
Hari ini hari libur sekolah, Yasa dan Setia menagih janjinya kepada Papanya untuk untuk pergi di tepi danau untuk memancing.
“Pa, Ayo kita pergi mancing. Aku sangat merindukan kebersamaan kita bersama papa!” ucap Yasa kepada papanya yang sedang makan bersama.
“Boleh sayang, kita ajak om Dimas sekalian ya?Teleponlah Om Dimas untuk bersiap-siap agar kita bisa menjemputnya dengan cepat!” perintah papa Tegar kepada Yasa.
“Baik pa! Aku akan menelponnya,” ucap Yasa dan langsung memencet ponselnya dan langsung tersambung dengan om Dimas.
Om Dimas dengan senang hati menerima tawaran mereka, karena kebetulan minta juga jenuh berada di rumah. Mita juga menginginkan berlibur mencari udara segar dengan tinggal di Villa sekitar danau.
Setelah semuanya sepakat dengan om Dimas, Yasa juga menyampaikan kalau Tante nikah beserta putrinya ingin ikut berlibur menginap di villa.
Papa Tegar dengan sangat senang hati menerima keinginan om Dimas, bahkan dengan senang hati Papa Tegar juga mengajak Mama Dila untuk mengikuti kegiatan berlibur di Villa mereka yang tidak jauh dari danau.
“Mama, Kamu bersiap diri juga ya? Papa minta mama juga ikut berlibur karena Mita bersama Dimas beserta putrinya juga ikut!” perintah Papa Tegar kepada Mama Dila yang sudah menyiapkan beberapa bekal untuk pergi ke villa.
“Wah boleh juga pa! Aku akan bersiap diri dulu ya?” ucap mama Dilla bergegas ke kamarnya kembali untuk packing semua perlengkapan dirinya dan Amira.
“Mbok…, tolong masukkan semua perlengkapan ini ke dalam koper! Kita akan berlibur di Villa kita yang dekat danau. Simbok juga harus ikut dengan kami!” perintah mama Dilla kepada asisten rumah tangganya.
“Baik bu! Kami akan menyiapkan semua keperluan nyonya dan Almaira,” jawab si mbok dan langsung bergegas mencari semua perlengkapan mama Dilla dan putrinya.
Tidak Berapa lama kemudian semua perlengkapan yang mereka siapkan sudah tertata dengan rapi, dan sama sopir keluarga sudah dimasukkan ke dalam mobil.
Setelah semuanya siap mereka langsung berangkat menuju danau terlebih dahulu mereka menjemput Dimas beserta keluarganya. Setelah sampai di rumah Dimas ternyata Dimas sudah bersiap diri tinggal berangkat saja.
Karena keluarga Dimas sudah siap maka mereka langsung berangkat menuju lokasi. Tegar dengan senang hati mengemudikan mobilnya sendiri sedangkan sopirnya dia suruh menunggu semua barang-barangnya agar tidak diambil orang,
__ADS_1
“Papa, Almaira ingin duduk di depan bersama papa!” ucap Almara kecil dengan masih cadel.
“Boleh lah sayang, sini kamu duduk dipangkuan mama ya?” ucap papa Tegar yang menunjuk kursi di sampingnya yang sudah ditempati oleh mama mereka.
Almaira yang awalnya duduk bersama si mbok dengan cepat masuk ke depan melalui celah-celah diantara dua kursi yang ada di depannya.
Sesampainya di lokasi mereka terlebih dahulu menuju Villa milik keluarga. Tegar menghentikan kendaraannya di depan Villa milik keluarga. Mereka disambut oleh pengurus villa dan semua barang-barang nya dibantu untuk dimasukan ke dalam kamar mereka masing-masing.
Untuk Tegar dan Dimas beserta kedua putra kembarnya sudah disibukan dengan kelengkapan untuk memancing.
Mereka berempat berangkat dengan membawa bekal dan peralatan memancing yang sudah mereka siapkan sebelumnya.
Si kembara nampak senang karena keinginannya dipenuhi oleh papa dan om Dimas.
“Papa, kita mancingnya di sini saja! Kita bisa menikmati pemandangan yang cukup bagus dari sini!” ucap Yasa bersemangat kemudian menggelar tenda di dekat danau.
Setelah semuanya siap mereka berdua langsung bergegas untuk memancing yang umpannya sudah disiapkan sebelumnya.
