Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Berjumpa


__ADS_3

Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk pergi ke mall.  Si kembar  nampak senang karena mereka sudah merasakan seperti keluarga pada umumnya.  mereka keluar ditemani dengan papa dan mamanya.


 Si kembar khususnya Yasa sangat menikmati kebersamaan mereka.   Di tengah jalan tiba-tiba Yasa mengungkapkan kalau dirinya ingin pergi ke panti.  Yasa berminat ingin menyumbang berapa makanan untuk panti.


“Mama, aku  hari setelah membeli Ingin pergi ke panti.  Aku sudah lama tidak kesana, Kasihan mereka tentunya mainannya udah cukup usang,” Ucap Yasa dengan penuh permohonan.


 ”Itu tidak masalah,  nanti setelah menonton kita bisa pergi ke sana bersama-sama.  kebetulan Papa hari ini juga ingin berbagi,” Ucap Dila menenangkan putranya.


“Oke mam.., Mama dan Papa memang orang tua yang terbaik. Aku sangat menyukainya,” ucap Yasa yang terus berbicara mengatakan sesuatu yang baik tentang panti.


Tidak Berapa lama kemudian mereka sampai di mall.  Tegar menggandeng kedua putranya menuju leaf  untuk naik ke atas.  Yasa langsung memilih beberapa baju untuknya termasuk juga  Setia.


Tegar yang menggandeng Dilla memilihkan beberapa baju pesta untuk Dila.  tidak lupa pula Tegar memasukkan beberapa  baju lingeri untuk Dila tanpa sepengetahuan Dila dan kedua putranya.


 Setelah acara belanja keperluan untuk Dila dan kedua putranya mereka berencana masuk bagian permainan untuk membeli beberapa mainan anak panti.  Disaat mereka ingin masuk ke toko permainan Sudah tiba ada seseorang orang yang memanggil Setia dan Yasa.


 Mereka berempat menoleh ke arah sumber suara.  Dila sangat terkejut ternyata yang memanggil kedua putranya adalah si gendut yang orang tuanya bermasalah dengan kedua putranya dan gurunya.


“Ryan, kamu sedang apa di sini?” tanya setia dan Yasa hampir bersamaan.


 “Aku mau beli mainan,  mainan ku sudah banyak yang rusak,”  ucap si gendut sambil menarik tangan Yasa dan Setia untuk masuk ke toko permainan.


“Maaf pak Tegar,  Aku sudah tahu kasus suamiku dengan kedua putramu dan pihak sekolah. Nambah lagi hendak mencelakai putra anda,” ucap mamanya si gendut seolah-olah tidak ada masalah.


“Anda tidak marah?  Perlu anda tahu suami anda sekarang berada di sel tahanan?” tanya Tegar kepada mamanya si gendut.


“Tidak Pak.  Aku justru berterima kasih kepada Bapak karena dengan demikian suami saya bisa sadar dan kembali ke jalan yang benar. Namun saat ini saya harus berjuang sendiri untuk menghidupi Putraku,”  ucap mamanya si gendut kepada Tegar

__ADS_1


“Baiklah,  untuk ke kedepannya  bisa diadakan kerjasama dengan perusahaan yang dikelola oleh istri saya.  Kebetulan rumah sakit milik istri saya saat ini memerlukan beberapa perlengkapan kantor. Kalau perusahaan anda bisa menyiapkan keperluan perlengkapan kantor di rumah sakit milik istri saya langsung besok Senin Anda bisa hadir menemui istri saya di kantor. 


“Baiklah Pak, terimakasih atas bantuan bapak. Dan aku berharap Putraku tidak memiliki sifat seperti ayahnya,”ucap mamanya si gendut sambil menghela nafasnya. 


Setelah melakukan aktivitas belanja mereka berempat berpisah dengan si gendut dan Mamanya.  Yasa Tidak mengira akan berjumpa dengan si gendut.  karena si gendut sudah pin sekolah. Kemudian mereka berempat berpisah dengan si gendut dan masuk menikmati film yang ada di bioskop. 


Dilla memilihkan judul film yang bertema keluarga. Dila yang sangat protektif terhadap kedua putranya dan selalu membantunya jika ada masalah. 


“Lihat itu, Filmnya sangat menyenangkan apalagi film keluarga. Lihatlah di dalam cerita itu ada beberapa anak yang ikut membantu peran utama,” ucap  Yasa penuh dengan kegirangan. 


“Kak, Begitu saja kok senang. Kakak minta dibuatkan Adik lagi ya?” ucap Setia ke kepada Yasa hingga membuat Dila dan papa Tegar tersenyum simpul.


“Tidak usah ribut…, Ayo segera  keluar filmnya sudah hampir selesai dan kita segera berangkat menuju ke panti,” Ucap Papa Tegar sambil menggandeng biasa masuk ke dalam mobil.  Sedangkan Setia digandeng oleh Dilla. 


