Cinta Gila Sang Aktor

Cinta Gila Sang Aktor
Bagian 58 : Pelaku 13


__ADS_3

“Wah, wanita itu Psikopat! Dia menghajar musuh dari musunya karena marah telah didahului menyerang, sungguh psikopat yang sangat mengerikan.”


“Dia benar-benar ingin menyiksamu Za, dia ingin kau, maaf ... mati!”


“Dia siapa, Za!” Papi bertanya dengan kesal pada Izraa.


“Aku tidak tahu ....”


Hanya itu yang Izraa bisa katakan.


“Maka sekarang terserah padamu, aku tidak memiliki kapasitas untuk tahu dia siapa dan apa hubungannya dengan masa lalumu, maka kau harus cari tahu sendiri.


Saat ini Fenita sudah masuk rumah sakit, dia masih hidup tapi mungkin terluka cukup banyak dan patah di beberapa bagian tubuh karena menabrak truk kontainer ketika ingin kabur, dia bahkan menabrak palang pembatas pintu masuk tol, kami mengejarnya dengan sangat intens, sungguh wanita yang sangat mengerikan, dia tak peduli walau jalan tol ada mobil lain, tak segan menabrak dan mencelakakan orang lain.


Tak heran dia bahkan tidak peduli saat Syila akhirnya tertusuk dan mungkin ingin kau mati.”


“Aku akan cari tahu soal dia, aku akan pastikan dia masuk penjara.”


“Dan satu lagi, pastikan tak ada lagi yang bisa menyakiti Syila, kejadian terakhir masih membekas dalam ingatannya, sekarang dia harus menghadapi wanita gila lagi. Bersamamu dirasa sangat berat baginya.”


Izraa diam saja, karena dia tak dapat membantah hal itu, Syila sekarang sudah jadi korban.


Semua orang bubar, Syila sudah masuk ruang perawatan, mami Syila meminta Izraa untuk tidak di sana, Izraa dipaksa maminya untuk ikut dirawat juga karena dia sudah dihantam dengan kursi oleh Fenita, seharusnya Izraa juga memeriksa tubuhnya, apakah dia baik-baik saja atau memang harus ada yang dirawat.


Izraa setuju, hanya syaratnya, dia ingin kamar perawatannya bersebelahan dengan Syila.

__ADS_1


“Kau pasti khawatir kalau kalian tidak dapat melanjutkan hubungan lagi karena masalah ini.”Hanya mami yang ada di sana, sedang Papi harus kembali ke kantor.


“Aku tidak ingin membicarakannya.”


“Mungkin kata-kata ini akan membuatmu sedikit tenang ... apapun yang orang tuanya inginkan, takkan pernah mempengaruhi pemikiran Syila, jika hatinya memang untukmu. Anak-anak perempuna itu, punya pendirian kuat, jika hatinya sudah memilihmu, dia akan berjuang.


Apalagi Syila, mami tahu dengan jelas, seberapa keras pendiriannya, mami tahu kalau dulu dia sempat kuliah kedokteran sesuai keinginan ayahnya, tapi sayang harus berhenti di tengah jalan karena Syila memilih menjadi Penulis, dia menentang ayahnya dan hingga sekarang sukses sebagai Penulis best seller.


Itu artinya, Syila tidak mudah terpengaruh, maka tugasmu hanya meyakinkannya, kalau memang kamulah yang dia pilih.”


Izraa terdiam, karena hanya dia dan Syila yang tahu, kalau hubungan ini hanya hubungan palsu, jadi hati Syila belum tentu memilih Izraa, maka bisa jadi, teori ibunya tidak dapat teraplikasi dengan baik.


“Mungkin, aku tidak menjadi seseorang yang akan dipertahankan, karena dalam hubungan ini, akulah yang lebih dalam padanya, aku yang lebih butuh dia.” Izraa akhirnya mengatakan itu dibanding mengatakan bahwa hubungan mereka palsu.


“Kalau memang begitu, lalu kenapa Syila mau repot datang ke penjara, menghabiskan uangnya untuk meringankanmu, meminjam dari sahabatnya dan mengosongkan deposito dan terakhir yang paling parah, dia bahkan rela tertusuk hanya karena tidak ingin kau terluka, bukankah hanya orang yang dimabuk cinta yang sebuta itu?”


“Dia mencintaimu dengan dalam, mungkin kau belum paham, mungkin juga dia belum sadar, makanya, kau harus sadarkan dia, sadarkan dirinya kalau kau memang dia cintai dengan dalam.”


Izaa hanya menaikkan bahu, sebagai tanda tidak tahu harus percaya atau tidak.


“Sekarang kau istirahat saja dulu, soal Syila, mami takkan berhenti membantu, dia itu pantas, dari seluruh wanita kolega mami dan papi, Syila yang paling pantas, dia berpendidikan bagus, terkenal dan cerdas. Kalau kalian bersama, dia akan membantumu dan keluarga kita dalam soal bisnis, keluarganya juga sangat pantas untuk kita jadikan besan. Makanya, jangan pernah lepaskan dia, karena setelah kau kehilangan dia, kau takkan pernah mampu menemukan yang lebih pantas lagi.”


