
Kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh orang tua Almaira tidak akan disia-siakan oleh Ibra. Ibra memanfaatkan momen itu dengan menelepon asistennya agar menyiapkan semua kejutan untuk Almaira. sementara itu mereka berdua di dalam mobil nampak masih merasa canggung karena baru beberapa kali bertemu meskipun di saat mereka kecil sudah saling mengenal begitu dekat.
Ibra yang tidak tahan dengan keadaan seperti itu mulai membuka pembicaraan dengan Almaira.
“ Ira, Masih ingatkah engkau waktu kita pergi ke pantai bersama kedua kakakmu?” tanya Ibra tiba-tiba. Almaira yang sedang asyik dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba terkejut dengan pertanyaan Ibra.
“Eh…, iya kak! Ada apa?” tanya Almaira panik sehingga tanpa sadar dirinya nampak gelagapan ketika ditanya sehingga Ibra terkekeh melihat Almaira yang nampak gugup.
“ Makanya jadi orang itu yang fokus, aku tahu kamu pasti sedang memikirkan ku ya?” tanya Ibra dengan penuh percaya diri sambil melirik Almaira yang masih terlihat belum fokus. Ibra yang geregetan dengan ulah Almaira langsung memegang tangan Almaira yang kemudian diarahkan ke dadanya. Almaira semakin memerah wajahnya dan detak jantungnya semakin kencang.
Almaira yang tidak tahan dengan sikap Ibra, Almaira inisiatif menarik tangannya dari dekapan tangan Ibra dan menanyakan kembali apa yang menjadi pertanyaan Ibra. Ibra yang terkekeh dengan sikap Almaira kemudian mengulang kembali pertanyaan tersebut.
“O…, itu ya? Aku masih ingat waktu itu aku yang bermain di pantai tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang berusaha menculik aku. Dan aku ingat betul kak Ibra berusaha menyelamatkan aku ketika aku sudah di masukan dalam mobil. Kak Ibra dengan berani mengikutinya dan masuk dalam bagasi mobil yang tidak terkunci. Setelah beberapa menit berjalan tiba-tiba orang yang menculik aku berusaha menghubungi papa dan mama aku untuk minta tebusan. Disaat mereka berusaha menghubungi papa dan mama, tiba-tiba kak Ibra datang dan melepaskan ikatan ku! Kak Ibra mengajak aku melarikan diri dari penculikan. Kak Ibra menggendong aku di saat kakiku terkilir dan terus berjalan menuju jalan setapak. Kemudian kak Ibra mengajak aku sembunyi di sebuah rumah tua yang tidak berpenghuni. Karena tempatnya jauh dari penduduk dan perkotaan akhirnya kita bermalam di gubuk tua. Kak Ibra mendekap aku ketika aku takut gelap. Kak Ibra selalu menghiburku karena rasa takut aku semakin menjadi begitu terdengar lolongan anjing liar di tengah hutan. Itu yang aku ingat! Kita masih selamat hingga saat ini merupakan suatu berkah yng patut kita syukuri kak!” jawab Almaira yang tiba-tiba menceritakan semuanya perihal masa lalunya.
__ADS_1
“Wah…, dik kamu tidak ingat yang lainnya kah” tanya Ibra sambil terkekeh dan melirik Almaira yang masih bengong dan mengingat-ingat kejadian itu namun tidak ingat apa-apa.
“Apa sih kak! Almaira betul-betul tidak ingat apa-apa,” jawab Almaira yang masih berusaha mengingatnya dan mengerutkan dahinya karena sudah tidk mampu mengingatnya lagi.
Ibra kemudian menceritakan bahwa di akhir cerita tepatnya di pagi harinya mereka berdua keluar rumah tua dan dengan sengaja mengabadikan kedekatan mereka dengan menggambar love di pohon beringin depan rumah tua. Arya menuliskan nama mereka berdua di dalam gambar love tersebut.