Baru berapa detik saja umpan Yasa sudah dimakan oleh ikan sehingga Yasa begitu senang dan berteriak kalau dirinya dapat ikan.
Setia pun tidak kalah dengan kakaknya, Umpannya pun juga berhasil mendapatkan ikan.
Suasana semakin ramai ketika Dimas memperoleh ikan yang cukup besar di danau. Kemudian mereka juga berlanjut mengadakan acara bakar ikan bersama di tepi danau.
“Papa aku yang bakar ikan nya ya?” ucap Setia yang memang paling tidak suka memancing.
“Iya nak, itu bumbunya sudah papa siapkan!” ucap Tegar yang berdiri di dekatnya.
__ADS_1
Sementara itu Dilla dan Mita yang berada di Villa mereka memasak makanan kesukaan suami mereka. Dilla membuat puding kesukaan Tegar dan putranya. sedangkan Mita masak sop buntut kesukaan Dimas.
Di saat sedang asyik masak tiba-tiba mereka menerima telpon dari Rara yang mengatakan kalau dirinya mau menyusul mereka berdua yang sedang berada di Villa. Rara memohon pada suaminya untuk menyusul mereka pergi ke Villa. Dokter Irfan yang begitu menyayangi istrinya mau tidak mau akhirnya mengantar Rara pergi ke villa.
Sesampainya di Villa dokter Irfan menyusul kaum bapak-bapak pergi memancing. Dokter Irfan membantu Setya membakar ikan.
Setelah semuanya siap mereka menikmati makanan mereka di tepi danau, disusul oleh istri mereka masing-masing dengan membawa makanan favorit mereka.
Begitulah kehidupan mereka yang pertemanan mereka tidak pernah pudar hingga putra dan putri mereka dewasa. Bahkan diantara mereka ada yang menjalin asmara karena saling cocok dan mendapatkan restu oleh kedua orang tua mereka.
Mereka bertiga menjalin persahabatan tanpa pamrih satu sama lainnya, yang ada mereka saling mendukung satu sama lainnya.
Putra dan putri mereka juga saling menjaga satu sama lainnya. Si kembar Yasa dan Setya memperlakukan Melati dan Sabrina seperti adiknya sendiri. Mereka tidak Membedakan antara Almaira, Melati dan Sabrina.
Almaira, Melati dan Sabrina tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan anggun yang banyak dikagumi oleh banyak pemuda. Yasa dan Setya super protektif menjaga mereka. Terutama Yasa sangat perhatian terhadap Sabrina.
Hampir setiap hari Yasa selalu mengawasi Sabrina yang kebetulan magang di perusahaannya. Yasa diam-diam punya hati terhadap adik kecil yang dulu selalu dia jaga. Dulu Yasa selalu menghibur Sabrina jika ada masalah dan Sabrina kecil juga begitu manja terhadapnya. Umur mereka terpaut 5 tahun sehingga Yasa bisa memahami kelemahan Sabrina ketika lagi marah dan ngambek kepadanya.
Seperti halnya kali ini yang tiba-tiba Sabrina tanpa sebab marah-marah tidak jelas di kantornya karena dirinya terlalu lama meeting sehingga melupakan janjinya untuk nonton Film di bioskop bersamanya.
Sabrian yang sudah menyelesaikan pekerjaannya menunggunya di ruang kerjanya dengan perasaan mendongkol. Berkali-kali Sabrina menghubungi Yasa namun tidak ada jawaban. Sabrina yang kesal akhirnya tertidur di sofa ruang kerja milik Yasa sebagai direktur utama di perusahaannya.
Yasa yang selesai meeting berusaha membangunkannya, dan pelan-pelan Sabrina membuka matanya dan sudah dikejutkan dengan makanan dan minuman kesukaannya sehingga Sabrina melupakan janji Yasa untuk nonton yang terlambat dilakukannya karena meeting.
Sabrina yang lapar langsung menyantap makanan dan minuman tersebut hingga habis bahkan tanpa menyisakan sedikitpun untuk Yasa.
Yasa yang memahami tingkah laku Sabrina hanya menggelengkan kepalanya dan menarik nafasnya panjang-panjang. Karena bagi Yasa Sabrina merupakan sosok yang imut dan menarik bagi kehidupannya, sehingga apapun yang dilakukan oleh Sabriana dirinya tidak merasa terganggu sama sekali.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya? Bagaimana pertemanan sahabat-sahabat kecil putra-putri mereka! Kita saksikan kisahnya ya?