
Bukannya bertemu dengan suaminya, Arisa malah berpapasan dengan orang yang paling malas ingin ditemuinya, namun kali ini Aris Anisa berbangga hati dengan penampilannya, jadi dia cuek saja saat berpapasan dengan Michella.
"Hai, kamu datang juga rupanya. Selamat menikmati pestanya ya!" ucap Arisa mencoba bersikap ramah.
"Tentu saja, aku datang..Huh...Aku kan salah satu tamu undangan penting di sini." jawab Michella masih sama dengan gaya sombongnya.
Tak lama kemudian, Farah yang tadi meninggalkan Michella sebentar untuk mengambil minuman, terkejut saat melihat temannya itu berbicara dengan orang yang tak asing baginya itu.
"Kamu?" ucap Farah.
"Selamat malam, Nona Farah." ucap Arisa dengan ramah, meski dia merasa sedikit risih dengan tatapan tajam Farah yang melihatnya dari atas ke bawah. Dia bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran Farah saat itu.
"Kalian saling kenal?" tanya Michella.
"Tentu saja, dia adalah salah satu karyawan di perusahaan calon suamiku." jawab Farah dengan nada meremehkan.
"Hah? Maksudmu?" Michella kaget. Belum sempat dia bertanya lebih lanjut, seorang laki-laki menyapa dari arah belakang mereka.
"Kamu ke mana saja sih? Aku dari tadi mencarimu, gak ketemu?" suara Alex membuat ketiganya menoleh ke belakang. Michella semakin kaget.
"Sayang, kenalkan ini temanku, Michella." ucap Farah langsung menggandeng lengan Alex.
Alex yang mendengar nama tak asing itu dan melihat langsung ke arah orang yg dimaksud Farah, juga tidak kalah kagetnya. Namun, dia berusaha menyembunyikan kekagetannya tersebut dengan spontan menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Alex."
"Michela."
__ADS_1
Mereka berpura-pura tidak mengenal satu sama lain, padahal mereka mempunyai hubungan spesial pada masa lalu mereka . Tentu saja, Arisa juga mengetahui hal itu, tetapi itu bukan urusannya untuk ikut campur.
Tak lama kemudian, Andika yang melihat posisi Arisa berdiri dari kejauhan pun menghampiri.
"Hai, sayang!" panggil Andika dan langsung merangkul pinggang istrinya dari samping dengan salah satu tangannya.
Kini, gantian Alex dan Farah yang kaget. Meski tidak kenal secara dekat, tetapi Farah dan Alex sama-sama tahu, siapa itu Andika. Mereka tahu bahwa Andika adalah putra dari Wijaya yang akan mewarisi perusahaannya dan melanjutkan kepemimpinannya, itulah tujuan pesta syukuran malam ini diadakan.
Namun, mereka tidak menyangka kalau Arisa merupakan istri dari Andika. Jika Arisa adalah istri dari pengusaha sukses dan menantu orang kaya, kenapa juga dia mau bersusah-susah kerja sebagai karyawan di perusahaan orang lain. Alex tidak habis pikir akan hal itu, begitu juga dengan Farah.
"Nona Michella, Nina Farah, terima kasih atas kehadirannya malam ini ya!" ujar Andika dengan ramah sebagai Tuan rumah.
"Dan ini...?" tanya Andika dengan matanya tertuju ke arah Alex.
"Ini Alex, calon suami saya." jawab Farah langsung sebelum Alex sempat memperkenalkan dirinya sendiri.
"Baiklah, silakan menikmati hidangan ya. Saya permisi dulu dengan istri untuk menyapa para tamu yang lain." ucap Andika memohon diri untuk berlalu dari hadapan mereka.
Kini, tinggalkan Alex, Farah dan Michella yang masih terpaku bengong. Rasanya, dunia ini semoit bagi mereka.
"Aku ke toilet sebentar ya!" ucap Farah.
Setelah Farah ke toilet, tinggallah Alex dan Michella yang terdiam tidak tahu harus memulai obrolan apa di antara mereka. Keduanya merasa canggung dipertemukan dalam situasi seperti ini setelah sekian lama tidak bertemu.
Dulu, memang Michella yang gencar mendekati Alex, hingga akhirnya dirinya benar-benar berhasil jatuh cinta kepadanya. Mereka pun menjalin hubungan dekat cukup lama, berlanjut sampai mereka menyelesaikan kuliah mereka.
Namun, saat hampir menjelang altahub-tahun terakhir kuliah, masalah besar menimpa keluarga Alex, bahkan perusahaan orang tua Alex menjadi bangkrut. Alex bukanlah anak orang kaya lagi, membuat Michella berpikir ulang atas hubungan mereka dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
__ADS_1
Alex benar-benar terpuruk saat itu dan sakit hati, namun kini dia sudah bangkit kembali, bahkan dia sudah menjadi pengusaha sukses.
Melihat penampilan Alex yang elegan saat ini, tidak kalah dari Andika, membuat Michella merasa menyesal telah memutuskan hubungannya dengan Alex dulu. Namun, nasi sudah menjadi bubur, apakah mungkin Alex masih punya perasaan terhadapnya, bukankah dia sekarang sudah punya Farah, pikir Michella dalam hati.
"Apa kabarmu?" ucap Alex mencoba membuka obrolan.
"Baik, kamu?"
"Seperti yang kamu lihat sendiri sekarang."
"Maafkan aku untuk kejadian di masa lalu kita." ucap Michella
"Tidak ada yang harus dimaafkan, malah aku seharusnya berterima kasih denganmu. Berkat dirimu, aku jadi sadar bahwa tidak ada yang namanya cinta sejati di dunia ini." ujar Alex dengan nada menyindir.
"Hubunganmu dengan Farah?"
"Itu bukan urusanmu...!" ketus Alex.
Tak lama kemudian, Farah pun menghampiri mereka kembali setelah selesai urusannya di toilet.
"Maaf ya, tunggu lama!" ucap Farah
"Tidak apa-apa, sayang! Ayo, kita jalan sambil menikmati hidangan yang ada!" ajak Alex sedikit membuat Farah bingung karena tidka biasanya Alex memanggilnya sayang. Tentu saja, dirinya senang diperlukan Alex seperti itu. Mereka pun berjalan meninggalkan Michella sendirian yang kini mengutuk kesialan dirinya sendiri. Dia sudah mempersiapkan dirinya dengan maksimal untuk acara malam ini, namun dirinya kalah dengan Arisa dan Farah yang memiliki pasangannya masing-masing.
"Sial!" gerutu Michella.
Akhirnya, diapun memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu, meski pesta belum berakhir.
__ADS_1