Mereka berempat menikmati kebersamaan mereka hingga sore hari baru pulang sampai ke rumah. Yasa dan Setya mandi dan dan segera mengganti bajunya yang kotor dengan baju yang bersih. Tentara itu Dila yang masuk ke kamarnya langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.  Dilla hari itu seakan malas untuk  bergerak melakukan aktivitas sehari-hari termasuk mandi. 


“ Sayang, aku malas mandi. Aku ingin tiduran saja,” ucap Dilla sambil meringkuk di atas tempat tidur bermalas-malasan. Tubuhnya menghadap ke dinding kamar hingga membuat Tegar harus turun ke ranjang untuk melihat suhu tubuh Dilla. 


Tegar yang mengawatirkan Dilla langsung menempelkan telapak tangannya di dahi Dilla.


“Aku rasa kamu baik-baik saja? Suhu tubuhmu juga normal,”  ucap Tegar kepada Dilla.


“Aku memang tidak sakit, aku hanya malas saja untuk mandi,” ucap Dilla santai hingga membuat Tegar gemas. Kemudian tanpa basa-basi Tegar langsung menggendong Dila menuju kamar mandi.


Tegar menurunkan Dilla pelan-pelan kemudian membuka bajunya satu persatu dan memandikannya seperti  anak kecil. Hari ini Tegar memandikannya dengan baik tanpa harus berbuat sesuatu yang ingin menyebabkan mereka hendak melakukan hubungan suami istri.


Namun Dilla  yang suasana hatinya tidak bisa ditebak tiba-tiba langsung menarik Tegar kedalam bath up nya. Dilla membisikkan sesuatu ke telinga Tegar.

__ADS_1


“ Sayang,  aku hari ini ingin mandi bersama kamu. Ingat hanya mandi saja tidak boleh lebih,” bisik Dila kepada suaminya. Tegar hanya melongo melihat sikap Dilla yang menurutnya  tidak seperti biasanya. 


“Sayang, kamu kenapa? Apa kamu minta begituan?” goda Tegar kepada istrinya hingga membuat Dilla kesal.


“ Aku sudah bilang. Aku hanya ingin mandi bersama saja. Dan aku ingin ber manja-manjaan dengan suami aku. Apa itu tidak boleh?” tanya Dila sambil mengerucutkan bibirnya.


“Ok…,  tapi kamu jangan ngambek ya? Kalau kamu ngambek seperti itu aku akan bingung?” ucap Tegar sambil meneruskan menggosok tubuh Dilla dengan sabun. Bahkan Tegar juga membersihkan rambut Dilla.


Dila tersenyum senang melihat diperlakukan bagaikan Putri oleh Tegar. Dirinya pun tidak mengerti kenapa ingin selalu berada di dekat Tegar. Tapi dirinya sangat beruntung ternyata Tegar memang benar-benar menyayanginya. Bahkan setelah mandi Tegar juga dengan telaten mengeringkan rambut Dila yang basah.


“ Sayang, Biar aku sendiri yang mengeringkan rambutku.  Sudahlah kamu bisa duduk di sofa,” ucap Dila kepada Tegar,  namun Tegar tetap melanjutkan aktivitasnya.


“ Tidak  apa-apa. Aku hari ini ingin memberlakukan kamu bagaikan seorang putri. Aku siap memberi apapun untuk kamu. Bahkan jiwa raga ku ini hanya kupersembahkan untukmu?” ucap Tegar yang mulai merayu Dilla.


“ Kakak. lama-lama aku juga risih mendengar rayuan maut dari kakak?” sambil melihat wajah Tegar melalui cermin. Tegar hanya terkekeh melihat Dilla yang berusaha mengamati nya.


Tidak Berapa lama kemudian mereka berlanjut untuk nonton televisi di sofa sambil menunggu adzan maghrib.  Dilla pun masih berusaha mencari perhatian dari Tegar.  Dilla menyandarkankepalanya di dada bidang Tegar sambil menonton acara televisi. 


Tegar dengan penuh kasih sayang mengusap-usap kelapa Dilla sambil melihat acara di televisi.


 Namun kebersamaan mereka tidak lama karena tiba-tiba kedua putranya langsung ikut nimbrung di kamarnya.  Apa lagi Setya langsung  menerobos masuk antara duduk diantara Dilla dan Tegar.


“ Ih Mama…, sama papa…, pacaran kembali ya?”tanya Setya yang sengaja usil mengganggu kemesraan papa dan Mamanya.


“Tidak nak,  Ini mama lagi capek dan minta dipijat sama papa,” Jawab Tegar santai kemudian mereka berempat berlanjut Nonton televisi sambil sekali-kali mereka bercanda bersama.


 Mereka berempat nampak seperti keluarga bahagia yang harmonis hingga jika ada orang melihatnya akan merasa iri.

__ADS_1


__ADS_2