Cinta Berselindung Risau

Cinta Berselindung Risau
masalah di dunia Maya


__ADS_3

Alur hidup dunia itu memang banyak plot twist-nya. Banyak sesuatu yang tidak bisa di tebak dalam kehidupan ini. Namun tidak melulu hal salah menjadi salah tanpa kesudahan begitu pula hal baik.


Tak melulu Dia yang pendosa harus mendapatkan azabnya langsung. Sementara yang baik mendapatkan kebahagiaan terus-menerus.


Realita dalam kehidupan, dunia itu berputar. Baik, buruk, senang, sedihnya? Semua berdampingan, berputar terus tanpa henti. Menjumpai kita secara bergiliran.


Postingan terakhir Maryam di akun sosial medianya. Di pukul sepertiga malam sebelumnya.


.


.


Saat langit sudah cerah, Maryam mengecek komentar. Kali ini sepertinya lebih banyak notifikasi masuk, bahkan DM pun tiba-tiba berbondong-bondong masuk.


Maryam meletakkan cangkir kopi di sebelah laptopnya, ia belum jadi menulis karena penasaran dengan notifikasi yang mendadak banyak itu.


"Kok tumben postinganku banyak komentarnya?" Maryam membuka. Yang seketika langsung terkejut dengan banyaknya tag untuk dirinya.


Si A: "Assalamualaikum, Kak Maryam. Benarkah tulisan kakak itu nyata kisah hidup kakak. Dan mantan suami kak Maryam adalah Ustadz_AkhriZulkarnaen?"


Si B: [kak baca ini kak, postingan Ummi_Niaaaa. Bener nggak yang di maksud penulis naik daun itu kakak. Kalau iya, berati novel kakak itu kisahnya kak Maryam sendiri, dong. Wahh... kalau iya, si wanita jahat itu istrinya Ustadz_AkhriZulkarnaen. Nggak nyangka orang sebaik beliau pernah poligami demi pengen punya anak.]


Si C: "Wah beneran ini yang di maksud penulis naik daunnya itu adalah kak MaryamChwa? Rupanya benar, ya. Tidak perlu kita buka luka kita untuk mengambil simpati orang lain. Karena Tuhan tahu, cara pas untuk memberi pembalasan kepada Dia yang zholimi namun tak pernah merasa salah. Kak Maryam terlalu diam, dan sekarang masalah itu melambung malah justru dari si penyebab masalah itu sendiri. Viralkan yuk... Teman-teman!"*


*(Catatan penulis; jangan di tiru ya. Menyebarkan berita itu tidak baik. Karena jatuhnya kita sama mengambil andil dari dosa menyebarkan berita buruk. Dan itu dosa, Allah SWT tidak suka yang seperti itu... ini hanya cerita jadi di ambil sisi baiknya aja, yang buruk cukup di jadikan pelajaran...)


Maryam membungkam mulutnya, ia tidak menyangka akan seramai ini.


"Ya Allah... kok jadi gini?" Segera ia menyentuh nama akun Nia dan masuk ke sana. Akunya terkunci jadi dia tidak bisa melihat postingannya. Storynya pun sepertinya sudah di hapus. Karena kosong tidak ada apa-apa.


Maryam geleng-geleng kepala, ia keluar lagi. Membaca beberapa komentar yang di kirim. Semuanya masih bertanya-tanya. Bahkan postingan di sepertiga malamnya tadi isinya pertanyaan tentang kebenaran itu semua.

__ADS_1


Maryam menggigit ujung bibirnya, membaca satu persatu walaupun tak semua karena saking banyaknya. Sesekali ia geleng-geleng kepala. Sosial media memang luar biasa mengerikan. Sebuah postingan yang hanya beberapa jam di kirim, secepat itu naik.


Terlebih Akhri memang akhir-akhir ini sedang kondang di sosial media. Banyak jamaahnya yang menjadikan beliau idola, juga panutan.


"Sebenarnya aku ingin tutup buku dengan ini, karena tinggal menghitung bulan aku akan menikah dengan Habib. Namun melihat ini, aku jadi tidak tega dengan Nia dan bang Akhri."


Maryam memilih untuk tak menanggapi. Ia tak ingin salah bicara, jadi memutuskan untuk tak membuat postingan apapun selama beberapa hari nanti.


