarga nampak senang karena hari ini semuanya berkumpul di kediaman Mama Dilla dan Tegar.  Mama Dila sedang asyik bercanda dengan cucu-cucunya sedangkan papa Tegar sedang bermain catur dengan Putra kembarnya dan menantu kesayangannya.


 Suasana riuh dan ramai di rumah Mama Dilla tidak membuat mereka merasa terganggu akan tetapi justru membuat mereka senang dan bahagia. Masng-masing putra kembar Mama Dilla memiliki dua anak jadi  cucu Mama Dilla ada 4 orang.  di tengah mereka bercanda dengan nama Dilla tiba-tiba amarah mendekati Mama Dilla dan membisikkan sesuatu kepada Mama Dilla.


“Ma…, aku pusing sekali! Aku akahir-akhir ini juga mual dan ering muntah,” ucap Almaira polos. Mama Dilla melotot ke Almaira kemudian mengatakan kalau sebenarnya dirinya sedang hamil. Tapi Almaira tidak percaya dengan perkataan mama Dilla.


“Sayang kamu itu benar-benar gak ngerti apa memang tidak tahu!” ucap mama Dilla kepada putrinya, kemudian mama Dilla memanggil menantunya Ibra. Ibra yang berada di dekat papa Tegar langsung undur diri.


“Iya ma, ada apa?” tanya Ibra tidak mengerti tiba-tiba mama Dilla memanggilnya.


“Nak, kamu sudah periksakan Almaira ke dokter apa belum?”  tanya Mama Dilla kepada Ibra. Ibra tidak mengerti dengan pertanyaan Mama Dilla.  Ibra tampak bingung sambil melihat Almaira.


“Sayang…, kamu kenapa? Ada yang salah dengan kamu?” tanya Ibra pada istrinya.


“Ini kak aku cerita ke mama kalau aku sering mual dan muntah!” ucap Almaira kepada suaminya.


“Astaga sayang,  kenapa kamu tidak bilang?  Mulai kapan?”  tanya Ibra kepada istrinya. Almaira  menjelaskan kalau dirinya mulai merasakan itu ketika Ida bertugas ke luar kota.  Ibra menghela nafasnya dengan berat karena istrinya tidak mau berbuka dengan dirinya.  Kemudian Ibra mengajak Almaira pergi ke dokter.


“SAyang ayo kita ke dokter! Aku yakin kamu pasti…?” ucap Ibra tidak dilanjutkan perkataannya karena takut diagnosanya salah.


“Pasti kenapa sayang?”  tanya Almaira penasaran kepada suaminya. Ibra  tidak menjawab sama sekali pertanyaan Almaia dan langsung izin kepada mama Dills untuk membawanya ke rumah sakit.


“Ma…, ayo ma kita makan! Ini aku bawakan kepiting kesukaan mama!” ucap istri Abisetya tiba-tiba muncul daiantara mereka. Namun tiba-tiba Almaira merasa mual dan pusing dengan seketika berlari pergi ke kamar mandi diikuti oleh suaminya Almaira muntah-muntah tidak jelas dan wajahnya semakin pucat pasi. Ibra berada di dekatnya dan berusaha memberi minyak kayu putih untuk Almaira. Namun apa yang dirasakan Almaira tidak juga berhenti.

__ADS_1


“Sayang…, wajah kamu pucat sekali!” ucap Ibra terus mengoleskanminyak tersebut di tengkuk Almaira. Namun tiba-tiba Almaira terjatuh dalam pelukannya. Ibra Sangat panik dengan keadaan istrinya kemudian minta tolong kepada Mama Dilla agar membantunya menyiapkan kamar Almaira. Ibra langsung menggendong Allmaira menuju kamarnya.


“Sayang,  hayo lekas sadar!”  sambil memberi minyak kayu putih di hidungnya, Ibra panik kemudian memanggil-manggil Almaira.


“ Nak, kamu panggilkan dokter saja! Aku yakin Almaira itu hamail!” ucap mma Dilla sekaligus untuk mengetahui kehammilan istrinya. Almaira masih saja tidak sadarkan diri.


Sementara itu semua orang panik memikirkan Almaira termasuk kakaknya yang dokter kemudian Abisetya memeriksa keadaan adiknya. Denyut nadinya yang dicek di tangan Almira menunjukkan bahwa denyut nadinya lemah.


“Selamat, sebentar lagi kamu akan menjadi ayah!” ucap Setya kepada adik iparnya namun sahabatan sejak kecil. Ibra teriak kegirangan dan langsun memeluk istrinya yang sudah mulai siuman.


