Cinta Berselindung Risau

Cinta Berselindung Risau
perjalanan umroh


__ADS_3

Di waktu Dzuhur tadi. Merr dan Bilal menjalankan ibadah sholat di masjid Nabawi. Syukurlah, Merr bisa masuk melewati pintu lain. Mengucap sholawat saat berada di dekat tiga pintu yang berjajar yaitu makam Rasulullah Saw, Abu bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.


Teringat satu riwayat dalam sebuah hadits, Allah SWT akan mengembalikan ruh Nabi untuk menjawab siapa saja yang berdoa dan bershalawat di masjidnya. Itu sebabnya Merr selalu berusaha untuk mengulangi shalawat untuk Beliau.


cerita lain yang ia ingat adalah tentang Asiyah binti Abu bakar yang ia dengar dari suaminya saat sebelum datang ke Masjid Nabawi.


Aisyah pernah mengatakan, bahwa dulu saat hanya suaminya dan sang ayah yang di makamkan di sana. Aisyah masih bisa berziarah tanpa memakai hijabnya. Namun setelah Umar pula di makamkan, Aisyah kembali menutup kepala dan sebagian dari wajahnya dengan niqab itu sebelum memasuki kamarnya.


Sebagian orang bertanya, kenapa perlu peduli? Toh, itu hanya makam.


Jawaban Aisyah kala itu adalah, sebab saat ini di kamar itu tidak hanya ada suami dan ayahnya melainkan ada orang lain juga. Ia hanya ingin menjaga sebagian auratnya itu hanya boleh terlihat suami dan ayahnya. Salah satu hal yang di kagumi oleh Maryam. Wanita itu tetap menjaga kehormatannya bahkan di depan sebuah makam pria yang bukan muhrimnya sekalipun.


"Jika berkisah tentang solehahnya istri-istri Nabi. Tentu akan memakan waktu berjam-jam. Karena mereka semua adalah wanita terpilih yang akan mendampingi Nabi di dunia dan di surga. Namun ada dua lagi istri Nabi di surga nanti."


Kata Bilal saat hampir tiba di Masjidil Nabawi. Merr pula menarik satu alisnya penasaran. Namun belum sempat melanjutkan, taksi yang mereka tunggangi sudah tiba. Merr dan Bilal pun turun dan bergegas masuk.


***


Selesai beribadah, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Yaitu mendatangi satu bukit yang tidak pernah membuat Bilal tak menitikkan air mata.


Merr menoleh, memberikan secarik tissue pada sang suami. Padahal mereka baru saja tiba, namun air mata suaminya sudah semakin deras. Membuat perjalanan mereka tertunda sejenak.

__ADS_1


"Kamu tahu, kisah hijrah Nabi pertama itu disini," tutur Beliau setelah berusaha menenangkan diri. Matanya mengitari hantaran perbukitan yang tak setandus di bawah. Hawa sejuk pula terasa, tidak terik seperti di Madinah dan Mekkah.


Merr turut memandangi kawasan tersebut, dengan tangan menggenggam erat lengan suaminya.


"Perjalanan dilakukan setelah istri Nabi, Siti Khadijah wafat pada 619 Masehi dan meninggalnya Abu Thalib, pelindung utama yang juga paman Rasulullah SAW pada 620 Masehi," sambung Bilal yang kemudian kembali terdiam. Seolah berat untuk bercerita lagi.


"Aku pernah mendengar sedikit, A'. Kalau A'a nggak sanggup bercerita. Nggak papa." Merr turut sedih, merasakan kecintaan sang suami kepada Baginda Rasulullah Saw amatlah besar. Hal yang sebenarnya sama ia rasakan, namun sepertinya Bilal jauh lebih merasakan kesakitan itu.


"Kita sambil jalan, ya..." kata Bilal seraya mengusap punggung tangan Merr di lengannya. Maryam pun mengangguk sambil tersenyum. Ia mengusap jejak air mata di pipi suaminya lalu kembali berjalan sembari mendengarkan suaminya bercerita.


Ya, ketiadaan dua sosok tersebut menjadikan tahun itu sebagai amul huzni (tahun kesedihan). Karena dengan wafatnya sosok yang disegani kaum musyrikin Quraisy, membuat mereka semakin berani mengganggu Rasulullah SAW. Karena itu, Rasulullah pun mendatangi kota itu untuk dijadikan tempat berlindung kaum Muslimin dari kekejaman kaum musyrikin Mekah.


