Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Ulang Tahun


__ADS_3

Setya dan Yasa bersama dengan Tegar serta Dimas ke luar kantor menuju parkiran. Mereka meluncur ke hotel milik Abiyasa Group. Tegar meminta Dimas untuk pergi ke toko perhiasan untuk membelikan hadiah Dilla. Dimas menuruti permintaan bosnya.


Tegar memilih liontin mewah yang bagus dan sangat elegan, harganyapun sangat fantastik bahkan untuk beli villa pun bisa. Setelah membeli perhiasan mereka menyempatkan diri mampir ke butik dan membeli pakaian untuk anaknya dan dirinya dengan warna yang senada. Penjaga toko sangat mengagumi mereka.


“Pak, putranya cakep betul, o... ya mamanya mana? Kalau tidak ada kami siap kok jadi pengasuh putranya sekaligus…?” goda pemilik butik kepada Tegar.


“Sekaligus papanya maksudnya mbak? Wah anda tidak akan bisa mbak? Karena papanya hanya menyerahkan hatinya untuk mama kedua anak ini!” jelas Dimas mematahkan semangat dari pemilik butik.


“Wah…, terlambat dong aku? Kalau begitu sama masnya saja ya?” ucap pemilik butik lesu.


“Ha…, ha…, mana bisa begitu mbak? Aku sudah mau menikah!” jawab Dimas asal dan tiba-tiba Dimas melihat Mita lewat dan langsung menghampirinya.


“Mita apa kabar? Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Dimas yang sudah menghampiri Mita.


“Ini aku lagi beli gaun, hari ini bos Dilla ulang tahun, kamu sendiri ngapain disini?” tanya Mita balik, belum sampai Dimas menjawab Setya menghampiri mereka dan nyerocos dengan ocehannya.


“Tante Mita bagaimana dengan baju aku? Cocok tidak dengan baju yang dipakai mama nanti?” tanyanya hingga membuat Mita mengingat saat mereka memesan gaun untuk bos besarnya.


“Cocok kok, warnanya senada dengan baju mama kamu. Pokoknya the best deh buat kalian yang selalu tampil modis dan cool,” ucap Mita yang selalu membuat senang kedua bocah itu. Setya yang senang langsung bergelayut manja kepada Mita dan menarik-narik tangan Mita agar berjongkok mendekatinya. Kemudian Setya mencium pipi Mita.


“Terimakasih tante? Tapi bolehkah aku minta tolong? Bisakah tante memilihkan baju untuk om Dimas? Kasihan om Dimas dari tadi belum menemukan baju yang cocok untuknya,” ucap Setya yang membuat pipi Mita memerah karena menahan malu.

__ADS_1


“Setya, om bisa pilih sendiri kok. Ini om sudah dapet bajunya!” ucap Dimas yang tidak tega melihat Mita merona menahan malu.


“Ayo Dim, kita berangkat. Lo ada Mita juga to? Terus Dilla siapa yang menemani di hotel?” tanya Tegar cemas.


“Rara pak, tadi kan Rara longgar karena si kembar bersama dengan pak Tegar.” Jawabnya santai karena memang dirinya tadi sudah izin dengan Dilla.


“Ok ayo kita berangkat. Yasa dan Setya cepetan nak, nanti mama kamu keburu ngambek,” perintah Tegar kepada si kembar.


“Siap om tampan, ayo kita berangkat!” mereka berempat langsung berangkat menuju hotel dan diikuti oleh mobil Mita. Tidak berapa lama mereka sampai di Hotel. Tegar menggandeng kedua bocah kembar itu dengan kanan dan kiri tangannya. Mereka sangat mirip dan memiliki gaya yang sama. Semua pegawai hotel dan tamu undangan sangat menyakini kalau kedua bocah kembar itu memilki hubungan ikatan darah dengan Tegar.


“Selamat ulang tahun mama, semoga mama berjodoh dengan om tampan,” ucap Yasa sambil mencium kedua pipi Dilla diikuti oleh Setya. Tegar yang berada di dekat mereka langsung ikutan mencium pipinya. Tegar pun langsung memberikan hadiahnya kepada Dilla.


“Terimakasih!” jawabnya singkat. Tidak lama kemudian MC mengatakan kalau acara akan segera dimulai. Dan acara tiup lilin dan potong kue dilakukannya. Dilla memotong kuenya, dan memberikannya kepada kedua putranya. Acara pun berlangsung dengan sangat meriah. Irfan yang berada di acara tersebut langsung menuju ke podium dan menyanyikan lagu cinta untuk Dilla.


