Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Kebersamaan


__ADS_3

Tegar terbangun dari tidurnya, kemudian menoleh ke samping kanannya terlihat kedua bocah kembar sedang tertidur pulas. Tegar pelan-pelan membangunkan kedua bocah tersebut. Yasa dan Setya mengerjap-ngerjapkan matanya kemudian pelan-pelan beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Tegar mengikuti meraka dan menyiapkan air untuk mandi.


Tegar sedang bercanda dengan mereka, Yasa dan Setya senang bersama dengan Tegar hingga mereka bertiga mandi bersama. Setya yang manja selalu mencari perhatian Tegar. “Om Tampan, nanti malam menginap di sini ya? Aku ada tugas dari sekolah untuk membuat video bersama papa dan mama. Om tampan mau kan jadi papa kita?” tanya Setya penuh harap.


“Ok. Tidak masalah om tampan bisa bantu kalian, tapi apakah mama kalian mau menerima o tampan?” tanyanya kepada kedua bocah tersebut.


“Mama? Aku rasa kalau demi kedua putranya mama pasti akan setuju. Dan lagi om tampan sangat cocok jadi papa kita. Om tampan sangat mirip dengan kita,” Yasa menjawab dengan senang.


“Ok, kalau begitu. Om tampan setuju. Dan nanti om tampan akan telpon om dimas untuk membantu membuat vidio nya! Ayo kamu lanjutkan mandinya dan kita segera melihat mama,” Tegar dengan sabar menggosok badan mereka dengan sabun dan tidak lupa membersihkan rambut mereka.


Setelah selesai mandi Tegar mengganti baju mereka dengan baju santai dan mengajaknya ke kamar Dilla. Dilla masih bermalas-malasan di atas ranjang. Yasa langsung membuka pintu kamar Dilla dan mengucapkan salam menyapa mamanya, namun mamanya tidak kunjung bangun Yasa dengan spontan naik ke ranjang mamanya dan mencium pipi mamanya dan membisikan sesuatu ke telinga mamanya.


“Sore mama, ayo bangun. Ini ada om tampan. Kata om tampan mama cantik kalau lagi tidur seperti ini,” goda Yasa. Dilla yang tidak ingin jadi perhatian Tegar langsung bangun dan pelan-pelan menyandarkan tubuhnya di ranjangnya.


Setya langsung merangkak naik mengikuti Yasa mendekati mamanya. “Mama ayo mandi, kita akan membuat video untuk tugas sekolah kita. Nanti ceritanya kita mulai dari makan bersama keluarga, belajar dan kemudian tidur bersama di kamar mama. Aku ingin semua teman dan guruku tahu kalau aku memiliki keluarga yang utuh,” ucap Setya yang langsung menggandeng mamanya menuju kamar mandi.


“Ok. Mama mandi. Kalian tunggu di bawah.” Dilla langsung menutup pintu kamar mandinya dan langsung melaksanakan ritual mandinya. Sementara itu mereka bertiga langsung turun dan bermain di teras belakang dekat kolam renang. Yasa dan Setya bermain dengan mobil elektriknya. Dan Tegar nampak menelpon Dimas untuk membawa perlengkapan dirinya untuk menginap satu hari di rumah Dilla.

__ADS_1


Tidak berapa lama Dilla turun ikut menemani mereka bermain. Dilla dan Tegar duduk bersama di teras sambil menikmati minum the dan makan camilan. Tegar langsung punya inisiatif untuk mengabadikan moment tersebut dengan sebuah video. Tegar dibantu satpam yang ada di rumah Dilla mengabadikan kebersamaan mereka.


“Dik, lihatlah mereka sangat gembira? Apakah tidak ada niat untukmu menikah dengan ku?” tanya Tegar serius namun tidak dijawab oleh Dilla. Dilla merasa jengah dengan pertanyaan Tegar dan langsung bangkit dari duduknya dan berniat meninggalkan Tegar. Namun Yasa tiba-tiba berteriak mengagetkan mereka.


“Ma,…Setya pingsan! Hik…, hik…, aku panggil-panggil tidak menjawab,” Yasa menangis menghampiri mereka. Tegar dengan cekatan berlari menghampiri Setya dan menggendongnya menuju ke ruang tengah dan membaringkannya di sana.


