
Selepas shalat subuh, Bilal sudah siap. Memasang jaket berwarna hitam ditubuhnya.
"Aku aja." Maryam menahan tangan suaminya yang hendak menutup resleting jaketnya. Bilal pun tersenyum, membebaskan Maryam melakukannya untuk Beliau. "Inget pola maka selama di sana, ya?"
"Iya, sayang." Bilal menyentuh tangan istrinya setelah selesai menutup rapat bagian dadanya. "A'a titip, Yahya. Sama kamu jaga diri ya..."
"Iya, A'... Alhamdulillah sudah ada Bu Ning. Jadi lumayan tenang dengan segala pekerjaan rumah."
"Alhamdulillah– A'a juga tenang, jadinya. Karena kamu ada yang bantuin. Sama itu, aku titip Ummi, ya."
"Iya." Merr mengetuk-ngetuk keningnya dengan ibu jari.
"Apa itu?"
"Pake tanya..."
"Oh, minta di tiup?"
"Cium!" Hentaknya bernada manja. Bilal pun tertawa. Ia memberikan kecupan di kening, setelah itu kedua pipi, dan berakhir di bibir.
__ADS_1
"Sudah paket komplit, ya?"
"Alhamdulillah..." Merr nampak bersemangat, ia pun membalas kecupan di pipi suaminya juga. "Hati-hati, A'. Kalau sudah sampai Ponorogo kasih kabar."
"Iya... ya udah A'a jalan dulu. Assalamualaikum."
"Walaikumsalam warahmatullah." Merr tak mengantar Bilal sampai keluar, karena sang anak masih terlihat pulas di atas ranjangnya. Khawatir saat ia turun nanti tak mendengar suara tangis Yahya.
***
Puku 16:30...
A'a baru saja tiba di hotel tempatnya menginap. Selepas bebersih Beliau sempatkan untuk melakukan panggilan video dengan sang istri, memandangi sang pujaan hati tengah bermain bersama anaknya.
Setelah puas Telfon sampai adzan Maghrib Beliau bersiap untuk ibadah sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat dilangsungkannya acara sholawat bersama. Di lanjut esok harinya Beliau di minta untuk mengisi ta'lim di salah satu masjid agung di pusat kota tersebut.
Pukul 13:00...
Bilal sudah berada di atas mimbarnya menghadap puluhan jema'ah bahkan sampai ratusan yang memadati masjid sampai ke pelataran. Membahas tentang ilmu khusyuk dalam beribadah.
__ADS_1
Kajian di awali dengan membaca sholawat bersama, lantas membaca ayat suci Al-Quran. Setelah itu kajian utama pun di mulai.
"Kalau pengen Allah menurunkan rahmatnya pada kita saat sholat syaratnya yaitu khusyuk. Ingin mendapatkan kebaikan dari sholat ya syaratnya khusyuk. Khusyuk itu apa? Yaitu menghadirkan hati untuk mengingat Allah di dalam sholat. Apa indikasi seseorang yang khusyuk di dalam sholat? Bagaimana kita tahu kalau kita itu khusyuk? Yaitu ketika kita lagi sholat itu inget Allah aja bukan inget yang lain. Kalimat pertama aja yang kita ucap saat sholat itu apa?"
"Allahu Akbar..." jawab beberapa di antara mereka.
"Nah... seharusnya kita langsung menyadari kebesaran Allah, sementara kita itu kerdil, hamba yang hina tengah berdiri di hadapan Allah SWT yang maha besar, yang maha suci. Kira-kira sikap kita bagaimana; Contoh sederhana aja, ketika kita berhadapan dengan orang nomor satu di negara kita. Kira-kira kita bakal gimana? Udah pasti tunduk dengan amat sopan. Berpakaian yang rapi dan bersih. Ini masih sesama manusia. Apalagi Allah, Tuhan kita. Ketika kita sholat sembari membayangkan diri kita yang rendah ini berhadapan dengan Allah SWT langsung. Seharusnya jangankan untuk bergerak melakukan aktivitas di luar sholat, untuk memikirkan yang lain saja pasti nggak akan berani."
