Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Berdua Saja


__ADS_3

Hari menjelang malam, Tegar mengajak Dilla pulang ke rumahnya. Dilla pun bertanya kepada Tegar, kenapa dirinya pulang ke rumah Tegar dan tidak ke rumahnya saja. Tegar pun menjelaskan kalau sebenarnya di rumah Dilla tidak ada orang sama sekali. Semua penghuninya termasuk mbok Atik pergi ke Semarang bersama Mita. Sedangkan Irfan hari ini pulang ke rumah Rara karena orang tua Rara minta bertemu dengan Irfan. Dan hari ini Tegar berminat untuk berdua saja dengan Dilla tanpa apa gangguan dari siapapun. 


 Setelah turun dari mobil, Tegar menggandeng Dilla masuk ke rumahnya. Di dalam sudah ada Mbok Yem yang menyambutnya. 


“Tuan muda, nona muda kenapa?” tanya Mbok Yem yang datang  tergopoh-gopoh menyambut mereka berdua.


“Ceritanya panjang Mbok, yang terpenting Nona muda sudah tidak apa-apa. Ayah kemana mbok?” Tanya Tegar kepada Mbok Yem.


“Tuan besar lagi keluar kota. Kemungkinan besok baru pulang. O…, iya, makanan sudah siap. Tuan muda bersama nona muda mau makan sekarang atau nanti?” tanya Mbok Yem   kepada mereka berdua.


“Maaf, mbok. Aku sudah lelah. Aku ingin istirahat saja!” ucap Dilla sopan. 


“Mbok siapkan kamar tamu untuk nona Dilla ya? perintah Tegar kepada Mbok Yem. Sambil menunggu mbok Yem menyiapkan kamar, mereka berdua duduk di sofa ruang  tengah. Tegar memutar televisi sambil sekali-kali makan cemilan yang ada. Sedangkan Dilla yang memang sangat lelah membaringkan tubuhnya di pangkuan Tegar. 


Dilla yang sudah cukup capek langsung tertidur di pangkuan Tegar. Tegar sekali-kali melirik wajah Dilla yang tertidur begitu pulas bagaikan bayi yang tidak berdosa. Wajahnya yang polos membuat Tegar berusaha mengusap-usap pipinya hingga Dilla menggeliat penuh dengan kenyamanan.


 "Tuan muda, kamar sudah siap.”  ucap Mbok Yem yang telah menghampiri mereka. Tegar pun akhirnya menggendong Dilla untuk dibawanya masuk ke kamar tamu. Dengan sangat  pelan Tegar membaringkan tubuh Dilla ke ranjang. Tegar mengecup kening Dilla kemudian menyelimuti tubuh Dilla dengan selimut. Tegar pelan-pelan meninggalkan Dilla tertidur di kamar tamu.


Pagi hari pun menjelang, suara adzan subuh berkumandang hingga sayup-sayup terdengar di kamar Dilla.  Dilla pelan-pelan membuka matanya dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Dilla kemudian mengganti bajunya yang sudah kotor dengan baju yang ada di lemari yang memang sudah disediakan oleh Mbok Yem atas perintah Tegar. 


Setelah melakukan aktivitas pagi, Dilla menanyakan keberadaan Tegar kepada Mbok Yem.  Mbok Yem pun akhirnya menunjukkan Tegar yang sedang berenang di kolam renang.  Dilla  kemudian membuat beberapa makanan ringan dan minuman yang hendak di bawanya ke kolam renang menunggu Tegar yang sedang melakukan aktivitasnya.

__ADS_1


 Dilla duduk di kursi samping kolam renang sambil menikmati makanan dan minuman yang dia bawa. Tegar yang mengetahui keberadaan Dilla langsung keluar ide konyolnya untuk membuat Dilla agar mengikuti dirinya berenang.


 Tegar langsung mendekati Dilla dan tiba-tiba menggendong Dilla untuk diceburkan kedalam kolam renang. Dilla berontak ingin melepaskan dirinya namun kalah kuat dengan Tegar. 


"Byur...ur,”  tubuh Dilla terhempas kedalam kolam renang.  Dilla yang kesal dengan ulah Tegar pura-pura tenggelam. Tegar yang panik langsung menceburkan dirinya berenang menggapai tubuh Dilla. Tegar langsung membawa tubuh Dilla menepi di pinggir kolam renang. 


 Tegar kembali membopong tubuh Dilla dan membaringkannya di lantai dekat kolam renang. Tegar langsung menekan dada Dilla kemudian memiringkan tubuh Dilla agar air yang sudah terlanjur masuk di dalam tubuhnya bisa keluar.


