Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Cemas


__ADS_3

Dilla berada di rumah bersama putra kembarnya sedang melihat acara televisi dengan santai karena lega semua masalah suaminya bisa teratasi karena si kembar. Kemudian tidak berapa lama mereka mendengar berita tentang penangkapan Sentanu. Mereka bertiga melanjutkan untuk berbincang mengenai aksi kedua anak kembarnya dalam mendapatkan bukti kejahatan Sentanu yang berhasil memfitnah Papa mereka.


Ketika mereka bertiga asik ngobrol tiba-tiba dikejutkan oleh suara teriakan mbok Atun. Astagfirullah…, semoga tuan muda selamat!” teriak  mbok Atun yang langsung dihentikan oleh mang Akri. Dilla bersama putra kembarnya langsung berjalan menuju sumber suara yang mereka dengar.


“Mbok…, apa yang kamu lakukan? Janganlah membuat resah nyonya muda dan anak-anak! Kita tunggu kabarnya dulu dari pak Dimas!” ucap mang Akri berusaha menenangkan mbok Atun. Namun ucapan mereka keburu diketahui oleh Dilla dan anak-anak yang menghampiri mereka.


“Ada apa mbok! Apa yang kalian sembunyikan!” tanya Dilla penasaran dan kawatir.


 Ini nyonya, ada kabar di internet kalau di Polres terjadi penyerangan oleh Sentanu terhadap tuan muda Tegar,” ucap  Mang Akri terbata-bata karena takut kalau menyakiti Nyonya Dila.


“Penyerangan gimana! Mang Akri Tolong jelaskan kepadaku! Apa yang terjadi dengan Kak Tegar!” ucap Dilla yang cemas dengan kondisi suaminya.


“Pak Tegar kena tembak Nyonya muda, dan sekarang dilarikan ke rumah sakit terdekat.” jawab mang Akri bingung.


“Mang Akri tolong kamu hubungi Pak Dimas! Cari informasi tentang suami saya!” ucap Dilla cemas.


 “Pak Dimas sudah saya hubungi tapi belum bisa, “ jawab mang Akri semakin bingung.


Sementara itu Dilla yang kawatir dengan suaminya, tubuhnya gemetar keluar keringat dingin dan tidak berdaya hingga pingsan.  Tapi untung Mbok Atun yang tahu langsung menangkapnya hingga tidak sampai terjatuh tersungkur di lantai. Mang Akri dan Mbok Atun membawa Nyonya Dila ke kamarnya untuk mendapatkan pertolongan pertama. 


Mbok Atun mengambil minyak kayu putih untuk dioleskan di hidung Nyonya Dilla agar segera siuman. Tidak berapa lama kemudian Dilla tersadarkan diri, tapi terus terisak menangis memanggil nama Tegar.


Si kembar juga ketakutan dan terharu melihat mamanya bersedih. Si kembar ikut meneteskan air matanya melihat betapa besarnya cinta mamanya terhadap papanya. Setya kemudian berusaha menelpon papa dan om Dimas tapi tetap tidak bisa tersambung.  Mereka akhirnya meminta mang Akri untuk mengantarnya menuju rumah sakit. 

__ADS_1


Mang Akri dengan setia mengantar majikannya ke rumah sakit ditemani mbok Atun yang memapah Dilla. Di ruang informasi Dilla menanyakan tentang suaminya yang merupakan korban dari penembakan.


Dilla bersama rombongan menuju ruang operasi seperti yang disampaikan oleh resepsionis. Bersamaan dengan itu Tegar keluar dari ruang operasi untuk dipindahkan di ruang perawatan. Dilla bertemu dengan Dimas hingga akhirnya Dimas menceritakan bagaimana terjadinya penembakan tersebut. 


Dilla bersama rombongan mengikuti perawat yang membawa Tegar menuju ruang perawatan. Tegar yang masih belum sadar karena pengaruh obat bius nampak tertidur lelap hingga membuat Dilla takut kalau ditinggal Tegar pulang menuju surga.


Dilla dengan setia duduk di samping Tegar dengan berderai air matanya. Dilla menangis melihat suaminya terluka di bahunya. Sementara yang lain duduk memandangi Dilla dengan perasaan tidak menentu.


“Hikk…, hikk…, Sayang…, bangunlah dan segeralah siuman! Aku mohon jangan tinggalkan aku bersama anak-anak! Aku dan anak-anak membutuhkanmu! Aku sangat mencintaimu!” ucap Dilla yang terus menangis dihadapan suaminya. Sementara itu Tegar yang sudah siuman belum membuka matanya karena berencana hendak mengerjai istrinya.


Tegar tiba-tiba kejang-kejang hingga membuat Dilla semakin histeris melihat keadaan suaminya. 


“Sayang…, jangan tinggalkan aku. Aku sungguh sangat mencintaimu dan takut kehilangan dirimu! Aku janji akan selalu menuruti apa kemauan kamu. Aku mohon jangan tinggalkan aku!”tangisnya pecah hingga membuat Tegar tidak tega melanjutkan sandiwaranya. Pelan-pelan Tegar membuka matanya dan berusaha duduk dari pembaringan.


“Dasar suami tidak punya akhlak dan dengan sengaja kamu  mempermainkan aku ya?”Dilla yang tersadar kalau suaminya sedang mempermainkannya langsung memukul Tegar dan secara tidak sengaja mengenai luka suaminya hingga Tegar meringis kesakitan.


“Aduh…, sakit sayang!” ucapnya meringis kesakitan hingga Dilla bingung dan langsung memencet tombol untuk meminta bantuan perawat.


“Makanya kakak jangan suka mempermainkan aku seperti ini! Kalau terjadi seperti ini pasti sakit kan?” ucapnya sambil ngomel tidak jelas.


Sementara itu yang lain begitu melihat kelakuan mereka berdua merasa baper hingga akhirnya Dimas memutuskan untuk membawa anak-anak kembali pulang ke rumah diikuti oleh mang Akri dan mbok Atun.


“Papa dan mama yang rukun ya? Mama jaga papa dengan baik ya? Aku titip papa dan tolong jangan dipukuli papa aku?” goda Yasa meledek kedua orang tuanya.

__ADS_1


Tidak Berapa lama kemudian perawat pun datang memeriksa keadaan Tegar. “Maaf ibu bapak baik-baik saja dan lukanya juga tidak begitu serius,” ucap sang perawat setelah memastikan luka jahitan Tegar.


“Terimakasih mbak! Semoga suami saya akan segera kembali normal seperti sedia kala!” ucap Dilla kepada perawat yang memeriksa Tegar. 


Setelah memastikan Tegar dalam keadaan baik  saja,  perawat kembali ke tempatnya. Di Ruang perawatan hanya tertinggal Tegar yang ditemani oleh istrinya. 


“Sayang,  kamu benar-benar membuat aku  shock kena serangan jantung. Aku mohon janganlah kau ulangi lagi ya?” ucap Dilla yang semakin manja sama suaminya.


“Tidak akan sayang, aku yang terpenting sudah tahu perasaan kamu sesungguhnya ke aku! Dengan cara seperti ini aku mengetahui semua isi hatimu!” Tegar menjelaskan panjang lebar tentang tujuannya mempermainkan istrinya.


“Ok! Kalau sudah tahu perasaan aku, terus mau apa sayang?” tanya Dilla kepada Tegar.


“Ya berarti cinta aku tidak bertepuk sebelah tangan karena selama ini kamu penuh misteri dan sangat sulit menebak isi hatimu!” ucap Tegar yang terus memegang tangan istrinya dan mengusap-usap punggung tangan istrinya dengan baik.


“kalau sudah tahu perasaan aku, kakak mau apa?” tanya Dilla yang terus mengejar Tegar dengan beberapa pertanyaan.


“Tentu akan kakak sayang dan cinta seumur hidup aku. Aku juga akan memanjakanmu!” ucapnya dengan terus memainkan rambut istrinya.


“Kakak kok gombal banget ya?” ucap Dilla hendak memukul kembali Tegar namun dengan sigap Tegar menangkap pergelangan tangan Dilla dan mereka berdua pun tertawa lepas. Mereka berdua akhirnya mengingat kembali memori mereka waktu pertama kali bertemu.


Dilla yang kecapekan karena tidak tidur siang akhirnya tertidur di sofa rumah sakit. Tegar kemudian berjalan menghampiri Dilla dan menyelimutinya dengan selimut.


Tegar dengan memegangi infusnya duduk jongkok memandangi Dilla dengan tersenyum kemudian mencium kening istrinya. Setelah puas memandangi istrinya yang sudah terlelap Tegar kembali ke ranjangnya. Tegar karena masih dibawa pengaruh obat bius langsung kembali tertidur. 

__ADS_1


💕💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕💕


__ADS_2