Cinta Gila Sang Aktor

Cinta Gila Sang Aktor
Bagian 60 : Pelaku 15


__ADS_3

“Kau rindu padaku, makanya ke sin ikan?” Fenita dengan arogan berkata begitu dia keluar menemui Izraa di penjara. Saat ini masih proses penyelidikan, belum masuk proses pengadilan.


“Tentu saja aku rindu padamu, rasanya ingin mencekik leher itu.” Izraa tersenyum mengatakannya, dua orang berdarah dingin bertemu, Izraa minta diberi waktu untuk bicara berdua saja dengan Fenita, jadi Pengacara dan Managernya keluar dari ruang kunjungan itu.


“Bagaimana dengan perempuan kecil kita yang bahunya aku tusuk? Apakah dia baik-baik saja?’ Fenita bertanya sambil memperhatikan kukunya yang terlihat sangat bagus walau dia ada di penjara, dia dikenakan pasal berlapis, pertama penculikan, pemeran dan percobaan pembunuhan berencana.


Untuk semua tuduhan itu, dia masih terlihat tenang, dia memang bukan penjahat biasa.


“Apa salahku padamu hingga kau melakukan ini semua? Aku tidak mengenalmu sama sekali, tapi kenapa kau memperlakukan aku seburuk ini!” Izraa menggebrak meja karena kesal.


“Kita memang tak saling kenal, tapi karenamu, hidup seseorang menjadi begitu mengerikan.”


“Maksudmu!” Izraa bingung.


“Ayahku seorang pengusaha, ibuku juga mereka berdua orang yang hebat, ibuku bahkan mendukung suami dengan semua uang warisan keluarganya, kami hidup bahagia, hingga adikku akhirnya melakukan hal bodoh.


Dia memang seseorang yang energik tapi bodoh. Orang-orang mengenalnya sebagai orang yang murahan, suka cari perhatian pada lelaki terkenal, mereka salah! Adikku tidak murahan, dia memang pernah mendatangi satu atau dua lelaki terkenal, tapi dia tak pernah menawarkan tubuh, hingga dia dijanjikan oleh seseorang yang kenal dengan para artis, jika dia berani sedikit, maka dia bisa saja mendapatkan kekasih seorang lelaki yang terkenal!


Sayang, lelaki itu tak suka perempuan! Alih-alih menikmati tubuh adikku yang terpaksa melakukan itu karena ingin mendapatkan perhatian, dia malah difitnah, katanya dia seorang yang murahan dan tidak baik, semua fitnah itu dilakukan demi menjaga nama baik sang aktor.”


Izraa mencoba menarik kepingan cerita itu hingga menjadi puzzle yang utuh, berusaha mengingat wanita yang mungkin menjadi adik dari Fenita.


Hingga ingatan itu muncul.


“Maksudmu seorang perempuan yang merupakan anak pejabat? Perempuan itu datang dengan berpakaian seksi dan menawarkan tubuhnya padaku, aku menolaknya dan dia menyebar informasi bohong bahwa aku penyuka sesama jenis? Kau membalas dendam pada apa yang aku lakukan tak salah! Aku bahkan tak menyentuhnya seujung helai pun dan kau membalas dendam untuk apa!”


Izraa geram, bahkan dia memilih tak melecehkan wanita itu sama sekali, hari itu, Managernya menawarkan seorang perempuan yang katanya terkenal gruopie, makanya Izraa mengiyakan, toh dia juga masih dalam masa pencarian jati diri, apakah dia memang benar-benar tak mampu merasakan apapun pada seorang wanita!


“Ternyata adikku benar-benar sudah kau lupakan, kasihan sekali dia, bahkan sekarang hidupnya seperti sampah karenamu! Brengsek!” Fenita kesal hendak memukul Izraa tapi tangannya ditahan oleh Izraa, takkan lagi Izraa biarkan wanita ini berbuat kasar padanya.


“Jangan bertele-tele, katakan siapa wanita yang kau maksud!”


“Dia bukan perempuan, bodoh!” Fenita berteriak di hadapan Izraa dengan sangat marah, adiknya yang sekarang bahkan harus menjadi sampah, tidak mampu menunjang kehidupannya sendiri, sudah dilupakan oleh pria yang membuatnya seperti itu.


“Maksudmu dia … laki-laki!” Izraa salah, karena Fenita di awal penjelasan hanya bilang bahwa adiknya adalah orang yang suka cari perhatian artis lelaki dan ingin mendapatkan pacar aktor, maka yang ditangkap oleh Izraa, adik Fenita adalah seorang perempuan. Tapi nyatanya dia salah, bukan seorang perempuan, melainkan lelaki.


“Apa yang aku lakukan begitu salah hingga kau ingin sekali menghancurkanku, seingatku, aku tidak pernah sekalipun berhubungan intim dengan lelaki manapun!” Izraa kesal, rumor itu bergulir.