“Sayang terimaksih ya? Kamu sekarang hamil dan akan jadi ibu dari anak kita! Buah hati kita!” ucap Ibra kegirangan dan langssung mencium istrinya yang masih berbaring. Mama Dila dan papa Tegar nampak senang karena sebentar lagi dirinya akan menambah cucu dari putri kecilnya. Kebahagiaan mama Dilla nampak lengkap ketika mendengar putri kecilnya sedang mengandung buah hatinya dari Ibra. Mama Dilla langsung duduk di sebelah Almaira untuk memberinya support.


“Pa besok kamu kumpulkan semua orang untuk selamatan di sini!” ucap mama Dilla kepada suaminya. Tegar hanya bisa mennganngukan kepalanua sebagai tanda setuju dengan utusan mamanya.


Kelaurga Besar Papa Tegaar dan  mama Dilla sangat bahagia, kebahagiaain semakin lengkap dengan kehamilan Almaira. Meskipun baru kehamilannya namun itu merupakan hal yang sangat bik untuk keluarga mereka. Semua orang turut merasakan kebahaagiaan mereka.


Almaira dengan cepat melingkarkan tanganya bergelayut manja di leher Ibra.


Sesampainya di rumah sakirt Almaira langsug mendapatkan penanganan. Almaira dimasukan di klinik kandungan dan tidak berapa laama dokter spesialis kandungan datang yang ternyata teman seangkatan Ibra.


“Ibra…, ini istri kamu ya? Cantik!” ucap dokter terrsebut dengan tujuan menggoda Ibra. Ibra nampak manyun dengan kelakuan temannya itu.


“Dasar dokter mesum,  bercandanya kelewatan?” ucap Ibra protes tehadap temannya itu. Dokter tersebut terkekeh mendengar omelan Ibra. Dan tanpa basa-basi langsung memeriksa Almaira dengan USG. Dan untuk mengobati rasa kesal Ibra, Sang dokter menunjukkan hasil USG kepada Ibra.  Ibra melihat bahwa di dalam kandungan Almaira sudah nampak seperti janin tapi belum terbentuk sempurna.


“Wih…, benar-bnar top cer dan mantap kamu! Selamat ya, kau harus bisa menjaga istri kamu biar janinnya tumbuh sehat!” ucap dokter tersebut memberinya peringatan.

__ADS_1


“Sial! Kamu pikir aku itu apa? Aku kan juga dokter jadi aku pastikan istriku dan anakku akan aku jaga dengan baik!” Ucap Ibra kepada sahabat.  Setelah mereka berdoa berbincang-bincang terkait dengan kehamilan Amira kemudian sang dokter izin pergi meninggalkan mereka.


Ibra pun memanfaatkan keadaan itu Dengan menelpon kepada Mama Dilla dan memberitahunya bahwa Almira benar-benar hamil.  Setelah memberitahu ke keluarga istrinya,  Ibra juga menelpon kedua orang tuanya.


 Sementara itu Mama Dilla yang mengetahui bahwa putrinya benar-benar hamil, maka secara spontan Mama Dilla mengajak papa Tegar untuk pergi ke panti  asuhan melihat anak-anak dan mengajaknya makan-makan di restoran miik keluarganya.


Sementara itu Ibra yang senang juga berencana mengunjungi panti asuhan milik yayasan mama Dilla. Dan sebagai tanda rasa syukurnya Ibra dengan sukarela membantu kegiatan syukuran masal bersama mertuanya dengan anak -anak panti. Ibra menghadiahkan sebuah mobil untuk operasional kegiatan panti. Ibra berharap nanti mobilnya bisa bermanfaat untuk anak-anak panti. Ibra kembali menciumi istrinya dengan perasan senang dan bahagia.


Demikianlah keluarga Tegar dan Dilla semakin tenang dan tentram hingga mereka bisa berkumpul bersama putra-putrinya dan anak cucu mereka. Bahkan dalam kehidupan selanjutnya mereka selalu bahagia dan saling mendukung satu sama lainnya.


“””””TAMAT”””””


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Jangan lupa tetap ikuti karya-karya Arshie_ge yang lain! Kalau waktu longgar boleh lo kepo tentang cerita kita yang lain 👍



Misteri Menantu Pengganti


2. Terjerat Cinta Satpol PP Arogant


3. Terjerat Pesona Om Tampan


4. Takdir Panglima Amnesia


5. Si Buruk Rupa Mengejar Cinta

__ADS_1



__ADS_2