Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Terkuak


__ADS_3

Semua data dan berkas telah diterima oleh Dimas dari  tangan Tiara. Dimas kemudian mengumpulkan Berkas-berkas itu menjadi satu untuk dilaporkan kepada Tegar.


 Sementara itu Lukas yang  terbangun dari tidurnya tidak menyadari kalau sebenarnya dia telah dimanfaatkan oleh Tiara.   Lukas pelan-pelan beranjak dari  ranjangnya kemudian menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.  kepalanya terasa berat dan pusing hingga akhirnya menelepon sopirnya untuk pulang ke rumah.


 Sesampainya di rumah lukas mencari Lusi untuk membuatkan minum dan memijit nya.  Namun Lusi yang berada di ruang kerjanya tidak sedikitpun menghiraukannya.  Lukas murka hingga membanting sesuatu yang ada di depannya.


“Bruk…, krak,” guci hancur berantakan menyebar di seluruh lantai.


“Sayang apa yang kamu lakukan dengan guci cantikku? Itu sangat mahal dan peninggalan dari almarhum suamiku mas Wisnu!” ucap Tante Lusi semakin marah hingga mereka bertengkar dengan hebat.


“ Almarhum suami, oh kamu masih menyimpan rasa cinta pada Wisnu si tua bangkayang sudah meninggal iitu!Baiklah mulai sekarang aku akan keluar rumah ini dan meninggalkanmu!” ancam Lukas hingga dia berbalik arah hendak meninggalkan Lusi.  Lusi yang masih mencintai Lukas berusaha menahan nya dengan memeluknya dari belakang.


“ Sayang,  maafkan aku.  Bukan maksudku seperti itu.  Aku sebenarnya hanya sangat menyukai barang antik ini!” ucapnya terbata-bata sambil menahan tangisnya.


“ Sudahlah,  aku sudah tidak peduli lagi denganmu. Lepaskan aku, apalagi kamu saat ini sudah tidak bisa diharapkan lagi!”  ucap Lucas sambil berusaha melepaskan pelukan  Lusi.


“Sayang…, apa yang kamu katakan? Ternyata kasih sayangmu kepadaku hanyalah palsu belaka! Kamu hanya menyayangiku karena aku dulu memiliki harta kekayaan yang melimpah.  Bahkan semua kekayaan ku habis kuberikan untukmu. Aku  berbohong kepada suamiku hanya untuk memberimu harta.  Bahkan semua hasil  dari perusahaan peninggalan suamiku habis untukmu.  Aku tidak mengira kalau kamu sesungguhnya hanya berniat  mencari kesenangan dengan menikmati seluruh fasilitas yang aku berikan dari kekayaan suamiku. Kamu benar-benar laki-laki biadab yang aku kenal selama ini!” tangis Lusi Tanpa dihiraukan lagi oleh Lukas.


Lukas yang berhasil melepas pelukan Lusi langsung beranjak pergi meninggalkan Lusi sendiri di rumahnya.  Lukas kembali menyuruh sopirnya untuk mengantarkan dirinya di apartemennya.  Lukas kembali mabuk-mabukan dan memanggil salah satu wanita penghibur untuk menemaninya. Entah kebetulan atau tidak ternyata wanita penghibur yang dipanggilnya adalah wanita pengganti yang menggantikan Tiara pada peristiwa malam itu.


Wanita penghibur tersebut lagi membutuhkan uang untuk pengobatan putrinya sehingga dia berusaha untuk merencanakan sesuatu. “Bukankah ini Ini laki-laki yang kemarin aku jebak bersama Nona Tiara.  ini sangat Kebetulan sekali,  aku akan memanfaatkan momen ini untuk menjeratnya hingga aku dapat memperoleh informasi untuk aku jual kepada Nona Tiara,” gumamnya lirih.


Sang wanita penghibur melayani Lukas dengan baik, hingga kemudian Lukas dibuatnya  mabuk.   Wanita penghibur itu   berusaha mengorek semua masa Lalu Lucas hingga tanpa sadar Lukas menceritakan sesuatu yang yang berhubungan dengan kematian mamanya Dilla.

__ADS_1


Wanita penghibur tersenyum sinis karena sebentar lagi dirinya akan mendapatkan uang yang banyak dan akan dirinya akan berencana untuk berhenti menjadi seorang wanita penghibur. Setelah  mendapatkan  informasi yang sangat penting wanita itu menambah dosis minuman berakoholnya kepada Lukas hingga tanpa sadarkan diri.


Wanita penghibur tersebut kemudian mengambil sejumlah uang di dompet Lukas dan pergi ke luar apartemen milik Lukas. 


