
"Tunggu dulu, bukankah ini tempat yang sama saat makan malam waktu itu?" ucap Arisa spontan, saat melihat tayangan infotainment saat itu yang menampilkan keributan yang terjadi di sebuah resto.
"Pemirsa, kabar tidak mengenakkan datang dari salah satu selebriti kita, Rasti Andini. Pada malam beberapa hari yang lalu, dikabarkan bahwa Rasti dilabrak oleh istri seorang produser yang cukup terkenal di dunia entertainment tanah air. Jangan ke mana-mana, kita akan kembali setelah pariwara berikut ini!" ucap pembaca acara dalam tayangan infotainment tersebut.
"Sayang, makanannya sudah siap, makan dulu ya!" sahut Andika memasuki kamar sambil membawa makanan dalam nampan di tangannya. Dia melihat Arisa sedang serius layar TV di depannya.
"Kelihatan serius sekali, sedang menonton apa sih? Ayo, makan dulu!"
"Hmmm..." jawab Arisa singkat tanpa menoleh ke arah Andika. Dirinya sedang serius menunggu tayangan iklan-iklan di TV selesai dan kembali pada tayangan utama.
"Aku suapin ya!" ujar Andika karena melihat tidak respon lanjutan dari istrinya.
"Aku masih kenyang, Mas!"
"Tidak, kamu tetap harus makan. Kasihan adek di dalam!" Andika tidak mau menerima bantahan Arisa.
"Ayo, makan ya!" ucap Andika
Tak lama kemudian, tayangan infotainment itupun kembali. Andika yang tengah mencoba menyuapi istrinya jadi ikut menonton, apalagi saat mendengar nama Rasti Andini disebut-sebut dalam tayangan TV tersebut.
"Pemirsa, kembali lagi bersama kami. Beberapa waktu yang lalu, Rasti Andini telah memberi pengakuan bahwa saat ini dia sudah menikah secara diam-diam dan sedang hamil. Namun, kabar mengejutkan datang dari Karmila Tasya, istri dari produser ternama tanah air, Angga Raditya yang juga membuat pengakuan, bahwa Rasti Andini telah menjalin hubungan terlarang dengan suaminya. Bahkan sampai, beberapa waktu, seperti tayangan yang anda saksikan tadi, Karmila sempat melabrak suaminya yang ketahuan sedang makan malam dengan Rasti Andini di sebuah resto."
"Lho ini kan?" ucap Andika
"Shittt...." Arisa memberi kode kepada suaminya agar tidak berkomentar apa-apa dulu, supaya dia bisa menyimak dengan baik apa yang diberitakan dalam tayangan tersebut.
"Kini, belum diketahui, apakah Rasti Andini dan Angga Raditya memang sudah menikah secara siri seperti pengakuan Rasti beberapa waktu yang lalu dan anak dalam kandungannya merupakan anak dari Angga Raditya. Sampai saat ini, Rasti masih bungkam, belum memberikan konfirmasi apapun. Kita sama-sama berharap, semoga masalah di antara mereka cepat terselesaikan ya, pemirsa. Berita ini sekaligus mengakhiri acara kita hari ini. Sampai jumpa hari esok di waktu yang sama. Sampai jumpa!" ucap pembawa acara sekaligus mengakhiri acara infotainment tersebut.
"Angga Raditya? Bukankah dia salah satu produser terkenal itu?" tanya Andika
"Iya, Mas!"
"Inisial namanya sama denganku, apakah ini maksudnya anak yang dikandung oleh Rasti adalah anaknya?"
"Entahlah. Sebenarnya aku berpapasan dengan Rasti saat kita makan malam waktu itu mas."
"Oh ya?" ucap Andika kaget.
"Iya, saat aku ke toilet."
__ADS_1
"Lalu?"
"Aku sempat menanyakan perihal soal kehamilannya, Mas. Dia mengatakan kalau anak dalam kandungannya adalah anakmu, Mas."
"Dan kamu mempercayainya?" tanya Andika.
"Entahlah, aku bingung kepada siapa harus aku percaya, Mas." jawab Arisa hampir menangis. Akhir-akhir ini, perasaannya memang sering tidak stabil, sebentar baik sebentar buruk.
"Sayang!" ucap Andika pelan sambil merangkul istrinya dan menyandarkan kepala Arisa di atas pundaknya.
"Sayang, percayalah kepada suamimu ini. Tak sekalipun, aku pernah mengkhianati cinta kita, sayang. Aku sungguh mencintaimu. Aku mohon, percayalah kepadaku!" ucap Andika.
"Mas benar-benar tidak mempunyai hubungan dengan Rasti?" tanya Arisa merasa masih belum yakin.
