Cinta Gila Sang Aktor

Cinta Gila Sang Aktor
Bagian 89 : Rekan Bisnis Tamat


__ADS_3

Walau sebenarnya Izraa menyembunyikan seringainya, dia tahu kalau Syila sudah masuk perangkap, bak gadis berkerudung merah yang diintai oleh srigala, Syila masuk ke dalam jebakan, bahkan Izraa sudah buat timeline untuk rencananya dan dia berharap semua yang dia rencanakan akan tepat waktu, termasuk kemungkinan dia akan menikah.


Satu hal yang tak Syila dan Izraa lihat, bahwa ada satu pelayan yang mengintip melihat mereka makan, dalam hatinya bertanya, kenapa Syila berjilbab tapi makan dengan tangan kiri.


Setelah makan siang, mereka akhirnya pulang, sudah sepakat tentang lantai yang akan mereka gunakan, lantai yang sangat strategis, lantai yang berada tepat di bawah lantai VIP. Mereka menggunakan lantai itu hanya untuk efektifitas saja, lantainya tinggi bisa melihat pemandangan kota, Syila butuh pemandangan seperti itu saat bekerja, Izraa juga, lalu lift yang digunakan harus lift VIP, jadi Syila tak perlu ketemu banyak orang, mengingat betapa dia masih tak terlalu nyaman dengan keadaan tangannya.


Mereka pulang diantar supir lagi, Izraa mengantar mereka sampai lobby dan pergi begitu Syila naik mobil, dia membawa mobilnya sendiri.


Tapi dia tak bermaksud langsung pulang, dia harus kembali ke tempat Jane karena ada beberapa hal yang hatus dibicarakan.


Jane berlari terburu-buru saat dipanggil Izraa, dia senang karena seingatnya, Syila sudah pulang, dia sudah membayangkan bahwa, mungkin Izraa ingin melakuakn affair dengannya, pasti Syila hanya wanita yang dijodohkan saja, makanya sekarang dia ingin pendekatan, Jane mempunyai pemikiran yang liar.


Mereka berada di lantai yang Syila pilih, saat Jane keluar dari lift, dia melihat Izraa sedang melihat ke luar di ruangan yang tak bersekat, ini kemungkinan adalah ruangan pegawai, nantinya akan diberikan meja yang bersekat, sedang ruangan Izraa dan Syila akan berhadapan dengan lorong yang membatasi, lorong menuju toilet bos, sedang toilet untuk karyawan berada jauh di sebrang toilet bos, walau berhadapan, dua toilet itu memiliki jarak yang jauh karena memang lantai ini yang cukup besar.


Jane berjalan dengan seksi, walau Izraa membelakanginya, dia sengaja menggerai rambutnya agar terlihat semakin seksi dan menggairahkan. Tapi dia tak tahu, Izraa tidak seperti lelaki pada umumnya. Nafsu adalah hal paling sulit dia rasakan.


“Jane kemari cepat.” Izraa meminta Jane untuk cepat mendatanginya tanpa melihat, Jane semakin bersemangat.


“Iya pak.” Jane mengibas rambutnya begitu sudah di dekat Izraa, mereka menghadap jendela besar.


“Kau tak bawa buku dan pulpen?” Izraa bingung karena Jane tidak membawa apapun untuk mencatat instruksi, bukankah itu hal paling dasar ketika dipanggil atasan? Membawa buku takut kalau ada perintah yang panjang dan dia tak bisa ingat, maka dia harus segera mencatatnya.

__ADS_1


“Oh, i-iya pak, maaf.” Jane mengeluarkan telepon genggamnya untuk mencatat, dia terlihat kikuk karena Izraa menatapnya seperti berhadapan dengan orang bodoh.


“Katanya kau orang paling lama di divisi sekertaris, kenapa kau tidak paham hal sesepele ini, wah, kau akan dihabisi Syila jika esok kantornya sudah jalan, untung aku hanya meminjammu sementara, sebelum Syila mendapatkan pegawai barunya.”


“Ma-maaf Pak, saya pikir.”


“Kau pikir aku memanggilmu untuk ngobrol saja, lain kali kau harus lebih detail ya, karena Syila itu sangat cerdas, dia tak akan melepasmu kalau kau asal-asalan, dia juga nggak sabaran orangnya, makanya Managernya keluarga sendiri, Andi itu Managernya, lelaki yang bersama kami tadi, kau ingat kan?”


“Iya Pak.” Jane sudah gugup, hanya bisa menjawab singkat dan terutama malu, termakan oleh khayalannya sendiri.


“Ok, catat ini, kau akan bersama Syila mungkin beberapa bulan, ingat ini baik-baik, dia tak suka kopi yang pahit, dia suka kopi hitam yang manis, tapi diujungnya ada rasa pahit yang jelas, bukan asam.


