
Pertunjukan lumba-lumba akan segera dimulai. Tegar dari pagi sudah membawa Dilla beserta anak-anak menginap di hotel sejak kemarin.Tegar memandikan serta membantu anak-anak memakai baju santai dengan atasan kaos dan bawahan celana pendek. Setelah semuanya siap Tegar langsung mengajak anak-anak untuk keluar kamar menuju kolam renang tempat pertunjukan lumba-lumba.
Sebelum melangkah pergi keluar kamar Tegar mendekati Dilla dan mencium keningnya. “Sayang, aku keluar dulu ya?Kamu nanti bisa melihat dari sini!” ucap Tegar kepada Dilla yang nampak tidak tega meninggalkan istrinya.
Tidak berapa lama kemudian Tegar bersama kedua putranya sudah berada di deretan paling depan sebagai tamu kehormatan. Disamping kirinya sudah ada Dimas dan Mita. Namun tiba-tiba berdiri dan berjalan kembali lagi menuju kamar tempat Dilla berada.
“ Sayang, kenapa kembali lagi? Adakah sesuatu yang tertinggal?” tanya Dilla penasaran.
“ Ada, Aku tidak bisa meninggalkan dirimu Sendirian,” ucap Tegar sambil mencari baju untuk Dilla dan memakaikannya ke tubuh Dilla seperti layaknya anak kecil. Setelah semuanya siap Tegar langsung menggendong Dilla keluar menyusul anak-anak.
Sesaat kemudian semua tamu melihat ke arah Tegar yang menggendong Dilla. Semuanya siap pertunjukan pun akan segera dimulai. Lumba-lumba yang melakukan atraksi seolah-olah mengetahui kalau mereka yang duduk di depan yaitu Tegar beserta keluarga merupakan pemilik hotel tersebut. Dengan lincah salah satu lumba-lumba bergerak melompat mendekat ke arah si kembar yang sedang yang duduk di depan tepat di tepi kolam renang.
Seksi dokumentasi dari hotel pun berusaha untuk mengabadikan momen mereka sekeluarga. Si kembar khususnya Setya sangat menikmati atraksi tersebut.
Bahkan Setya dan Yasa mendekati lumba-lumba untuk memeluknya sehingga lumba-lumba bergerak untuk mencium pipi mereka. Dalam atraksi tersebut yang tak kalah lucu lumba-lumba mengajak Setia untuk saling melempar bola.
Semua tamu merasa gembira melihat atraksi tersebut. Dillla pun juga nampak menikmati pertunjukan tersebut dan nampak gembira. Baginya hari ini adalah hari yang menyenangkan karena kegembiraan si kembar. Diakhir acara mereka sekeluarga mengabadikan foto mereka dengan lumba-lumba diikuti Dimas beserta Mita. Selain seksi dokumentasi dari pihak hotel ternyata ada beberapa wartawan yang muncul mengabadikan momen tersebut sehingga membuat berita heboh di dunia maya.
Semua pengusaha sangat terkejut dengan cara Tegar mempromosikan hotelnya. Ternyata strategi tersebut bisa mengalihkan beberapa konsumen hotel lain untuk tertarik menikmati fasilitas yang yang ditawarkan oleh hotel Tegar.
__ADS_1
Tegar beserta keluarga setelah melihat pertunjukan langsung kembali ke kamar hotel. Di kamar Dila iseng membuka hp-nya untuk browsing di internet. Dilla tersenyum puas tak kala melihat berita kepemilikan saham di hotel tersebut. Hari ini omzet penjualan dengan fasilitas hotelnya mengalami kenaikan. Bahkan harga saham mengalami kenaikan.
Dari berita tersebut membawa pengaruh besar terhadap kemajuan usaha perhotelannya, banyak teman pengusaha dan pejabat yang membawa keluarganya untuk berlibur menempati hotelnya. Mereka tertarik ingin bermalam di hotel milik keluarga untuk menikmati fasilitas hotel yang cukup menjanjikan dan sekaligus melihat pertunjukan atraksi lumba-lumba.
“ Sayang, ternyata apa yang kamu prediksikan bersama anak-anak sangat benar karena omset usaha Hotel kita mengalami kenaikan setelah mengadakan atraksi lumba-lumaba tersebut dan bahkan ada beberapa tamu yang tidak bisa boking tempat karrena sudah penuh. Tapi hal itu tidak berpengaruh kepada konsumen sehingga mereka harus antri untuk mendapatkan hari berikutnya,” ucap Dilla sambil memainkan ponselnya.
