Cinta Gila Sang Aktor

Cinta Gila Sang Aktor
Bagian 44 : Jangan Dekat-Dekat


__ADS_3

“Jadi kenapa kau ingin bertemu denganku?” Aldo bertanya.


Izraa datang ke kantor Polisi dan minta bertemu dengan Aldo di tempat yang lebih pribadi, perlu beberapa hal ilegal yang perlu dilakukan agar Izraa bisa bertemu Aldo seperti itu, karena di setiap tempat pasti ada saja oknum yang bisa dibayar. Izraa mengeluarkan banyak uang agar bisa menemui Aldo secara pribadi.


“Apa alasanmu melakukannya pada Syila?” Hal yang sangat ingin Izraa tahu.


“Wanita gatal itu? apa kau benar-benar kekasihnya? Bukankah kata infotainment kalian sudah berpisah?” Aldo menghina Syila, Izraa menahan diri.


“Aku kekasihnya, makanya aku ingin tahu kenapa kau melakukannya?” Izraa bersandar pada sandaran bangku dan memangku tangan serta kaki, sebagai pertahanan untuk menahan diri dan ingin terlihat tenang.


Mereka bertemu di suatu ruangan, bukan ruang untuk menjenguk para tahanan yang biasa, tapi ruangan yang lebih pribadi, di ruangan itu, kau bebas melakukan apapun pada para tahanan, syaratnya hanya satu, jangan membunuh, sisanya ... bebas.


“Kekasihmu itu yang menggodaku duluan, dia menulis kata mutiara dengan sapaan Dear Aldo, Aldo sayang, berarti dia menggodaku dan berharap aku juga membalas cintanya bukan? aku menyukainya tentu saja, lalu dia menggodaku, sungguh aku yakin dia juga mengiginkan diriku, sampai hari itu di tempat jogging, aku melihatnya seperti orang ketakutan saat melihatku.


Mungkin itu karena kau sudah balikan sama dia, makanya akhirnya dia mengabaikanku, wanita murahan itu gampang sekali ke sana, ke mari, mungkin kalau kau tidak balikan dengannya, dia akan bersamaku dan tidak pura-pura menolakku.”


“Kau Penulis juga seperti Syila! Hebat sekali kau mengarang cerita.”


“Kau tidak percaya? kau lihat saja novel yang dia tanda tangani untukku, itu adalah bukti.” Aldo masih terlihat angkuh dengan kondisinya yang sudah di ujung tanduk itu.


“Bagaiman dengan ini? lalu ini, lalu ini, atau ini dan ini.” Izraa menunjukan semua foto kata mutiara Syila yang dimulai dengan kata Dear lalu diiringi nama penggemarnya, Izraa sengaja mengumpulkan semua foto itu dengan menyebar permintaan tolong di sosial medianya, meminta foto cover tanda tangan yang Syila bubuhkan beserta dengan kata mutiaranya, banyak penggemar novel Syila yang mengirimkan foto tanda tangan Syila dan kata mutiara pada pesan chat Izraa di suatu media sosial itu, faktanya, semua kata mutiara itu selalu dimulai dengan kata dear diiringi nama dari penggemar itu.


“Kau bohong, kau edit semua itu bukan?”


“Kau tahu, kau itu sakit Aldo, kau selalu merasa istimewa padahal kau biasa saja di mata Syila atau bahkan di mata orang tuamu, saudara-saudaramu serta tentu saja teman-temanmu.”


“Berhenti bicara kau!” Aldo terpancing, kesombongannya berubah menjadi depresi.


“Aku betul kan? kau datang dari orang tua yang suka membandingkan anaknya, sehingga kau mungkin saja sakit mental karena itu, sakit yang menyebabkan kau menjadi begitu butuh pengakuan, sehingga sedikit saja orang melakukan hal yang berbeda, kau akan anggap itu adalah sesuatu yang istimewa, seperti kata DEAR yang Syila berikan padamu, itu hanya kata sapaan sopan santun, yang tidak berarti menggoda, tapi bodohnya kau, menganggap itu istimewa, kau itu hanya sampah di antara semua saudaramu, kau itu yang paling bodoh di antara mereka, paling jelek dan paling tidak karuan.” Izraa menyerang harga dirinya, karena tahu kelemahan Aldo, Izraa sudah menjebaknya untuk merasa rendah diri.


