Cinta Gila Sang Aktor

Cinta Gila Sang Aktor
Bagian 98 : Jebakan 9


__ADS_3

Seluruh furnitur kantor sudah ditata rapi sesuai kebutuhan, untuk para karyawan yang kelak membantu Syila dalam publikasi karya akan disatukan dalam satu ruangan tanpa pintu, tapi meja mereka bersekat, walau Andi pernah menawarkan untuk memberi meja tanpa sekat agar tempat kerja mereka menjadi lebih santai dan hangat, tapi Izraa dan  Syila menolak, bukan untuk membuat para karyawan menjadi kaku dan dingin satu sama lain.


Justru Izraa dan Syila menjaga agar mereka punya privasi, terkadang ada orang yang tidak bisa bekerja jika saja ruangannya terlalu ramai dan butuh ketenangan, maka sekat meja bisa meminimalisir untuk dia meredam suara dan melihat banyak orang. Jadi kerja bisa lebih fokus.


Tapi Syila juga menyiapkan satu tempat, yaitu tempat yang sama besarnya dengan ruang pegawai publisher itu, untuk mereka yang suka kerja di tempat yang jauh lebih terbuka, ruangan itu tidak ditata dengan meja yang seragam, tapi ada meja kecil, meja besar, ada bangku dari kayu, sofa dan juga bangku angin. Tempat itu bisa digunakan untuk orang yang bosenan dan butuh tempat yang lebih artistik, maka di sanalah tempat yang Syila sediakan.


Izraa tidak setuju, karena dia ingin tempat itu dijadikan tempat meeting yang formal, tapi Syila menolak, karena jika mereka ada meeting, maka mereka bisa meeting di ruangan Syila yang cukup besar, karena di sana ada meja kerja dan juga satu set sofa yang bisa digunakan jika perlu untuk meeting formal dengan orang luar, mungkin penulis atau client lain.


Izraa akhirnya setuju, Syila bilang bahwa ruangan itu perlu, bukan hanya untuk karyawan, tapi juga untuknya, dia kalau bosan bisa bekerja di sana dengan santai, bisa kerja dengan duduk di bangku angin yang membuat duduk kita lebih nyaman dan santai. Khusus untuk ruangan ini, ada pintu kaya yang membatasinya, ada juga televisi.


Sedang ruangan untuk Andi, dia tidak memiliki ruangan sendiri, ruangannya adalah bersaa Syila, tanpa meja, Syila sempat menawarinya meja yang bisa ditaruh di ruangan Syila, tapi Andi menolak, katanya dia bisa bekerja di sofa yang ada di ruangan Syila atau bekerja di tempat yang lebih santai, karena dia lebih suka tempat yang lebih akrab.


Lalu ada satu ruangan lagi yang menurut Syila sangat penting, yaitu pantri, di sana ada microwave, coffee maker, teko listrik, air fryer mini, peralatan makan yang cukup banyak, tidak mewah tapi bagus.


Kitchen set untuk menaruh menaruh semua itu juga dibuat custom, sesuai kebutuhan, sangat artistik, Andi yang membuat semuanya, dia memang suka hal seperti itu, Janelah yang mekomendasikan semua vendor yang Andi butuhkan, Jane tentu punya banyak kenalan vendor dari database perusahaan.


Lalu dua kamar mandi yang bersebrangan, di samping ruangan Izraa dan Syila yang bersebrangan juga, lalu di dekat pantri, di antara pantri dan ruangan Syila dan Izraa itulah ada ruangan pegawai tanpa sekat dan pintu dan ruangan pegawai yang memiliki pintu kaca.


Hari ini hari pertama semua ruangan bisa digunakan, Belum ada pegawai, hari ini jadwal interview dengan 5 orang, dari seluruh CV yang diterima Syila, dia sudah menyortirnya menjadi 5 orang saja, saat ini dia akan meng-interview untuk posisi bagian keuangan, jobdesknya mungkin akan rangkap karena ini masih perusahaan yang baru berdiri, yaitu accounting dan finance.

__ADS_1


Hari selanjutnya baru akan rekrut untuk divisi lain.


“Jane, aku juga butuh OB, bisakah kau bukakan iklannya di lowongan kerja online? Minimal lulusan SMA ya, kalau OB, biarkan Andi saja yang interview, dia tahu kok orang seperti apa yang aku butuhkan.”


“Baik Bu.” Jane sedang mendapingi Syila untuk merapikan CV dari 5 orang yang akan datang untuk interview.