 Dilla yang usil juga berpura-pura mengeluarkan air yang ada ada di mulutnya hingga disemburkan nya ke arah Tegar. Tegar yang yang tahu kalau Dilla sedang usil maka Tegar pun pura-pura tidak mengetahui kalau sesungguhnya Dilla berbuat nakal untuk menggodanya.


“Benar-benar  suka jahil ya, awas nanti aku balas,” gumam Tegar lirih.  Tegar pun Langsung melakukan aksinya dengan mengekang tubuh Dilla hingga Tegar berada di atasnya hendak melakukan nafas buatan untuk Dilla.


 Dilla yang sudah terlanjur berbohong, bingung akan berbuat sesuatu hingga akhirnya Dilla memutuskan untuk diam.  Tegar pun pelan-pelan mendekatkan wajahnya mendekati wajah Dilla hingga akhirnya Tegar mengecup bibir Dilla.  Tegar yang sudah terlanjur  basah, melancarkan aksinya yang penuh sensasi hingga Dilla tidak bisa menahan nya. Dilla pun langsung mendorong tubuh Tegar agar menjauh darinya.


“Rasain, Makanya jangan sok usil dan cari kesempatan dalam kesempitan,” ucap Dilla sambil  mengejek Tegar. Dilla kemudian hendak kembali mengganti bajunya yang basah.  Tegar yang tahu kalau Dilla hendak menuju rumah, langsung naik dari kolam renang dan mengejar Dilla kembali.


Tegar berhasil menangkap tubuh Dilla dari belakang, dan memutarnya hendak dibawa ke kolam renang kembali.


“Sayang, Maafkan Aku. Aku hari ini tidak bisa menemanimu berenang. Luka di bagian wajahku belum mengering dan ini terasa sang sangat perih,” ucap  Dilla berbohong.


 Tegar yang kuatir dengan kondisi Dilla  langsung menggendongnya dan  membawanya ke kamar  tamu.  Tegar kemudian membaringkan Dilla di sofa dan mengamati wajah Dilla. 

__ADS_1


“Sayang,  kamu berbohong ya? Aku lihat lukamu sudah mengering dan l7kanya juga sudah menutup!” Ucap Tegar penuh curiga.


“He…, he…. Iya, aku tidak apa-apa,” ucap Dilla sambil tersenyum puas karena berhasil mengerjai Tegar.


“Baiklah, hari ini kamu menang. Sebagai  hadiahnya Aku akan memasakkan sesuatu yang sangat spesial untuk sarapan kita hari ini,”  ucap Tegar yang semakin terpesona dengan kecantikan dan sikap Dilla.


“Ok.., Aku tunggu janji kakak.  Sekarang kakak keluar dulu, aku hendak  membersihkan tubuhku dan mengganti bajuku,” ucap Dilla sambil mendorong tubuh Tegar keluar dari kamarnya.


“Ok…, Kamu pakai baju dan bermake-up yang cantik ya?”ucap Tegar sambil berlalu meninggalkan kamar Dilla. Dilla pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau dia menyetujui permintaan Tegar.


Tegar setelah mengganti bajunya langsung pergi ke dapur. Tegar langsung menyiapkan beberapa bahan untuk memasak. Si mbok yang mengetahui kesibukan Tegar langsung menghampirinya dan hendak membantunya namun Tegar menolaknya.


Si mbok pun tersenyum melihat Tegar yang berusaha membahagiakan Dilla. Tegar yang dulu berbeda dengan Tegar sekarang. 


Setelah selesai masak Tegar menata masakannya di taman belakang. Bahkan di meja juga ditata bunga kesukaan Dilla. Tegar kemudian beranjak pergi ke kamar Dilla menjemputnya dan membawanya menuju tempat makan.


Tegar menggandeng Dilla dengan penuh romantis kemudian menggeser kursinya menempatkan Dilla duduk berhadapan dengannya. Mereka berdua makan dengan suasana yang sangat romantis diiringi oleh lagu-lagu lama yang romantis.


Setelah selesai makan, Tegar membawa Dilla ke ruang kerjanya dan menunjukan sebuah gambar yang berisi perencanaan rumah yang akan mereka tempati setelah mereka menikah.


“Kak, tapi aku tidak minta apapun. Rumah yang aku tempati saja juga sudah bagus dan cukup luas untuk kita berempat,” ucap Dilla.

__ADS_1


“Sayang, itu kan rumah kamu? Aku ingin kita tinggal di rumah kita yang sudah aku rencanakan sejak kita bertemu 5 tahun lalu. Besok kita berkunjung ke sana untuk melihatnya. Aku ingin kamu yang menentukan warna cat dan interior rumahnya,” ucap Tegar memohon. Dilla yang begitu menghargai cinta Tegar akhirnya menyetujui permintaan Tegar.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.


__ADS_2