“Kau selalu bersemangat jika saja ini soal bisnis.”


“Tidak, bukan begitu, mami hanya ....”

__ADS_1


“Jangan beralasan, aku memang tahu, kenapa kau dan papi sangat cocok, karena jiwa bisnis kalian sangat tinggi, kalian satu frekuensi, tapi aku memiliki pikiran yang sama denganmu, karena tidak ada yang bisa menggantikan Syila, hingga hari ini.


Soal Fenita, apa yang aku rasakan padanya, murnia hanya karena aku merasa memiki hutang budi, kau tahu kan, kalau aku paling tidak bisa memiliki hutang budi, aku akan memberikan jauh lebih banyak dari yang dia berikan.”


“Ya, aku paham, pun dengan kebaikan, kejahatan juga sama. Jika orang jahat padamu, kau akan membalas jauh lebih sakit.”


Mami teringat bagaimana dia dan papi meninggalkan Izraa dan adiknya ketika adiknya harus dioperasi dan kehilangan kaki, mereka tidak pulang karena alasan bisnis.


Untuk itu Izraa membalas meninggalkan orang tuanya begitu lama, Izraa memang cenderung mengembalikan apa-apa yang dia rasakan jauh lebih besar, baik untuk kebaikan maupun untuk kejahatan.


Tahukah kalian, bahwa ini adalah sebuah penyakit mental bernama paranoid, Izraa pernah mengidapnya karena penyakit itu mengiringi penyakit Aseksual yang dia idap juga. Karena dia tak bisa merasakan hasrat pada siapapun, maka dia merasa orang yang mendekatinya, tidak memiliki sifat tulus dalam dirinya, hingga semua orang yang mendekati, dianggap orang-orang yang memanfaatkannya. Bukan orang-orang yang tulus.


Izraa hidu bertahun-tahun dengan dua penyakit itu, karena Aseksual maka dia menjadi paranoid jika saja ada yang mendekatinya.


Maka ketika dia akhirnya perlahan mampu merasakan bagaimana rasanya memiliki hasrat pada Syila, maka rasa empatinya juga bangkit, secara berlebihan. Kau tahu kan, apa-apa yang sebelumnya tertidur, ditimbun belasan tahun, lalu dibangunkan, maka akhirnya Izraa melihat apa-apa yang orang lakukan padanya, sebagai bantuan yang tulus, karena Izraa akhirnya bisa merasakan ketulusan yang sebelumnya tidak bisa dia rasakan, karena penyakit mentalnya itu.


Tanpa disadari semua orang, karena tidak semua orang tahu penyakitnya, maka Izraa berubah menjadi pribadi yang Altruis, tahukah kalian apa itu Altruis? Altruis adalah orang-orang yang dengan sifat Altruisme, yaitu orang-orang yang mampu mengorbankan apapun tanpa mengharapkan imbalan, pada dasarnya memiliki sifat Altruisme sangat baik bagi mental dan tubuh, tapi akan menjadi tidak baik, jika saja, apa yang dilakukan menjadi berlebihan, hingga akhirnya malah membuat dirinya menjadi korban.


Ini yang bahkan Izraa sendiri tak sadari, saat ada seseorang yang berbuat baik, bahkan menolongnya saat dalam keadaan kritis, sifat Altruisme Izraa muncul akibat dari mulai sembuhnya penyakit mental lama, tak heran, dia bahkan akhirnya begitu mengagumi Fenita, karena dianggap orang yang tulus. Walau dalam pandangannya, Fenita tetaplah bukan seorang perempuan yang mampu menggerakkan hasratnya.


Dia hanya sedang menikmati hubungan persahabatan yang dulu tak bisa dia miliki sebagai bagian dari hubungan dekat sesama manusia dengan sekelompok atau satu dua orang tertentu, ya lagi-lagi penyakit mentalnya yang dulu, memblok banyak hal dalam dirinya, termasuk hubungan dengan pihak luas, entah teman atau orang tua.


Syila harus waspada, karena mungkin kedepannya, jika saja ada yang bersikap pura-pura baik pada Izraa, maka Izraa mungkin akan mengeluarkan sifat Altruismenya lagi, mungkin hal ini akan membuat Syila sering sakit hati karena kebaikan Izraa yang mengorbankan dirinya sendiri untuk memenuhi sifat barunya itu.


Apakah disekitar kalian ada orang yang memiliki jiwa Altruisme? Jika ya, maka dampingi ya, karena orang dengan sifat seperti ini, akan banyak dimanfaatkan orang, sifatnya yang berkorban tanpa pamrih, akan membuat orang disekitarnya, merasa berhak mendapatkan kebaikan dari orang-orang dengan sifat ini, hingga akhirnya Altruis menjadi kelelahan dan rugi sendiri.

__ADS_1


Kalian sebagai orang yang akhirnya paham, bantu para Altruis untuk membatasi sifatnya menjadi tidak berlebihan ya, hingga ketika semua sesuai porsi, tak ada lagi manusia jahat yang bisa memanfaatkannya.


Soal Fenita, siapa dia? kita bahas di part selanjutnya.


__ADS_2