Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Rahasia Besar


__ADS_3

Tegar dan Dilla menunggu Ayah Ardi dengan sangat sabar. Bahkan Dilla  merawat Ayah Ardi dengan baik. Setelah beberapa jam berlalu dokter mengatakan bahwa Ayah Ardi sudah melalui masa-masa kritisnya. Dilla dan Tegar merasa lega


Menjelang malam hari Ayah Ardi tersadar dari komanya,  namun ayah Ardi  belum bisa mengatakan apapun. Ayah Ardi berusaha menggerak-gerakkan tangannya  memberi isyarat kepada Tegar untuk mendekatinya. 


 Ayah Ardi berusaha membisikkan sesuatu ke telinga Tegar, namun karena baru tersadar dari pingsannya akibat serangan jantung dan stroke dia tidak bisa berkata-kata seperti biasanya. 


“ Ayah, sebaiknya Ayah yang tenang,  tunggulah Ayah sampai sembuh.  Ayah jangan mengawatirkan masalah pernikahanku dengan Dilla.  semuanya sudah disiapkan oleh Dimas,”  ucap Tegar kepada ayahnya.


 


  Ayah Ardi hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda untuk setuju karena untuk mengucapkan sesuatu, dia seakan lidahnya menjadi kelu. Ayah Ardi meneteskan air matanya  menunjukkan kalau Ayah Ardi sedang sedih.


Sementara itu Lukas yang berada di kantornya sedang membicarakan sesuatu dengan Tante Lusi. 


“Sayang,  aku tadi berada di perusahaan Kak Ardi.  Aku juga meminta kepada Kak Ardi untuk menyerahkan sebagian asetnya untuk aku. Namun kakakku itu sangat keras kepala.  hingga akhirnya aku mengancamnya untuk membuka rahasia besarnya,”  ucap  Om Lukas kepada tante Lusi.


“ Rahasia besar? Memangnya orang seperti Ardi yang polos itu ada rahasia besar? Kalau boleh tahu rahasianya apa sih?” Tanya Tante Lusi yang semakin penasaran.


“ Dulu Kak Ardi pernah menjalin hubungan dengan mamanya Dilla.  Namun karena tidak mendapat persetujuan dari orang tua Dilla maka mereka  tidak bisa bersatu.  Mamanya  Dila dijodohkan oleh ayahnya dengan Wisnu karena balas budi. Dulu Wisnu pernah menyelamatkan  kakeknya Dilla dari perampokan,” Jelas Om Lukas kepada  Tante Lusi. 


“Terus apa hubungannya dengan kita?” Solusi yang memang tidak tahu apa-apa.


“ Ada,  tentu ada hubungannya,  sebenarnya Ardi pernah mencari keturunan dari mamanya Dila untuk balas dendam.  Namun karena Tegar sangat mencintai Dilla dan Dilla pun juga pernah menyelamatkan dirinya dari tabrakan yang kita rencanakan jadi niat Ardi untuk balas dendam kepada keturunan dari mamanya Dilla diurungkan.  Jadi dengan rahasia itu aku hendak membongkarnya kepada Tegar dan Dilla.  Aku menginginkan mereka berdua saling membenci karena masa lalu orang  yang tuanya,” ucap om Lukas sambil menjelaskannya dengan detail kepada Tante Lusi.

__ADS_1


 Namun Tante Lusi tidak juga bisa menangkap apa yang menjadi tujuan dari Om Lukas. “ apa manfaatnya untuk kita?”  Tante Lusi  yang belum juga tahu rencana Om Lukas.


“Tentu sangat bermanfaat, karena dendamnya kepada mamanya Dilla dan Wisnu, Ardi berusaha membuat perusahaan Wisnu menjadi bangkrut. Pura-pura menolong mereka dengan memberikan pinjaman untuk membangkitkan perusahaan Wisnu agar bisa beroperasional. Wisnu pun terlilit hutang dengan perusahaan Ardi,” jelas Lukas kepada tante Lusi.


“Dan aku kemarin datang ke perusahaannya,  bermaksud memerasnya dengan meminta uang kepada Ardi,  namun Ardi menolaknya.  Karena kakak tidak memberi uang kepadaku maka aku mengancamnya hendak membeberkan semua kasusnya dengan mamanya Dila,” ucap Lukas.


“Terus mana Hasilnya?” tanya tante Lusi yang rakus.