Saat ini mereka semua sudah datang dan sedang mengisi data, walau mereka telah memberikan CV, tapi perusahaan umumnya punya format form tersendiri untuk data calon karyawan, karena format pelamar kerja pastinya berbeda-beda, untuk menyeragamkan data itu, maka setiap calon pelamar kerja harus mengiri biodata ulang dalam format form perusahaan, form diisi manual.


Setelah itu mereka akan mengikuti psikotest, apabila lolos, maka tahap selanjutnya adalah ujian standar untuk divisi yang dibutuhkan, kalau untuk Accounting dan finance tentu saja tes seputar itu. Jane sudah menyusun pertanyaan dan juga daftar jawabannya.


Setelah seluruh tes itu selesai, barulah mereka akan langsung interview dengan Syila di ruangannya, sementara ini mereka duduk di ruangan karyawan tanpa sekat dan pintu itu,  meja bersekat cocok untuk 5 orang yang hendak ujian. Karena mereka tak dapat saling mencotek.


“Aku siap, panggil satu-satu Jane. Oh ya, panggil Izraa, aku ingin dia ikut melihat interview.” Jane mengangguk dan sedikit senang, akhirnya bisa berinteraksi dengan lelaki yang dia sukai, karena seharian ini dia sibuk mempersiapkan interview ini dan Izraa tak keluar juga dari ruangannya.


Jane mendekati ruangan Izraa yang tertutuk paca gelap, mengetuk pintunya, lalu masuk setelah diizinkan.


“Kenapa Jane?” Izraa bertanya.


“Pak, Ibu Syila minta bapak untuk ikut interview.” Jane berkata sambil senyum-senyum, dia tetap saja ingin menggoda bos yang dingin ini.”

__ADS_1


“Ok, aku akan ke ruangannya.” Izraa berdiri hendak keluar ruangan tapi dia berhenti di depan pintu, tidak bisa keluar, “ada apa lagi?” Izraa bertanya pada Jane yang tiba-tiba mematung.


“O-oh iya Pak, tidak ada, maaf.” Jane baru sadar telah menghalangi bosnya untuk keluar ruangan. Dia terpana, karena kemeja dan celana bahan yang dikenakan Izraa itu membuat tampilan Izraa semakin mempesona. Jane tidak bisa mengalihkan pandangan dan tanpa tahu malu menikmati ketampanan itu dengan mata liarnya, lalu malu karena ditegur.


Izraa keluar dari ruangan, Jane juga sudah kembali ke ruangan pegawai untuk memanggil mereka satu-persatu.


Izraa masuk ruangan Syila.


“Kau ingin aku temani interview?” Izraa lalu mengambil bangku di hadapan Syila, karena bangku untuk tamu yang berada di depan meja Syila ada 2, jadi bisa digunakan 1 untuk Izraa duduk di samping Syila.


“Bukan ingin ditemani, tapi ini juga bagian tugasmu, katanya ingin mendirikan perusahaan bersama, masa interview orang, aku sendirian, kau juga harus ikut kontribusi, jadi kalau besok orang itu melakukan kesalahan, kau tak bisa seenaknya menyalahkanku!” Syila kesal karena dianggap centil memanggilnya, dia kan bukan Jane.


“Bu, ini calon pegawainya.” Jane masuk dan menyuruh calon pegawai itu masuk untuk diinterview, tampilannya sangat formal, khas orang-orang keuangan, mereka rata-rata memang menjaga tampilan tetap konvensional untuk menjunjung tinggi profesionalitas.


“Duduk.” Syila langsung menyuruhnya duduk, wanita itu duduk dan mereka memulai interview.


Sementara itu Izraa sibuk memperhatikan Syila yang menanyai mereka satu persatu, Izraa merasa sangat senang, karena Syila terlihat sangat bersemangat, dia terlihat lupa bahwa ... dia memiliki kekurangan.


Taman bermain ini memang diciptakan untuk Syila agar bisa bermain dan lupa dengan penyakitnya, sementara Izraa masih terus mencari di banyak negara tempat yang mungkin bisa membantu Syila mendapatkan kembali fungsi tangannya.

__ADS_1


Taman bermain ini, membuat Izraa harus merogoh kocek cukup dalam, kantor dan semua yang Syila inginkan membuat Izraa mengeluarkan banyak uang, hanya untuk membangun ‘taman bermain’ agar ratunya bisa sementara waktu mengalihkan perhatiannya.


__ADS_2