“Jangan kau cuci tangan lelaki brengsek! Kau pasti yang menyuruh timmu untuk membuat adikku menjadi orang tak berguna yang murahan, kalian bahkan membayar banyak jasa hacker dan orang yang ahli dalam bidang editing foto, kalian menyebarkan fitnah atas adik lelakiku, kalian bilang dia lelaki menyimpang yang tidak pantas hidup!”


Izraa masih terus berusaha mengingat siapakah kira-kira adiknya Fenita?


“Dengar ini baik-baik, aku takkan berhenti sampai kau dan perempuan itu menderita, kau sedang bahagia bukan? Kalian dua orang terkenal dari keluarga terpandang, pasti sangat bahagia bisa bersanding bersama, tapi … aku akan hancurkan kalian!”  Fenita setelah mengatakan itu langsung pergi hendak kembali ke selnya.

__ADS_1


Izraa keluar, Manager dan juga pengacaranya masih di sana, Izraa hendak pulang, seperti biasa diantar Manager, sementara Pengacaranya pulang dengan mobil sendiri, Manager menyetir, Izraa menahan tangan Manager agar tidak keluar dari areal parkiran, Izraa ingin tahu siapa pria itu, adiknya Fenita dan apa yang terjadi hingga lelaki itu dibilang hidup seperti sampah oleh Fenita.


“Apakah ada pria yang pernah aku temui dan dia suka dengan pria juga? Maksudku, orang yang mungkin aku lupa, karena kau selalu menyodorkan banyak orang yang tidak kusukai.” Izraa bertanya.


“Banyak, seperti yang kau tahu, aku mana ingat.”


“Adakah dari mereka yang mendapatkan perhatian khusus dari managemen dan disingkirkan karena dianggap mengancam karirku?” Izraa bertanya lagi.


“Tidak ingat, tapi aku bisa carikan datanya di laptopku.”


“Kau bawa laptopnya?”


“Ya bawalah! Kau kan tuan sempurna yang selalu saja meminta jadwal akurat dan dokumen penting secara detail, laptopku adalah nyawaku, salah sedikit, aku pasti dihabisi olehmu.”


“Apa aku memang setidakmenyenangkan itu, hingga kau pun ketakutan dan selalu bersiap?” Izraa tiba-tiba bertanya hal yang mengharukan.


“Kau benar-benar sudah tumbuh dewasa, cinta memang mampu mengubah seorang pria.” Manager masih belum menjalankan mobilnya, dia malah berpidato dengan kucuran air mata yang dibuat-buat.


“Kau menjijikan, masa aku segitu berubahnya.”


“Syila benar-benar wanita yang sangat hebat, dia bisa merubahmu dalam waktu yang cukup singkat, seorang pria dingin menjadi pria yang perhatian, aku harus mengucapkan terima kasih pada Syila.”


“Kau bisa ke intinya saja nggak?”


“Tentu saja bersamamu itu berat sekali, kau itu pemarah, emosian, moodmu naik turun dengan drastis, tidak bisa respect sama orang dan ….”


“Kita ke rumah sekarang ya, aku perlu printer untuk mencetak data yang kau butuhkan.” Manager akhirnya mulai berkendara.


Begitu sampai, Manager menyiapkan laptop dan mencari data yang Izraa inginkan.


Setelah 2 jam, Manager lalu siap memberikan informasinya.


“Jadi gini, ini data semua lelaki yang pernah berhubungan denganmu, aku garis bawahi, mereka bukan pacarmu, bukan gebetan apalagi selingkuhan, mereka murni orang yang menyukaimu tanpa kau sukai balik. Totalnya ada 45 orang yang pernah cukup intens denganmu.


Lalu aku sortir yang ibu dan ayahnya pengusaha dan dia punya kakak perempuan, maka sisanya hanya tinggal 8 orang, setelah itu aku sortir kembali, lelaki yang … diawasi oleh managemen, hanya ada 1 orang dari 8 orang itu Za, ini datanya … namanya Rey, dia malam itu datang padaku menawarkan diri, aku mengenalnya dari seorang kenalan yang cukup dekat denganku, kebetulan saat itu kau sedang naik daun.


Aku sudah menyodorkan seorang wanita, kau menolak dan akhirnya aku menyodorkan seorang pria, kau mau tidak mau, betul begitu kan?” Manager itu bertanya.


“Ya betul, aku ingat lelaki itu, dia sangat berusaha tapi aku tetap tidak tertarik padanya.” Izraa mulai bisa mengingat Rey.


“Ya, dia diawasi oleh managemen karena mengancam, dia mengancam akan memberitahu media bahwa, dia adalah kekasihmu, tentu itu akan membuat namamu yang sedang naik, akan tercoreng dan akhirnya terjun payung.”


