Cinta Gila Sang Aktor

Cinta Gila Sang Aktor
Bagian 119 : Kejutan


__ADS_3

Izraa mengumpulkan semua orang, semua pegawai mereka yang hanya sedikit itu di ruang meeting yang terlihat kasual itu, semua duduk di sofa yang cukup nyaman dan melihat ke arah layar televisi, di mana Izraa akan presentasi.


“Jadi, ada apa ini?” Syila terlihat bingung, karena tiba-tiba Izraa mengumpulkan semua orang setelah beberapa hari ini dia seperti biasa menghilang lagi entah ke mana, Syila sebenarnya kurang suka, karena semua pekerjaan dia yang atur, tapi bukankah ini yang dia mau, sebelum perusahaan ini berdiri, Syila juga sempat menentang kehadiran Izraa sebagai salah satu pemegang saham juga.


“Baiklah, aku tidak suka meeting yang berbasa basi, kalian semua lihat ke layar ya.” Izraa yang duduk di paling depan sembari memangku laptopnya yang dihubungkan ke layar televisi melalui sambungan tanpa kabel itu meminta semua orang untuk melihat ke arah layar televisi.


“Kalian tahu ini perusahaan apa?”


Semua orang diam, Syila lalu berkata, “Perusahaan yang memilki toko buku terbesar di negeri kita ini, itu nama perusahaannya, makanya kalian kurang familiar, kalau nama otko bukunya pasti tahu, itu loh, toko buku Media Mulia, dulu aku sempat ditawari kerja sama untuk sign book di beberapa toko buku mereka di ibu kota, ada apa dengan mereka?” Syila tentu saja tahu perusahaan itu, sebagai penulis profesional, dia pasti pernah kerja sama dengan toko buku paling besar di kota ini.


“Oh, kalau Media Mulia tahu, sering baca buku di sana.” Karin yang bagian Publishing itu berkata.


“Baca di sana karena nggak mau beli bukunya ya?” Andi menembak pertanyaan, dia meledek Karin, wanita cantik berwajah oriental yang baru lulus itu.


“Iya, maklumlah, kemarin kan masih mahasiswa, jadi uang beli buku mening buat makan, jadi kalau pengen banget baca, ya numpang baca di sana, tapi tenang aja, buku yang nggak diplastikin kok yang aku baca, kalau diplastikin, aku nggak berani baca, lagian bukunya pada mahal-mahal banget.” Karin jujur.


“Iyalah mahal, karena kan dicetak resmi sayang, berISBN dan legal, kalau beli buku di toko buku pasar sana, memang lebih mudah, tapi itu buku yang dicetak illegal, kasihan Penulisnya, buku dibajak. Makanya mahal, karena memang dijual di tempat resmi, dicetak secara legal dan kualitas kertasnya juga tinggi.” Syila yang tahu bagaimana sulitnya menjadi Penulis novel cetak, biaya percetakkan yang buat deg-degan, tidak seperti sekarang di mana novel bisa dicetak berdasarkan PO atau purchase Order yang dibayar di muka, sehingga cetak sesuai jumlah PO, menghindari kerugian.


Tapi dulu Syila saat cetak novel, tidak bisa seperti itu, dia harus cetak dengan modalnya dulu, sebelum akhirnya dapat kerjasama dengan percetakan novel rumahan hingga membuatnya tidak mengeluarkan biaya secara penuh.


Belum lagi pemasaran novelnya, itu yang paling menantang sih, sampai akhirnya dia menjadi penulis yang hebat seperti sekarang.

__ADS_1


“Ya sih Bu Syila, tapi kan balik lagi, kantung mahasiswa ini sangatlah terbatas bukan? Maka dari itu aku memilih baca gratis saja di toko buku besar itu, dibanding beli bajakan kan?” Karin membela diri, Syila tersenyum.


“Aku dan toko buku itu, Media Mulia, aku sudah mendapatkan kontrak kerjasama untuk penerbitan para penulis yang kelak bergabung dengan kita.”


Syila terdiam, dia bingung apa yang dimaksud Izraa.


“Aku nggak paham? Kapan? Bagaimana dan ….”


“Kau tahu kan kalau Media Mulia itu juga perusahaan penerbitan, maka membantu Penulis untuk menerbitkan tulisannya, tapi selama ini, Penulis independent yang mereka rekrut dan mereka selalu kesulitan untuk mengurus itu semua, maka dari itu, kita mendapatkan kerjasama dalam bentuk, penyediaan talent.”


“Sebentar, sebentar, maksudmu kita mendapatkan hak untuk menyalurkan para Penulis yang kompeten dan mereka akan bantu kita untuk cetak bukunya?”


“Ya, betul sekali nona muda, mereka akan menjadi partner kita dalam menerbitkan buku, jadi rencana awal kita kan hanya menerbitkan buku secara online dulu menanti untuk membeli mesin percetakan. Tapi sekarang, kita bisa menjalankan dua jenis bisnis tersebut secara bersamaan dengan menggandeng Media Mulia, perusahaan buku yang besar itu sebagai partner penerbitan.”