Tegar yang berada di situ merasa sangat tersaingi dengan Irfan. Setelah Irfan turun dari panggung Tegar pun langsung berdiri dan naik ke panggung untuk menyanyikan lagu cinta untuk Dilla. Suara Tegar yang merdu dan kepiawaiannya bermain gitar membuat semua orang terpesona. Tatapan mata Tegar tidak lepas memandang Dilla hingga membuat semua tamu berteriak histeris. Dan yang lebih heboh Tegar mendekatkan dirinya mendekati Dilla. Dilla pun nampak gugup dengan kedekatannya bersama Tegar.


Irfan yang sengaja membakar api cemburu Tegar dengan tiba-tiba mengajak dansa Dilla. Dilla pun mau berdansa dengan Irfan, sekaligus ingin melihat perasaan Tegar sesungguhnya.


Irfan berdansa dengan lembut dan begitu dekat dengan Tegar. Mereka kelihatan sangat romantis tanpa memperhatikan sekelilingnya. Tegar yang merasa cemburu langsung memanfaatkan situasi dan menggandeng Rara untuk dansa. Rara santai saja karena tahu kalau Irfan sengaja membuat panas Tegar. Namun Irfan yang memiliki rasa sayang


Entah mengapa Rara tiba-tiba berada di tangan Irfan dan berdansa dengan sangat romantis, sedangkan Dilla berada dalam pelukan Tegar. Mereka menikmati acara dengan baik disusul oleh Dimas yang berdansa dengan Mita. Ketiga pasangan tersebut nampak memukau semua undangan yang hadir.

__ADS_1


Yasa dan Setya sangat senang melihat kedekatan kedua orang tua mereka. Bahkan Yasa dengan sangat sengaja merekam mereka. “Dik, lihatlah om tampan sangat cocok dengan mama kita, bagaimana kalau om tampan kita suruh segera melamar mama kita?” ucap Yasa yang masih dengan kameranya memotret dan memvidio mereka.


“Kak, aku punya ide. Bagaimana kalau kita matikan lampu. Biar mama tetap dalam pelukan om tampan. Mama kan takut gelap pasti spontan mama akan memeluk om tampan,” ucap Setya dengan ide nakalnya.


“Boleh dik, ayo kita temui bagian instalasi listrik di hotel kita ini,” Yasa langsung bergerak ke luar ruangan disusul oleh Setya. Mereka langsung menuju bagian instalasi listrik dan memerintah kepada mereka untuk segera mematikan saklar pengendali listriknya.


“Maaf tuan muda, kami takut kalau nanti dipecat oleh nyonya,” ucap mereka ketakutan.


“Aku rasa mereka tidak akan memecat mu, nanti aku yang menanggung kamu kalau dipecat oleh mamaku!” ucap Setya percaya diri.


Sementara itu Mita dan Dimas yang tahu gerak gerik mereka langsung mengikutinya dari belakang. “Lihat mereka anak kembar yang sangat menjengkelkan dan super jenius!” ucap Mita kepada Dimas.


“Aku rasa itu wajar karena mereka menginginkan keluarga yang utuh. Mereka tentunya akan berusaha maksimal untuk mendapatkannya! Biarkanlah mereka melakukannya. Aku setuju dengan ulah mereka kalau perlu kita dukung mereka untuk menyatukan kedua orang tuanya,” ucap Dimas sambil melirik Mita.


“Iya kak, tapi sebaiknya kita jangan terlalu banyak campur tangan tentang urusan mereka. Lebih baik kita diam dan mengurusi urusan kita sendiri?” Mita dengan percaya diri menjelaskan kepada Dimas.


“Kita? Aku dan kamu maksudnya? Bolehlah, minggu depan aku melamar kamu ya?” ucap Dimas membuat wajah Mita merona menahan malu. Namun belum sempat mereka berbicara lebih jauh tiba-tiba lampu mati. Mita langsung memeluk Dimas dengan spontan.


Demikian juga Dilla langsung memeluk Tegar sambil memekik ketakutan. “Kak, gelap sekali. Aku takut,” Tegar dengan sigap memeluk dan membelai rambutnya sambil membisikan sesuatu.”Dik, bolehkah aku menjagamu? Dan bolehkah aku menjadi penerang hidupmu selamanya?” tanya Tegar pada Dilla tapi belum dijawab oleh dilla tiba-tiba listrik menyala dan spontan Dilla menjauh dari Tegar.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2