"Iya? Bagaimana mungkin kamu bisa berpikir aku memiliki hubungan dengannya, padahal aku telah memberikan cintaku sepenuhnya kepadamu, sayang."
"Entahlah. Aku hanya merasa dia lebih segalanya daripadaku, dia lebih cantik, lebih menarik, berbakat, terkenal...."
"Stop..stop...hentikan itu, kamu tidak perlu membanding-bandingkan dirimu dengannya sayang. Kamu terlalu berharga untuk diperbandingkan dengannya. Bagiku, kamu yang paling cantik dari wanita manapun, sayang."
"Gak tahu akh, gombal....." ujar Arisa
"Eh benaran, kamu memang cantik, sayang. Apalagi kalau saat tersenyum." ucap Andika sambil menyibakkan rambut Arisa yang menutupi sebagian wajahnya dan kemudian mencium kening Arisa.
"Untuk?"
"Aku telah salah paham dengan Mas. Selama ini, aku telah salah sangka sehingga bersikap judes terhadap Mas. Aku telah cemburu buta gara-gara berita yang belum tentu benar itu. Maafkan aku!"
"Iya, aku senang kalau kamu cemburu sayang. Itu berarti kamu juga benar-benar mencintaiku juga."
"Mas memaafkanku kan?" tanya Arisa.
"Hahaha..tentu saja aku memaafkanku, sayang. Tetapi ada syaratnya." jawab Andika.
"Apaan sih? pakai syarat-syarat segala? seperti mau urus pendaftaran sekolah saja. Huh..." ucap Arisa pura-pura ketus.
"Mau dimaafkan gak? Syaratnya gampang kok..." ucap Andika menggoda istrinya.
"Apa?'
__ADS_1
"Nah, sekarang kamu makan ini sampai habis dulu, baru aku kasih tahu syaratnya!"
"Aku sudah kenyang, Mas!"
"Tidak, kamu tetap harus makan, perasaan kamu baru makan 2 sendok tadi. Mana mungkin kenyang. Ingat, sekarang di sini ada kehidupan lho!" ucap Andika sambil mengekus-elus perut Arisa.
"Iya...iya...bawel!"
Andika merasa senang kesalahpahaman di antara mereka telah diselesaikan dengan baik. Akhirnya, tanpa perlu usaha dirinya sendiri untuk membuktikan bahwa dirinya memang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Rasti, tayangan infotainment di televisi tadi sudah memberikan kebenaran atas apa yang terjadi.
Dia bisa berlega hati sekarang, karena Arisa sudah tidak marah kepadanya dan hubungan mereka bisa kembali mesra. Apalagi, sekarang dia melihat istrinya bisa makan dengan lahap, tidak seperti beberapa hari terakhir ini, hampir susah sekali untuk meminta Arisa makan, karena dirinya sellau merasa mual dan tidak berselera.
"Nah, sudah habis sekarang. Memang apa syaratnya, supaya kamu benar-benar memaafkan aku, Mas?" tanya Arisa polos. Padahal, tanpa Arisa meminta maafoun, sebenarnya Andika sudah memaafkan dirinya.
Andika hanya ingin sedikit mengerjai istrinya.
Tanpa bicara, spontan Andika langsung menggendong Arisa dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Turunkan aku, Mas. Apa yang mau mas lakukan?" tanya Arisa mencium gelagat mesum dari wajah suaminya itu.
"Kita kan sudah lama tidak melakukan itu, sayang. Nah, itu syarat yang aku minta."
"Ikh, aku sedang hamil, Mas!" ujar Arisa.
"Tidak apa-apa, aku akan melakukannya dengan hati-hati. Lagipula, aku suudah mencari informasi, kegiatan seperti itu maish bisa dilakukan meski istri hamil besar, yang penting dilakukan dengan hati-hati." ucap Andika dengan senyum menyeringainya penuh maksud.
"Apa? tidak mungkin nanti ketika aku sudah hamil besar pun Mas masih minta jatah?" tanya Arisa kaget, mendengarkan perkataan suaminya barusan.
"Tergantung...hahaha."
"Mas!" ujar Arisa geram.
Kini mereka sudah berada di kamar mandi. Aktivitas yang paling senang dilakukan Andika adalah mandi bersama istrinya, apalagi berendam bersama di bath tub sambil mengeksplore tubuh indah istrinya itu. Rasanya mereka sudah lama tidak melakukan itu.
Dan kini hasrat dalam dirinya bergejolak meminta pemenuhan, mumpung mereka sedang berdua di apartemen, karena ibu mertuanya sedang kembali ke rumahnya. Mungkin nanti malam Dina baru kembali ke apartemen. Jadi, ini adalah kesempatan baik bagi mereka
*****
Happy reading...
__ADS_1
Maaf ya, agak lama updatenya.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman