Cinta Karena Hilang Ingatan

Cinta Karena Hilang Ingatan
Memanasi Rasti


__ADS_3

Setelah menyelesaikan aktivitas beres-beres apartemen seharian, yang cukup menguras tenaganya, akhirnya Arisa memilih beristirahat sejenak. Dia berbaring-baring di atas tempat tidurnya setelah mandi sore dan akhirnya dia tertidur pulas karena memang dirinya sudah sangat capek.


Waktu berjalan begitu cepat, Arisa masih tertidur saat Andika sudah pulang dari kantor sekitar pukul enam lewat. Dirinya baru terbangun saat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi yang menandakan Andika sedang mandi. Dia kaget karena tertidur selama itu sedangkan dia belum menyiapkan apa-apa untuk makan malam mereka.


"Ya ampun, aku tertidur sampai selama ini." ucap Arisa pelan merasa tidak enak hati sendiri. Sesaat kemudian, Andika pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah setelah keramas.


"Maafkan aku, Mas. Aku tertidur lama begini sampai lupa menyiapkan makan malam kita." ujar Arisa.


"Kenapa Mas tidak bangunkan aku tadi?" tanyanya.


"Tidak apa-apa. Aku tidak tega membangunkanmu, melihat kamu tertidur pulas begitu sampai mendengkur dan ngiler begitu hahaha....." jawab Andika santai membuat Arisa spontan mengelap mulut dengan tangannya.


"Mas, tunggu sebentar ya. Aku siapin makan malam sekarang, masih keburu kok!" lanjut Arisa langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju ke arah pintu, bermaksud ke dapur untuk memasak makan malam sederhana. Sudah tadi pagi, sarapan ala kadarnya, sekarang terulang lagi makan malam seadanya, dia benar-benar merasa tidak becus menjalankan kewajibannya sebagai istri.


Namun baru beberapa langkah saat dia melewati Andika, tangannya ditarik oleh Andika, hingga dia masuk dalam pelukan suaminya itu. Andika tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dia mengecup lembut bibir Arisa.


"Tidak perlu, sayang....Kita makan di luar saja malam ini ya!" Arisa hanya mengangguk saja. Dirinya sudah terlena dengan kecupan tadi.


"Kalau begitu, aku ganti baju dulu ya!"


*****


Setelah keduanya telah berpakaian rapi, mereka pun keluar menuju sebuah resto yang menyajikan makanan tradisional dengan suasana romantis. Sesampainya di resto tersebut, Andika memesan beberapa menu makanan kesukaan istrinya tersebut. Dia sudah mulai hafal apa saja makanan dan minuman kesukaan Arisa.


Pasangan tersebut menikmati makanan mereka sambil mengobrol santai dan mesra membuat iri pengunjung lain di resto tersebut. Tiba-tiba mata Arisa terarah pada pasangan lain yang duduk agak jauh dari mereka, perempuan itu tidak asing lagi baginya, siapa lagi kalau bukan Rasti Andini. Sejenak tatapan mata mereka bertemu, Rasti pun baru menyadari kalau dia berada di resto yang sama dengan Arisa.

__ADS_1


Bukan main kesalnya Rasti melihat Andika dan Arisa masih bisa mesra seperti itu. Bukankah dia sudah mengirim foto-foto tersebut kepada Arisa. Apakah foto-foto tersebut belum sampai di tangan Arisa? Lalu saat Rasti melihat Arisa berjalan menuju ke toilet, diapun ikut menyusul ke toilet.


"Hei, kamu juga di sini, rupanya...Dengan siapa kamu ke sini? Kalau aku sih, dengan suami tercintaku." ujar Arisa sengaja memanas-manasi Rasti.


"Bukan urusanmu aku datang dengan siapa."


"Iya, tapi aku ikut senang, sepertinya kamu sudah mendapatkan penggantinya Andika ya..." ucap Arisa karena dia memang melihat Rasti sedang makan malam dengan seorang pria.


"Enak saja, tidak ada yang bisa menggantikan Andika di hatiku. Asal kamu tahu saja ya, Andika itu tidak mencintaimu. Suatu hari dia pasti mencampakkanmu. Apa kamu tidak tahu, kalau saat di Bali kemarin, kami telah melewati malam indah bersama?"