Lalu dia akan selalu makan siang di sini, jadi sediakan satu tempat untuk kami berdua makan siang, sorry, mungkin bertiga dengan Andi, lalu setiap ada perekrutan, Syila harus dilibatkan mulai dari eliminasi CV, Jadi jangan seenaknya eliminasi CV dan kasih Syila orang yang menurutmu bagus, insting dia sangat bagus, jadi kau harus memberikan semua CV yang ada, biarkan dia yang memilah yang mana akan dipanggil untuk interview.


Jane mengangguk dengan tegas, lalu setelah memberi banyak wejangan, Izraa pergi untuk pulang, meninggalkan Jane yang berjalan dengan lemah, dia naik lift biasa, sedang Izraa naik lift VIP.


Begitu sampai ruangannya, para anak buah Jane yang merupakan sekertaris dari banyak Direksi di sini, semua berkumpul karena para bos sudah pulang, ya, divisi sekertaris memang memiliki banyak pegawai yang dikepalai Jane.


“Gimana? Udah ngapain aja di atas sama anak bos? Wah calon mantu bos nih, jangan macam-macam!” Seorang sekertaris yang berpakaian sama bermerknya dengan Jane berkata, dia adalah orang kedua terlama setelah Jane, makanya berani bercanda dengan Jane yang terkenal galak dan judes pada junior itu.


“Diam kau!” dia duduk dan meminta juniornya untuk membuatkan kopi, sang junior lalu buru-buru membuatkan kopi dingin dan memberikannya pada Jane, semua orang duduk di dekat Jane, ingin tahu apa yang terjadi di lantai itu.

__ADS_1


“Aku akan melayani bis kecil baru minggu depan, dia kemungkinan adalah calon menantu dari pemilik perusahaan ini.” Jane mengatakannya dengan lemas.


“Hah!” Semua orang berteriak, tak menyangka akan kabar itu.


“Gadis berkerudung sederhana itu?” Sekertaris kedua senior itu berkata, dia memang melihatnya saat akan naik lift tadi, saat Syila hendak diantar ke lantai orang tua Izraa berada.


“Ya, gadis itu yang bahkan sepatunya tidak branded.” Jane menghina Syila, tentu saja dia berarti tak kenal Syila.


“Jadi tadi anak bos itu ngapain manggil mbak ke atas.” Tanya salah satu junior sekertaris.


“Aku akan melayaninya, katanya aku harus jaga mood wanita itu dan bekerja dengan baik, karena wanita itu adalah wanita yang perfeksionis, padahal aku sudah berdandan cantik dan mencoba menggodanya, tapi yang keluar dari mulutnya hanya soal Syila saja, nama itu terus yang dia katakan.” Jane sangat kesal.


“Sorry mbak, ini aku barusan cek siapa perempuan itu, namanya bahkan sudah masuk di Wikipedia.” Seorang junior rupanya penasaran dan langsung cari Syila berdasarkan nama saja, makanya dia tahu kalau biodata Syila bahkan sudah masuk Wikipedia.


“Serius!” Semua orang penasaran dan melihat layar junior itu untuk membaca.


“Jadi, dia itu Penulis terkenal Jane, udah gitu ayahnya Direktur dari rumah sakit milik bos, kakaknya juga Dokter spesialis, wah, dia juga ternyata pernah masuk jurusan kedokteran tapi karena merasa bukan itu bidang yang dia sukai, makanya dia akhirnya tak selesaikan sekolah kedokterannya dan malah lanjur kuliah bisnis dan mulai terbitin buku dengan menggandeng multiple penerbit untuk bagi-bagi rejeki.


Wah! Memang bukan wanita biasa, ternyata dia lebih kaya dari kita.” Junior itu kembali membacakan isi Wikipedia, karena Jane tak ikut membaca di layar.


“Tapi kenapa pakaiannya sangat sederhana tidak branded, padahal lebih kaya dari kita, bukunya best seller nih ditulis di sini, lalu dia juga lahir dari orang kaya, wah Jane, terlalu jauh untuk dikejar.” Senior kedua itu berkata dengan sedih.

__ADS_1


“Pantas saja Pak Izraa sangat mengagunggkannya, ternyata mereka dari kelas yang sama, tapi kan … biasanya orang miskin bisa jadi pacara bos, kita hanya perlu berusaha bukan?” Jane tetap tak tahu malu berkata seperti itu, dia tak tahu, bukan kelas yang membuat Izraa tergila-gila, tapi apa yang semua wanita tak miliki, hanya Syila yang miliki, yaitu, jenis kelamin ketiga yang membuat Izraa merasakan gairah dunia.


__ADS_2