Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Indah


__ADS_3

Di bawah lantai dasar resto milik Tegar tenyata sudah menunggu kapal boot yang siap dinaiki dan berkeliling danau. Tegar menuntun Dilla naik di kapalnya, kemudian Tegar sendiri yang mengemudikannya. Tegar membawa Dilla menikmati pemandangan malam hari di sekitar danau yang sangat indah. Bintang-bintang di langit nampak menghiasi lingkungan sekitar danau dan rembulan pun menunjukkan cahayanya. Dilla nampak senang memandangnya, kemudian Tegar tiba-tiba berhenti di tengah danau dan tidak berapa lama kemudian terdengar petasan dan nyala kembang api di sekitar danau.


Di tengah nyalanya kembang api terdapat tulisan yang menyatakan kalau Tegar sangat mencintai Dilla. Dan beberapa balon udara nampak terbang berhamburan ke atas. Dilla yang senang tiba-tiba langsung mencium Tegar.


“Terimakasih sayang, ini sangat indah sekali,” ucapnya tanpa sadar memanggil Tegar dengan sebutan sayang. Tegar tersenyum tipis dan jantungnya berdetak kencang kemudian memeluk dan mencium kening Dilla. Sementara itu semua orang yang hadir di resto mereka bersorak sorai karena takjub melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka. Bahkan ada beberapa orang yang mengabadikan peristiwa tersebut dengan video bahkan ada paparazi yang meliputnya dalam sebuah berita.


“Sayang, maaf aku tidak seromantis yang kamu pikirkan. Aku hanya bisa membuat kejutan seperti ini. Aku mohon kamu selamanya mau mendampingi aku dengan keterbatasan dan kelemahan ku?” ucap Tegar sambil mengusap-usap lengan Dilla.


Dilla mengangguk dan bergelayut manja di pelukan Tegar hingga membuat Tegar semakin gemas. Tegar yang bergelora penuh dengan ***** langsung mengecup bibir Dilla dan melum*tnya hingga Dilla yang mulai panas langsung membalasnya hingga mereka berdua hanyut dalam Susana yang penuh bergelora. Tegar pun memberi tanda kepemilikannya di leher Dilla.


"Ah..., sayang kau membuatku tak berdaya," rintih Dilla yang akhirnya menyadarkan Tegar.


"Maaf, sayang. Aku sangat mencintai mu," ucap Tegar yang langsung menjauh dari Dilla dan mereka mengatur nafasnya yang sudah tidak beraturan. Dan tak terasa hari sudah mulai larut malam, Tegar langsung mengajak Dilla pulang.


Tegar memutar balik kapal bootnya menuju restonya, semua gadis yang berada di resto meliriknya dan berandai-andai mereka jadi Dilla. Dilla digandeng Tegar menuju ke parkiran mobil dan membukakan pintu untuknya.


Tegar langsung menyalakan mobilnya dan meluncur pulang ke rumah Dilla. Dilla yang mengantuk tertidur di dalam mobil. Tegar merasa senang karena hari ini Dilla merasa puas dengan kejutannya.


Tegar meminggirkan mobilnya kemudian melepas jasnya dan menyelimuti Dilla. Tegar memandangi raut wajah Dilla dengan hati-hati mencium keningnya. Dilla hanya menggeliat pasrah sambil sedikit tersenyum namun matanya masih terpejam.

__ADS_1


Tegar kembali melajukan mobilnya hingga membelah jalanan yang beraspal. Tegar langsung memasukan mobilnya di halaman rumah Dilla dan disambut baik oleh mbok Atik. Tegar memerintahkan mbok Atik untuk menyiapkan tempat tidur Dilla dan diikuti oleh Tegar yang menggendong Dilla menuju tempat tidurnya.


Tegar langsung merebahkan Dilla dengan pelan-pelan dan menyelimutinya. Setelah mbok Atik pergi, Tegar pelan-pelan ikut merebahkan dirinya di samping Dilla hingga tertidur sampai pagi hari. Tegar memeluk tubuh Dilla sepanjang malam.


Dilla terbangun dari tidurnya dan melihat Tegar tertidur di sampingnya kemudian melihat tubuhnya masih memakai baju yang sama, pelan-pelan turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi Dilla membangunkan Tegar untuk segera membersihkan dirinya dan sholat subuh bersama di mushola keluarga.


Tegar yang ngantuk dan capek sangat sulit dibangunkan hingga Dilla yang kuatir akhirnya mencoba mengecek denyut jantung Tegar dengan menempelkan telinganya di dada Tegar. Tegar yang merasa badannya ada yang menindihnya pelan-pelan membuka matanya begitu mengetahui Dilla berada di atasnya langsung memeluknya hingga akhirnya membalikan tubuh Dilla berada dibawah tekanannya.