Untuk terhindar dari pantauan kaum Quraisy, Rasulullah melakukan perjalan ke Thaif secara diam-diam dengan berjalan kaki. Di sana, ia bersama Zaid bin Haritsah tinggal selama sepuluh hari untuk berdakwah.


Tindakan brutal penduduk Thaif ini membuat Zaid bin Haritsah membela dan melindungi Nabi. Akibatnya ia terluka di kepala setelah terkena lemparan batu. Akhirnya, Rasulullah berlindung di kebun milik 'Utbah bin Rabi'ah sambil mengobati lukanya.


Di tengah kesedihan itu, Rasulullah berdoa untuk menambahkan keimanan, keyakinan dan keridhaan atas apa yang dialaminya.


Doa itu pun didengar oleh Allah SWT dengan mengutus malaikat Jibril bersama malaikat gunung-gunung. Ia (Jibril) berkata, "Wahai Rasulullah, maukah engkau jika aku jatuhkan dua gunung kepada mereka? (Jika engkau mau, maka akan aku lakukan)."


Namun Nabi Muhammad tidak menginginkannya. Bahkan ia menjawab, "Aku justru berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang rusuk mereka generasi yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun." Demikian hadits nabi yang diriwayatkan Imam Muslim.

__ADS_1


"Dan, katanya. Warga disini itu, masih kaya merasa bersalah. Kenapa leluhur mereka dulu seperti itu? Tapi Alhamdulillah... yang terpenting sekarang mereka beriman kepada Allah SWT. Seperti doa yang di panjatkan Nabi," sambung Bilal kemudian, membuat Maryam sendiri jadi turut menitikkan air mata. Teringat betapa sakitnya Beliau pada masa itu.


Perjuangannya tak akan mampu kita bayar di masa sekarang. Jangankan untuk mengikuti semua sunnahnya. Berucap sholawat setiap kali mendengar nama Beliau saja kita lupa. Padahal cinta yang paling kecil itu ketika kita bersholawat sembari menitikkan air mata sebab rindu. Dan dalam seminggu ini, apakah kita sudah bersholawat untuk Beliau?


Satu-satunya manusia yang akan sibuk mencari dan menolong umatnya di satu masa, saat dimana semua manusia sibuk serta khawatir dengan urusan dan nasibnya masing-masing. Yaitu pengadilan Allah SWT di Padang Mahsyar.


"Rasullullah Saw adalah yang akan pertama kali menginjakkan kaki di surga. Namun beliau menolak dan lebih memilih bersujud panjang demi kita nanti," sambungnya.


"Demi kita?" tanya Maryam, dimana tangannya masih erat bergelayut di lengan suaminya.


"Iya, Beliau meminta agar umatnya yang sudah di neraka namun masih memiliki iman agar di keluarkan, dan di masukan kedalam surga bersama Beliau."


"MashaAllah..."


"Beliau tidak tidak akan mau masuk surga sebelum nasib kita semua baik. Bahkan sampai berkali-kali Rasulullah Saw bersujud kepada Allah SWT. Sampai benar-benar semua umatnya masuk ke dalam surga."


"Ya Allah..."


"Itulah kenapa kita harus mencintai Baginda Rasulullah Saw. Karena kecintaan Beliau kepada kita, tidak akan bisa kita ukur dengan apapun. Bersholawatlah sebanyak-banyaknya, terutama di Waktu Jum'at. Karena di hari itu malaikat akan mendatangi Nabi Muhammad Saw untuk menyampaikan shalawat kita. Dan Nabi pula akan mendoakan kita."


"MashaAllah, iya A'... insyaAllah aku akan terus bersholawat untuk Beliau, lebih banyak lagi."

__ADS_1


Bilal tersenyum tangannya mengusap lembut punggung tangan Merr. Sebelum kembali berjalan bersama karena beberapa rombongan lain sudah mulai berkeliaran mengelilingi tempat tersebut. Terutama di kebun-kebun kurma yang nampak buah-buahnya tumbuh dengan subur dan banyak.


__ADS_2