Hasilnya nihil,  saat aku mengancamnya bukan uang yang aku dapatkan tapi justru sial yang aku dapatkan. Kak Ardi kena serangan jantung dan stroke hingga keburu si kembar datang sehingga aku menyembunyikan diriku di kamar mandi kantornya Ardi.  Setelah Adi dibawa ke rumah sakit Aku bisa keluar,” jelas Lukas.


“Kamu sih,  makanya lain kali kalau berbuat itu harus ada perencanaan terlebih dahulu,” Tante Lusi bersungut-sungut karena kecewa  Om Lukas gagal menjalankan aksinya.


“Yang terpenting untuk kali ini si tua Ardi tidak bisa berulah. Setidaknya perusahaan kita kali ini aman. Tegar pasti disibukkan dengan Ardi yang masih berada di rumah sakit,”  jelas Lukas kepada Lusi agar mereka terasa terhibur.


 Dimas memang membuktikan  bahwa sebelum  kejadian nampak lokasi masuk ke  ruang kerja Ardi.  Namun Dimas tidak bisa membuktikan kondisi mereka waktu berada dalam ruangan.  Di dalam rekaman ada sesuatu yang nampak aneh di sini,  Lukas  keluar ruangan setelah  Ayah Ardi dibawa ke rumah sakit.


Dimas pun berusaha keras mencari beberapa bukti yang lain di lokasi yaitu ruangan ayah Ardi. Di bawah kursi kerja om Ardi,  Dimas menemukan botol obat jantung di dalam keadaan tumpah. 


 Dimas meyakini hal ini disebabkan oleh orang lain yang berusaha menghalang-halangi Ayah Ardi untuk minum obat. Dan orang lain itu pasti om Lukas.


Setelah menemukan beberapa bukti, Dimas menyampaikannya kepada Tegar. Tegar menghela nafasnya bingung karena dalam hatinya pasti Om Lucas menjadi penyebab Ayahnya sakit.


Tegar mau bertanya kepada ayahnya tapi tidak memungkinkan. Ayah Ardi selain menderita serangan jantung tetapi juga mendapatkan serangan stroke yang berpengaruh terhadap struktur tubuhnya. Bahkan untuk berkata pun sangat sulit.

__ADS_1


Tegar sangat menyayangi ayahnya dan berniat membawanya berobat ke luar negeri.  Tegar berencana pergi ke Singapura dengan mengajak  Dilla bersamanya.


 Tegar meminta rekomendasi dari rumah sakitnya untuk pengobatan ayah Ardi. Tegar sangat berharap ayahnya sembuh dan menginginkan pernikahannya nanti tetap disaksikan oleh ayahnya.  Tegar  langsung menelepon Dilla untuk bersiap-siap mendampinginya.


Dilla yang sangat menyayangi Ayah Ardi langsung bersiap mengemas baju-bajunya yang akan dibawa mendampingi Ayah Ardi.


Tidak lama kemudian Dilla dijemput oleh Dimas untuk berangkat bersama-sama menuju bandara dari rumah sakit. 


“ Kak Dimas,  aku minta tolong nanti  selama aku mendampingi Ayah Ardi dan Kak Tegar berobat ke luar negeri, aku mohon jaga si kembar bersama Mita di rumahku ya? Dan untuk masalah pengeluaran anak-anak nanti Mita yang membantu,  aku sudah menelepon Mita yang saat ini sedang  ada rapat sebagai pengganti diriku,” Ucap Dila sopan kepada Dimas.


“ Baik bu,  dengan senang hati aku akan membantu mengawasi si kembar.  Oh ya Bu…,  karena aku harus memantau si kembar maka bolehkah aku tidur di sana menemaninya?” tanya  Dimas cengengesan.


“ Terserah kamu,  tapi  jangan macem-macem terhadap Mita.  Aku sangat menyayanginya sebagai sahabat dan saudaraku?” ancam Dilla kepada Dimas yang sifatnya hanya bercanda saja.


Dimas tersenyum begitu saja menanggapi  perkataan Dilla. Sesungguhnya Dimas hanya membuat Dilla tidak tegang karena duduk berdua dengannya di dalam satu mobil.


"Kak, kamu itu sama dengan kak Tegar. Tidak pernah serius. Dasar satu stel atasan dan bawahan yang sama-sama somplaknya," ucap Dilla dengan bersungut-sungut.


"He..., he..., ternyata bu Dilla lucu kalau marah-marah makanya pak Tegar jatuh hati sama Bu Dilla," ucap Dimas semakin membuat Dilla jengkel.


Tidak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit. Dengan bantuan ambulans mereka berangkat menuju bandara dengan naik jet pribadi langsung terbang ke Singapura.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2