"Aku tahu kok!" jawab Arisa santai.


"Jadi, kamu sudah terima foto-foto tersebut kan? Nah, harusnya kamu sudah tahu posisimu kan, kalau kamu tuh tidak akan bertahan lama menjadi istri Andika. Sebentar lagi pasti dia akan mencampakkanmu hahaha...."


"Ah masa sih, kayaknya hal itu tidak mungkin terjadi deh. Buktinya, malam ini kami baik-baik saja, bahkan semakin mesra. Pasti kamu iri ya dengan kemesraan kami hehehe...." balas Arisa.


"Foto itu? tidak masalah buat kami. Aku tahu itu pasti hanya akal-akalanmu saja untuk merusak hubungan kami. Dan sayangnya, usahamu itu sia-sia. Sorry ya, aku bukan orang yang gampang diakali dengan tipu muslihat kuno begitu lah ya...." ucap Arisa santai membuat Rasti semakin geram.


"Sudah ya, aku tidak mau berlama-lama denganmu di sini. Aku tidak mau membuat suami tercintaku menunggu lama, bye...."


"Sial.....usahaku dengan foto-foto tersebut sia-sia rupanya. Aku harus memikirkan cara lain lagi untuk merusak hubungan mereka." gerutu Rasti setelah Arisa pergi dari toilet tersebut.


Rasti kembali keluar melanjutkan makan malamnya dengan seorang pria matang yang secara perawakannya masih cukup menarik meski usianya sudah hampir mencapai kepala empat. Pria itu bernama Angga, seorang produser eksekutif yang menaungi beberapa film layar lebar yang akan segera tayang di bioskop. Rasti mendekati pria beristri ini bukan tanpa alasan, dia menginginkan dirinya yang terpilih sebagai penyanyi lagu-lagu yang akan menjadi soundtrack film layar film lebar yang sedang diproduksi. Jika film berhasil di pasaran, maka bisa dipastikan pamornya juga akan ikut naik sebagai penyanyi.


"Lama sekali kamu di toilet tadi?" tanya Angga setelah Rasti kembali dari toilet.

__ADS_1


"Perutku tadi mules-mules." ucap Rasti berbohong.


"Baiklah, mari kita teruskan makan malam kita."


Sambil menikmati makanannya, sesekali mata Rasti memandang ke arah Andika dan Arisa. Dirinya semakin kesal saat melihat Andika menyuapi Arisa. Arisa juga ikut membalas menyuapi suaminya itu, karena dia tahu bahwa Rasti pasti menatap ke arah mereka. Ini kesempatan dia untuk membuat Rasti semakin panas hati.


"Kamu kenapa? Apa makanannya tidak enak?" tanya Angga saat melihat Rasti terpaku sejenak dan berhenti makan.


"Oh tidak... Makanan sungguh enak." jawab Rasti.


"Jadi, gimana? Bisa ya aku yang dipilih untuk menyanyikan lagu-lagu soundtrack tersebut?" tanya Rasti. Dia tidak mau usahanya mendekati Angga berakhir sia-sia tanpa hasil apapun.


"Itu tergantung..."


"Tergantung apa?" tanya Rasti.


"Tergantung bagaimana kamu bisa menyenangkan hatiku." jawab Angga dengan senyuman liciknya yang penuh maksud.


"Maksudmu?"


"Jika kamu mau terpilih, kamu harus menuruti semua kemauanku!" jawab Angga.


Ya, bukankah aku sedang melakukannya sekarang? Guman Rasti dalam hati, dirinya terpaksa menerima ajakan makan malam Angga, supaya bisa menyenangkan hati pria di depannya itu demi perjalanan karirnya yang akan datang. Dia tahu benar bagaimana sifat pria di depannya itu, yang sebenarnya sudah beristri namun suka main gila dengan wanita lain. Tetapi mungkin dia bisa memanfaatkan sifat pria itu untuk memuluskan rencananya.


******

__ADS_1


Update lagi nih. Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman melalui like, komen, rate dan vote. Ditunggu ya....supaya author semakin bersemangat untuk lanjut nulisnya.


Terima kasih semua. Love you guys....


__ADS_2