Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Membeli oleh-oleh


__ADS_3

Keesokan harinya Andika berniat mengajak Arisa untuk pergi ke area penjualan oleh-oleh. Setelah malam peresmian, mereka masih memiliki beberapa hari untuk liburan sebelum mereka kembali ke Jakarta. Namun, Arisa sudah tidak sabar untuk segera kembali, karena mengkuatirkan keadaan ibunya yang sudah ditinggal beberapa hari meskipun ada perawat yang ditugaskan untuk menjaga. Lagipula, dia sudah cukup puas bermain di pantai selama dua hari berturut-turut kemarin, jadi dia tidak berniat lebih lama lagi di Bali. Padahal, Andika sendiri masih ingin berlama-lama di Bali supaya bisa berduaan terus dengan istirnya itu.


Dan di sinilah mereka berada, Pasar Seni Ubud di mana mereka dapat mencari berbagai macam oleh-oleh khas Bali dan bisa sekalian mengunjungi beberapa tempat wisata yang lokasinya tidak jauh dari pasar seni ini. Arisa senang sekali melihat segala macam benda-benda unik, dia tertarik dengan hasil kerajinan tangan yang dipajang di toko-toko souvenir. Namun, dia hanya melihat-lihat saja, tak satupun yang dibelinya. Dia begitu semangat berjalan sampai-sampai tidak menyadari kalau Andika tertinggal di belakang.


"Sayang, jangan cepat-cepat dong." sahut Andika dari belakang yang tertinggal beberapa langkah dari Arisa.


"Hayo, cepat Mas. Jalannya seperti kura-kura yang belum makan aja." ledek Arisa.


"Kamunya yang kecepatan jalan, tahu..." ujar Andika tidak mau kalah. Dia mempercepat langkahnya supaya bisa menyejajarkan langkahnya dengan Arisa dan mengandeng tangan istrinya itu.


"Ikh...kok pakai digandeng segala sih, Mas?" protes Arisa.


"Biar gak hilang." ucap Andika singkat berpura-pura serius sehingga membuat Arisa manut aja, meskipun dia merasa tidak leluasa berjalan karena digandeng oleh Andika.


"Kamu dari tadi jalan, kok gak beli satupun, sayang? Gak ada yang suka ya?" tanya Andika.


"Aku suka kok semua, bagus-bagus deh semuanya, jadi bingung mau beli yang mana."


"Kalau kamu suka, bilang aja. Ntar aku beliin semuanya, ya."


"Emangnya kalau aku bilang suka semua yang ada di toko ini, semuanya mau dibeli juga mas?" tantang Arisa.


"Iya donk, bila perlu dengan penjaga tokonya pun sekalian kita beli hahaha...."

__ADS_1


"Lebai akh....Ayo, jalan lagi, kita lihat-lihat ke toko seberang ya." ujar Arisa sambil menunjuk ke toko di depan mereka.


"Wah, bagus-bagus ya...." ucap Arisa mengagumi berbagai hasil kerajinan tangan yang dipajang di toko souvenir tersebut. Dia terlihat begitu antusias mengitari toko tersebut dan melihat semua yang terpajang di situ.


"Aduh...duh...Aku kebelet mau pipis nih, lepasin dong gandengannya. Aku mau ke toilet dulu ya." Spontan Andika melepaskan tangan Arisa dan membiarkan istrinya pergi ke luar untuk mencari toilet umum.


Andika kemudian mendekati pelayan di toko tersebut dan berkata,


"Semua yang tadi dilihat oleh istri saja, tolong dibungkus setiap jenis barangnya ya mbak."


Maka pelayan itu pun mulai membungkus barang-barang yang tadi dilihat Arisa, mulai dari gantungan kunci yang unik, kalung, gelang, hiasan dinding daan pernak-pernik lainnya. Cukup lama, Arisa pergi ke toilet, sehingga Andika memilih duduk di dalam toko tersebut sambil menunggu istrinya.