Almaira kembali mengerutkan dahinya pura-pura melupakan kejadian tersebut. Ibra semakin gemas dengan tingkah Almaira yang sok lupa tersebut. Ibra yang penasaran dengan tingkah Almaira kemudian membisikan sesuatu kepada Almaira. Almaira mukanya memerah menahan malu karena waktu mereka asyik menuliskan nama mereka tiba-tiba ada tokek muncul hingga Almaira yang takut langsung melompat ke gendongan Ibra.
“Gimana dik? Aku masih kuat lo menggendongmu sekarang, nanti kita coba ya?” goda Ibra kepada Almaira hingga Almaira memeukul lengan Ibra dengan pukulan kasih sayang. Mereka berdua terlihat sedang jatuh cinta. Di antara mereka berdua nampak terlihat mesra. Dan tidak berapa lama kemudian mereka berdua sampai di tepi pantai. Ibra meminta Almaira untuk diam di tempat. Kemudian Ibra meminta Almaira memejamkan matanya. Ibra pun dengan cekatan menggandeng Almaira keluar dari mobil menuju kerumah makab dekat pantai. Di rumah makan tepi pantai telah di siapkan tempat untuk breaakfest untuk mereka berdua. Bahkan lengkap dengan alunan musik yang romantis. Berbagai hiasan telah disiapkan oleh asisten Ibra.
Almaira nampak senang dengan kejuttan yang diberikan oleh Ibra. Kemudian Ibra menanyakan kesediaan Almaira untuk menjadi istrinya dengan cincin yang telah dibawanya. Almaira semakin salah tingkah karena dirinya tidak menyangka kalau Ibra sedemikian cepatny melamar dirinya dengan seperti itu.
Ibra meminta Amaira untuk memecahkan balon pink yang ada di depannya jika Almaira beredia menjadi istrinya. Dan benar saja Almaira memecahkan balon pink tersebut.
__ADS_1
Ibra dengan senang hati langsung memakaikan cincin kepada Almaira sebagai tanda bahwa ikatan mereka berdua benar adanya. Ibra yang tidak terkontrol hampir mencium kening Almaira, tapi entah darimana datangnnya tiba-tiba kakaknya Almaira Abisetya datang dan langsung menutup muka Almaira dengan tangannya.
Setya mengatakan kepada Ibra kalau ingin menjadi saudaranya harus tunduk dan taat kepada dirinya. Ibra yag tahu kalau Setya bercanda segera menonjok lengan tangan Setya sebagai bentuk keakraban mereka berdua.
Ibra tidak menyangka ternyata dirinya akan bertemu dengan Setya, padahal Ibra berusaha menyembunyikan acaranya itu. Ibra ingin mereka berdua terlebih dahulu baru setelah itu langsung melamar Almaira ke orang tuanya.
Setya yang tahu pikiran Ibra langsung memberi isyarat kalau dirinya setuju Ibra segera melamar adiknya bahkan Setya juga menyampaikan kalau kedua orang tuanya sangat mendukung Ibra. Sementara itu Almaira nampak malu dengan sikap Setya kakaknya.
Almaira tanpa sadar bergelayut manja sama kakaknya hingga sang kakak mengejeknya. Setya mengatakan kalau Almaira itu gadis manja yang suka merengek manja kepada kakaknya. Bahkan tak jarang Almaira sering di bilang pacar mereka jika berada di mall ataupun tempat umum lainnya.
Almaira terkekeh mendengar kakaknya berceloteh kepada Ibra yang baru saja resmijadi kekasihnya. Almaira nampak memerah mukanya krena menahan malu. Namun Ibra yang sudah mengenalnya sejak kecil hanya tertawa simpul mendengar penjelasan Setya. Ibra pu tidak keberatan dengan sikap Almaira. Ibra dengan sikap jentel dan terang-teangan meminta Setya untuk menggantikan posisi kedua kakak Almaira.
Ibra bersedia menjaditumpuan Almaira jika ingin bermanja-manja dengannya. Ibra juga berjanji akan selalu membahagiakan Almaira. Setya yang taahu betul sikap dan perilaku Ibra langsung menepuk punggung sahabatnya kalau sebenarnya dirinya sangat mendukung Ibra. setelah percakapan akrab diantara mereka, /ibra mempersilahkan Setya untuk menikmati makanan yang telah disediakan oleh asistennya.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?