Tegar menyentuh pipi Setya dan memanggilnya namun tidak ada jawaban kemudian Tegar meminta Dilla untuk mengambil minyak kayu putih dan mengoleskannya di hidung Setya tapi juga tidak membangunkannya.


Dilla yang panik langsung memeluk Setya dan menangis sambil memangil nama Setya. “Hik…, hik…, Setya bangun nak, jangan buat kuatir mama. Mama sangat mencintai dan menyayangimu. Aku mohon nak hidup mama hanya untuk kalian,” Dilla terus menangis hinga akhirnya Setya membuka matanya.


“Mama, jangan menangis, aku sama kakak hanya bercanda. Habisnya kalian berdua selalu berdiam diri padahal kalian saling mencintai. Kita ingin kalian bersatu. Kita ingin mama dan om tampan menikah,” ucap Setya menangis di pelukan mamanya.


Dilla mendelik memandang Tegar bermaksud untuk membantunya dari permintaan si kembar. “Nak, om tampan juga berkeinginan sama dengan kalian, ingin menikah bersama mama kalian, tapi…cinta dan perasaan itu tidak bisa dipaksakan nak! Hargailah keputusan mama kalian,” ucap Tegar yang justru memojokkan Dilla.


“Ok, mama bersedia menikah dengan om tampan, tapi dengan syarat. Dan syarat itu harus dipenuhi oleh om tampan!” ucap Dilla ingin menggagalkan permintaan mereka.


“Ok, apa permintaan mama. Dan apakah om tampan mau memenuhi permintaan mama?” tanya Yasa memperjelas permintaan mamanya.

__ADS_1


“Ok. Tidak masalah apapun permintaan mama kalian akan om penuhi,” ucap Tegar santai karena memang tekadnya sudah bulat untuk membahagiakan mereka bertiga.


“Aku ingin hotel dan resort yang kamu bangun itu menjadi milik Yasa dan Setya. Selain itu aku juga ingin perusahaan kamu yang ada di Malang menjadi milik mereka berdua,” ucap Dilla berusaha menggagalkan rencana pernikahan itu dan biar terkesan dirinya cewek matre.


“Ok itu tidak masalah bagiku. Aku bersedia memenuhi keinginanmu,” ucap Tegar mantap sehingga membuat Dilla terkejut karena Tegar memenuhi semua permintaannya.


“Serius nih? Kamu tidak menyesal? Aku meminta kekayaan kamu hampir separuhnya?” ucap Dilla sambil memandang Tegar dengan perasaan tidak percaya.


“Serius lah. Aku memang berkeinginan untuk membahagiakan kalian apapun permintaan kalian selama aku bisa memenuhi pasti akan aku penuhi,” ucap Tegar tegas.


“Ok fix. Mama menikah dengan om tampan bulan depan. Dan besok minggu om tampan harus melamar mama,” ucap Yasa tegas karena tidak menginginkan mereka berdua tarik ulur sehingga acarnya berantakan.


“Ok Setuju, om tampan ingat itu ya? Ayo kita makan bersama aku sudah lapar,” ucap Setya turun dari pangkuan mamanya dan langsung pergi ke ruang makan seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Dilla mendesah panjang dan langsung berdiri berjalan menuju ruang makan.


“Ok, nanti perencanaannya biar diurus om Dimas, kita tinggal menyampaikan konsepnya,” ucap Tegar santai.


“Jangan harap aku bisa menerima kamu sepenuhnya meskipun kita bisaa mewujudkan keinginan mereka,” bisik Dilla sambil melewati Tegar.

__ADS_1


“Ok tidak masalah, aku akan membuatmu luluh hingga kamu jatuh cinta kembali kepadaku. Aku akan memanfaatkan kebersamaan ku denganmu dan kedua putra kita sebaik mungkin. Dan ku yakin pasti kedua putra kita akan membantuku mendapatkan hatimu kembali,” gumam Tegar lirih kemudian langsung mengikuti mereka di belakang menuju ruang makan.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.


__ADS_2