–––


Minggu-minggu berikutnya rumor seorang ustadz kondang yang pernah poligami semakin viral.


Bahkan sampai masuk ke berita hidup di TV. Beberapa tag khusus dari akun-akun gosip mulai bermunculan. Mencantumkan namanya dengan dua orang itu.


Akun Maryam sendiri mendadak mendapatkan banyak follower baru yang penasaran dengan dirinya.


Maryam sendiri memutuskan untuk mengunci akunnya.


Si D: "kalau liat dari gaya bahasanya di postingan Ummi_Niaaaa, bener deh. Kalau mulutnya setajam silet. Gila ya... Istri ustadz loh katanya. Dia yang zholim malah justru menganggap diri paling terzolimi. Ckckck... lawak!!! Pokoknya aku mendukungmu kak MaryamCwha, tetap semangat berkarya!"


Dan yang mendadak menjadi tim simpatisan pun banyak. Mengambil keuntungan demi konten mereka. Dengan cara mengambil sepenggal dari cuplikan film yang di adaptasi dengan Novelnya. Lalu menuliskan caption sedih di bumbui dengan musik sedihnya juga dari soundtrack film tersebut.


Ya, makin kesini, berita semakin melambung. Akun-akun gosip seolah berlomba-lomba mengumpulkan fakta untuk berita mereka. Bahkan hujatan untuk Ustadz Akhri dan Nia kini mulai muncul. Namun tak sedikit pula yang memberi dukungan, para jamaah yang benar-benar mengidolakan beliau. Seolah tak terpengaruh dengan gosip tersebut.


Maryam menghela nafas panjang. Sudah lebih dari beberapa Minggu ia membatasi kolom komentarnya. Karena setiap apa yang ia posting selalu mendapatkan serbuan komentar beragam, dari yang memberi emoticon tangis, dan banyak lagi.


Ting... satu pesan WhatsApp masuk. Maryam memandangi nomor yang belum ada namanya, lalu membukanya.


Bilal: "Assalamualaikum... Merr, ini nomor ku, Bilal. tadinya mau mengirim pesan lagi setelah kita sudah menikah. Namun ada satu hal yang sepertinya sedang ramai. Karena itu aku mau tanya, Kamu baik-baik saja?"


Maryam menghela nafas, seolah angin langsung berhembus menyegarkan. ia pun membalas pesan chatnya.

__ADS_1


Maryam: "Walaikumsalam, Bib. Iya aku baik-baik saja."


Bilal: "syukurlah... Ya sudah kalau begitu. Aku cuma tanya itu saja."


Maryam: "benarkah, Habib hanya tanya itu. Tidak ingin tanya yang lainnya?"


Bilal yang di sebrang terdiam. Sebenarnya ia sendiri mau tanya apa benar mantan suami Maryam itu adalah Ustadz Akhri? Beliau pun mengetik sesuatu lagi.


Bilal: "ada sih. tapi, nanti aja aku tanya langsung ke kamu. Walaupun sebenarnya aku sekarang penasaran. tapi, aku mau kamu fokus kedepan. Jangan memikirkan masa lalu. Biarlah rumor berhembus seperti debu yang di tiup angin. Sejenak ia akan menutupi pandanganmu, namun secepatnya akan hilang dengan sendirinya."


Maryam tersenyum, Bilal tak hanya sopan namun dia baik dan juga dewasa.


Maryam: "terimakasih Habib..."


Bilal pun menutup pesannya dengan Emoticon senyum serta tangan yang tertelungkup. Membuat Maryam menjadi merasakan lebih baik.


ya... mereka adalah masalalu, dan masa depanku nanti adalah Sayyid.


Maryam tersipu, saat mengingat wajah beliau yang tersenyum dengan gugup di hari lamaran waktu itu. setelahnya beristighfar.


.


.


.


#sedikit tambahan... pesan dari Allah untuk kita semuanya.


Malam ganjil lagi, nih.


Jangan lupa dari saat terbenamnya matahari perbanyak baca doa (Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni')

__ADS_1


Karena Lailatul Qadar datangnya dari terbenamnya matahari hingga sebelum terbit matahari. Jangan lupa perbanyak taubat serta sholat di sepertiga malam terakhir. 😊 Mudah-mudahan kita menjadi salah satu hamba Allah yang beruntung. Aamiin.


__ADS_2