“Berhenti, berhenti, jangan bicara lagi!” Aldo memohon kali ini.


“Aku akan memastikan, kalau kau tidak dihukum dengan benar, maka aku akan mengganti hukuman itu, kau akan habis di luar sana. Aku akan membuatmu ingin mati setiap harinya dengan membayar orang untuk menghinamu setiap saat di manapun kau berada, baik di dunia nyata ataupun dunia maya, maka sekarang, jalani sidang dengan baik, pastikan kau akan di penjara untuk waktu yang lama, kalau tidak, kau akan bertemu denganku di luar sana.”

__ADS_1


Izraa lalu berdiri, dengan keangkuhan yang jelas ada kekejaman yang dalam di sana, Aldo menatapnya dengan tajam, sebelum Izraa benar-benar pergi, Aldo berkata padanya.


“Dia memang akan lepas dariku, tapi dia akan bersama pria sakit lainnya, kau bahkan memeriksa keluargaku dengan detail untuk melakukan ini semua, kau jauh lebih gila dariku. Kau tahu kalau aku dan ibuku tidak akur karena cara dia mendidikku dengan selalu membanding-bandingkan, data yang begitu dalam tentang keluargaku, bisa kau dapat dalam waktu yang singkat, kau langsung bisa tahu apa yang mungkin menjatuhkanku, kau lebih sakit dariku, perbedaan kita hanya satu, kau bisa memilikinya dan aku tidak. Kita lihat, apakah kau akan bisa menahan diri, jika saja ... dia tak bersamamu!” Aldo lalu bangkit dan kembali digiring ke selnya.


Izraa terdiam, dia benar-benar ingin meledakkan senjata api di kepala lelaki itu, dia sungguh menahan diri untuk tidak melakukannya, Izraa benci jika ada yang menghina Syila, sekalipun itu benar, Izraa tidak peduli, apalagi jika itu salah, maka dia akan semakin menggila.


Seperti beberapa hari ini, walau dia di rumah sakit, Izraa mengutus beberapa orang untuk memeriksa latar belakang Aldo, dia meminta semua hal yang berhubungan dengan Aldo, sampai detail, hingga ukuran ****** ********, maksudnya adalah hal-hal buruk dalam hidupnya.


Tidak heran dia menjadi pesakitan seperti itu, tercatat bahwa mereka itu empat bersaudara, semua saudaranya laki-laki, katanya Aldolah yang paling sering disiksa, baik oleh saudaranya ataupun orang tuanya karena dia yang paling bontot, paling lemah secara akademis dan fisik serta yang paling tidak tampan, makanya orang tuanya sungguh tidak menyukainya, orang tuanya adalah orang tua yang suka membandingkan anak dari segi wajah dan kemampuan akademis.


Maka Aldo lengkap sudah, tidak memiliki kriteria untuk di sayang.


Izraa kembali ke rumah sakit setelah bertemu Aldo, saat kembali dia melihat sesuatu yang paling dia tidak ingin lihat, mantan pacar!


“Sayang.” Izraa sengaja masuk dengan kasar agar Kevin melihat, dia melihat Kevin sedang duduk di samping Syila, mereka mengobrol serius.


“Za, darimana?” Syila mengulurkan tangan, dia sedang tidak akting, dia memang cukup khawatir kalau Izraa akan pergi ke Kantor Polisi tempat Aldo ditahan sementara.


“Dari apartemen, ambil baju ganti, takut besok-besok repot, kan pulang syuting akan ke sini terus kayak biasa, sayang.” Izraa menekan kata sayang, dia duduk di samping Syila sisi pada sisi di mana Dokter Kevin duduk, itu membuat Dokter Kevin akhirnya mengalah dari duduk langsung berdiri dan menjauh dari ranjang Syila.