“Sebentar Izraa, sebentar, apa kau yakin? Maksudku benar-benar yakin kalau ini bukan sekedar wacana saja? Bukan baru sounding saja kan? kau sudah tanda tangan kontraknya?”


“Tentu saja belum Syila, kau kan pemilik perusahaannya, aku hanya bagian dari perusahaan ini, maka yang berhak menandatangani MOUnya adalah kau, MOUnya sedang dicek oleh bagian legal, aku meminta temanku untuk memeriksa dokumennya terlebih dahulu memastikan bahwa pasal yang tertera tidak merugikan kita, setelah itu, kau akan menerima draftnya untuk diperiksa ulang dan jika kau setuju, maka kau harus tanda tangan di atas materai dua rangkap.”


Syila terdiam dan beberapa detik kemudian dia tersenyum dan sedikit berjingkrak dengan kakinya, padahal posisinya duduk.


Dia sangat senang, bagaimana tidak, perusahaan yang baru saja berdiri, sudah digandeng perusahan penerbitan terbesar di negeri ini dan dipastikan, semua Penulis yang bergabung dengan perusahaan ini, dijamin karyanya untuk bisa dikenal secara luas, sungguh luar biasa langkah yang Izraa lakukan ini, Syila tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, hingga dia tak sadar berjingkrak.

__ADS_1


“Kau senang?” Izraa bertanya.


“Sangat teramat senang! Kau tahu, bahkan untuk bisa menjual buku di toko-toko buku milik perusahaan besar itu, karena nama Syila yang sudah besar saja, makanya novel karangannya bisa diterima di sana untuk dibantu dijualkan.


“Baiklah, kalau begitu, kita semua harus bergegas untuk merekrut banyak penulis, sebagai langkah awal, kita akan mempublish setiap karya penulis di platform yang sudah dibangun oleh Andi, bukankah kau dan programmer itu sudah membuat aplikasinya? Sudah sampai mana progressnya?”


Izraa bertanya, Andi yang ikut bersemangat memberikan laporan, “Sudah hampir selesai, saat ini sudah di tangan PIC Tester, setelah selesai darinya dan disetujui telah stabil untuk di launching, kita akan siap untuk mempubliskasikan platform tersebut.


Mungkin sekitar satu minggu lagi kita akan dapat kabar dari pihak ketiga yang membuatkan platformnya untuk kita.”


Perusahaan Syila memang tidak memiliki programmer sendiri untuk membangun platform membaca novel online mereka, tapi mereka menyewa jasa programmer profesional untuk membuatkan platformnya atau media yang akan menjadi wadah dalam menerbitkan dan membaca novel online mereka secara online. Andi adalah orang yang bertanggung jawab membangun platformnya, karena dia memang orang yang suka sekali dengan tekhnologi tinggi.


Sedang Tester yang dimaksud Andi adalah, Programmer yang pekerjaannya adalah mereview aplikasi yang sudah dibuat, tugasnya adalah menjalankan aplikasi tersebut dan memastikan tak ada bug yang akan membuat aplikasi berjalan tidak normal. Maka program aplikasi membaca online yang Syila inginkan, sudah selesai dibuat dan sekarang sedang direview oleh Tester. Dalam hal ini, Platform membaca dan menulis onlinelah yang menjadi program aplikasi yang sedang dibangun oleh perusahaan Syila.


“Berarti kita sudah siap untuk merekerut para penulis amatir bukan?” Syila bertanya dengan mata berbinar.


“Ya, tentu saja, kau dan tim publishingmu sudah siap untuk merekrut para penulis.” Izraa setuju dan ini menjadi tanda kalau meeting selesai.


Syila kembali ke ruangannya untuk bekerja, dia sekarang sedang suka sekali mengunjungi banyak situs sosial media, karena di sana dia menemukan banyak calon-calon Penulis yang berpotensi untuk menjadi penulis hebat, dia sudah menghubungi mereka secara langsung melalui pesan singkat pada setiap sosial media yang mereka miliki.


Syila tak sabar bertemu para penulis amatir itu dan menyediakan jalan bagi mereka untuk bersinar, sungguh Syila sangat amat senang dengan kabar itu, menghapus sedihnya yang merasa Izraa telah jauh darinya, karena kalau boleh jujur, Syila merasa sedikit terganggu saat Izraa tak terlihat, dia suka berbincang dengannya dan membicarakan masalah bisnis bersama, Izraa orang yang cukup cerdas ketika berdiskusi, dia bisa mengimbangi Syila yang selalu serba ingin tahu.

__ADS_1


Tapi Syila tetap menyangkal bahwa ini adalah perasaan cinta, dia menganggap ini hanya perasaan yang timbul karena waktu kebersamaan intens yang mereka lalui, maka Syila mengambil kesimpulan bahwa ini hanya perasaan nyaman saja sebagai seorang ... sahabat.


__ADS_2