Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Ini Suamiku


__ADS_3

Pagi ini, Alex lebih bersemangat memulai pekerjaannya hari ini, karena wanita pujaan hatinya telah masuk kerja kembali. Beberapa hari sebelumnya, Alex uring-uringan tidak fokus mengurus perusahaannya, hanya karena sekretarisnya itu tidak masuk kerja.


Sementara itu, meskipun masih kepikiran dengan kejadian beberapa hari yang lalu, Arisa memilih menyibukkan diri di dalam pekerjaannya hari ini. Baru saja Arisa menyalakan komputernya untuk melanjutkan kerjaannya yang tertunda, telepon mejanya berdering. Alex memanggilnya untuk menghadap. Diapun beranjak dan berjalan menuju ke ruangan Alex.


"Iya, Pak....Apa yang bisa saya bantu pak?" tanya Arisa setelah sampai di dekat meja Alex.


"Tolong kamu buatkan dokumen perjanjian kerja sama kita dengan perusahaan XXX ya. Ini dokumen profil perusahaan tersebut, kamu pelajari dulu!"


"Siap, Pak!"


"Ada lagi yang lain, Pak?"


"Satu lagi....aku merindukanmu Arisa." Arisa terdiam mendengarkan ucapan spontan Alex tersebut.


"Maaf, Pak....kalau tidak ada hal lain lagi, saya permisi dulu!" ucap Arisa kemudian.


"Tunggu dulu!"


"Apakah benar-benar tidak ada kesempatan lagi bagiku?" tanya Alex


"Maaf, Pak. Hubungan kita hanya bisa sebatas atasan dan bawahan. Lagipula bukankah bapak juga sudah mempunyai nona Farah?"


"Tetapi aku tidak mencintainya, aku mencintaimu Arisa."


"Aku sudah menikah, Pak Alex!"


"Aku tahu itu. Paling tidak, beri kesempatan kepadaku untuk bisa berada di dekatmu di perusahaan ini. Aku sadar aku tidak bisa memilikimu."


"Jadi, itu sebabnya Bapak memilikku untuk menggantikan posisi mbak Evalia sebagai sekretaris Anda?"


Tanpa perlu jawaban dari Alex, sebenarnya Arisa sudah bisa menebak hal itu.


"Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak!" Tanpa menunggu jawaban dari atasannya itu, Arisa segera berlalu dari ruangan Alex.


Kini, hati Arisa dipenuhi kebimbangan. Apakah mungkin dia akan meneruskan pekerjaannya di perusahaan ini, kalau Alex yang sekaligus sebagai atasannya itu berusaha mendekatinya. Dia tidak mau hal tersebut akan merusak hubungan pernikahannya nanti. Tetapi, setelah menunggu sekian lama, akhirnya Arisa mendapatkan pekerjaan yang diidamkannya selama ini, dia tidak rela untuk melepaskannya saat ini. Hati Arisa menjadi dilema. Andai saja, dia masih ditempatkan pada posisinya sebelumnya, satu divis dengan Dinda dan Reni, pasti tidak akan serumit ini masalahnya.


Dritt.....Dritt...Drittt

__ADS_1


Handphone Arisa berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk pada grup chatnya.


Dinda : Hai, Risa....ngilang aja beberapa hari nih. Ke manaj aja sih.


Reni : Tahu tuh....gak ada kabar sama sekali. Kitanya kan jadi kuatir.


Dinda : Kamu sakit ya?


Arisa : Gak, aku hanya ada urusan keluarga, jadi minta izin kemarin.


Dinda : Urusan apa? Jangan bilang, kamu lagi dijodohkan atau jangan-jangan, kemarin itu acara pertunanganmu ya...


Arisa : Sembarangan.....


Reni : Oh ya, jadi kan sore ini kamu mau pergi ikut kelas dandan...


Dinda : Oh iya, acara kita yang tertunda kemarin tuh....sekalian kita jalan-jalan bareng di mall ya...


Reni : hitung-hitung melepas penat setelah seharian ngantor....


Reni : Sip deh....sampai jumpa nanti.


Arisa : Lanjut kerja lagi ya, bye....


Arisa kemarin memang membatalkan untuk jalan bersama dengan kedua rekannya itu sehabis pulang kerja, karena perasaannya tidak enak setelah keluar makan siang dengan Alex, ditambah lagi pertemuannya dengan Rasti. Jadi, mereka akan berjalan bersama sore ini.


Setelah seharian bekerja dan hanya makan siang di cafetaria perusahaan, Arisa kemudian menghubungi suaminya untuk mengabarkan bahwa dia akan pulang terlambat hari ini. Setelah mendapat izin dari Andika, barulah Arisa tenang untuk pergi jalan bersama keuda rekannya itu sehabis pulang kerja nanti.