“Tentu dong Ma, itu semua berkat Setya dan Yasa. Sebagai imbalannya 30% dari penjualan tiket atraksi lumba-lumba untuk kita berdua ya!” usul Setya kepada sang mama.
“ Kamu itu ya, masa masih kecil pikirannya sudah bisnis,” ucap Mama Dila sambil mencubit pinggang Setya yang tentunya tidak keras dan tidak menyakitkan.
“Tidak apa-apa dong mah, kita terlahir memang sebagai pengusaha. Papa pengusaha, mama juga pengusaha, jadi anak-anaknya juga pengusaha. Itu masuk akal kan ma…?” jawab Yasa yang nampak cuek sambil bermain game.
“ Itu baru Papa kita. Coba mama seperti papa pasti kita tabungannya banyak,” ucap setia yang sedikit nakal. Mama Dilla hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekompakan antara papa dan anaknya.
Tidak berapa lama kemudian Setya mengajak Yasa keluar kamar untuk mencari es krim dan bakso kesukaannya. Setya dan Yasa pamitan kepada papa dan mamanya berjalan menuju lobi hotel yang di dekatnya ada minimarketnya.
Setelah mengambil beberapa makanan dan minuman di minimarket Setya dan Yasa duduk di lobby sambil menikmati makanannya. Namun tidak berapa lama ada tamu yang duduk di dekat mereka dan mengeluh soal pelayanan hotel. Menurut mereka salah satu pelayan hotel minta ung tip pelayanan terlalu tinggi.
Yasa mendenfarkan percakapan mereka kemudian merekan apa yang disampaikan oleh tamu mereka. Setelah itu mereka mengirim percakapan tamu mereka kepada Papanya. Papa Tegar yang tidak sengaja membaca pesan dari Yasa.
__ADS_1
Papa Tegar langsung memerintahkan kepada pihak manajemen hotel untuk mengusut permasalahan tersebut dan meminta maaf kepada ada tamu yang datang di hotel mereka.
Tegar tersenyum bangga dengan sikap kedua putranya yang semakin dewasa. Tegar yang tersenyum sambil membuka hp-nya membuat Dilla curiga. Dilla langsung mendekati Tegar dan menanyakan kenapa Tegar hari ini nampak senyum-senyum sendiri tidak jelas.
“Papa kenapa?” Dilla langsung memegang kening Tegar dengan telapak tangannya.
“Tidak panas, aku rasa papa normal? Tapi kenapa papa senyum sendiri?” tanya Dilla semakin penasaran karena dari tadi tidak mendapat jawaban dari Tegar.
Kemudian Tegar memberikan ponselnya kepada Dila dan menyampaikan kalau kedua putranya saat ini sedang makan dan minum di lobby sedang memergoki tamu yang mengeluhkan soal pelayanan hotel.
Namun mereka berdua tidak langsung menegur para tamu akan tetapi merekam semua pembicaraannya untuk dikirimkan ke Tegar. Tega juga menceritakan kalau semua permasalahan sudah diatasi oleh manajer hotel.
“Bagus itu Kak, Itu menunjukkan bahwa kedua kita tidak memiliki sifat yang arogan seperti kamu?” ucap Dilla yang sengaja menyindir Tegar. Tegar yang tenang hanya menganggaap apa yang disampaiakan olehnya hanya merupakan sebuah lelucon saja. Tegar yang gemas langsung memencet hidung Dilla. mereka berdua pun tertawa lepas seolah-olah tidak ada beban.
Namun di saat mereka bercanda tiba-tiba Dilla merasakan perutnya sakit sehingga membuat Tegar cemas. Akar yang panik langsung mengangkat tubuh Dilla menuju klinik hotel.
“Dokter tolong cek kandungan istri saya yang hamil. Ini tadi merasaakan sakit yang cukup luar biasa, aku takut kalau terjadi sesuatu dengan bayi kita?” ucap Tegar yang panik dan terus mengawasi pemeriksaan Dilla. Dan tidak berapa lama pemeriksaan selesai.
Sang dokter tersenyum simpul memeriksa keadaan mama Dilla kemudian menyampaikan kalau papa Tegsr tidak boleh melakukan hubungan suami istri dulu hingga usia kandungan cukup besar.
__ADS_1