Sementara itu, saat Arisa keluar dari toilet, matanya tertuju pada salah satu toko souvenir di dekatnya. Dia malah memilih masuk ke toko tersebut daripada kembali ke toko di mana Andika sedang menunggu. Saat dia sedang melihat-lihat souvenir yang dipajang di toko tersebut, matanya terarah pada sebuah kalung unik yang terbuat dari untaian batu-batu kecil indah dan liontinnya terbuat dari kerang yang bisa dibuka, sehingga bisa dipakai untuk menyimpan foto di dalamnya. Dia langsung membeli satu, agar bisa dipakai untuk menyimpan fotonya dan Andika di dalamnya, pikirnya.


"Kamu dari mana saja sih, sayang? masa ke toilet lama sekali...." protes Andika.


"Gak kok, baru saja sebentar, kenapa? Kangen ya?" goda Arisa. Tiba-tiba matanya tertuju pada dua sosok gadis yang dikenalnya, juga sedang melihat-lihat souvenir di toko seberang. Dengan sigap, Arisa langsung bergelayut manja memegang tangan Andika, membuat Andika keheranan, padahal tadi dia keberatan digandeng.


"Ayo, kita jalan lagi, Mas." ajak Arisa, kali ini dia yang memegang tangan Andika.


Rasti dan Michella yang sedang melihat-lihat souvenir di toko seberang, melihat bersamaan ke arah pintu saat melihat Andika dan Arisa berjalan keluar dari toko depan mereka. Bukan main kesalnya mereka ketika melihat Arisa bergelayut manja dengan Andika. Mereka tidak terima, karena mereka merasa diri mereka yang lebih cantik dan lebih pantas untuk mendampingi Andika ketimbang Arisa, gadis kampungan itu, menurut pandangan mereka.


Awas saja....

__ADS_1


Arisa yang tahu bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh kedua wanita itu, semakin sengaja bermanja dengan Andika. Meski sedikit bingung dengan sikap istrinya yang tiba-tiba aneh begitu, namun Andika senang kalau istrinya sekarang lebih bisa mengekspresikan rasa sayang terhadapnya. Dia tidak tahu saja, kalau Arisa sebenarnya sedang memanas-manasin Rasti dan Michella.


"Aku lapar nih, Mas. Kita makan yuk!" ajak Arisa.


"Iya...iya....kita makan di depan sana ya." jawab Andika sambil menunjuk area penjualan makanan yang terletak di depan sana. Mereka kemudian berjalan ke sana dan memilih salah satu tempat duduk yang masih masih kosong.


Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, mereka mengobrol santai sambil sesekali tertawa cekikan. Entah apa yang mereka obrolkan, namun kebahagiaan mereka benar-benar membuat iri bercampur kesal dua wanita yang duduk tidak jauh dari tempat mereka. Apalagi ketika tiba-tiba Andika memegang tangan Arisa dan menciumnya dengan lembut, makin panas hati Rasti dan Michella, sampai-sampai mereka lupa seorang pelayan sedang berdiri di depan mereka dari tadi menanyakan pesanan mereka.


"Mbak...mbak...." sahut pelayan itu dengan suara semakin keras.


"Mau pesan apa mbak? Eh mbak....." lanjut pelayan tersebut.


"Eh....eh....pesan es kelapa saja dua ya." jawab Rasti tiba-tiba kaget mendengar suara pelayan yang dari tadi sudah berdiri di dekatnya namun tidak disadarinya.


Arisa sendiri menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan. Karena itu, dia sengaja menunjukkan kemesraannya dengan Andika supaya membuat kedua wanita itu makin berang.


"Suapin dong sayang!" pinta Arisa saat makanan mereka sudah diantar.


"Manjanya istriku sekarang ya..." ujar Andika sambil menyendoki makanan dan mengarahkan ke mulut Arisa.


"Aku suap balik ya." ucap Arisa.


Alhasih, adegan suap-suapan Andika dan Arisa membuat kedua wanita tersebut semakin panas, bahkan satu gelas es kelapa dingin pun tidak mampu mendinginkan hati mereka yang panas tersebut sehingga mereka sampai memesan beberapa gelas lagi.

__ADS_1


__ADS_2