Setelah jam pulang kantor tiba dan Arisa pun sudha menyelesaikan tugas terakhirnya, dia segera menyusul kedua rekannya yang sudah menunggu duluan di lobi bawah. Mereka bertiga pun segera meluncur ke mall yang dimaksud Reni setelah taksi online pesanan mereka sudah datang menjemput.


Turun dari taksi, Arisa dan Dinda berjalan mengekori Reni yang berjalan duluan menuju salon yang dimaksud. Tidak susah dicari, karena lokasinya berada di lantai kedua, mereka pun sampai di salon tersebut. Setelah berkonsultasi, dengan staf di sana, Arisa pun memulai kelas kursus dandannya. Sedangkan Dinda dan Reni memilih bersantai sambil melakukan creambath rambut.


Selama 3 jam mereka berada di salon tersebut, waktu sudah menunjukkan jam delapan lewat, saat mereka menyelesaikan kegiatan mereka masing-masing. Lalu mereka memilih menuju foodcourt untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.


Andika pun baru menyelesaikan pekerjaan terakhirnya, dia juga pulang agak telat hari ini. Sebelum pulang, dia mencoba menghubungi Arisa dulu, untuk megetahui keberadaannya saat ini, meski tadi sore istrinya sudah minta izin. Dia mau sekalian menjemput Arisa. Namun, karena panggilannya tak kunjung diangkat, mungkin karena handphone Arisa sedang disilentkan, akhirnya dia memilih mengirim pesan singkat dan berharap Arisa membacanya segera.


Sambil menunggu makanan pesanannya datang, Arisa mencoba mengecek handphonenya. Rupa-rupanya ada panggilan dari Andika yang berkali-kali tadi, namun tidak diketahui sebelumnya. Dia segera membalas chat dari suaminya itu untuk memberitahukan keberadaannya saat ini.

__ADS_1


Makanan datang dan ketiganya makan dengan lahap, karena mereka semua sudah benar-benar kelaparan. Sambil makan, mereka bersenda gurau. Kedua rekan Arisa tersebut kepo dan menanyakan bagaimana rasanya bekerja di dekat Tuan Direktur tampan mereka. Arisa hanya bercerita ala kadarnya.


Saat Arisa subuk curhat tentang keinginannya yang sebenarnya lebih memilih bekerja satu divisi bersama temannya dulu daripada posisinya sekarang, tiba-tiba arah mata Dinda dan Reni tertuju pada pria tampan yang berjalan mendekat arah mereka, dari arah belakang Arisa, sehingga Arisa tidak menyadari bahwa kedua temannya tersebut tidak lagi fokus mendengarkan perkataannya.


"Tampannya..." guman Dinda


"Gak kalah dari Tuan Direktur kita...." ucap Reni pelan mengagumi pria tersebut, yang semakin mendekat ke arah mereka.


Mendengar gumaman tidak jelas dari kedua temannya tersebut, Arisa segera menoleh ke belakang, siapa gerangan yang dibicarakan oleh Dinda dan Reni.


"Mas!"


'Hai, sayang!"


"Sayang?" ucap Dinda dan Reni bersamaan saling berpandangan.


"Kenalin teman-teman, ini suamiku." ucap Arisa memperkenalkan Andika kepada kedua temannya itu.


"Hah....suami?" ucap Dinda dan Reni kaget bersamaan.


"Perkenalkan, saya Andika, suaminya Arisa." ucap Andika ramah sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan kedua teman istrinya yang masih terlihat seperti orang linglung.


Astaga, kebaikan apa yang telah dibuat Arisa di kehidupan sebelumnya, hingga bisa mendapat suami se-hot begini. Mungkin dia telah menyelamatkan dunia. Gantengnya....batin Dinda masih rasa tidak percaya kalau rupanya Arisa sudah memiliki suami. Pantasan, Arisa tidak tertarik dengan si Tuan Direktur tampan, wong suaminya aja udah keren begini.


"Kalian sudah selesai makan?" tanya Andika


"Sudah, Mas!"


"Apa masih mau jalan lagi, sayang?"


"Sepertinya tidak, aku sudah capek rasanya, gimana dengan kalian? masih mau jalan?" tanya Arisa kepada kedua temannya itu. Keduanya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, kita pulang sama-sama. Sekalian saya antar." ucap Andika menawarkan diri. Tentu saja diterima dengan senang hati oleh Dinda dan Reni. Lumayan kan, bisa menghemat ongkos taksi online. Mereka pun akhirnya pulang bersama


****


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman, like dan komen aja sudah membuat author bahagia, apalagi kalau ada yang ngevote, makin bersemangat deh, Author nulisnya. Mari kita saling mendukung ya...

__ADS_1


__ADS_2