
Tegar bersama kedua putranya kembali dari panti dan langsung menuju kediaman Dilla. Tegar keluar dar mobil diikuti oleh Yasa dan Setya. Tegar tidak lupa membawakan bingkisan untuk Dilla. Tegar masuk ke ruang tengah namun tidak melihat siapa-siapa di situ. Mbok Atik yang tahu kalau Tegar mencari majikannya langsung memberitahu kalau Dilla berada di kamar tamu bersama Irfan.
Tegar langsung berlari menuju kamar tamu, karena dalam hatinya Tegar tidak rela kalau Dilla berduaan sama Irfan. Tegar membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Setelah pintu terbuka dilihatnya Dilla berama Rara duduk di sofa sedangkan Irfan sedang tertidur di ranjang.
“Maaf, apa kalian sudah makan malam? Itu saya bawa makanan untuk makan malam,” ucap Tegar menutupi rasa curiganya. Dilla langsung berdiri dan memegang tangan Tegar untuk mengajaknya ke luar dari kamar tamu. Sesampainya di luar Dilla langsung menghempaskan tangan Tegar untuk menunjukan kekesalannya sama Tegar dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Tegar. Tegar panik langsung memburunya hingga sampai di depan kamar Dilla namun dirinya tidak bisa membuka pintu kamar Dilla.
“Sayang, ayo dong keluar. Mari kita makan bersama anak-anak berada di ruang makan menunggu kita makan. Kasihan mereka dari tadi belum makan. Dan Setya juga tadi minta disuapin sama kamu,” ucap Tegar lirih di depan pintu kamar. Dilla sama sekali tidak memperdulikan Tegar namun tiba-tiba terdengar suara Setya di depan pintunya.
“Papa tampan, mama mana? Kenapa lama sekali? Aku sudah lapar pa?” ucap Setya jelas hingga membuat hati Dilla terketuk hatinya dan akhirnya keluar kamarnya.
“Itu mama sayang, tadi mama masih ganti baju. Ayo sekarang kita makan. Ayo ma kita makan bersama anak-anak,” ucap Tegar langsung mengandeng tangan Dilla hingga Setya melihatnya tersenyum puas.
“Wah papa dan mama bener-bener pasangan yang serasi. Papa terlihat sangat menyanyangi mama,” ucap Setya kemudian memilih berjalan di depan mama dan papanya.
“Hem…, hem…. Jangan sok ya? Kau itu bener keterlaluan masa sama kak Irfan cemburunya selangit,” bisik Dilla di telinga Tegar.
“Aku tidak cemburu kok, aku hanya ingin menawarkan makanan untuk kalian,” selak Tegar yang masih gengsi kalau sebenernya dia cemburu sama Irfan.
__ADS_1
“Kalau mau nawarkan makanan masuk ke kamar orang lain itu ketuk pintu dulu dong kak. Aku lihat aura kakak menunjukan kalau kakak itu mencurigai aku berduaan sama kak Irfan,” ucap Dilla sambil bersungut-sungut memonyongkan bibirnya karena kesal.
“Maaf dik, bener-bener aku minta maaf dech. Sebagai permintaan maaf aku nanti aku akan mengajakmu ke luar berdua. Berdua saja pokoknya tidak ada anak-anak,” rayu Tegar pada Dilla.
“Aku gak mau pergi kak. Aku ingin di rumah saja bersama anak-anak. Kasihan mereka kalau kita tinggal,” ucapnya. Tegar kemudian menyampaikan kalau perginya setelah anak-anak tertidur. Akhirnya Dilla menyetujuinya.
Tegar dan Dilla sampai di ruang makan kemudian mereka akan makanan yang disiapkan oleh mbok Atik. Sementara itu Rara tidak mau makan karena tidak tega meninggalkan Irfan. Kemudian Dilla menyuruh mbok Atik mengirimnya ke kamar.
Setelah makan Yasa dan Setya mengajak Tegar dan Dilla masuk ke kamar mereka. Setya minta di temani menggambar sedangkan Yasa belajar berhitung dengan Tegar. Mereka berempat juga sekali-kali bersenda gurau layaknya keluarga.
