
Hari menjelang malam tiba-tiba Mita memberikan tas yang berisi gaun dan meminta Dilla untuk memakainya. Sedangkan untuk kedua putra kembarnya diberi baju setelan tuxedo senada dengan gaunnya.
“Mita, ini ada apa?” tanyanya kepada Mita hingga Mita bingung menjawabnya.
“Malam ini ada perayaan ulang tahunnya pak Tegar. Semua relasi diundang dan diadakan pesta di villa ini,” jawab Mita sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sementara itu si kembar tidak bnyak bertanya dan langsung memakai baju yang disiapkan oleh Mita.
“Asyik…, hari ini ada pesta dan makan eskrim dong tante?” tanya Setya sambil lompat-lompat di atas reanjang.
“Iya sayang, nanti kamu boleh makan sepuas kamu,” jawab Mita sambil memakaikan tuxedonya Yasa. Setelah semuanya siap, Mita merias wajah Dilla dengan make up yang sederhana dan kemudian membuka kotak yang berisi satu set perhiasan untuk dipakaikan kepada Dilla. Setelah selesai berias Dilla berdiri di depan cermin dan nampak begitu cantik seperti seorang putri.
Dilla tersenyum tipis dan merasaa puas dengan hasil kerja Mita. Mita pun bergegas merias diri dan memakai baju yang tadi dibelinya dan senada dengan Dimas. Mereka berempat kemudian bergegas turun ke ruang tengah dan di sana sudah bvanyak tamu menunggu.
Semua tamu memandang takjub dengan kecantikan Dilla, kemudian Tegar yang memakai tuxedo senada langsung menghampirinya dan menggandengnya menuju ke tengah acara. Pemawa acara kemudian memulai acara dan mengumumkan acara puncak hari ini adalah perayaaan ulang tahun ceo Tegar sekaligus lamaran untuk wanita yang dicintai oleh Tegar.
“Terimakasih atas kehadiran semua relasi hari ini, semoga kebahagiaanku hari ini bisa memberi motivasi bagi semua relasi yang masih bujang dan belum menikah. Hari ini saya akan melamar ibu Dilla Sanjaya menjadi calon istri saya dan si kembar Abiyasa beserta Abisetya menjadi buah hati saya yang akan saya jaga selama akhir hayat saya hingga maut memisahkan kita,” ucap Tegar tertatih-tatih hingga sorak sorai tamu mengiringi pernyataannya.
Sebagai bukti dari rasa kasih sayangnya, Tegar mengumumkan akan menyerahkan villa ini sebagai maharnya. Semua cewek yang mengagumi Tegar merasa patah hati dan kecewa. Mereka mau menghadiri acara ulang tahun Tegar berharap ceo tampan dan kaya tersebut menembaknya untuk dijadikan kekasihnya.
__ADS_1
Si kembar Yasa dan Setya sangat senang karena papa tampannya melamar mamanya di hadapan semua orang. Dan yan glebih menyenangkan lagi mamanya tidak menolak lamaran Tegar.
“Terimaksih, papa tampan?” ucap Setya langsung memeluk Tegar sambil menyampaikan sesuatu dengan berbisik di telinga Tegar hingga Tegar tertawa gemas mendengarkannya. “Papa akju percayakan mama untuk kau jaga, jangan sekali-kali menyakitinya. Kalau sekali menyakiti mama maka papa tampan berurusan dengan aku dan kakak,” ancamnya.
“Siap, tuan muda. Aku tidak hanya menjaga mama kamu saja tapi jug menjaga kamu besertra kakak kamu,” ucap Tegar terkekeh.
“Papa jangan kuatir aku tidak perlu dijaga. Aku beserta kakak bisa menjaga diriku sendiri,” ucapnya sambil berlalu menuju ke tempat sajian makanan. Setya yang polos langsung mengambil es krim dan memakan es krim hingga belepotan.
“Dik, kalau makan yang pelan. Tuh baju kamu kotor, sebentar lag ikan ada acara foto bersama,” ucap Yas memberi peringatan terhadap adiknya. Dan benar saja tiba-tiba Mita mencarinya.