Wanita penghibur itu kemudian memanggil taxi  dan langsung memencet ponselnya menghubungi Tiara. 


“Halo, Apakah ini benar non Tiara?” Tanyanya memastikan bahwa pemilik ponsel itu benar-benar tiara.


“ Iya…,  itu betul saya? Ada apa ya? Adakah sesuatu yang dapat aku bantu?”  tanya Tiara yang memang tidak menyimpan nomor tersebut kedalam kontaknya.


“Non…,  Anda lupa ya? Aku adalah wanita penghibur yang anda sewa tempo hari! ini Aku punya beberapa informasi bagus tentang kejahatan Om Lukas yang setelah dilakukannya di masa terdahulu,”  ucapnya terbata-bata.


“ Baiklah, kita bertemu di resto “Lezat Abadi,” Ucap Tiara yang langsung menutup ponselnya.  kemudian Tiara mengambil kunci mobilnya dan meluncur ke arah Resto yang telah Ia sepakati dengan wanita penghibur.


 Seperti perkiraannya 5 menit kemudian wanita tersebut datang tergopoh-gopoh menghampirinya.  Wanita tersebut duduk berhadapan dengan Tiara kemudian menceritakan semua hasil rekamannya saat ini.


“Itu berita yang sangat bagus, tentu bosku akan memberi imbalan yang sangat besar. Pak bos memang sangat loyal apapun kerja yang bagus pasti akan diberinya royalti atau penghargaan sehingga semua yang berurusan dengan pak bos pasti tersenyum puas!” ucap Tiara penuh semangat kemudian meminta bukti tersebut kepada wanita penghibur tadi.


Tidak berapa lama semua bukti sudah berada di tangannya. Dan sebagai imbalan berita tersebut Tiara menggantinya dengan cek berisi uang senilai 10 juta.


Wanita penghibur itu pun akhirnya kembali ke rumahnya dan berkemas untuk kembali ke desanya hendak memulai hidup baru.


Setelah kepergian wanita penghibur tersebut Tiara menghubungi Dimas dan menceritakan pertemuannya dengan seorang wanita yang berhasil mengorek informasi dari Lukas.

__ADS_1


Dimas akhirnya meluncur menemui Tiara dan mereka melakukan transaksi untuk saling menukar informasi dengan senilai uang tertentu. Setelah puas dengan apa yang diperolehnya Tiara memberikan rekaman tersebut kepada Dimas.


Dimas membawa rekaman itu untuk diberikan kepada Tegar. Sesaat kemudian Dimas sudah berada di kantor Tegar dan memutar rekaman tersebut di laptop Tegar yang dihubungkan melalui LCD.


“Bener-bener wanita tidak tahu diuntung, aku belain menjadi pembunuh karena dirinya giliran ikut menikmati kekayaannya diungkit-ungkit?” ucap Lukas dengan celotehnya yang cukup jelas di samping seorang wanita penghibur.


“Maaf tuan, siapa yang tuan maksud? dan siapa yang tuan bunuh?” tanya wanita penghibur tersebut.


“Lusi…, aku menjadikannya ratu setelah membunuh istri sahnya Wisnu dengan membuat rem mobil kendaraannya blong hingga masuk ke jurang. Tapi apa balasannya dia tidak pernah memperhatikan aku. Dan menuduh aku  hanya menikmati kekayaan suaminya. Bener-bener wanita nakal yang tidak tahu berterima kasih.


“Tuan kamu tidak takut untuk dipenjara, karena telah menghilangkan nyawa seseorang?” tanya wanita tersebut.


“Penjara? kenapa mesti takut. buktinya sampai sekarang aku masih bebas dan menikmati semua kekayaan wisnu si tua bangka itu!” jawabnya penuh emosi.


Tegar langsung mematikan rekaman tersebut kemudian menyuruh Dimas menyatukan semua bukti tersebut dan membawanya ke kantor polisi.


“Bos, apakah bukti kita sudah cukup kuat untuk menjebloskan om Lukas dalam penjara?” tanya Dimas kepada bosnya.


“Aku rasa ini sudah lebih dari cukup. Kita laporkan tuntutan kita ke kantor polisi biar mereka yang menangani. Aku yakin dalam hitungan menit om Lukas pasti akan dijemput oleh polisi untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.


Aku nanti juga akan memberi tahu Dilla tentang semua ini, berangkatlah dan bawa bukti ini ke kantor polisi tapi jangan lupa kamu gandakan terlebih dahulu.


Terimakasih para pembaca yang setia, jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi kontribusi dengan komentar, like, hadiah dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2