Yasa menyudahi berlajarnya karena terasa mengantuk. Kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan langsung mengganti bajunya disusul Setya. Kemudian mereka beranjak di ranjang dan tertidur dengan pulas.
Dilla pun bersiap diri pergi ke kamar kemudian menganti bajunya dengan kaos casual dan celana jins. Dilla juga merias wajahnya dengan make up yang natural. Tegar nampak senang karena Dilla bersedia pergi dengannya.
Tegar membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Dilla duduk di depan disampingnya. Tegar kemudian masuk dan menyalakan mesin mobilnya. Mereka berdua meluncur di jalanan dengan diiringi lagu-lagu romantis yang sengaja Tegar nyalakan. Dilla terbawa suasana lagu yang ada di mobil pelan-pelan Dilla menyandarkan kepalanya di bahu Tegar, spontan Tegar langsung memegang tangan Dilla dan meletakkannya di dadanya. Dilla merasakan detak jantung Tegar yang begitu kencang hingga mengusik dirinya untuk melepaskan sandarannya ke Tegar.
Tegar tidak tinggal diam, justru menariknya kembali bersandar ke bahunya dan mencium anak rambut Dilla. Dilla nampak menikmatinya karena bagaimanapun Dilla mencintai Tegar.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat tujuannya. Dilla nampak terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya. Dilla nampak mengerjapkan matanya tidak percaya dengan pemandangan di depannya.
“Kakak, bukankah ini tempat kita pertama kalai bertemu? Indah sekali, siapa yang membangun semua ini?” tanya Dilla terkejut tidak percaya. Dulu danau yang hanya penuh dengan semak-semak belukar kini disulap dengan rumah makan dan resort yang indah. Dan di malam hari nampak lampu warna-warni yang menghiasi danau.
Tegar membukakan pintu mobilnya kemudian mengajak Dilla masuk ke sebuah resto yang mengapung di atas danau. Tegar mengajaknya di ruangan khusus hanya mereka berdua yang ternyata Tegar menyiapkan tempat itu memang untuk dirinya bersama keluarga kalau ada acara sepesial.
Semua makanan jenis ikan tawar terutama kesukaan Dilla disediakan oleh pelayan. Dilla nampak menikmatinya, Tegar juga sangat senang karena bisa makan malam berdua dengan Dilla.
Dilla makan dengan sangat lahap hingga ada sisa makanan yang tersisa di ujung bibirnya, Tegar pelan-pelan mengusap bibir Dilla dengan tisu hingga mereka beradu pandang sejenak dan perasaan mereka bergelora.
Tegar yang tidak bisa membendung rasa di hatinya pelan-pelan mencium bibirnya dan bermain disana dengan sensasinya. Dilla merasakannya dan membalas ciuman Tegar hingga mereka berdua terbawa suasana yang menggairahkan. Tegar melanjutkan gejolak jiwanya dengan mencium leher jenjang Dilla kemudian berlanjut ke bawah namun tiba-tiba dikejutkan dengan langkah kaki seseorang. Tegar langsung melepaskan dirinya dan pura-pura tidak terjadi apa-apa.
“Maaf pak, ini makanan penutupnya,” ucap seorang pelayan yang menaruh makanan penutupnya di meja mereka dan langsung bergegas pergi meninggalkan mereka, Pelan takut kalau dapat marah dari pak Tegar karena telah mengganggunya.
“Sayang ayo kamu nikmati makannya. Kalau sudah selesai nanti akan aku tunjukkan sesuatu untukmu,” ucap Tegar kepada Dilla.
“Kemana kak?” tanyanya sambil memasukan makanan penutup di mulutnya.
__ADS_1
“Tenang saja, aku akan tunjukan sesuatu ke kamu. aku pastikan kamu akan senang dan puas,” ucapnya sambil menungggu Dilla selesai makan. Benar saja setelah Dilla selesai makan kemudian Tegar membawa turun ke bagian dasar resto tersebut. Tegar menggandeng Dilla dengan mesra.
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.