“Yasa…, Setya ayo nak segera ke depan ada pemotretan ditungggu papa dan kakek Ardi,” ucap Mita langsung menggandeng kedua bocah kemar tersebut menuju lokasi pemotretan. Yaya dan Setya yang cakep langsung menempatakn dirinya diantara papa dan mamanya. Gaya kedua bocah terebut membuat semua orang gemas memandangnya.
Dilla merasa tidak percaya kalau hari ini dia resmi menerima lamaran Tegar dan tersebarkan ke seluruh penjuru kota ini. “Ah…, kenapa aku tidak bisa menolaknya? Dan kenapa aku begitu mudahnyaa menerima lamarannya?” gumamnya lirih sambil menjambak rambutnya dengan kasaar.
Dilla meneguk minumannya kembali, namun tiba-tiba Tegar langsung mengambilnya secara paksa. “Sayang, apa yang kamu lakukan? Sejak kapan kamu minum minuman berakhohol?” ucap Tegar sambil menjauhkan minumannya dari Dilla namun sayang minuman yang dia ambil dari tangan Dilla sudah hampir habis.
“Ah…, kenapa aku begitu bodoh? Dan kenapa aku tidak membacanya. Aku pikir di villa ini tidak menyediakan minuman berakhohol,” gumamnya dalam hati namun tiba-tiba kepalanya mersa pusing dan tubuhnya melayang-layang tidak karuan. Dilla pun tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang membuaat Tegar geli mendengarnya.
__ADS_1
“Hai…, hai…, pria tampan ceo pendendam, gara-gara kamu aku melahirkan kedua putramu yang tampan dan genius. Wajahnya, gayanya semuanya mirip dengan mu. Menyebalkan! Ceo tampan tapi tak bermoral dan suka main kasar?” ucap Dilla yang berkata-kata tidak jelas tanpa tujuan.
“Hai.., hai sayang kamu mengakui kalau aku tampan ya? Apakah kamu cinta sama aku?” tanya Tegar merasa punya kesempatan untuk memanfaatkan situasi Dilla di saat mabuk. Dilla langsung mendekati Tegar dan tiba-tiba mengalungkan tanganya di leher Tegar.
“Tegar Permana yang tampan…, dengarkan dan camkan itu! Kau yang tampan dan pendendam sebenarnya aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama sejak bertemu denganmu di tepi danau. Tapi…., hik…, hik…, kamu telah menodaiku. Aku benci kamu. Pokoknya aku benci denganmu,” ucap Dilla sambil emukul-mukul dada bidang Tegar.
Tegar berusaha menenangkan Dilla dan memeluknya dalam pelukannya. “Maafkan aku sayang? Semua yagn terjadi merupakan tnaggungjawab aku. Aku siap menikahi kamu dan menjaga putra kembar kita,” ucapnya sambil mencium kening Dilla.
Dilla yang tidak pernah minum langsung terjatuh dalam pelukan Tegar. Tegar yang panik dan bingung langsung membawa Dilla ke kamarnya karena tidak mungkin akan membawa Dilla kembali ke kamar bersama putranya. Tegar tidak menginginkan kedua buah hatinya melihat Dilla yang mabuk berat.
Dilla digendongnya masuk ke kamar Tegar dan pelan-pelan menurunkannya untuk ditidurkannya namun belum sampai ditidurkan di ranjang tiba-tiba Dilla muntaah-muntah hingga memuntahi kemeja Tegar. Tegar biasanya merasa jijik dengan apapun, namun kali ini, dia nampak diam dan tidak berbuat apa-apa.
Tegar langsung mengganti bajunya dan dengan pelan langsung membersihkan muka Dilla akibat muntahannya. Kemudian Tegar memanggil Dimas untuk menyuruh Mita mengganti baju Dilla. Tidak lama kemudian Mita datang bersama Dimas dan menganti baju Dilla dengan baju yang dia ambil dari kamar Dilla.
Setelaj semuanya beres Dimas dan Mita kembali menuju kamarnya masing-masing. Sebenarnya Mita berniat untuk menemani Dilla namun Tegar melarangnya. Tegar berjanji akan menunggu Dilla dan merawatnya hingga tersadar.
Setelh kepergin mereka berdua, Tegar menyelimut tubuh Dilla dengan selimut yang ada di kamarnya sedangkan dirinya tidur di sofa. Kali ini Tegar tidak akan mengulangi perbuatannya sperti 5 taahun yang lalu.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.