“Tidak, untuk apa aku ke sana?” Izraa menyangkal.


“Iya Za, jangan sampai ke sulut dan menjadi mirip seperti mereka, aku tahu kau pasti marah karena melihat keadaan Syila, tapi kita harus bijak dalam menghadapi setiap masalah.” Dokter Kevin sok bijak, Izraa kesal mendengarnya.


“Tentu saja, terima kasih nasehatnya Dok, tapi aku berbeda, aku akan menjadi gila jika ada yang menyakiti kekasihku, hanya saat orang menyakiti kekasihku, karena aku tidak pernah ada niat untuk menyakitinya, apalagi membuatnya tidak bahagia.” Izraa menyindir Kevin dengan telak.


“Ya, baguslah kalau begitu, aku hanya sedang jenguk Syila sebentar saja, semoga kalian sehat terus, Syila kau semoga cepat sembuh ya.” Doter Kevin memegang bahu Syila, Syila risih dan mencoba menghindari sentuhan itu dengan berlagak mengambil sesuatu sehingga bahunya tidak dipegang lagi oleh Dokter Kevin.


“Dok, saya antar keluar.” Izraa mempersilahkan Dokter Kevin keluar.


Saat sudah di depan pintu perawatan, dimana dua bodyguard yang Izraa sewa berada, Izraa berbicara pada Kevin, hal yang sebenarnya ingin dia lakukan daripada mengantarnya keluar.


“Jangan berani pegang bahu kekasihku lagi.”

__ADS_1


“Aku temannya, walau kami mantan pacar, tapi kami berteman.” Dokter Kevin berkata dengan wajah tenang.


“Kau yakin hanya ingin berteman saja dengannya?”


“Kau tidak yakin Syila akan tetap setia padamu walau berteman denganku?”


“Bukan, aku tidak yakin, apakah bisa menahan diri untuk tidak menghabisimu saat dekat dengan kekasihku.” Izraa berkata berbisik di telinga Dokter Kevin, Dokter Kevin agar mundur mendengar itu, kaget karena Izraa terdengar begitu dingin dan menakutkan.


“Kau ….”


“Selamat siang Dok, oh ya kalian berdua, jika melihat pria ini lagi, jangan izinkan dia masuk ya.” Izraa lalu masuk lagi ke kamar perawatan Syila, Dokter Kevin terlihat ingin marah karena Izraa menyuruh dua bodyguardnya menghalangi jika Kevin ingin masuk lagi, tapi Kevin  tahu, tidak baik membuat keributan di sini.


“Kok lama, nggak berantem kan, sama Kevin?”


“Buat apa? rugi banget berantem sama dia, Andi mana ya?”


“Lagi pulang, maminya sakit lagi.”


“Kalau begitu, suruh salah satu Bodyguard itu masuk, jangan hanya berduaan dengan lelaki, kau tidk belajar juga? apakah aku harus di sisimu dua puluh empat jam agar kau mengerti?”


“Za! Bete ah!” Syila lalu membaringkan tubuhnya dan menutup selimut hingga wajah, dia kesal dengan perkataan Izraa.


“Aku akan izin seminggu lagi kalau begitu.”


“Za! Proyeknya kapan selesai kalau kau sering izin.” Syila keluar lagi dari selimutnya.


“Kau ingin kita segera berpisah makanya ingin proyek ini segera selesai?” Izraa menatapnya dengan tajam


“Bukan itu, aku ingin filmku segera dinikmati oleh penggemarku, jangan kelamaan.”


“Makanya janji dulu, kau harus memanggil Bodguardku jika ada tamu pria lagi selain keluargamu, termasuk Juna, mengerti?”


“Iya!” Syila menutup lagi wajahnya dengan selimut setelah tadi membukanya untuk protes.

__ADS_1


Dalam selimut Syila tersenyum, perasaan hangat apa ini?


__ADS_2