Mereka masih mendengarkan dengan sesekali mengangguk paham.
"wa aqimis-salata lizikri –dirikan lah sholat untuk mengingat-Ku. Artinya salah satu misi kita sholat yaitu untuk mengingat Allah... jadi jangan sampai kita sholat tapi kita itu lupa dengan apa yang sedang kita kerjakan, lupa dengan surat yang kita baca, apalagi lupa rakaat. Biasanya yang seperti ini itu penyebabnya ngelamun. Padahal Sholat itu bukan untuk Ghofilin, ngelamun! Tapi untuk lidzikrilillah, berdzikir kepada Allah SWT. Yang sering terjadi itu kalau kita sedang menjadi ma'mum sholat tuh, sebab nggak baca suratan jadi ngelamun kemana-mana. Bener nggak?"
Para jama'ah cengar-cengir sembari mengangguk, sebagian lagi menjawab iya.
"Pada surat Al Maun ayat empat dan lima tertulis. Fa wailul lil-musalin Allazina hum 'an saalatihim saahun. –Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya.... maksud lalai disini yaitu tadi... Sholat yang tak sampai kehati. Karena apa? perintah sholat untuk kita ngelamun itu nggak ada! Nggak ada perintah sholat hanya untuk mencari ide, mencari barang yang hilang, menyelesaikan masalah dan lain sebagainya. Sholat itu semata-mata hanya untuk mengingat Allah SWT." Bilal meraih gelas di hadapannya, menengguk sejenak sebelum kembali berbicara.
"Dari situ kita bisa menilai sendiri, seberapa khusyuk kita sholat selama ini. Misal dalam sholat sesekali pikiran keluar. Tapi kita langsung sadar fokus lagi, itu nggak papa ya.. manusiawi. Tapi, sebisa mungkin di usahakan untuk tetap mengingat Allah. Memandang satu titik di alas sujud lantas meresapi. Allahu Akbar... pikiran langsung merespon, saya sedang menghadap Allah, nih. Berarti yang di hadapan kita adalah Allah, yang sedang mendengarkan bacaan kita, dzikir kita itu Allah. Itu salah satu hal cara untuk kita belajar khusyuk." Bilal menurunkan pandangan membaca buku kitab yang ditulis dengan huruf Arab gundul. Setelah itu kembali menghadap kedepan.
"Yang ke-dua, cara untuk berusaha khusyuk itu para ulama mengambil dari penggalan surah an-nisa hatta ta'lamu ma taquluna. Maksudnya kita sadar dan kita ngerti bacaan yang sedang kita baca saat ini. Kita lagi baca iftitah kita ngerti, kita baca surat Alfatihah kita ngerti. Kadang kan kita suka ngerasa lagi sholat kok kepikiran. Tadi baca surah Al-fatihah nggak ya? Nah... Itu berarti kita nggak khusuk karena sampai nggak sadar dengan apa yang kita baca. Tapi kalau kita khusyuk kita ngerti, dan sadar dengan apa yang di ucapkan inshaAllah itu bisa menjadi indikasi kita Sholatnya khusyuk. Syukur-syukur kita hafal juga nih arti dari bacaan yang kita ucapkan ketika sholat. Jadi sembari di baca sembari di resapi. sami'allahu liman hamidah" Bilal mempraktekkan gerakan itidal dengan ke-dua tangannya yang terangkat.
__ADS_1
"Allah mendengar pujian dari orang yang memujiNya, lalu kita dengan penghayatan mengucap Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba'du (Ya Allah Tuhan Kami, Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.) Itulah kenapa sholat harus tuma'ninah. Agar kita meresapi setiap bacaan sholat yang kita ucapkan."
"Jadi seperti itu kira-kira ya, sedikit gambaran untuk berusaha khusyuk. Paling utama yang poin pertama. Yaitu menyadari bahwa kita hamba yang hina tengah menghadap dzat yang maha tinggi, maha besar. Dan berusaha untuk fokus mengingat Allah SWT."