Cinta Berselindung Risau

Cinta Berselindung Risau
ending...


__ADS_3

Merr sendiri merasa bahagia, ia bersyukur dan amatlah berterima kasih atas apa yang sudah Tuhan berikan.


Paginya, ia menatap langit dengan senyum lebar. Berusaha bercerita melalui suara qolbunya.


Dalam kepiluan itu aku banyak bermunajat, menginginkan sesuatu yang menjadikanku lemah itu, untuk segera di hadirkan. Agar aku mampu menghancurkan dinding batu yang menutupi pelangi kehidupanku.


Dia, memang pernah menjadi alasan air mata ini menetes dengan derasnya di hampir setiap malam. Karena cintanya membelenggu raga. Dan anehnya aku tetap mencintainya. Berharap dia mampu sekaligus menghapus jejak air mata ini, walaupun terus meracuni hatiku dengan halus.


Di masa aku menjadi Maryam yang hidup dengan kepayahan. Tak mampu memberikan haknya sebagai lahan tempatnya menitipkan benih cinta.


Dan akhirnya aku menyerah. Aku memilih melepaskan dia yang justru membuatku semakin terpuruk karena masih saja tak rela mantan madukku akhirnya berjaya memilikimu seutuhnya. Melengserkan ku dari tahta yang kumiliki sebagai permaisuri di hatimu.


Tapi sepersekian detik aku teringat, beberapa ulama berkata; ketika kita bermunajat. Hanya ada dua hal yang akan kita dapatkan.


Yang pertama, sesuai dengan apa yang kita inginkan. Lantas yang kedua, kita tak mendapatkan itu namun di ganti dengan yang lebih baik.


Bersamaan dengan itu, Bilal mendekati. Sembari membawakan segelas air hangat.


"Minum dulu, hari ini jangan kecapean. Jaga diri, A'a akan lebih ekstra lagi." Bilal mengusap perut sang istri dengan penuh kasih sayang. Merr sendiri tersenyum bahagia bahkan sampai menitikkan air mata. Yang sigap di hapus oleh sang suami.


Ya... rupanya memang bukan dia yang ditakdirkan untuk menghapus air mataku. Melainkan orang baru yang lebih baik darinya bagi Allah untukku.

__ADS_1


Merr meraih tangan kanan sang suami lalu menciumnya lembut, cukup lama setelah itu memandangi wajah suaminya yang tengah tersenyum.


"Wahai panutan ku, Habib Bilal Lutfi Assegaf... aku mencintaimu."


"MashaAllahโ€“" Bilal memegangi pipinya sebelum mendaratkan kecupan di kening. "Aku juga, ya zaujatti..."


Begitulah kehidupan, seperti apa jalan akhirnya kita tidak pernah tahu. Ada kalanya kita di giring pada jalan buntu yang kita sendiri sampai bertanya-tanya kenapa seperti ini wahai Allah?


Namun setelah tabir kebaikan itu terbuka. kita baru menyadari betapa kita hanya manusia bodoh yang tidak tahu apa-apa. Sementara Allah SWT lebih paham yang terbaik untuk kita. Hingga bukti pertolongan Allah pada orang yang bersabar itu dapat di rasakan dengan rasa syukur yang tak terkira setelahnya.


kesimpulannya... jangan mengharapkan kebahagiaan jika kita tidak ingin merasakan kesedihan lebih dulu. Sebab semua itu lah cara Allah SWT mencintai hamba-Nya. Ya, kita hanya Hamba, maka berusahalah untuk tak mencela masalah, sebagai pembuktian bahwa kita adalah salah satu hamba-Nya yang beriman.


.


.


.


.


.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


assalamualaikum warahmatullahi wabbarokatuh...


salam sehat untuk semuanya sahabat seiman. sahabat online ku hehehe.


MashaAllah tabarakallah, Alhamdulillah wa syukurillah. memanjatkan puja dan puji syukur. atas segalanya kemudahan serta kemurahan Allah SWT pada kita semua.


Alhamdulillah, novel ini tamat setelah beberapa bulan ya. maaf kalau menurut kalian endingnya jelek. tapi aku juga udah sangat berusaha.


aku hanya nulis sampai disini, nggak ku panjangin lagi. nggak ada ekstra part juga. intinya ini murni tamat ya, teman-teman?


inshaAllah, setelah ini aku mau istirahat dulu. soalnya benar-benar lagi sibuk pake banget aku khawatir semakin banyak bolong jadi lebih baik ku tamatkan.


sebenarnya aku juga mau tulis hanya sampai Maryam hamil pertama, tapi kalian pasti minta di panjangin. makanya aku panjangin sampai di bab ini semoga tetap puas ya...


satu lagi, aku mau mengucapkan terimakasih serta permohonan maaf. apabila ada kesalahan diriku dalam hal apapun selama menulis kebaikan yang kalian dapatkan datangnya dari Allah SWT. sementara keburukan datangnya sebab luputnya diriku. jadi mohon di maafkan ya apabila ada salah2 dalil dan sebagainya.


sudah gitu aja sih, untuk rencana novel baru di tunggu aja ya kabar dari ku, di akun Instagram @Picisan_Imut94.


wassalamu'alaikum warahmatullahi wabbarokatuh...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2