Dilla yang reflek merasakan ada sesuatu benda mengenai tubuhnya bagian bawah langsung menendangnya. “Kakak, jangfan main-main ya? ingat menikah dulu baru begituan?” ucap Dilla spontan hingga membuat Tegar terkekeh sambil menahan sakit akibat tendangan Dilla.


“Sayang, kamu itu ya pikirnnya ngeres sekali. Aku itu hanya ingin menciummu bukan minta begituan. Habisnya aroma tubuhmu membangkitkan selera aku,” ucap Tegar polos sambil bangkit dan terseok-seok berjalan menuju kamar mandi.


Selesai mandi dan berganti baju mereka bergegas menuju mushola dan berlanjut nongkrong di teras rumah diikuti oleh si kembar.


“Iya, taapi jangan buat keributan ya? Apalagi main pecat karyawan perusahaan,” ucap Tegar memberi peringatan pada putranya.


“Siap pa, tapi kalau ada karyawati yang menggoda papa aku bakalan tending dari perusahaan pa,” Setya langsung ngeloyor pergi dari papa dan mama Dilla. Tak berapa lama kemudian muncul Irfan yang didorong Rara ikut bergabung dengan mereka.


“Kak Irfan sudah bangun ya? Bagimana tidurnya tadi malam, pasti senang ya di tunggu sama kekasihnya?” Dilla menggoda mereka berdua.

__ADS_1


“Iyalh, tapi yang jelas masih ada orang yang lebih senang dengan kita dan sekarang lagi viral di medsos,” Rara menimpali bercanadanya Dilla.


“Apa iya? Siapa to yang lagi viral?” tanya Dilla yang bener-bener tidak tahu maksdu Rara. Rara kemudian menyodorkan ponselnya yang ternyata berita viral itu memuat tentang dirinya dan Tegar tadi malam di sekitar danau.


“Wo…? Kok bisa seperti itu? Sayang kenapa kegiatan kita tadi malam ada yang memvidionya? Jangan-jangan kamu sengaja ya untuk menyebar luaskan biar terkenal?” ucap Dilla kesal.


“Apa sih yang? O…, berita yang ini ya? baguslah berarti nanti tidak akan ada orang lain mengejar-ngejar kamu dan sebaliknya nanti gadis-gadis yang mengejarkau akan terpatahkan oleh keromantisan kita,” ucap Tegar sekenanya agar Dilla tidak menyalahkannya.


“Dasar cowok ganjen, Sukanya ingin terkenal. Tapi awas lo ya nanti kalau ada yang sakit hati dan berniat ingin membalas dendam padamu dan berusaha merebutmu dari aku. Pastinya akan berurusan dengan si kembar,” ucap Dilla sewot.


“Ah, gak bakalan deh yang. Apapun itu yang jelas cintaku hanya untukmu seorang dan tidak ada yang lain?” ucap Tegar merayu Dilla hingga membuat orang di dekatnya terbatuk-batuk mendengarkannya.


“Irfan…, Rara…, apa yang terjadi dengan kalian? Kalian iri ya melihat kebersamaan kita? Kalau iri bilang bos…, besok kalau kalian sembuh aku beri kalian vocer gratis makan di sana dech, aku jamin kalian pasti senang?” ucap Tegar kepada Rara dan Irfan.


“Ok, janji seorang bos itu wajib ditepati lo ya?Aku dengan senang hati akan menuggu moment yang pas untuk membawa Rara ke sana ya?” jawab Dokter Irfan yang sebenarnya sudah merasakan getar-getar cinta terhadap Rara.


“Tuh Ra, ingat janji kak Irfan. Dan kau rawatlah dia dengan baik biar lekas sembuh dan bisa berjalan-jalan menikmati pemandangan malam di tepi dan di tengah danau. Dijamin kamu senang dan puas?” Dilla menyambung ucapan Dokter Irfan.


“Boleh juga tuh kak, aku akan menunggumu hingga kamu sembuh ya? aku akan merawatmu dan akan tinggal bersamamu di sini?” ucap Rara yang membuat Tegar sewot.

__ADS_1


“Ok kalau Irfan dan Rara tinggal di sini aku juga kan tetap tinggal disini, jadi bisa mendampingi anak-anak belajar,” ucap Tegar yang tak mau kalah. Dilla pun mendelik ke arah Tegar karena kalau Tegar memaksa akan tetap tinggal bersamanya akan membuat masalah dengan lingkungan masyarakat.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.


__ADS_2