“Lalu?”

__ADS_1


“Di dalam dokumen ini juga dikatakan bahwa, dia menyewa beberapa wartawan online untuk menulis artikel tentang kau yang suka lelaki, kau yang belok dan sejak saat itu, rumor kau tidak suka perempuan mulai merebak.”


“Jadi adiknya yang dulu menyebar gosip itu pertama kalinya melalui bantuan wartawan? Tentu saja dia mampu, kedua orang tuanya pengusaha, lalu?”


“Tidak ada lagi data mengenai kelanjutannya, hanya kasus ditutup, lalu berita itu meredam, berita soal kau tidak suka perempuan dan Sukanya lelaki, entah karena apa berita itu bisa surut, hanya kasusnya ditutup oleh managemen. Artinya kasus itu selesai.”


“Tidak mungkin, kalau memang kasus itu selesai, tidak mungkin kakaknya yang gila itu ambil resiko untuk datang padaku dan hendak membalas dendam! Sungguh menyebalkan!”


“Kau mau aku cari tahu?” Managernya bertanya.


“Kau dapat informasi apa dari para antek perempuan itu? Bukankah kemarin kau ikut ke penjara untuk bertemu para preman yang membantu Fenita?” Izraa beralih fokus.


“Oh ya, hampir lupa, kau tahu ini paling gilanya, bahwa Fenita sendiri yang merancang tabrakan itu, kau ingat saat dia ditabrak lalu masuk rumah sakit dan kau menungguinya?”


“Tentu saja kau ingat, aku bahkan bertengkar dengan Syila karena perempuan bedebah itu.”


“Ya, dia yang merencanakannya sejak awal, dia yang memastikan tumbukan yang dilakukan para preman itu cukup untuk membuatnya cedera yang tidak mematikan cukup aman, tapi meyakinkan.”


“Wanita brengsek itu sangat serius menyusun rencana balas dendamnya!”


Apakah kalian ingat kejadian di mana Fenita ditabrak oleh preman saat itu, kalian pasti tak akan menyangka bahwa preman itu suruhan Fenita sendiri, baiklah, buat Sebagian kalian yang lupa, ini kejadian hari itu, saat Fenita ditabrak dengan sengaja dan barusan kita tahu, itu juga rencana yang Fenita buat sendiri. Aku akan beritahu kejadian lengkapnya.


KETIKA ITU ….


Fenita berkendara dengan aman tapi entah dari mana datangnya, sebuah mobil yang dengan kecepatan tinggi, menghantam mobil Fenita dengan sangat kencang, Fenita tak bisa mengendalikan mobilnya akibat hantaman itu, dia kehilangan kendali, mobil berputar lalu akhirnya berhenti dengan meninggalkan Fenita yang sudah berlumuran darah.


Orang yang menabraknya keluar dari mobil yang hanya penyok itu, sepertinya mereka paham betul bagaimana mencelakai orang dengan plot kecelakaan.


“Bagaimana keadaannya?” Seorang lelaki berbadan kekar bertanya, Fenita masih setengah sadar, dia melihat dua orang lelaki mendekatinya, salah satunya dia kenal, wajah itu dia sangat kenal, wajah yang ... menembak Izraa.


Tentu saja itu bohong, dia sangat kenal wajah salah satu premannya bukan karena mengingat kejadian Izraa ditembak, tapi karena dia memang bos mereka! Kalian sudah tertipu.


“Bos, kau masih hidup kan?” Preman itu membungkuk, dia panik karena lumuran darah bosnya sangat banyak.


“Sakit brengsek!” Fenita berteriak memaki dalam keadaan berlumuran darah.


“Kami akan telepon ambulans ya?”


“Iyalah! Kau tunggu apalagi? Kau mau menungguku mati!” Fenita yang sudah terluka cukup parah itu masih sempat untuk mengumpat dan berkata kasar pada preman-premannya.


“Bos, maafkan aku, tadi aku sudah melakukan apapun yang sudah kita latih bersama, tapi jalanan licin hingga aku sempat kehilangan kendali sesaat dalam kecepatan tinggi hingga akhirnya kami menabrak mobilmu.” Preman itu masih mencoba minta maaf.


“Sudah pergi sana id*ot! Kau mau ditangkap, ini kan harusnya kasus tabrak lari! Kalian malah sibuk meminta maaf, kalian benar-benar tidak dapat diandalkan!” Fenita kesal karena kaki dan perutnya sakit sekali.

__ADS_1


Tak lama ambulans datang, Fenita dibawa ke rumah sakit dan diberi perawatan, sisanya, kalian sudah tahu apa yang terjadi, bukan?


Lalu, pertanyaannya, ada apa dengan adik Fenita sampai kakaknya mampu menjadi orang gila untuk balas dendam?!


__ADS_2